new post

zzz

Rabu, 13 Maret 2013

b5-1 m. syafi'i: Qur’an Sebagai Sumber Ilmu

Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan

Disusun Untuk Memenuhi Tugas :
Mata Kuliah : Hadist Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I



DISUSUN OLEH :
Muhammad Syafi’i                 2021 111 065
Kelas B



JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012 - 2013
BAB I
PENDAHULUAN

            Al-Qur’an dan As Sunah/Al Hadist adalah pedoman utama dalam menyelesaikan segala macam masalah yang dihadapi oleh semua manusia yang mana antara Al-Qur’an dan As-Sunah memiliki kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Sebagai kitab suci sekaligus pedoman atau petunjuk, Al-Qur’an memiliki berbagai petunjuk untuk dijadikan pegangan hidup dan penuntun arah bagi setiap manusia dalam menjalani kehidupannya sedangkan Al Hadist adalah bentuk penerangan terhadap Al Qur’an.
Dengan makalah ini diharapkan setidaknya dapat memberikan sedikit motifasi kepada pembaca dalam usaha mempelajari Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an tidak hanya sebagai wacana bacaan rutin saja, tapi dipelajari secara mendalam sebagai suatu jendela ilmu yang tidak akan pernah habis untuk dikaji.
 











BAB II
PEMBAHASAN

A. Materi Hadist

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِي اَلْجُعْفِيّ أَخْبَرَنَا حَمْزَةُ اَلزَّيَّاتُ عَنْ أَبِيْ المُخْتَارِ الطَّائِيِّ عَنِ ابْنُ أَخِيْ الحَارِثِ الأَعْوَرِ عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَالنّاَسُ يَخُوضُونَ فِي الآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُالْمُؤمِنِيْنَ ألاَتَرَى أَن النَّاَسَ قَدْخَاضُوافِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَاإِنِّي قَدْسَمِعْتُ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَاإنّهاَسَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَاالمَخْرَجُ مِنْهَايَارَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُماَكَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَابَعْدَكُم وَحُكْمُ مَابَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍقَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَحَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَالِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَاَّدِلَاء تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُوَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُوَلاَيَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُوَلاَيَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِالرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَا آِبُهُ هُوَالَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْسَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُواإِنَّاسَمِعْنَاقُرْانَاعَجَبَا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَوَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَاإِلَيْكَ يَاآَعْوَرُ.  قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَاحَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِفُهُ إلاَّ مِنْ هَذَاالوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَالٌ (رواه الترمذي)[1]

B. Terjemah Hadis

Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Husain bin Ali Al-Ju’fi memberitahukan kepada kami, Hamzah az Zayyat memberitahukan kepada kami dari Abu Muhtar At Thaa’i dari ibnu Akhil Harits Al A’war dari Harits, Beliau Berkata “ Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar, lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mu’minun tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya “ataukah mereka benar-benar mengerjakannya?”, aku menjawab “Ya”. Beliau berkata,”ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “ Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali) bertanya : apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah?. Beliau bersabda Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan Kitabullah adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil bukan senda gurau. Barang siapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang  angkuh atau sombong maka Allah akan membinasakannya dan barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan, tidak membuat para ulama merasa puas , tidak usang sebab banyak di ulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya sehingga mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya “. Barang siapa berbicara dengannya (Kitab Allah) maka dia telah berkata jujur. Barang siapa mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barang siapa menghukumi dengannya maka dia telah berbuat adil. Barang siapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadist ini adalah Hadist ghorib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadistnya Hamzah Al Zayyat mata rantai hadistnya tidak diketahui dan dalam hadistnya Al-Hadist terdapat komentar. (HR. At-Tirmidzi)[2]

C. Mufrodat 
خَبَرُ مَابَعْدَكُم                      : kabar yang akan terjadi setelah kehidupan kalian
حُكْمُ مَابَيْنَكُمْ                       : hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian
تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍقَصَمَهُ            : meninggalkannya dari orang-orang yang sombong
                                                   maka Allah akan membinasakannya
حَبْلُ الله الْمَتِينُ                             : Allah akan menyesatkannya
لَاء تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُ            : yang membuat keinginan tidak menyeleweng
لاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُ              : tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan        
لاَيَشْبَعُ مِنْهُ الْعُلَمَاءُ              : tidak membuat para ulama merasa puas
لاَيَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِالرٌّدِّ           : tidak usang sebab banyak di ulang
لَا تَنْقَضِي عَجَا آِبُهُ               : tidak akan habis keajaiban-keajaibannya

