Laman

Selasa, 06 Maret 2012

Kelas C, (4), Naelul Amalia Azmi, SUMBER ILMU PENGETAHUAN (EPISTEMOLOGI) AKAL, ILMU DAN AMAL


MAKALAH
SUMBER ILMU PENGETAHUAN
(EPISTEMOLOGI)
AKAL, ILMU DAN AMAL 

Disusun Untuk Memenuhi Tugas
                               Mata Kuliah                  : Hadits Tarbawi II
                               Dosen Pengampu          : Muhammad Hufron, M.S.I











Di susun Oleh :
Naelul Amalia Azmi
( 2021110103 )
Kelas C

                               

     SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2012










PENDAHULUAN

Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Manusia dikategorikan sebagai makhluk paling sempurna karena manusia diberi akal dan pikiran oleh Allah. Yang dimana denganya manusia bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Sehingga manusia bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dari yang lain, manusia memiliki ilmu pengetahuan yang luas perihal ilmu alam, sehingga manusia dipercayai oleh Allah untuk menempati bumi dripada para malaikat.
Salah satu penyakit sosial yang paling berbahaya yang melanda berbagai umat, termasuk umat Islam adalah mereka yang dikarunia akal, namun kemudian tidak mempergunakannya untuk memperoleh cahaya ilahi ( dalam bentuk ilmu ). Selain itu juga adanya penyakit pemutusan ilmu, khususnya ilmu-ilmu agama dari amal perbuatan, dan berubahnya ilmu menjadi sekumpulan teori belaka yang jauh dari kenyataan  dan penerapan. Padahal, kaedah Islam menekankan bahwa ilmu senantiasa bersama dan tidak terpisah satu sama lain.
Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana hubungan manusia dengan akal yang diberikan oleh Allah  dalam  mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Semoga makalah ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua.












PEMBAHASAN
A.    Al hadits

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ بَأَيِّ شَيْئٍ يَتَفَاضَلَ النَّاسُ فِى الدُّنْيَا ؟ قَالَ: بِالْعَقْلِ. قُلْتُ فَفِى اْلاَخِرَةِ ؟ قَالَ: بِالْعَقْلِ. فَقَالَتْ عَائِشَةَ: اِنَّمَا يُجْزَوْنَ بِأَعْمَالِهِمْ؟ قَالَ وَهَلْ عَمِلُوْا اِلاَّ بِقَدْرِمَا اَعْطَاهُمُ اللهُ مِنَ اْلعَقْلِ فَبِقَدْرِمَا أَعْطُوْامِنَ اْلعَقْلِ كَانْتِ أَعْمَا لُهُمْ وَبِقَدْرِ مَا عَمِلُوْا يُجْزَوْنَ
  
B.     Terjemah
     Dari ‘Aisyah-ra- ia berkata : saya bertanya kepada Rasulullah, dengan apakah manusia bisa utama di dunia. Rasulullah berkata ; dengan akal. Aisyah bertanya lagi : kalau diakhirat?, Rasulullah menjawab ; dengan akal. Maka Aisyah bertanya lagi : (bukankah) manusia sesungguhnya manusia itu dibalas hanya karena amal-amalnya. Rasulullah menjawab : dan tidaklah manusia-manusia beramal kecuali dengan sekedar yang Allah SWT berikan yaitu akal. Maka dengan sekedar apa yang telah diberikan kepada mereka (akal) itulah amal-amal mereka. Dan atas sekedar apa yang mereka kerjakan , maka mereka mendapat balasan.
C.      Mufrodafz
..: فَبِقَدْرِمَا أَعْطُوْامِنَ اْلعَقْلِ كَانْتِ أَعْمَا لُهُمْ وَبِقَدْرِ مَا عَمِلُوْا يُجْزَوْنَ
Indonesia
Arab
Dari Aisyah,
عَنْ عَائِشَةَ
bahwa ia bertanya
قَالَتْ
Aku bertanya –padanya-
قَالَتْ
Wahai Rasulullah
يَارَسُوْلَ اللهِ
, dengan apakah
بَأَيِّ شَيْئٍا
Manusia yang utama
يَتَفَاضَلَ النَّاسُ
Di dunia
فِى الدُّنْيَا
Rasulullah menjawab
قَالَ:
Dengan akal
بِالْعَقْلِ
Aku (Aisyah) bertanya –lagi-
قُلْتُ
Jika di Akhirat ?
فَفِى اْلاَخِرَةِ ؟
Rasulullah menjawab : dengan akal
قَالَ: بِالْعَقْلِ
Maka Aisyah bertanya lagi
فَقَالَتْ عَائِشَةَ
Bukankah manusia
اِنَّمَا
Mendapatkan balasan
يُجْزَوْنَ
Dengan semua amal-amalnya ?
بِأَعْمَالِهِمْ؟
Rasulullah menjawab
قَالَ
Dan tidaklah manusia-manusia beramal
وَهَلْ عَمِلُوْا
Kecuali dengan
اِلاَّ
sekedar yang Allah SWT berikan
بِقَدْرِمَا اَعْطَاهُمُ اللهُ
Yakni akal
مِنَ اْلعَقْلِ


