new post

zzz

Jumat, 09 Maret 2012

B51. Khotimatul Khusna, 24. AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN



MAKALAH

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN


Makalah ini disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah                   : Hadits Tarbawi 2
Dosen Pengampu           : Muhammad Hufron, M.S.I















Disusun oleh:
Khotimatul Khusna
2021110068
B




JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012


PENDAHULUAN


Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan dapat melahirkan berbagai macam aspek limu-ilmu, bukan hanya ilmu pengetahuan dan ilmu keislaman saja tetapi juga teknologi karena semakin intensif manusia menggali ayat-ayat al-Qur’an maka akan semakin banyak pula isyarat keilmuan yang didapatkan.
Al-Qur’an merupakan firman Allah yang dijadikan pedoman hidup kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan didalamnya.
Di dalam Al-Qur’an banyak terkandung unsur-unsur pendidikan antara lain : menghormati akal manusia, bimbingan ilmiah , fitrah manusia, penggunaan cerita (kisah) untuk bertujuan pendidikan dan memelihara keperluan semua masyarakat.
Di dalam makalah ini, kami akan memaparkan salah satu hadits tentang Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan, karena Al-Qur’an merupakan manivestasi kekuasaan Allah.



















PEMBAHASAN

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN

A.      Materi Hadits

   حَدَّتَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍ
اَلْجُعْفِيّ ِأَخْبَرَ نَا حَمْزَةُ الزَّ يَّاتُ عَنْ اَبِي الممُخْتَا رِالطَّا ئِي ّ ِ
عَنِ ابْنِ اَ خِيْ الحَا رِثِ اْلَا عْوَرِ عَنِ الْحَا رِ ثِ اْلَا عْوَرِقَالَ
مَرَرْتْ فِي الْمَسْجِدِ فَإِ ذَاالنَّا سُ يَخُوْضُوْنَ فِي اْلأَ حَادِيْثِ
فَذَخَلْتُ عَلَي عَلِيّ ِ، فَقُلْتُ : يَااَمِيْرَاْلمُؤْمِنِيْنَ أَلَا تَرَي النَّاسَ
قَذْخَا ضُوْا فِي اْلاَ حَادِيْثِ؟ قَالَ:اَوْقَدْ فَعَلُوْ هَا؟قُلْتُ
نَعَمْ،قُلْ : أَمَااِ نّيِ سَمِعْتَ رَ سُوْ لَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
يَقُوْلُ : ،،اَلَا اِنّهَا سَتَكُوْنَ فِتْنَةُ،فَقُلْتُ : مَاالْمَخْرَ جَ مِنْهَا
يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَلَ : كِتَا بُ اللهِ فِيْهِ نَبَأُ مَا قَبْلَكُمْ،وَخَيْرُ
مَابَعْذَكُمْ وَحُكُمْ مَابَيْنَكُمْ، وَهُوَالْفَصْلُ لَيْسَ بِالْهَزْلِ
مَنْ تَرَ كَهُ مِنْ جَبَا رٍ عَصَمَهُ اللهُ، وَ مَنْ اِبْتَغَي الْهُدَي
فِيْ غَيْرَهِ أَضَلَّهُ اللهُ، وَ هُوَ حَبْلُ ا للهِ الْمَتِينُ، وَهُوَالذّ ِكْرَ
الْحَكِيْمُ، وَ هُوَ الِصّرِ ا طُ اْلمُسْتَقِيْمُ، هُوَ الَّذِ ي لَايَزِ يْغُ بِهِ
الْاَ هْوَا ءِ، وَلَاتَلْتَبِسُ بِهِ اْلاَلْسِنَةُ، وَلَا يًشْبَعُ مِنْهُ اْلعُلَمَاءُ
وَلَا يُخْلَقُ عَنْ ُكثْر ِةِ اِلرَّ دّ ِاَاوَلَا تَنْقُضَي عَجَا ئِبُهُ،ْهُوَ ١لَّذِيْ
لَمْ تَنْتَهِ الْجَنُّ اِذَسَمِعَتْهُ حَتَّي قَلُوْا: اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاَنَا عَجَبَا
يَهْدِ يْ إِلَي الرُّ شْدِ فَاٰمَنَّا بِهِ، مَنْ قَالَ بِهِ صَدَ قَ، وَ مَنْ عَمِلَ
بِهِ أُجِرَ، وَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَ لَ، وَ مَنْ دَعَاإِلَيْهِ هُدِيَ إِلٰي
صِرَا طِمُسْتَقِمٍ،، خُذْ هَا اِلَيْكَ يَاأَعْوَرُ
هٰذَا حَدِ يْثُ غر يبُ لا نعر ف اِلَّا مِنْ حَدِ يْنِ حَمْزَةَ
الزّ يّاتِ، وَاِسْنَا دُهُ مَجْهُوْلُ. وَفِيْ حَدِيْثِ الْحَا رِثِ مَقَالٌ