D. Biografi Perawi
Imam Al-Tirmidzi (200 H – 279 H = 824 M – 892 M)
Nama lengkapnya adalah Abu Isa Muhammad ibn Isa ibn Tsurah ibn Musa ibn Dhahak Al-Sulami Al-Bughi Al-Tirmidzi. Adalah seorang muhaddis yang dilahirkan di kota Turmudz, sebuah kota kecil dipinggir utara sungai Amuderiya, sebelah utara Iran pada bulan Dzulhijjah 200 H (atau 824 M). Beliau sedaerah dengan Imam Bukhari yaitu dari daerah ma wara’un nahr.
Beliau mengambil hadis dari ulama hadis yang terkenal, seperti Qutaibah ibn Sa’id, Ishaq ibn Musa, Al-Bukhari, dan lain-lain. Diantara sekian banyak muridnya ialah Muhammad ibn Ahmad ibn Mahbub.

Karya-karya yang ditulis oleh beliau adalah:
1.      Al-Jami’ Al-Mukhtasar min Al-sunan ‘an rasulillah.
2.      Tawarikh.
3.      Al-‘Ilal.
4.      Al-‘Ilal Al-Kabir.
5.      Syama’il.
6.      Asma’ Al-Shahabah.
7.      Al-Asma’ wal kuna.
8.      Al-Atsar Al-Mauqufah.
Karya beliau yang terkenal adalah Al-Jami’ atau sunan Al-Tirmidzi. Penulisan kitab ini diselesaikan pada tanggal 10 Dzulhijjah 270 H. Salah satu buku syarah yang meangomentari Kitab sunan Al-Tirmidzi ini adalah karangan Abdurrahman Mubarakpuri dengan judul Tuhfat Al-Ahwadzi (4 jilid).
Imam Tirmidzi wafat di Turmudz pada malam senin tanggal 13 Rajab 279 H (829 M).[3]
Sebagai seorang ulama, ia mendapat penilaian yang positif. Abu Ya’la al-Khalili menyatakan, ia adalah seorang yang tsiqoh (terpercaya) dan ke-tsiqoh-an beliau disepakati para ulama.[4]


E. Keterangan Hadist
Hadits diatas menerangkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan. Semua ilmu ada dan tertulis rapi didalam Al-Qur’an, maka manusia sangat dianjurkan untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an, Al-Qur’an juga menjelaskan mulai dari sejarah atau masa yang telah berlalu dan juga menjelaskan tentang masa-masa yang akan datang, Al-Qur’an juga petunjuk bagi seluruh umat manusia untuk menuju jalan yang lurus sebagai pemisah antara yang hak dan yang bathil. Siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an maka ia akan selamat dan juga sebaliknya.












F. Aspek Tarbawi

1. Dalam berbagai macam masalah, kita harus tetap berpegang kepada Al Qur’an untuk memecahkannya agar tidak terjadi penyelewengan, karena Al Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia.
2. Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang cakupannya sangat luas, maka pelajarilah Al Qur’an secara mendalam jika kita ingin mendapatkan ilmu pengetahuan yang sempurna.













BAB III
PENUTUP
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam dan pedoman bagi seluruh umat manusia, memiliki berbagai petunjuk untuk dijadikan pegangan hidup dan penuntun arah bagi setiap manusia dalam berbagai macam masalah dalam kehidupannya. Sejatinya Al-Qur’an mengajak akal manusia untuk berpikir dan mengingat akan kekuasaan Allah. Dengan adanya akal dan ilmu yang dimilikinya, manusia diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Dalam Al-Qur’an, Allah menjadikan ilmu sebagai ukuran bagi manusia untuk mencapai derajat yang lebih tinggi. Al-Qur’an menjadi sumber dan memberikan informasi yang benar baik mengenai ilmu pengetahuan maupun dalam segala hal.














DAFTAR PUSTAKA
Isa bin Surah At Tirmidzi, Muhammad. 1992. Sunan At Tirmidzi Juz IV. Semarang : CV. Asy-Syifa’.
Suparta, Munzier. 2002. Ilmu Hadits. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Assaidi, Sa’adullah. 1996. Hadis-Hadis Sekte. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.