D.    Biografi Perawi
Aisyah binti Abu bakar Ashidiq adalah ibu dari orang-orang mu`min.Dia seorang wanita yang cantik dan berkulit putih sehingga mendapat sebutan al-Humaira.Ibunya bernama Ummu Ruman binti ‘Amir bin Uwaimir bin ‘Abdi Syams bin ‘Attab bin Udzainah al-Kinaniyyah.Beliau lahir ketika cahaya Islam telah memancar, sekitar delapan tahun sebelum hijrah. Masa kanak-kanaknya dihabiskan dalam asuhan sang ayah ,kekasih Rasulullah SAW, Seorang sahabat mulia,Abu Bakar Ash-Shidiq ra. [1]
Beliau adalah perempuan yang paling ahli dalam fiqih. Dan merupakan istri Nabi yang paling Utama selain khotijah, mereka berdua memiliki kemasyhuran yang berbeda terdapat perbedaan berdua bahwa ia wafat pada 57 H. menurut Qoul Shahih.[2]
E.     Keterangan dalam hadits
Dalam Kitab Lisan Al-Arabi (Al-a`ql) artinya sesuatu yang membedakan antara manusia dengan jenis hewan. Sedangkan (Al-a`mal) berarti mengerjakan apa yang dibutuhkan seperti bangunan, rumah, pertanian, penjagaan, dan lain-lain.[3]
            Disitu dijelaskan akan fungsi akal. Yaitu untuk memahami apa yang dimaksudkan Allah baik itu perintah-Nya maupun laranga-Nya. Karena dengan manusia berakal, ia akan dapat berpikir mana yang dibolehkan dan mana yang dilarang. Maka dari itulah dengan ia mengetahui halal haram ia bisa selamat di dunia dengan menjadi orang yang unggul-mulia- dan menjadi orang yang utama di akhirat karena amal-amalnya didunia. Yang dimana ia beramal dengan memahami dengan akal. Dan mustahil orang yang tidak berakal mampu memahami perkara-perkara yang baik dan buruk. Orang yang tidak mampu memahami perkara yang baik dan buruk, maka ia tidak kurang lebih seperti hewan. Inilah manusia yang diberi akal sehingga ia unggul di dunia dari makhluk lainya. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa karena manusia itu mengetahui segala macam pengetahuan inilah ia menjadi makhluk Allah terbaik di muka bumi. Dan anak cucu adam yang berakal sehingga ia menjadi hamba Allah yang baik, maka ia akan unggul dibumi dan juga unggul di akhirat dengan mendapatkan kedudukan tertinggi yaitu surga.
            Wahab bin Munabbih berkata, "Syetanmerasa paling kesulitanjikamenghadapi orang Mukmin yang berakal. Dia bias menggiring seratus orang bodoh, menuntun mereka dan bahkan menunggang di atas bahu mereka, lalu membawa mereka kemana pun yang dia kehendaki.Dia benar-benarmerasakesulitanberhadapandengan orang Mukmin yang berakaldanmembujuknya, sekalipununtukmendapatkansedikitapa yang dibutuhkandarinya."[4]

