new post

zzz

Jumat, 13 April 2012

C8-45 Chusnul Khotimah


MAKALAH
MENUJU PERILAKU POLITIK YANG BERTANGGUNG JAWAB
PENYELEWENGAN TUGAS PENYEBAB RUSAKNYA TATANAN

Di susun Guna Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah Hadits Tarbawi
Dosen Pengampu: Muhammad Hufron, M.S.I



 












DisusunOleh:
CHUSNUL CHOTIMAH (2021110124)
Kelas C

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2012

PENDAHULUAN

Politik merupakan proses pembentukan dan pembagian ke kuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud  proses pembuatan ke putusan, khususnya dalam Negara. Dalam kontek politik perlu di pahami beberapa kunci seperti perilaku politik dan lain-lain.
Seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Karena seorang pemimpin telah diberi amanat dan tanggung jawab oleh Allah SWT, apabila disia-siakan itu termasuk dosa besar, lebih-lebih apabila seorang pemimpin menghianati rakyatnya itu termasuk penipu terhadap kaum muslimin, dan itu termasuk dosa besar dan bias menjauhkannya dari surga.


A.          Materi Hadits
         Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya Berhak Mendapatkan Neraka

عَادَ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ زِيَادِ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارِ الْمُزِ نِيَّ فِى مَرَضِهِ الَّذِيْ مَاتَ فِيْهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدَّ ثُكَ حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِيْ حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَقُوْلُ مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيْهِ اللهُ رَعِيَّةِ يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَهُوَ غَاشٌ لِرَ عِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

(رزاه مسلم فى الصحيح,كتاب الايمان, باب استحقاق الوالي الغاش عيته النار)

B.          Tarjamah Hadits
Ubaidillah ibn ziad ma’qil bin yasar  muzni di dalam sakitnya yang mematikan ma’qil berkata  sesungguhnya saya berkata kepadamu hadits yang saya dengar dari Rasulullah saw. “tiap-tiap hamba Allah yang di serahi menimpun rakyat, sedangkan dia curang kepada rakyatnya itu, maka Allah akan mengharamkan surga baginya”.
C.         Mufrodat

Setiap dari hamba
ما من عبد
Yang diserahi
يستر عية
Sedangkan dia curang
غاش
 kepada rakyatnya
 لرعية
haram
حرم



D.     Biografi perowi

Ubaydillah bin ziyad adalah putra dari ziyad bin abi sufyan setelah kematiannya di 673 dia menjadi  gubernur  kufah  dan basra dan kemudian khurasan.

Ma’qal bi Yasar nama lengkapnya adalah Ma’qal Ibn Mu;ir al-Mujni Abu Ali. Dikatakan bahwa dia adalah Abu Ali, ada yang mengatakannya sebagai Abu Yasar serta ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah Abdullah al-Bashry.
Ia meriwayatkan hadit dari Rasulullah saw dan termasuk salah seorang sahabat yang hadir pada bai’at di bawah pohon (bai’ah al-ridwan). Ia juga meriwayatkan hadits dari Nu’man Ibn Maqran.

Orang-orang yang meriwayatkan hadits darinya, antara lain Imran bin al-Hushain, Mu’awiyah Ibn Qarrah, Alqamah ibn Abdullah, Hakm ibn al-A’raj, Amr ibn Samrah, Hasan al-Bashri, Nafi’ ibnibnNafi’ atau Abu Abu al-MalihibnUsamah, Muslim ibn Mahraf, Iyad Abu Khalid, dan lain-lain.

Al-Azaly berkata, “IadiberikunyahAbu Ali, tetapi di kalangan sahabat tidak diketahui siapa yang memberik unyah dengan Abu Ali tersebut.”Dikatakan bahwa ia meninggal di Basrah pada akhir kekhalifahan Mu’awiyah. Namun menurut sebagian ulama, ia meninggal pada masa kekhalifahan Abu Yazid. Abu Hajar al-Asqalani berkata bahwa pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat al-Bukhari dalam kitab al-Ausathpasal “Orang-orang yang meninggal antara tahun 60 dan 70 H.”


E.       Keterangan Hadits
فيه قوله صلى الله عليه وسلم ( مامن عبد استر عبد الله رعيه يموت يوم يموت وهو غاش لرعته ال حرم الله عليه الجنة)  و فى الرواية الاخرى)مَا مِنْ أَمِير يَلِي أَمْر الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لَا يَجْهَد لَهُمْ وَيَنْصَح إِلَّا لَمْ يَدْخُل مَعَهُمْ الْجَنَّة )أَمَّا فِقْه الْحَدِيث فَقَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَرَّمَ اللَّه عَلَيْهِ الْجَنَّة  فِيهِ التَّأْوِيلَانِ الْمُتَقَدِّمَانِ فِي نَظَائِره أَحَدهمَا أَنَّهُ مَحْمُول عَلَى الْمُسْتَحِلّ ، وَالثَّانِي حَرَّمَ عَلَيْهِ دُخُولهَا مَعَ الْفَائِزِينَ السَّابِقِينَ وَمَعْنَى التَّحْرِيم هُنَا الْمَنْع . قَالَ الْقَاضِي عِيَاض رَحِمَهُ اللَّه : مَعْنَاهُ بَيِّن فِي التَّحْذِير مِنْ غِشّ الْمُسْلِمِينَ لِمَنْ قَلَّدَهُ اللَّه تَعَالَى شَيْئًا مِنْ أَمْرهمْ وَاسْتَرْعَاهُ عَلَيْهِمْ وَنَصَبَهُ لِمَصْلَحَتِهِمْ فِي دِينهمْ أَوْ دُنْيَاهُمْ ، فَإِذَا خَانَ فِيمَا اُؤْتُمِنَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَنْصَح فِيمَا قُلِّدَهُ إِمَّا بِتَضْيِيعِهِ تَعْرِيفهمْ مَا يَلْزَمهُمْ مِنْ دِينهمْ ، وَأَخْذهمْ بِهِ ، وَإِمَّا بِالْقِيَامِ بِمَا يَتَعَيَّن عَلَيْهِ مِنْ حِفْظ شَرَائِعهمْ وَالذَّبّ عَنْهَا لِكُلِّ مُتَصَدٍّ لِإِدْخَالِ دَاخِلَة فِيهَا أَوْ تَحْرِيف لِمَعَانِيهَا أَوْ إِهْمَال حُدُودهمْ ، أَوْ تَضْيِيع حُقُوقهمْ ، أَوْ تَرْك حِمَايَة حَوْزَتهمْ ، وَمُجَاهَدَة عَدُوّهِمْ ، أَوْ تَرْك سِيرَة الْعَدْل فِيهِمْ ، فَقَدْ غَشَّهُمْ قَالَ الْقَاضِي : وَقَدْ نَبَّهَ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَنَّ ذَلِكَ مِنْ الْكَبَائِر الْمُوبِقَة الْمُبْعِدَة عَنْ الْجَنَّة . وَاَللَّه أَعْلَم .
وَأَمَّا قَوْل مَعْقِل رَضِيَ اللَّه عَنْهُ لِعُبَيْدِ اللَّه بْن زِيَاد : ( لَوْ عَلِمْت أَنَّ لِي حَيَاة مَا حَدَّثْتُك )
حَرَّمَ اللَّه عَلَيْهِ الْجَنَّة   kata    Mempunyai dua fersi, yang pertama, mustahil masuk surga, yang kedua haram masuk surga bersama orang-orng yang beruntung yang dahulu (mungkin masuk surga tapi tidak bersama orang-orang yang beruntung) menurut Qodhiat hadits tersebut merupakan peringatan dari penipu kaum muslimin bagi orang yang diamanati urusan mereka dan mengatur kemaslahatan mereka dalam masalah agama atau dunia.
Apabila orang itu menghianati apa yang menjadi amanatnya bisa dengan menyia-nyiakan apa yang menjadi ketetapan kaum muslimin dari agamanya atau berubah makna-makna syariat atau menyia-nyiakan had-had mereka atau menyia-nyiakan hak-hak mereka atau meninggalkan keadilan maka itu termasuk penipun terhadap kaum muslimin dan itu termasuk dosa besar yang menjauhkan dari surga.
Ma’qil tidak akan menceritakan kalau dia akan hidup karena dia tahu bahwa tidak akan bermanfaat mauidhoh tentang hal tersebut, tetapi Ma’qil takut kalau termasuk orang yang menyembunyikan hadits[1].

F.      Aspek tarbawi
1.      Seorang  pemimpin harus jujur
2.      Pemimpin harus bisa menjaga amanah yang sudah di berikan oleh rakyatnya .
3.      Seorang pemimpin harus bisa menghindari korupsi dan lain-lain yang merugikan masyarakat atau negara.[2]
4.      Seorang pemimpin harus berani menegakkan kebenaran



PENUTUP
Bahwa seorang pemimpin rakyat harus bisa menjaga amanah dari rakyat atau negara, apabila seorang pemimpin kemudian ia mati dalam kematiannya dia berlaku curang kepada rakyatnya itu, maka allah akan mengharamkan surga baginya. dan pada riwayat lain juga menerangkan tiap pemimpin (penguasa) yang di serahi kaum muslimin tetapi tidak bekerja sungguh-sungguah dan tidak memberikan petunjuk maka tidaklah pemimpin itu tidak akan masuk surga.
Dan seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap masyarakatnya, dan bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tugasnya berani menegakkan kebenaran serta mampu mengayomi rakyatnya.

     














DAFTAR PUSTAKA

v  Muin,Abd.Salim.1995.Konsepsi Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an.Jakarta : PT. Raja grafindo.
v  Nawawi,Syaikh. syarah sohih muslim.
v  http://www.scribd.com/doc/45735900/Hadits-Pemimpin-Pelayan-Masyarakat


[1]Syaikh Nawawi, syarah sohih muslim, jilid II, hal. 166
[2] Dr. Abd. Muin salim.Konsepsi  kekuasaan Politik dalam Al-Qur’an.( Jakarta : PT> Raja grafindo, 1995 ) h. 34-41

23 komentar:

  1. nurulislakhah
    2021110139

    diaspek tarbawi anda disitu dijelaskan seorang pemimpin itu harus jujur dan tidak boleh korupsi, tapipada kenyataanya banyak pemimpin dinegeri ini yang korupsi,bagaimana anda menanggapi hal ini,sapa yang salah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang diayat dan hadits tersebut melarang seseorang untuk berbuat korupsi dan harus selalu jujur tetapi pada kenyataannya banyak pemimpin yang mengabaikan itu semua. menurut saya semua itu karena sudah menjadi budaya dinegara kita kalau ditanyakan siapa yang salah menurut saya semua pihak yang terlibat atau melakukan korupsi. karena sudah menjadi budaya jadi sulit untuk dihilangkan.

      Hapus
  2. nama : lutfiyah
    nim : 202 111 0118

    pa mksud dri keterangan hadits yg trtulis pd mklh bhwa Ma’qil tidak akan menceritakan kalau dia akan hidup karena dia tahu bahwa tidak akan bermanfaat mauidhoh tentang hal tersebut, tetapi Ma’qil takut kalau termasuk orang yang menyembunyikan hadits???dan mngpa ma’qil sudah mnggp bhwa mauidhoh ttg hal tsb tdk akn brmanfaat??? Kemudian mngenai aspek trbwi bhwa seorng pmimpin hrus jujur itu dlm hal apa saja???jika dlm semua hal,pdhl msyrkt tidk mngtahui (awam) ttg dunia politik atw ketatanegaraan gmn???bknkh itu sia2 sja???mhon penjelasannya...trmksh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. suatu amanat yang harus benar2 di jalan kan sesuai dengan ap yang telah di amanatkan, karena bila tidak itu termasuk suatu dosa yang sangat besar karena menjauhkan diri dari surga.
      seorang pemimpin haruslah jujur dalam segala hal, dan pastinya tidak semua masyarakat tau akn dunia politik terutama orang awam, maka itulah tugas seorang pemimpin bagaimana menyamnapikan dan menjelaskan pada masyarakat agar semua kalangan masyarakat baik itu awan atau bukan dengan penyampaian yang mereka pahami agar masyarakan tau dan tidak mudah di bodohi.

      Hapus
  3. titin nur indah sari
    2021110315
    Menurut pemakalah Kriteria yg bagaiamana yg bisa disebut sebagai politik yang bertanggungjawab? lalu pernahkah Nabi mencontohkan ttg perilaku berpolitik(dalam urusan negara)? kalo ada, yg seperti apa ya,,, mohon penjelasannya... trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya politik yang bertanggung jawab adalah politik yang menerapkan sikap sidiq, amanah, fatonah dan tabliq karena seorang pemimpin harus menegakkan kebenaran dan seorang pemimpin harus selalu menjaga amanah( dapat di percaya ),yang diberikan rakyatnya dan seorang pemimpin haruslah cerdas agar mengetahui segala sesuatu yang di butuhkan untuk memimpin dan tidak di remehkan oleh pemimpin lainya. dan seorang pemimpin harus bisa menyampaikan.
      pada masa rosulullah sudah ad politik.
      contohnya rosullah sebagaiseorang pemimpin beliau sadar betul untuk kesejahteraan umat, beliau membangun masjid sebagai sentral pembinaan umat, beliau juga mengangkat beberapa sahabat untuk menhjalankan beberapa fungsi yang di perlukan agar menejemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. dalam menjalin hubungannya dengan negara lain rosul menjalankan politik luar negri negara islam melalui dakwah.

      Hapus
  4. Nama : Khurotul Aini
    Nim: 2021110131

    Menurut pemakalah pemimpin yang bertanggung jawab itu yang seperti apa??
    Biasanya calon pemimpin itu pada saat kampanye, menggebu-gebu menjanjikan apapun yang rakyat inginkan, namun setelah jadi pemimpin seolah tidak peduli dengan aspirasi rakyat, bahkan tidak ada tindak lanjut dari kata- kata yang telah dilontarkan pada saat kampanye, bagaimana pendapat pemakalah mengenai hal tersebut???

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya pemimpin yang bertanggung jawab pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyatnya di bandingkan kepentingan pribadi atau pihak2 tertentu .dan pemimpin yang bertanggung jawab itu pemimpin yang menerapkan sifat2 sidiq, amanah, fatonah, tabliq dalam kepemimpinannya.
      memang benar apa yang disampaikan sodara bahwa calon pemimpin itu selalu menggebu2 pada saat kampanye dan sesudah menjadi pemimpin mereka akan melupakan janji yang pernah mereka buat karena motivasi pemimpin saat ini bukan untuk mensejahteraan rakyat tetapi motivasi mereka ingin mencari kesejahteraan pada diri sendiri.

      Hapus
  5. nurul khikmah
    2021110122
    kelas C

    rusaknya suatu tatanan, rusak yang bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. rusaknya tatanan yang di maksud disini di ibaratkan seperti sebuah organisasi pastilah terdiri dari beberapa komponen baik pelaku, alat, maupun lain2nya. organisasi akan baik jika yang memimpin baik namun tak tertinggal peran anggotanya, nah disitulah jika tidak sesuai visi misi rusaklah tatanan organisasi tersebut sama halnya dengan sebuah negara.

      Hapus
  6. nama:afif f
    nim:2021110096
    kls:c
    askummm.mbak chusnul bagaimana menghilangkan budaya kkn di negeri ini karena parapejabat kita hampir semuanya kkn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara menghilangkan budaya kkn menurut saya:
      1. menumbuhkan jiwa takut akan azab allah pada para pejabat
      2. membangun kesadaran para pejabat bahwa allah maha mengetahuidan maha melihat setiap aktivitas dan perilaku manusia
      3. membangun jiwa konaah dalam setiap jiwa para pejabat
      4. menumbuhkan sifat amanah kepada para pejabat jangan sampai terjerat dalam hal2 yang tidak baik
      yang paling penting semuanya itu balik kepada diri kita masing yang bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik yang tw kita sendiri.

      Hapus
    2. cara menghilangkan budaya kkn menurut saya:
      1. menumbuhkan jiwa takut akan azab allah pada para pejabat
      2. membangun kesadaran para pejabat bahwa allah maha mengetahuidan maha melihat setiap aktivitas dan perilaku manusia
      3. membangun jiwa konaah dalam setiap jiwa para pejabat
      4. menumbuhkan sifat amanah kepada para pejabat jangan sampai terjerat dalam hal2 yang tidak baik
      yang paling penting semuanya itu balik kepada diri kita masing yang bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik yang tw kita sendiri.

      Hapus
  7. zakirotunnikmah
    2021110112
    C

    ".......rusaknya TATANAN"
    sesungguhnya tatanan yang dimaksud di atas itu tatanan yang seperti apa dan bagaimna?
    apakah hanya sekedar tatanan negara atau yang lainnya.....?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa di lihat di atas ,sudah di jelaskan ttg maksud dari rusaknya suatu tatanan....
      terima kasih mb' zakkyyy..

      hee :)

      Hapus
  8. nama : khafidhotul khusna
    nim : 2021110136


    jika terjadi kasus seorang guru yang menghindari yang menghindari tugasnya,,apakah dapat dikatakan penyelewengan..??
    jelaskan...!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa karena guru tersebut tidak menjaga amanah yang di berikan padanya untuk mendidik siswanya dan itu tidak sesuai dengan ajaran islam. dan tidak memberikan contoh yang baik untuk siswa2nya.

      Hapus
  9. 202109113
    "sedangkan dia curang kepada rakyatnya itu",dalam hal curang yg sprti pa yg ada dlm hdis ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. curang yang di maksud disini adalah pemimpin yang tidak memenuhi hak2 rakyatnya dan pemimpin yang tidak memperhatikan rakyatnya hanya memikirkan dirinya sendiri.

      Hapus
  10. nama :tumakninah
    nim:2021110132

    pada masa sekarang ini masih adakah pemimpin yg sesuai dg kriteria yg anda cntumkan dalam aspek tarbawi..??bagaimana cranya kita memilih pemimpin yg sesuai kriteria dalam aspek tarbawi atau memilih pemimpin yg dpt dipercaya sdngkan kita tdk mengenalnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya ada tetapi kebanyakn orang2 tersebut tidak memilih pemimpin yang sesuai dengan kriteria pemimpin tersebut, banyaknya masyarakat memilih seorang pemimpin hanya ikut2n dan memilih dari sisi tampilannya aja bukan dari agamanya.
      memang sulit memilih seorang pemimpin yang baek apalagi kita tidak pernah mengenalnya scara langsung, tetapi kita bisa menilai mana pemimpin2 yang di harapkan kelak bisa menjadi pimpinan yang baik dengan cara mengetahui berita2 tentang si calon pemimpin tersebut melalui berita2 yang selama ini di publikasikan.

      Hapus
  11. nama : ayu kusuma dewi
    nim : 2021110104

    Assalaammualaikum mbak cusnul, saya ingin bertanya apabila pemimpin yang berkorupsi di dunia ini lebih baik dihukum mati, menurut anda bagaimana?pantaskah menurut anda?berikan alesannya
    terimakasih
    wassalaammualaikum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak setuju dengan pendapat anda. menurut saya lebih baik seorang koruptor kelas kakap itu perlu dihukum berupa dipermalukan semalu2nya misalnya di kerangkai di muka umum agar rakyatnya bisa melihat langsung para pemimpinya yang seorang koruptor. dan di miskinkan dengan menyita habis semua harta bendan yang di milikinya tanpa sisa.

      Hapus