[1] Muhammad Isa bin Surah At Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi Juz IV, (CV. Asy-Syifa’:Semarang, 1992), hlm. 502-504.
[2] Ibid,.
[3] Munzier suparta, Ilmu Hadits, (PT Raja Grafindo:Jakarta, 2002), hlm. 246-247.
[4] Sa’adullah Assaidi, Hadis-Hadis Sekte, (Pustaka Pelajar:Yogyakarta, 1996), hlm. 49

31 komentar:

  1. khashinah amalia
    2021 111 074
    assalamu`alaikum,
    mengenai hadis diatas, yang ingin saya tanyakan adalah pada cuplikan hadis yang berbunyi,"Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu." siapakah yang dimaksud bermata satu dalam hadis ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah saya baca-baca lagi dari beberapa referensi, yang dimaksud yang bermata satu itu dalah nama lengkap dari harits yakni harits al-A'war, dimana al-a'war sendiri artinya yang bermata satu.

      Hapus
  2. Khasan Fauzi
    2021111067

    Assalamu'alaikum....

    Bang pi'i, al-Qur'an sbg sumber ilmu pngetahuan mengandung berbagai macam isyarat ilmiah. di negara-negara barat banyak ilmuan non-muslim yang telah membuktikan kebenaran isyarat ilmiah dalam al-Qur'an.
    terus bgmn sikap kita sbg muslim dalam menyikapi hal tersebut?

    thanks.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu sah-sah saja bro khasan, karena mencari ilmu itu tidak terbatas sekalipun melalui kitab-kitab wahyu dari Tuhan. seperti di makalah kemaren punyanya mas fihan mengenai muslim yang mempelajari dari non-muslim, maka begitu pula sebaliknya.
      seharusnya kita sebagai orang muslim lebih terpacu, termotifasi dari mereka yang non muslim yang bisa mengkaji al-Qur'an.

      Hapus
  3. assalmualaikum.....
    tadi dijelaskn bahwa al quran itu sebagai sumbernya ilmu
    apakh didalam Al-Quran itu ada ilmu terapan( mtk, fisika, kimia)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. tentu ada brooo
      berikut sedikit conoth2nya:
      - Fisika
      Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.

      “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)

      “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)

      “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)

      Hapus
    3. - Kimia
      Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.

      “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.

      Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81


      - Matematika
      A. Bilangan Asli
      1.Ayat 1 Q.S. Al-Ikhlas : Katakanlah ( Muhammad ), “Dialah Alla, Yang Maha Esa.”
      2.Ayat 4 Q.S. Yusuf : ( ingatlah) ketika yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”
      3.Ayat 147 Q.S. As-Shaffat : “Dan kami utus dia kepada seratus ribu ( orang ) atau lebih.”
      4.Ayat 261 Q.S. Al-Baqarah : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”
      B. Bilangan Pecahan ( Rasional )
      1.Ayat 11 Q.S. An-Nisa : “Allah mensyariatkan ( mewajibkan ) kepadamu tentang ( pembagian warisan untuk ) anank-anakmu, (yaitu) bagian untuk anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia ( yang meninggal mempunyai anak). Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, makanya ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut diatas) setelah (dipenuhi ) wasiat yang dibuatnya atau ( dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
      2.Ayat 12 pada Q.S. An-Nisa juga banyak kita temui bilangan pecahan mengenai pembagian waris
      C. Himpunan
      Perhatikan terjemahan ayat 6 Q.S. Taha :”Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada diantara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah“
      Selain ayat tersebut anda juga akan menemukan pada ayat-ayat yang lain

      Hapus
  4. assalammu'alaikum`````
    di dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan ttg masa yg akan datang,, tetapi msh bnyk mnusia yg enggan melakukan perbuatan yg diperintahkan Allah... bagaimana menurut pandangan anda ttg hal tsb``````
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu terjadi karena lemahnya iman dan kurangnya kesadaran broo

      Hapus
  5. Khoirun Ikrom
    2021111072
    kls B

    mas Pi'i
    saya mau bertanya ya......?
    Al-Qur'an sebagai IP..... nah knpa orang muslim sekarang itu malah kalah teknologinya dengan orang barat, sedangkan orang barat itu bukan beragama Islam tetapi mereka bisa mengkaji isi kandungan Al-Qura'an?