F.      Aspek Tarbawi
Kata akal berasal dari bahasa arab yaitu al-aql berarti pikiran atau intelek (daya) atau proses pikiran yang lebih tinggi berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Dimana akal merupakan akal yang menampung akal aqidah, syari`ah serta akhlak dan menjelaskannya. Dan dengan menggunakan akal secara baik dan benar sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Manusia akan merasa dekat dan dengan sukarela mengingatkan diri kepada Allah SWT kemudian akal tersebut akan menghasilkan ilmu dan akan berkembang.[5]
Akal merupakan potensi ruhani yang dipersiapkan untuk menerima ilmu pengetahuan. Adapun bagi mereka yang dikaruniai akal, namun kemudian tidak mempergunakannya untuk memperoleh cahaya ilahi (dalam bentuk ilmu), Allah SWT sangat mencela orang-orang yang demikian bahkan mengancamnya dengan azab neraka jahannam. kaedah Islam menekankan bahwa ilmu senantiasa bersama dan tidak terpisah satu sama lain. Antara akal, ilmu dan amal sebagai perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia, yaitu setelah diberi akal, kemudian berilmu lalu beramal.[6]


G.    Realita
Fenomena yang terjadi pada saat ini banyak orang sudah menggunakan akalnya untuk mencari ilmu, namun setelah mereka memperolehnya sangat jarang dari mereka yang mau mengamalkannya.
Beramal secara ikhlas bukanlah pekerjaan yang mudah, karena sifat manusia yang terkadang ingin diketahui , ingin dianggap dan sebagainya. Beramal bukannya karena hal, melainkan karena gengsi dan mencari sensasi. Itu adalah hal-hal yang bersifat riya` yang kita tahu yang merupakan salah satu dari sekian banyak perbuatan dosa.

H.    Solusi
Agar manusia tidak menjadi sesat, maka akal manusia harus dibekali ilmu yang bermanfaat dan dikembangkan secara baik dan benar untuk memahami wahyu dan berjalan pada garis-garis yang telah ditetapkan Allah SWT di dalam wahyu-Nya.
Manusia harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa, namun hanyalah bagian kecil dari banyak hal yang diciptakan Allah SWT di dunia ini.
                                   



















PENUTUP

Dari uraian diatas disimpulkan bahwa akal adalah sesuatu yang dimiliki manusia, yang menjadi perbedaan manusia dengan binatang. Oleh karena itu, akal tidak boleh disia-siakan dan disalahgunakan dan haruslah didasarkan kepada wahyu-wahyu Allah SWT agar tetap terarah dan tidak menjadi sesat juga tidak akan terombang-ambing oleh zaman. Manusia diberi akal harus dipergunakan untuk memperoleh cahaya ilahi ( dalam bentuk ilmu ), khususnya ilmu-ilmu agama dari amal perbuatan. Seharusnya ketika manusia diberi akal, kemudian berilmu lalu beramal.





















DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Halim Mahmud Ali. 1998. Fiqih Responsibilitas Tanggung jawab Muslim Dalam Islam.  Jakarta: Gema Insani, 1998 .
Duad Ali, Moh. 2006. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Hajar Al-Ashqolani, Ibnu. 1995. Taqrib Ast-Tahzib. Beirut : Dar Al Fikr.
Mandzur, Ibnu. 1990. Lisan Al-Arab, Jilid 1 Beirut : Dar sidar.
Saleh, Abdullah Abdurrahman. 1994. Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al Qur’an. Jakarta : PT Rineka Cipta.
www.asysyariah.com




















Resume
Hadits tarbawi II

A.    Biografi Perawi
Aisyah binti Abu bakar Ashidiq adalah ibu dari orang-orang mu`min. Beliau adalah perempuan yang paling ahli dalam fiqih. Dan merupakan istri Nabi yang paling Utama selain khotijah, mereka berdua memiliki kemasyhuran yang berbeda terdapat perbedaan berdua bahwa ia wafat pada 57 H. menurut Qoul Shahih.[7]
B.     Keterangan dalam hadits
Dalam Kitab Lisan Al-Arabi ( A`ql ) artinya sesuatu yang membedakan antara manusia dengan jenis hewan. Sedangkan (Al-A`mal) berarti mengerjakan apa yang dibutuhkan seperti bangunan, rumah, pertanian, penjagaan, dan lain-lain.[8]

C.     Aspek Tarbawi
Kata akal berasal dari bahasa arab yaitu al-aql berarti pikiran atau intelek (daya) atau proses pikiran yang lebih tinggi berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Dimana akal merupakan akal yang menampung akal aqidah, syari`ah serta akhlak dan menjelaskannya. Dan dengan menggunakan akal secara baik dan benar sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Manusi akan merasa dekat dan dengan sukarela mengingatkan diri kepada Allah SWT kemudian akal tersebut akan menghasilkan ilmu dan akan berkembang.