B. Terjemahan
Artinya :
“Abdu bin Humaid menceritakan lepada kami. Husain bin Ali Al Ju’fi memberitahukan kepada kami, Hamzah Az Zayyat memberitahukan kepada kami dari Abu Muhtar At Thaa’I dari Ibnu Akhil Harist Al A’war dari Harist Al A’war ia berkata: “Saya lewat dimasjid, saya lihat orang-orang berolok-olok didalam percakapan, saya masuk pada(rumah) Ali, maka saya bertanya: “ Hai Amirul Mu’minin. Apakah kamu melihat orang berolok-olok didalam percakapan?”.Ali berkata:”Apakah mereka telah melakukannya?”. Saya menjawab:”Ya”. Ali berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Ingat”, sesungguhnya itu akan menyebabkan fitnah”. Saya bertanya:”Bagaimana jalan keluarnya dari padanya hai Rasulullah?”. Rasulullah bersabda:”(Berpegang) kepada kitab Allah yang telah menceritakan orang-orang sebelummu, dan sebagai penghukum apa yang terjadi antara sesamamu. Kitab Allah adalah virman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil dan ia bukanlah sebagai senda gurau, orang yang meninggalkan kitab Allah dari orang yang sombong. Allah akan membinasakannya. Orang yang mencari petunjuk selain dari kitab Allah, maka Allah akan menyesatkannya, kitab Allah adalah buhul(hokum) Allah yang kuat. Ia adalah yang penuh hikmah, ia adalah jalan yang lurus, ia adalah yang tidak condong kepada hawa nafsu, ia tidak berat pada setiap lisan, para Ulama’ tidak akan kenyang padanya. Ia tidak usang dari banyaknya diulang-ulang (bacanya). Ia habis-habis keajaibannya, ia adalah yang tidak henti-hentinya Jin tatkala mendengarnya, mereka barkata:
            (Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang mena’jubkan yang memberi petunjuk pada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya). Barang siapa berkata dengan Al Qur’an, maka benarlah ia. Barang siapa mengamalkan ia diberi pahala. Orang yang memutuskan hukum dengannya maka dia adil dan barang siapa mengajak-ajak kepada Al Qur’an, ia mendapat petunjuk pada jalan yang lurus”. Ambillah (kata-kata yang baik) hai A’war.
            Hadits ini gharib, saya tidak mengetahui hadits ini kecuali dari haditsnya Hamzah Adzdzariyat dan sanadnya majhul di dalam haditsnya Harist ada pembicaraan.[1]

C. Mufrodat
          الفو ص في الا حار يث        : berbicara panjang lebar.
          الفصل                              : pemisah antara yang hak dan yang batil.
          الهزل                               : senda gurau.
          قصي                               : membinasakan.
          الغلق                                : usang.