    upaya apasaja yg harus kita lakukan agar umat Islam bisa lebih maju...
    matur nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut yang saya ketahui, awal hal tersebut terjadi karena orang2 non-muslim mencoba mencari kelemahan dari al-Qur'an, sejak itulah para ilmuan barat berlomba-lomba mencari kelemahan al-Qur'an, namun yang terjadi adalah sebaliknya, mereka menemukan hal2 yang baru dari al-Qur'an, kemudian mereka kaji dan justru menghasilkan kebenaran dari apa yang terkandung dalam al-Qur'an. itu lah mengapa mereka lebih maju teknologinya karena mereka benar2 mengkaji secara mendalam isi al-Qur'an

      Hapus
    2. menambahi jawban mas pi'i, karena saya begitu tertarik dg apa yang ditnyakan mas bro ikrom, jadi knpa orang muslim itu malah justru lemah dalm hal teknologi misalnya, kita ambil contoh kedokteran yg sudah benar2 jelas tertera di dlam al-Qur'an, nah menjadi dokter sendiri hukumnya adalah Fardlu Kifayah yakni apabila sudah ada satu orang yang malaksanakannya maka gugurlah kewajiban kaum yg lain, naah dari sinilah orang2 muslim mulai mendoktrin dirinya sndiri dg pengertian2 yang demikian (Fardlu Kifayah)
      terimakasih.

      Hapus
    3. maturnwun kang fihan atas tambahannya

      Hapus
  6. Nailis Suraya
    2021 111 068
    bagaimana pendapat anda jika ada seseorang yang tahu akan ilmu dalam alquran tetapi tidak mengamalkannya, terus kebanyakan pada zaman sekarang anak-anak muda lebih suka hura-hura daripada belajar alquran. itu bagaimana solusinya?

    trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ilmu yang ia miliki menjadi sia2 karena tidak diamalkan, percuma bersusah payah mencari ilmu jika tidak diamalkan
      seperti dalam hadist "sampaikanlah ilmu walaupun satu ayat", hadist tersebut mengindikasikan bahwa seberapa sedikitpun ilmu yang kita miliki kita harus menyampaikan atau mengamalkan ilmu tersebut supaya bermanfaat untuk orang lain.
      mengenai zaman sekarang, kalau menurut saya bukan hanya anak2 muda saja, bahkan orang2 yang sudah tua pun masih ada juga yang berhura-hura, hal itu dari kesadaran masing2, jadi agak susah
      solusinya menurut saya dengan sering2 ikut pengajian saja, barangkali hati mereka lama2 akan terketuk dan sadar :)

      Hapus
  7. Erni Mun Holifah
    NIM 2021111064
    Assalamualaikum
    Bafgaimana cara mempelajari Al Qur'an secara mendalam, tapi pada kenyataannya tidak mengetahui arti dari ayat-ayat Al Qur'an tersebut....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang paling utama mengajarkan al-Qur'an sejak dini, tentang baca tulis al-Qur'an, juga mengajarkan bahasa arab sejak dini, agar kita mengetahui apa yang tertulis dalam al-Qur'an

      Hapus
    2. mungkin itu sebuah teori yang menurut anda dapat mengatasi hal tersebut, namun pada kenyataannya hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan, karena keterbatasan pendidikan orang tuanya. nah bagaimana kalo begitu?

      Hapus
    3. kan tidak harus oragtua yang mengajari mb, jika memang si orangtua memiliki keterbatasan pendidikan mengenai al-QUr'an, dimasukkan ke lembaga2 mbaca tulias al-Qur'an, sperti TPQ, madrasah, dan sebagainya
      selama orangtua masih memiliki kemauan untuk anak2nya agar lebih baik insyaallah apa saja bisa dilakukan. seperti kata salah satu dosen berkata "jika ada kemauan, seribu jalan akan dilakukan" :)

      Hapus
  8. Ida Syarifah R.
    2021110015

    Seperti yang dijelaskan dlm keterangan hadits di atas, ``Al-Qur’an juga petunjuk bagi seluruh umat manusia untuk menuju jalan yang lurus sebagai pemisah antara yang hak dan yang bathil. Siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an maka ia akan selamat dan juga sebaliknya.`` Lalu kenapa masih banyak orang yang membaca Al-Qur’an, tapi masih banyak di antara kita yang masih kelimpungan mencari petunjuk lain selain Al-Qur’an, apanya yang salah?? Mohon penjelasannya dari pemakalah,,,