D.    Realita
Fenomena yang terjadi pada saat ini banyak orang sudah menggunakan akalnya untuk mencari ilmu, namun setelah mereka memperolehnya sangat jarang dari mereka yang mau mengamalkannya.
Beramal secara ikhlas bukanlah pekerjaan yang mudah, karena sifat manusia yang terkadang ingin diketahui , ingin dianggap dan sebagainya. Beramal bukannya karena hal, melainkan karena gengsi dan mencari sensasi. Itu adalah hal-hal yang bersifat riya` yang kita tahu yang merupakan salah satu dari sekian banyak perbuatan dosa.

E.     Solusi
Agar manusia tidak menjadi sesat, maka akal manusia harus dibekali ilmu yang bermanfaat dan dikembangkan secara baik dan benar untuk memahami wahyu dan berjalan pada garis-garis yang telah ditetapkan Allah SWT di dalam wahyu-Nya.
Manusia harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa, namun hanyalah bagian kecil dari banyak hal yang diciptakan Allah SWT di dunia ini.



[1] www.asysyariah.com
[2] Ibnu Hajar Al-ashqolani, Taqrib Ats-Tahdzib, (Beirut : Dar Al- Fikr, 1995), h. 869.
[3] Ibnu Mandzur. Lisan Al-Arab, Jilid 1. (Beirut : Dar sidar, 1990), h. 459-475.
[4] Ali Abdul Halim Mahmud, Fiqih Responsibilitas Tanggung jawab Muslim Dalam Islam. ( Jakarta: Gema Insani, 1998 ). h. 254
[5] Moh Daud Ali. Pendidikan Agama Islam. (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2006), h. 385.
[6] Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an. ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 1994 ). H. 97


20 komentar:

  1. nama: nurul islakhah
    nim: 2021110139
    kelas: C
    makalh anda membahas tentang sumber ilmu pengetahuan yaitu akal ilmu dan amal,yang saya tanyakan bagaimana keterkaitan dari ketiga hal tersebut??

    BalasHapus
  2. Dhamira Septiana VandiniSelasa, 06 Maret 2012 15.52.00 WIB

    Nama : Dhamira Septiana Vandini
    Nim: 2021110127

    Di era modernisasi sekarang ini menurut pendapat pemakalah bagaimana caranya menyeimbangkan antara akal,ilmu dan amal????

    BalasHapus
  3. akankah ilmu,akal dan amal selalu berkesinambungan?????????mengapa,mohon jelaskan secara spesifik disertai dengan contoh realnya??????
    istighfaroh 2021110119

    BalasHapus
  4. nama: abdul chamid
    nim: 202109113
    kls: C
    Saya meh bertanya apakah orang yang tidak punyak akal bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, jelaskan..?

    BalasHapus
  5. nama: avita rohmah
    nim 202109191

    bagaimana tanggapan pemakalah jika di lingkungan sekitar pemakalah trdapat org yg brakal dan berilmu tapi tdk mau mengamalkan ilmu yg ia pnya??
    bagaimana menyikapinya???

    BalasHapus
  6. nurul khikmah
    2021110122
    kelas C
    seperti dalam seminar sejuta sholawat kemaren. apa yang telah dipaparkan oleh Habib Ismail, bahwa ilmu adalah kontemplasi aktif, dan amal adalah aksi dari kontemplasi aktif. saya kira, pembahasan ini sangat berkaitan, pertanyaan saya, pemakalah sendiri melihat fenomena sekarang tentang penerapan ilmu itu bagaimana?

    BalasHapus
  7. nama : dewi listiyaningsih
    nim : 2021110106
    kelas : c

    assalamu'alaikum
    bagaimana jika beramal tanpa ilmu dan dia mempunyai ilmunya tapi tidak mau beramal?
    bagaimana tanggapan saudara

    BalasHapus
  8. ayu listiyaningrum
    2021110138
    kelas C
    bagaimana mengoptimalkan akal dan indera sehingga mewujudkan amal yang baik dan ilmu yang bermanfaat??

    BalasHapus
  9. dzikriati sholikhah
    2021110113
    kelas C

    bagaimana cara menyelaraskan ilmu, akal dan amal agar tetap seimbang??

    BalasHapus
  10. khafidhotul khusna
    2021110136
    kelas C
    bagaimana agar indera, ilmu dan akal agar dapat selaras dengan hadits yang anda sampaikan??

    BalasHapus
  11. nama : lutfiyah
    nim : 202 111 0118

    bgmna tanggapan saudara tentang sesorang yang telah memanfaatkan ilmunya untuk menghancurkan orang lain atau mengamalknnya dijalan yang tidak dibenarkan dlm agama??apa yg slah jika kasus ini trjd??trmksh

    BalasHapus
  12. Nama :Romadlon
    Nim :2021110114
    kelas :C
    Saya sering kali kesulitan dalam memahami suatu ilmu,,apa kah karna akal saya yang kurang dlam menyerap ilmu tersebut atau karna ada faktor lain,,????????terimakasih,,,

    BalasHapus
  13. nama: zakirotunnikmah
    nim: 2021110112
    kelas: c

    dalam makalah anda, sumber ilmu pengetahuan itu adalah akal,ilmu, dan amal.
    ya pada dasarnya ketiganya itu saling berkaitan, namun ketika munculnya suatu ilmu pengetahuan baru sebenarnya mana sih yang paling berperan terlebih dahulu??????

    BalasHapus
  14. nama: afif fathuri
    nim;2021110096
    c

    apakah akal manusia menetukan semua perbuataanya? dan bagaimana bila punya akal cerdas tapi bermoral jelek?

    BalasHapus
  15. nama : ANisah
    kelas : C
    nim : 2021110123
    apa kaitannya epistimologi dengan akal, ilmu dan amal ... jelaskan juga kaintannya dengan manfaatnya bagi pendidikan islam.

    BalasHapus
  16. nama : anita handayani
    kelas : C
    nim : 202109210

    dimakalah dijelaskan tentang fungsi akal...
    yang saya tanyakan bagaimana cara menjaga agar akal pikiran kita selalu berfikiran yang positif...???

    BalasHapus
  17. Pertanyaan dari nurul islakhah ,istighfaroh dan dzikriati sholekhah hampir sama
    Bahwa antara akal,ilmu dan amal saling berkaitan atau berhubungan .karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna . Dimana sati-satunya makhluk yang diberi akal ole allah , namun Allah tidak Cuma-Cuma memberikan kesempurnaan manusia dengan akalnya. Dengan akal manusia bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih. Ilmu merupakan aspek teoritis dari ilmu pengetahuan . Dengan pengetahuan inilah manusia melakukan perbuatan amalnya.Jika manusia memilki ilmu namun miskin amalnya maka ilmu tersebut menjadi sia-sia. Sehingga antara akal,ilmu dan amal saling ada hubungannya.

    Pertanyaan Damira,Ayu lis dan khaifidotul khusna sama,bahwa cara menyeimbangkan akal,ilmu dan amal adalah dengan meyakini bahwa Allah menciptakan manusia dari bumi tidak untuk sia-sia .selain itu juga dengan mengotimalkan rukhaniyah kita yang dipersiapkan untuk menerima ilmu pengetahuan . Setelah ilmu pengetahuan kita peroleh harus meyakini bahwa kitamempunyai tanggung jawab lebih besar karena memiliki kemampuan yang lebih.yang akan memberikan perkembangan kearah perbaikan dalam memberikan aml sholeh satu sama lain

    BalasHapus
  18. JAWABAN MAKALAH
    KELAC C, HADITS 21
    TENTANG AKAL, ILMU DAN AMAL
    PERTANYAAN:
    akankah ilmu,akal dan amal selalu berkesinambungan?????????mengapa,mohon jelaskan secara spesifik disertai dengan contoh realnya??????
    istighfaroh 2021110119
    JAWABAN :
    Dalam makalah sudah dijelaskan bahwa antara akal,ilmu dan amal saling berhubungan. Bahwa ketiganya perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia,yaitu setelah diberi akal kemudian berilmu lalu beramal. Contonya ketikamanusia akan memperoleh ilmu maka alat yang digunakan untuk memperoleh ilmu dengan memanfaatkan akalnya kemudian Jika manusia mempunyai ilmu tapi miskin amalnya maka ilmu tersebut menjadi sia-sia.

    nama: abdul chamid
    nim: 202109113
    kls: C
    PERTANYAAN:
    Saya meh bertanya apakah orang yang tidak punyak akal bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, jelaskan..?
    JAWABAN:
    Sebenarnya setiap amnusia dibekali akal oleh Allah,namun masalahnya terkadang diantara kita ada yang tidak mau memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Allah tersebut yang akhirnya tidak ada keinginan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan.
    nama: avita rohmah
    nim 202109191
    PERTANYAAN:
    bagaimana tanggapan pemakalah jika di lingkungan sekitar pemakalah trdapat org yg brakal dan berilmu tapi tdk mau mengamalkan ilmu yg ia pnya??
    bagaimana menyikapinya???
    Menurut saya dalam menyikapi fenomena di atas menyadarkan bahwa manusia harus mendekatkan diri kepada Allah dan menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa,namun hanyalah bagian kecil dari banyakahal yang diciptakan Allah, sehingga mempunyai kesadaran bahwa manusia mempunyai tanggung jawab dalam dirinya.

    BalasHapus
  19. nurul khikmah
    2021110122
    kelas C
    PERTANYAAN:
    seperti dalam seminar sejuta sholawat kemaren. apa yang telah dipaparkan oleh Habib Ismail, bahwa ilmu adalah kontemplasi aktif, dan amal adalah aksi dari kontemplasi aktif. saya kira, pembahasan ini sangat berkaitan, pertanyaan saya, pemakalah sendiri melihat fenomena sekarang tentang penerapan ilmu itu bagaimana?
    Memang benar bahwa ilmu adalh kontemplasi aktif, dan amal adalah aksi dari kontemplasi aktif . Fenomena yang terjadi pada saat ini banyak orang sudah menggunakan akalnya untuk mencari ilmu, namun setelah mereka memperolehnya sangat jarang dari mereka yang mau mengamalkannya, hal ini memang sangat ironis, dan salah satu faktornya adalah karakter seseorng yang lebih menari sensasi, artinya dalam mengamalkan ilmunya tidak secara ikhlas namun adanya sifat ingin diketahui orang lain.
    nama : dewi listiyaningsih
    nim : 2021110106
    kelas : c
    PERTANYAAN:
    assalamu'alaikum
    bagaimana jika beramal tanpa ilmu dan dia mempunyai ilmunya tapi tidak mau beramal?
    bagaimana tanggapan saudarai
    Menurut saya ketika kita beramal harus disertai dengan ilmu. Jika ada orang yang beramal tanpa didasari ilmu tidak ubahnya dengan orang yang mendirikan bangunan di tengah malam dan kemudian menghancurkannya di siang hari. Begitu juga, hal ini pun berlaku pada amal perbuatan yang lain, dalam berbagai bidang. Memimpin sebuah negara, misalnya, harus dengan ilmu. Negara yang dipimpin oleh orang bodoh akan dilanda kekacauan dan kehancuran.
    Sedangkan kedua, sesungguhnya ilmu dan amal saling beriringan. Barangsiapa berilmu maka dia harus berbuat, baik itu ilmu yang berhubungan dengan masalah ibadah maupun ilmu-ilmu yang lain. Tidak ada faedahnya ilmu yang tidak diamalkan. Amal merupakan buah dari ilmu, jika ada orang yang mempunyai ilmu tapi tidak beramal maka seperti pohon yang tidak menghasilkan manfaat bagi penanamnya.
    ayulistiyaningrum
    2021110138
    C
    PERTANYAAN:
    bagaimana mengoptimalkan akal dan indera sehingga mewujudkan amal yang baik dan ilmu yang bermanfaat??
    Akal merupakan daya atau kekuatan yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia sebagai alat berfikir dan alat untuk mempertimbangkan serta memikirkan baik buruknya sesuatu. Akal adalah potensi yang diberikan Allah SWT kepada manusia di samping nafsu. Cara mengoptimalkan akal agar mewujudkan amal yang baik dan ilmu yang bermanfaat dengan mempotensikan ruhani kita yang dipersiapakan untuk menerima ilmu pengetahuan, didasari dengan niat ikhlas .
    JAWABAN :
    nama : lutfiyah
    nim : 202 111 0118
    PERTANYAAN:
    bgmna tanggapan saudara tentang sesorang yang telah memanfaatkan ilmunya untuk menghancurkan orang lain atau mengamalknnya dijalan yang tidak dibenarkan dlm agama??apa yg slah jika kasus ini trjd??trmksh
    JAWABAN:
    Masalah seseorang yang telah memanfaatkan ilmunya untuk menghancurkan orang lain , sebenarnya kasus ini banyak terjadi justru dikalangan orang-orang atasan, dalam mengamalkan ilmunya mereka tidak didasarkan dengan niat yang lurus, mereka justru niatnya menghancurkan orang lain dan ujung-ujungnya bertujuan pada materi, hal ini menurut saya keslahan pada diri orang itu sendiri,kurang adanya pendidikan akhlak.
    Nama :Romadlon
    Nim :2021110114
    kelas :C
    PERTANYAAN:
    Saya sering kali kesulitan dalam memahami suatu ilmu,,apa kah karna akal saya yang kurang dlam menyerap ilmu tersebut atau karna ada faktor lain,,????????terimakasih,,,
    JAWABAN:
    Sebenarnya manusia diberikan potensi yang luar biasa dalam menggunakan akalnya, seorang Albert Einstain sja yang terkenal pandainya dia baru menggunakan kurang dari 50% potensi akalnya,ini membuktikan bahwa potensi akal manusia luar biasa. Kaitan dengan masalah yang anda hadapi,mungkin salah satu faktornya adalah kurangnya kefokusan anda dalam mempelajari suatu pelajaran

    BalasHapus
  20. nama: zakirotunnikmah
    nim: 2021110112
    kelas: c
    PERTANYAAN:
    dalam makalah anda, sumber ilmu pengetahuan itu adalah akal,ilmu, dan amal.
    ya pada dasarnya ketiganya itu saling berkaitan, namun ketika munculnya suatu ilmu pengetahuan baru sebenarnya mana sih yang paling berperan terlebih dahulu??????
    JAWABAN:
    Adanya ilmu pengetahuan yang baru muncul karena berkembangnya pemikiran seseorang yang disebabkan dalam memaksimalkan potensi akal kita. Namun adanya ilmu pengetahuan semuanya sudah ada dalam Al Qur’an, namun munculnya dalam dunia karena peranan akal manusia yang mencoba mengembangkannya.
    nama: afif fathuri
    nim;2021110096
    c
    PERTANYAAN

    apakah akal manusia menetukan semua perbuataanya? dan bagaimana bila punya akal cerdas tapi bermoral jelek?
    JAWABAN:
    Sebenarnya akal merupakan alat untuk memperoleh ilmu, ilmu jika diamalkan dengan baik akan mencerminkan sikap dan moral dari seseorang. Jika masalahnya ada orang cerdas namun bermoral jelek berarti diatidak bisa mengamalkan ilmunya dengan baik.
    nama : ANisah
    kelas : C
    nim : 2021110123
    PERTANYAAN
    apa kaitannya epistimologi dengan akal, ilmu dan amal ... jelaskan juga kaintannya dengan manfaatnya bagi pendidikan islam.
    Epistimologi berarti sumber ilmu pengetahuan, dan salah satu dari sumber ilmu pengetahuan adalah akal, sebenarnya dalam hadits ini lebih menjelaskan pada pembahasan akalnya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dan kaitannya dengan manfaat bagi pendidikan islam adalah dengan akal yg kita gunakan seoptimal mungkin harapannya mampu mengembamngkan ilmu-ilmu baru khususnya dalam pendidikan Islam.
    nama : anita handayani
    kelas : C
    nim : 202109210
    PERTANYAAN:
    dimakalah dijelaskan tentang fungsi akal...
    yang saya tanyakan bagaimana cara menjaga agar akal pikiran kita selalu berfikiran yang positif...???
    JAWABAN :
    Agar akal pikiran kita selalu berfikiran yang positif dengan melakukan tindakan-tindakan yang positif juga sehingga kerja akal pun akan membawanya ke hal-hal yang positif. Selain itu yang paling penting adalah biasakan diri kita untuk selalu dekat dengan Allah, agar segala tindakan dan fikiran kita juga tidak sia-sia.

    BalasHapus