D. Biografi

Harits al-A'war

Dalam kitab Shahih, Imam Muslim mengutip Quthaibah dan Jarir yang menceritakan Harits dari Mughirah yang menerima kabar dari Sya'bi. Kesimpulannya, Harits al-A'war pendusta. Menurut Abu Ishaq, Harits itu pendusta. Pendapat serupa dinyatakan oleh Jarir. Amar ibn 'Ali berkata: "Yahya dan 'Abdurrahman tidak meriwayatkan hadits dari Harits."
Riwayat dari Yahya ibn Mu'in tentang Harits itu masih kontroversial. Akan tetapi 'Utsman al-Darimi mengatakan tidak dapat diikuti atau diterima. Abu Zara'ah berkata: "Hadits Harits tidak dapat dijadikan hujjah." Menurut Abu Hatim, Harits itu lemah, dha'if, ia tidak termasuk orang yang haditsnya dijadikan hujjah." Kata al-Nasa'i: "Hadits Harits tidak kuat, alias lemah."
Ibn Hajar berkata: "Aku sudah membaca kitab Mizan karya al-Dzahabi. Di situ dikatakan bahwa al-Nasa'i yang sangat kritis terhadap para perawi hadits, menerima dan menjadikan hujjah hadits dari Harits al-A'war. Padahal mayoritas (jumhur) ulama memandangnya dha'if. Namun, walaupun mereka juga meriwayatkan al-A'war itu dusta, tapi mereka meriwayatkan haditsnya. Asy-Sya'bi hanya mendustakan hikayat-hikayat al-A'war, bukan haditsnya."
"Menurut saya," demikian ibn Hajar, "Imam Nasa'i tidak berhujjah dengan hadits al-A'war. Dalam kitab Sunannya, beliau hanya meriwayatkan satu hadits dari al-A'war. Itu pun disertai sanad lain, yaitu ibn Maysarah. Ada pula hadits lain yang diriwayatkan darinya, yaitu hadits tentang al-yawm wa al-laylah, juga disertai sanad lain. Inilah keseluruhan hadits al-A'war yang ada pada Nasa'i." Hafidh menyatakan bahwa ibn Hibban dalam kitab shahihnya memasukkan hadits al-A'war sebagai hadits yang dapat dijadikan hujjah. Namun ibn Hajar mengaku tidak menemukan itu pada kitab Shahih ibn Hibban. Ibn Hibban memang meriwayatkan satu hadits melalui sanad Amr ibli Murrah dari Harits ibn 'Abdillah al-Kufi dari ibn Mas'ud. Jadi lbn Hibban tidak meriwayatkan dari Harits al-A'war, melainkan dari Harits ibn 'Abdillah. Dan Harits yang terakhir ini memang dipandang tsiqat oleh ibn Hibban. Ibn 'Adi berkata bahwa pada umumnya riwayat al-A'war tidak digubris orang. Ibn Hibban menyatakan bahwa A'war adalah orang yang berlebih-lebihan dalam memuji 'Ali atau bertasyayyu'.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama hadits sepakat bahwa al-A'war ialah perawi yang dha'if, tidak tsiqat, dan haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah. Namun penulis Dialog Sunnah-Syi'ah menganggapnya sebagai salah seorang perawi yang adil dan tsiqat.

E. Keterangan Syarah Hadist
     يحوامون في الا حا ديث             : mereka berbicara panjang lebar tentang berita-berita, kisah-kisah yang terdapat unsur kebohongan, mereka meninggalkan bacaan Al Qur’an serta dzikir-dzikir yang berhubungan dengan Al Qur’an.
     ولا يسبع منه العلما ء                 : setiap para ulama’ mengetahui tentang hakekat sesuatu yang terdapat dalam Al Qur’an, mereka akan rindu sekali akan bacaan hakekat yang lainya sehingga tidak akan merasa puas dan bosan.
     ولا تلتبس به الا لسن ة               : lidahnya orang mu’min tidak merasa sulit dalam mengucapkannya walaupun bukan orang arab.
لا تز يع به الا هوي                  : dengan dhomir muanas dan mudzakar artinya tidak akan menjadi ahli bid’ah dan orang yang tersesat.[2]

F. Aspek Tarbawi
          Pendidikan islam adalah proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai islam pada peserta didik melalui pertumbuhan dan pengembangan potensi fitrah nya mencapai keseimbangan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspek.
            Fungsi Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk, sebagai penerang jalan hidup, pembeda antara yang benar dan salah, penyembuh penyakit hati, nasehat dan sumber informasi sebagai sumber informasi Al-Qur’an mengajarkan banyak hal pada manusia dari persoalan keyakinan, moral, prinsip-prinsip ibadah dan muamalah sampai kepada asas-asas ilmu pengetahuan.
            Mengenai ilmu pengetahuan, Al-Qur’an memberikan wawasan dan motivasi kepada manusia untuk memperhatikan dan meneliti akan sebagai manivestasi kekuasaan Allah, dari hasil pengkajian dan penelitian fenomena alam kemudian melahirkan ilmu pengetahuan.
            Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk bagi suatu umat tertentu dan untuk periode waktu, tertentu melainkan menjadi petunjuk yang universal dan sepanjang waktu. Al-Qur’an adalah aksis bagi setiap zaman dan tempat. Petunjuknya sangat luas, seperti luasnya umat manusia dan meliputi segala aspek kehidupannya.
Proses aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pendidikan meliputi tiga dimensi kehidupan yang harus dibina dan dikembangkan oleh pendidikan diantaranya :
1.               Dimensi spiritual yaitu iman, taqwa dan akhlak mulia yang tercermin dalam ibadah dan muamalah
2.               Dimensi budaya, kepribadian yang mantap bertanggung jawab, kemasyarakatan dan kebangsaan
3.               Dimensi kecerdasan yang membawa pada kemajuan yaitu cerdas, kreatif, terampil, disiplin, etos kerja, profesional, inovatif dan produktif

















PENUTUP

Al-Qur’an merupakan firman Allah yang dijadikan pedoman hidup kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan didalamnya. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan dapat melahirkan berbagai macam aspek limu-ilmu, bukan hanya ilmu pengetahuan dan ilmu keislaman saja tetapi juga teknologi karena semakin intensif manusia menggali ayat-ayat al-Qur’an maka akan semakin banyak pula isyarat keilmuan yang didapatkan. Proses aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pendidikan meliputi tiga dimensi kehidupan yang harus dibina dan dikembangkan oleh pendidikan diantaranya :
1.      Dimensi spiritual yaitu iman, taqwa dan akhlak mulia yang tercermin dalam ibadah dan muamalah
2.      Dimensi budaya, kepribadian yang mantap bertanggung jawab, kemasyarakatan dan kebangsaan
3.      Dimensi kecerdasan yang membawa pada kemajuan yaitu cerdas, kreatif, terampil, disiplin, etos kerja, profesional, inovatif dan produktif






















DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman, Muhammad. Tuhfatul Akhwadzi ( Syarah Tirmidzi ) Juz 7. (Beirut : Darul Fikri ).
Zuhri, Ahmad. 1992. Sunan At-Tirmidzi. Juz IV. Semarang: CV. Asy-Syifa’.






































[1]  Ahmad Zuhri, Sunan At-Tirmidzi, Juz IV(Semarang: CV.Asy-Syifa’, 1992),h. 502-504.


[2] Muhammad Abdurrahman,Tuhfatul Akhwadzi ( Syarah Tirmidzi ) Juz 7 (Beirut : Darul Fikri ), h.218-221.


25 komentar:

  1. nama : siti maskanah
    nim : 2021110069
    kelas : B
    bagaimana cara mengembangkan semua dimensi kehidupan di atas agar bisa maksimal tertanam dalam diri anak??

    BalasHapus
  2. dina rina
    2021110064
    halo mba chusna,,, dina meh tanya nih???
    bagaimana cara mengatasi pandangan orang sekarang bahwa orang yang tidak mengikuti zaman akan dicap sebagai orang yang katrok, ndeso, dan tidak gaul atau ketinggalan zaman. yang dimana orang yang menganggap dirinya sudah gaul n sesuai zaman sekarang itu berkiblat pada dunia barat bahkan pendidikan zaman sekarang pun banyak yang meniru atau bahkan berkiblat pada dunia barat.
    padahal seharusnya sebagai umat muslim hendaknya selalu berkiblat pada Alquran.
    demikian pertanyaan dari saya. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. muhammad fachmi hidayat (2021110051)
      memang benar orang yang ga mengikuti zaman akan bisa diseut katrok.\ atau ndeso. karena bila kita tidak mengikuti zaman maka kita akan terlindas oleh zaman. yang jadi permasalahan adalah jika selama zaman itu baik dan tiada bertentngan dengan islam. apa salahnya mengikuti zaman tersebut. tapi jika yang dimaksudkan adalah bila ada seorang muslimah yang ga mengikuti zaman modern ala barat dianggap ndeso! ini baru salah karena muslimah punya gaya sendiri. yaitu hijab bukan gaya modern yang telanjang. ya... kayak mbak dina itulah dengan gaya hijab akan tampak modern dan ga ndeso...
      kemudian aapun zamanya, apapun gayanya ...tetep minumnya teh botol sosoro... pegangan hidup kita dan kiblat kita adalah al qur'an.. hehehe.
      em...foto dek dina disitu ko kelihatan manis dari aslinya ya.. hehehe :)

      Hapus
  3. nama:khoridatul bahiyyah
    kelas:B

    Bagaimana caranya agar kita dapat menjadikan al-qur'an sebagai media ilmu pendidikan?

    BalasHapus
  4. nama: shilfiana
    kelas: B
    nim: 2021110054

    bagaimana cara yang harus kita lakukan agar kita bisa mengoptimalkan fungsi Alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan yang utama dalam melihat kemajuan iptek sekarang ini????

    BalasHapus
  5. nama : indah kumala sari
    nim : 2021110083
    kelas : B

    bagaimana pesan al qur'an ttg ilmu pengetahuan ?

    BalasHapus
  6. Ida Arisetiya (2021110063)

    masih banyak orang yang belum menjadikan Al qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan,,bagaimana caranya agar orang-orang termasuk anak-anak muda sekarang bisa tertarik mempelajari Alqu'an dan menjadikannya acuan?

    BalasHapus
  7. nama : WIWID PRIHARTANTI
    NIM : 2021110062
    kelas: B

    Dalam aspek tarbawi dijelaskan bahwa Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan dapat melahirkan berbagai macam aspek ilmu-ilmu, bukan hanya ilmu pengetahuan dan ilmu keislaman saja tetapi juga teknologi.
    pertanyaan saya:
    jelaskan ilmu teknologi apa saja yang terkandung dalam Al-Qur'an?

    Terimakasih,...

    BalasHapus
  8. Arina Rahmawati
    2021110055/B

    Bagaimana cara memotivasi anak agar mau mempelajari al-Qur'an sedangkan ia tinggal di lingkungan yang kurang agamis?

    BalasHapus
  9. nama : AINI LAILATUL MUNAWAROH
    NIM : 2021110060
    KLS : B

    pertanyaan saya bagaimana mengaplikasikan ilmu-ilmu yang adadalam Al-Qur'an dalam proses pendidikan agar bisa tersampaikan dengan baik?
    terimakasih,...

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum......

    Nama : Muhammad Labib
    Nim : 2021110053
    Kelas : B

    Akal merupakan modal utama dan mempunyai fungsi yang urgen. Namun, masih membutuhkan wahyu sebagai tuntunannya.
    Bagaimana cara mengembangkan potensi akal agar sinergi dengan al-Quran sebagai sumber ilmu utama?

    BalasHapus
  11. nama: Liya Ummal Khusna
    nim: 2021110085
    kelas: B

    apakah ada contoh unsur-unsur pendidikan yang terkandung dalam al-qur'an itu,sebutkan dan berikan penjelasnnya!!!..
    terimakasih

    BalasHapus
  12. jawaban untuk siti maskanah
    1. dimensi spiritual. cara mengembangkannya dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan dalam hal keagamaan untuk menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. misalnya, melakukan salat dhuhur berjamaah di sekolah diwajibkan bagi peserta didik, setiap akan memulai pelajaran diawali dengan bacaan basmallah dan diakhiri dengan hamdallah, dsb.
    2. dimensi budaya. cara mengembangkannya misal dengan mengajak peserta didik ikut serta memperingati tanggal 17 agustus sebagai hari kemerdekaan RI, peserta didik turut serta dalam upacara untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan menanamkan rasa nasionalisme untuk mengenang para pejuang yang telah berhasil mengusir penjajah dan memerdekakan RI
    3. dimensi kecerdasan. cara mengembangkannya sikap disiplin harus ditanamkan pada peserta didik, misalnya masuk sekolah tepat waktu, mengumpulkan PR yang diberikan pendidik, dll.

    BalasHapus
  13. jawaban untuk dina rina
    cara mengatasinya kita tidak menelan mentah-mentah informasi yang ada pada era sekarang, kita harus bisa memilah dan milih mana yang baik diambil untuk kemajuan selama tidak bertentangan dan tidak melenceng dengan ajaran agama islam yang bersumber pada alquran.

    BalasHapus
  14. jawaban untuk khoridatul bahiyah
    cara untuk menjadikan alquran sebagai media ilmu pendidikan yaitu:
    pertama, kita mengenalkan alquran terlebih dahulu kepada peserta didik, alquran itu apa, manfaat bila membaca dan mengamalkan isinya bagi kita itu apa? sehingga peserta didik mengenal apa itu alquran, setelah alquran itu sudah dikenal maka akan lebih mudah kita menerapkan alquran dalam berbagai aspek termasuk pendidikan, dengan adanya para peserta didik mengenal alquran maka akan terbentuk generasi qurani yang dimana mereka akan membuka paradiwma baru alquran sebagai dasar pendidikan dan dijadikan alquran sebagai sumber ilmu pendidikan.

    BalasHapus
  15. jawaban untuk shifiana
    alquran itu bersifat universal, sejauh manapun zaman dan sebaru apapun tahun, peradaban silih berganti dari klasik sampai modern, sehingga memunculkan iptek yang baru maka alquran bisa menjawab tantangan zaman karena alquran eksis setiap zaman dan tempat, petunjuknya sangat luas, seperti luasnya manusia meliputi segala aspek kehidupannya, itulah wujud dari optimalisasi alquran.

    BalasHapus
  16. nur maila
    kelas b
    zaman sekarang banyak orang yang mengaku islam tapi pada kenyataanya ketika dihadapkan dengan alquran orang itu tidak bisa membaca. bagaimana anda menyikapi tentang hal tersebut?

    BalasHapus
  17. jawaban untuk indah kumala sari
    pendidikan dalam al quran sangatlah ditekankan, sebagai contoh wahyu pertama yang turun yaitu QS.Al-Alaq ayat 1-5. ayat tersebut merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan Allah kepada hambanya berupa ilmu. dengan adanya ilmu tersebut manusia dimuliakan dan dihormati. dalam ayat ini Allah menyatakan tentang mengajarkan ilmu kepada manusia melalui perantara.

    ilmu pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu-ilmu eksak seperti: ilmu fisika, biologi, ilmu falaq, ilmu kedokteran maupun ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, dll. termasuk pula di dalamnya adalah ilmu-ilmu agama seperti aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, fiqih, dll. jadi di dalam Al-Qur'an tidak hanya menyebutkan secara eksplisit semua ilmu pengetahuan tersebut. namun Al-Qur'an memerintahkan kepada manusia untuk menuntut ilmu.

    BalasHapus
  18. jawaban untuk Ida Arisetiya

    pertama-tama kita mengenalkan Al-Qur'an terlebih dahulu setelah peserta didik mengenal Al-Qur'an maka kita mengajarkan mereka untuk memahami isi Al-Qur'an dan kemudian diamalkan baik sebagai sumber ilmu pengetahuan maupun untuk kemajuan kehidupan supaya lebih sejahtera di dunia maupun di akhirat.

    BalasHapus
  19. jawaban untuk WIWID PRIHARTANTI

    teknologi yang terkandung dalam Al-Qur'an meliputi:
    a. Astronomi, seperti: penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangkannya alam semesta, serta garis-garis edar planet jagad raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern. telah diberitakan dalam Al-Qur'an sekitar 1400 tahun yang lalu.
    b. Biologi, Al-Qur'an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam kandungan ibu
    c. planet bumi, lapisan-lapisan atmosfer, fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut dijelaskan dalam Al-Qur'an.
    d. Fisika, besi pada awalnya terbentuk dari bintang-bintang luar angkasa, waktu adalah suatu konsep yang relatif. Al-Qur'an telah mengisyaratkan tentang semua ini.

    BalasHapus
  20. jawaban untuk Arina Rahmawati

    caranya anak tersebut disekolahkan yang agamis, yang banyak memberikan materi keagamaan sehingga Al-Qur'an diajarkan didalamnya. supaya diluar lingkungan sekolah mendapatkan ilmu agama atau pengetahuan agama lebih mendalam anak tersebut diikutkan pesantren kilat atau sekolah diniyah. dari pihak keluarga ikut mendukung dan mendorong kegiatan yang dilakukan anaknya yang terkait dengan pendidikan agama. kemudian jika orang tua nak tersebut memahami lebih dalam tentang agama maka ortu yang diutamakan untuk mendidiknya.

    BalasHapus
  21. jawaban untuk Aini Lailatul Munawaroh

    cara mengaplikasikan ilmu yang ada dalam Al-Qur'an kaitannya dengan proses pendidikan misalnya ilmu akhlak dalam Al-Qur'an. kita harus mengkajinya sampai dengan nilai-nilai pendidikan akhlak. bagaimana agar peserta didik mampu mengaplikasikan birru al-walidain dalam kehidupan nyata. kita mampu menjabarkan tentang cara berbakti kepada orang tua baik semasa hidup maupun sesudah mati, harus menghormatinya, menaati perintahnya, dll.

    BalasHapus
  22. jawaban untuk Muhammad Labib

    cara mengembangkannya didialam Al-Qur'an hanya da garis-garis besar tentang sumber ilmu maka harus dikembangkan sesuai dengan kemajuan zaman.

    BalasHapus
  23. jawaban untuk Liya Ummal Khusna

    di dalam Al-Qur'an banyak terkandung unsur-unsur pendidikan diantaranya menghormati akal manusia, bimbingan ilmiah, fitrah manusia, penggunaan cerita/kisah untuk bertujuan pendidikan dan memelihara keperluan seluruh masyarakat

    BalasHapus