    Maturnuwun,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan sudah dijelaskan bahwa siapa yang berpegang teguh pada al-Qur'an maka ia akan selamat,
      kalau mengenai hal tersebut berarti kita belum sepenuhnya berpegang teguh pada al-Qur'an, karena kita yang kurang sadar tentang mempelajari pentingnya al-Qur'an, bukan hanya sekedar membaca dan menuliskannya saja, tetapi memahami dan mempelajari isi dari al-Qur'an tersebut, sehingga tidak kelimpungan dan malah mencari petunjuk yang salah

      Hapus
  9. Ida Syarifah R.
    2021110015

    Seperti yang dijelaskan dlm keterangan hadits di atas, ``Al-Qur’an juga petunjuk bagi seluruh umat manusia untuk menuju jalan yang lurus sebagai pemisah antara yang hak dan yang bathil. Siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an maka ia akan selamat dan juga sebaliknya.`` Lalu kenapa masih banyak orang yang membaca Al-Qur’an, tapi masih banyak di antara kita yang masih kelimpungan mencari petunjuk lain selain Al-Qur’an, apanya yang salah?? Mohon penjelasannya dari pemakalah,,,

    Maturnuwun,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan sudah dijelaskan bahwa siapa yang berpegang teguh pada al-Qur'an maka ia akan selamat,
      kalau mengenai hal tersebut berarti kita belum sepenuhnya berpegang teguh pada al-Qur'an, karena kita yang kurang sadar tentang mempelajari pentingnya al-Qur'an, bukan hanya sekedar membaca dan menuliskannya saja, tetapi memahami dan mempelajari isi dari al-Qur'an tersebut, sehingga tidak kelimpungan dan malah mencari petunjuk yang salah.

      Hapus
  10. Istiqomah
    2021111115

    Assalamu'alaikum wr.wb

    bagaimana caranya agar kita senang membaca Al-qur'an, karna banyak buku" yang menarik dizaman sekarang??
    dan bagaimana caranya untuk mengajk orang yang kurang senang membaca al-qur'an...
    wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelumnya, trimakasih untuk mas salim yang sudah membantu menjawab,
      seperti yang dikatakan mas salim bahwa kita harus menanamkan sejak dini mengenai al-Qur'an sebagai pedoman manusia,, jadi dengan kita mengerti bahwa al-qur'an adalah pedoman dan petunjuk bagi manusia, maka kita akan berusaha memahami apa yang terkandung dalam al-qur'an.
      kalau supaya senang membaca al-qur'an, di zaman sekarang juga sudah banyak caranya, seperti qira'ah, untuk memperindah lagi mengenai bacaan al-Qur'an.

      Hapus
  11. Nursalim, 2021111217

    ingin membantu menjawab pertanyaan dari isti, bahwa memang di zaman sekarang ini begitu banyak buku-buku yang menarik. lantas bagaimana agar umat islam tetap senang membaca al quran?, jadi yang perlu di tanamkan sejak kecil adalah bahwa Al quran adalah pedoman hidup bagi umat muslim, sehingga pedoman itu mengakar kuat dan menjadi pribadi muslim yang qur'ani, sehinga setelah dewasa buku-buku yang di bacanya walaupun tidak Al quran, akan tetapi ada keterkaitannya dengan al quran. teimakasih

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum. .
    Banyak orang yang lalai akan fungsi Al Qur'an sebagi sumber pengetahuan sehingga dalam pendidikan banyak orang yang mengambil rujukan dari barat, misal sebuah sekolah yang mengadakan study banding dengan salah satu sekolah diluar negri. padahal dalam alquran sendiri sudah begitu lengkap menjelaskan tentang ilmu penegetahuan jika kita mengetahuinya, bagaimana pandangan pemakalah terhadapp permasalahan tersebut? dan bagaimana caranya agar kita tidak terlalu tergantung dari rujukan barat.?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menurut saya tentang studi banding itu bukan masalah mengenai rujukan dari barat atau gimananya mb. dewi, kan namanya saja sudah jelas studi banding, jadi kalau menurut saya, itu cuma membandingkan mengenai masalah studi, bukan mengambil rujukannya. menurut saya seperti itu, maklum, belum pernah ikut studi banding, jadi belum tahu secara pasti :)

      meneguhkan atau memantapkan kembali bahwa al-Qur'an adalah sumber informasi yang sudah sangat mutlak kebenarannya.

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus