Laman

Rabu, 27 Maret 2013

b7-1 khoirun ikrom : alam raya & astronomi



MAKALAH
PERINTAH MENGAMATI ALAM RAYA
DAN ASTRONOMI

Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron,M.S.I

Disusun Oleh :
Khoirun Ikrom
(2021 111 072)
Kelas B

 
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN


BAB I
PENDAHULUAN
Allah SWT telah menciptakan berbagai macam makhluk hidup dan benda-benda alam lainnya. Allah menciptakan Alam semesta semata-mata hanya untuk sandiwara saja yang nantinya akan dihancurkan kembali. Alam semesta atau alam raya terdiri atas berbagai elemen diantara ada galaksi,planet,bulan,bintang,dan lain-lain.
Karena Allah sudah menciptkan itu semua,maka kita sebagai salah satu dari ciptaan-Nya wajib untuk memeprcayainya dengan adanya alam semesta ini. Didalam alam semesta ini terdapat bintang-bintang,langit,dll. Seperti dalam Q.S Al-Mulk : 3 dan 5
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang,dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

            Kemudian di dalam makalah ini akan di jelaskan hadits tentang perintah mengamati alam raya dan astronomi.







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Materi Hadits
a.       Perintah menganati alam raya
 عَنْ اَ بِيْ ذَرٍّ رَضِيَ ا للهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :تَفَكَّرُوا فِى خَلْقِ اللهِ,وَلا تَفَكَّرُوافِى اللهِ فَتُهْلِكُوا (رواه ابو الشيح في العظمة, باب الأمر بالتفكر في ايات الله عزوجل )

b.      Astronomi
 عَنْ بن اَوْفى قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :ان خيار عباد الله الدين يرعون الشمس والقمر والنجوم والأظلة لذكر الله عز و جل )   رواه البيهقي في السنن الكبرى, باب مراعاة أدلة المواقيت
B.     Terjemah Hadits
a.       Perintah mengamati alam raya
“Dari Abi dzar ra berkata: bahwa Rasulullah SAW bersabda: berpikirlah kamu pada ciptaan Allah SWT dan jangan berpikir pada dzat Allah maka hancurlah”(H.R. Abu Syaih)
b.      Astronomi
“Diriwayatkan dari Ibnu Abi ‘Auf telah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hamba Allah yang terpilih yaitu orang-orang yang memperhatikan matahari. bulan, bintang,dan kegelapan untuk mengingat Allah” (HR. Al-Baihaqi(

C.    Mufrodat
a.       Perintah mengamati alam
  تَفَكَّرُوا      :  maka hancurlah
  pada ciptaan    فِى خَلْقِ    :
     maka hancurlah :           فَتُهْلِكُوا

b.      Astronomi
خيار عباد الله   :  hamba Allah yang terpilih
يرعون           :  meperhatikan
             Matahari   :      الشَمْس 
وَالْقَمَرَ          :  dan bulan
والْنجوم        :  dan bintang
والأظلة        : lapankege dan
لذكر          :  mengingat

D.    Biografi
a.    Abu Dzar
     Nama lengkapnya yang mashur ialah Jundub bin Junadah Al Ghifari dan terkenal dengan sebutan Abu Dzar. Beliau tinggal di Bani Ghifar, Bani Ghifar adalah qabilah Arab suku badui yang tinggal di pegunungan yang jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan.
   Pada suatu hari beliau mendengar berita bahwa di mekah ada seseorang yang mengaku sebagai Nabi, karena pensaran beliau memerintahkan adik kandungnya yang bernama Unais Al-Ghifarani untuk pergi ke mekah. Setelah beliau mendapat berita dari adiknya beliau tetap penasaran, dan beliau segera bergegas pergi ke Mekah untuk menemui sendiri.[1]
  Dia hanya menanti dan menanti di Ka’bah, dalam keadaan semua perbekalannya telah habis. Dia berusaha mengatasi rasa lapar yang mengganggu perutnya dengan minum air zam-zam dan tidak ada makanan lain selain itu. Demikian terus suasana penantian itu berlangsung selama tiga puluh hari dan perut Abu Dzar selama itu tidak kemasukan apa-apa kecuali hanya air zam-zam. Ini sungguh sebagai karamah air zam-zam, karena nyatanya Abu Dzar badannya serasa semakin gemuk selama tiga puluh hari itu.
   Pada suatu hari beliau bertemu dengan sahabat Ali bin Abi Tholib,dan menceritakan maksud kedatangan beliau kepada Ali bin Abi Tholib. Kemudian Ali bin Abi Tholib mengantarnya kepda orang yang dimaksut, yaitu Rosulullah SAW. Setelah bertemu beliau langsung menyatakan bah dirinya masuk islam. Demikianlah Abu Dzar, sosok pria pemberani yang bila meyakini kebenaran sesuatu perkara, dia tidak akan peduli menyatakan keyakinannya di hadapan siapapun meskipun harus menghadapi resiko seberat apapun. Dan apa yang dihadapinya hari ini, tidak menciutkan nyalinya untuk mengulang proklamasi keimanannya di depan Ka’bah menantang para dedengkot kafir Quraisy. Keesokan harinya dia mengulangi proklamasi keimanan yang penuh keberanian itu, dan teriakan syahadatainnya menimbulkan kembali berangnya para tokoh kafir Quraisy. Sehingga mereka memerintahkan untuk mengeroyok seorang Abu Dzar untuk kedua kalinya. Dan untuk kedua kalinya ini, Al Abbas berteriak lagi seperti kemarin dan Abu Dzarpun dilepaskan oleh masa yang sedang mengamuk itu dalam keadaan babak belur bersimbah darah seperti kemarin.[2]

b.      Abdurrahman bin Auf
Dia adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, salah seorang dari enam ahli syura, dan sahabat yang ikut dalam perang Badar. Dia berbangsa Quraisy dari keturunan Az-Zuhri.Dia termasuk salah satu dari delapan orang yang sangat cepat masuk Islam.
Dia meninggal pada tahun 32 Hijriyah dan dimakamkan di Baqi’.Abu Umar bin Abdul Barr berkata, “Dia sangat pandai berdagang. Setelah meninggal dunia, ia mewariskan seribu unta, tiga ribu kambing, dan seratus kuda. Dia juga memiliki perkebunan di Jurf yang diairi dengan air hujan.”
Abdurrahman bin Auf adalah sosok orang kaya yang pandai bersyukur, sedangkan Uwais adalah sosok orang miskin yang pandai sabar, dan Abu Dzar serta Abu Ubaidah adalah sosok orang yang Zuhud dan mampu menahan diri. Di antara keistimewaan Abdurrahman adalah kesaksian Rasulullah bahwa dirinya akan masuk surga.
Dia pahlawan perang Badar dan termasuk kelompok sahabat yang disebutkan dalam ayat,
لَقَدْ رَضِيَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ إِذْ يُبَايِعُوْنَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” (Qs. Al Fath : 18) Apalagi Nabi  Shallallahu'alaihi wassallam  pernah shalat di belakangnya.[3]

c.       Al-Baihaqiy
Al-Baihaqy adalah seorang penghafal hadits yang sangat alim, beliau berasal dari Khurasan; nama aslinya adalah Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain. Dia mempunyai beberapa karangan yang belum pernah ada persamaannya dengan ulama sebelumnya. Beliau adalah seorang yang wara’ (sholeh) ,zuhud dan suci. Beliau pernah mengadakan perjalanan ke Hijaz dan Irak. Bayhaqun adalah sebuah nama kota dekat Naisyaburi.[4]
Imam terkemuka ini meninggal dunia di Nisabur, Iran, tanggal 10 Jumadilawal 458 H (9 April 1066). Dia lantas dibawa ke tanah kelahirannya dan dimakamkan di sana. Penduduk kota Baihaq berpendapat, bahwa kota merekalah yang lebih patut sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang pecinta hadits dan fikih, seperti Imam Baihaqi. Sejumlah buku penting lain telah menjadi peninggalannya yang tidak ternilai. Antara lain buku "As-Sunnan Al Kubra", "Sheub Al Iman", "Tha La'il An Nabuwwa", "Al Asma wa As Sifat", dan "Ma'rifat As Sunnan cal Al Athaar".[5]

E.     Keterangan Hadits
a.                     Perintah mengamati alam raya

(تفكروا في خلق الله )  artinya “Berpikirlah kamu sekalian tentang yang di ciptakan Allah (makhluk-Nya Allah).
Dari keterangan diatas adalah bahwa kita sebagai salah satu ciptaan Allah kita wajib untuk berfikir mengetahui tentang semua ciptaan Allah secara, bukan sekedar rinciannya saja. Seperti langit dengan bintang-bintanya, bumi dengan seisinya, dan lain sebagainya.
Ciptaan-ciptaan-Nya dapat memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, menunjukkan atas keagungan dan kebesaran Allah.
( ولا تفكروا في الله فتهلكوا ) artinya “dan janganlah kamu sekalian  memikirkan tentang dzat Allah, niscaya kamu sekalian akan binasa/celaka”. Dari ketengan di atas dapat diketahui bahwa kita tidak boleh memikirkan bagian-bagianya saja, karena susatu saat kita akan binasa.[6]
Ilmu dan agama dalam memahami fenomena alam semesta ini sangatlah penting (Albert Einstein). Ilmu dan agama harus saling melengkapi dan bersinergi.[7]


b.    Astronomi
إن خيار عباد الله(Pilihan hamba Allah)  الذين يراعون الشمس والقمر والنجوم والأظلة (yang mengamati matahari dan bulan dan bintang-bintang dan kegelapan) لذكر الله ( Ingat kepada Allah), dari hadits diatas dijelaskan bahwa orang- orang yang  mau memperhatikan matahari,bulan,bintang dan kegelapan akan menjadi orang yang terpilih dihapan Allah SWT. Karena dengan mengamati itu orang dapat mengetahui fenomena alam yang akan terjadi. Seperti terjadinya perubahan dari siang ke malam dan sebaliknya. Dapat mengetahui waktu fajar, pagi, siang, sore, dan malam. Dengan semua perbedaan itu orang muslim bisa mengetahui kapan waktunya sholat, pergantian hari,pergantian bulan, sehingga apabila datangnya bulan Ramadhan dapat ditentukan dengan mengamati putaran bulan.[8]
Dalam astronomi ditemukan cara-cara mengamati gerakan perputaran matahari,bulan, dll. Astronomi merupakan ilmu sains kuno yang paling lama, paling banyak digunakan, dan paling dihargai. Ketertarikan awal atas astronomi memiliki akar astrologi dan keterpesonaan pada kekuatan dan misteri langit.[9]

F.     Aspek Tarbawi
a.       Perintah mengamati alam raya
Dengan hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa kita sebagai mahluk ciptaan Allah SWT yang telah dikaruniai akal pikiran, sedangkan Allah juga menciptakan alam raya beserta isinya, maka kita wajib untuk mengamati semua yang ada di alam raya ini. Kita tidak boleh mengamati dzat Allah. Karena akan membawa kehancuran.
Dengan kita mengamati alam raya kita dapat mengetahui fenomena alam seperti, terjadinya hujan, gerhana matahari, angin bertiup, dll

b.      Astronomi
Dengan mempelajari astromi kita dapat mengetahui tentang perbintangan, bagaimana bumi itu berputar, proses pergantian siang dan malam, terjdinya gerhana matahari.
Ilmu astronomi itu sangat penting karena hampir tiap hari kita menggunkan dan menjumpai. Dengan astronomi kita dapat mengetahui kapan waktunya sholat. Dpat mengetahui hilal kapan awal datangnya bulan Ramadhan dan hari raya idul fitri.

BAB II
KESIMPULAN


Allah menciptakan berbagai makhluk, ada yang bernyawa dan ada yang tidak. Salah satu ciptaan-Nya adalah alam semesta ini. Didalam alam semesta terdapat banyak ilmu yang terkandung didalamnya. Maka Allah memerintahkan kita intuk mengamati semua yang ada di alam semsta ini. Karena dengan mengamati kita akan mengetahui fenomena alam.
Dengan adanya alam semesta muncullah ilmu yang disebut dengan astronomi. Ilmu astronomi mempelajari tentang perbintangan, putaran bumi, matahari, dam planet-planet. Dengan astronomi dapat mengetahui kapan waktunya sholat. Juga dapat membedakan antara siang dan malam.




















DAFTAR PUSTAKA

http://downloaddakwahsalafy.wordpress.com/2012/01/17/biografi-ulama-abu-dzar-al-ghifari- sosok-pejuang-sendirian
http://biografi-islami.blogspot.com/2012/02/biografi-abdurrahman-bin-auf.html
Muhammad, Abubakar. Terjemahan subulus salam, Surabaya:Al-Iklas.
Ibrahim Ash-Shiddiq, Muhammad. Hadits digital
Nawawi ,Imam. Faidhul Qodir. Juz 3. Mesir:2003
Ta’rifin, Ahmad. Ilmu Alamiah Dasar. Pekalongan: STAIN Press.2009
Kitab Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra.
Esposito, john L.Sains-sains Islam. Jakarta:Inisiasi Press.2004




[2] http://downloaddakwahsalafy.wordpress.com/2012/01/17/biografi-ulama-abu-dzar-al-ghifari-sosok-pejuang-sendirian
[3] http://biografi-islami.blogspot.com/2012/02/biografi-abdurrahman-bin-auf.html

[4] Drs. Abubakar Muhammad, Terjemahan subulus salam, Surabaya, hml.13
[5] Muhammad Ibrahim Ash-Shiddiq, Hadits digital
[6] Imam Nawawi. 2003. Faidhul Qodir. Juz 3. Mesir, hml.98
[7] Ahmad Ta’rifin. Ilmu Alamiah Dasar.STAIN Pekalongan press. 2009
[8] Kitab Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra.
[9] John L. Esposito, Sains-sains Islam, Inisiasi Press, hlm. 12-35

28 komentar:

  1. Khasan Fauzi
    2021111067

    Assalamu'alaikum...
    Apakah hadits di atas ada asbabul wurudnya? tolong jelaskan! cs hadits di atas sangat menarik untuk dipahami, sehingga agar kita mengetahui lebih dalam tentang dunia astronomi maupun alam raya, akan lebih baik jika kita mengerti asbabul wurud dr hadits tsb....
    mksih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin ada asbabul wurudnya. tetapi setelah saya mencari di web dan buku-buku yang saya baca tidak menemukannya. mohon maaf. mungkin nanti di pertemuan bisa ditanyakan kepada pak Hufron ya..... terimakasih

      Hapus
  2. khashinah amalia
    2021 111 074
    assalamu`alaikum
    dalam hadis diatas,menyebutkan bahwa kita hendaknya memikirkan tentang ciptaan Allah,terutama lagi pada tata suryaNya.Namun, tak sedikit orang yang menyalah gunakan pengetahuan mengenai bintang hanya untuk peramalan dan penentu nasib. bagaimanakah islam menanggapi hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

      Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

      مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

      “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). Ini akibat dari cuma sekedar membaca.

      Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Muslim, 14: 227)

      Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib.

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

      “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)

      Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib.

      Ramalan bukan hanya datang dari tukang ramal dengan bertanya langsung, namun saat ini bisa masuk ke rumah-rumah kaum muslimin dengan begitu mudah, baik lewat media cetak, TV, atau pun internet. Kita berlindung kepada Allah semoga diri kita, anak-anak kita, kerabat-kerabat kita terbebas dari membaca dan mempercayai ramalan bintang, serta dijauhi segala bentuk perbuatan syirik. Jadikanlah satu-satunya sandaran dalam segala urusan adalah Allah Ta’ala semata,

      Hapus
  3. Erni Mun Holifah
    2021111064
    Asssalamu'alaikum..............
    Diketerangan hadits dijelaskan bahwa kita tidak boleh memikirkan bagian-bagiannya saja, karena suatu saat kita akan binasa, tlong jelaskan..........dan apakah setiap muslim harus bisa mengamati alam raya dan astronomi, dan bagaimana bagi yang tidak mengetahuinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelumnya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam menjawab

      dalam hadits memang diterabgkan seperti itu....
      maksudnya kita itu dituntuk untuk mengetahui alam semesta ini beserta isinya kita tahu bumu tetapi kalu tidak mengetahui isinya kita akan bingung setidaknya kita dapat mengetahaui walupun tidak semuanya...

      setiap muslim wajib mengetahui alam raya...walaupun itu tidak semuanya. setidaknya bisa mengetahui perbedaan siang dan malam bisa menentukan waktunya sholat. serta mengetahui apasaja yang ada di alam ini...
      semoga jawabnya bermanfaat terimakasih

      Hapus
  4. Nailis Suraya
    2021 111 068
    Assalamu'alaikum
    Bagaimana pandangan anda tentang perbedaan para ulama dalam menentukkan rukyat pada hari raya, sebenarnya dalam Islam cara mengamati alam raya yang baik itu yang bagaimana?
    trima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara mengamati yang baik harus berdasarkan Al-Qur'an

      menurut saya para ulama dalam menghitung rukhiyat itu ada sumbernya masing-masing.
      ada yang menggunakan hisab..
      ada juga yang berdasarkan hilal.
      hisab berarti perhitungannya menggunakan kalender
      sedangkan hilal adalah kemunculan bulan pada awal bulan yang membentuk garis sperti alis. yang biasanya dinamakan tanggal 1.

      jadi semua itu menurut saya benar tergantung kepercayaan masing2..

      Hapus
  5. Dewi Agus Tini
    2021111075

    assalamu'alaikum,,,
    saya ingin bertanya, adakah batasan2 kita dalam mengamati alam raya ini? dan seberapa jauh kita boleh memperhatikan alam raya ini?tlong jelaskan dan brikan contohnya!
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. batasan menurut saya seprti dijelaskan dalam makalah. bahwa kita boleh mengamati seluruh alam semesta ini beserta isinya. namun dalam pengamatan kita tidak boleh memikirkan yang menciptakan yaitu dzat Allah SWT. karena bisa membawa kemusyrikan.

      Hapus
  6. Anisa Amalia Zikrina
    2021111050

    Mas Ikrom saya nak bertanya,,,
    Pastinya anda tahu kan bahwa didalam kita mengamati/mempelajari astronomi itu tak bisa dengan kasat mata, dibutuhkn suatu alat sprti teropong bintang, dan sejenisnya. Lah apakah setiap muslim itu diharuskan/dianjurkan dlm mengamati astronomi?kalo setahu saya, tdk semua orng dpt mengamatinya. Apkh orng2 tsb bukan mrpkan orang2 plhan Allah sprt yg didlam hadits? Tlong jelaskan sedetail-detailnya...
    Trims....

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaanya

      saya mengetahui bahwa untuk pengamtan astronomi dibutuhkan alat seperti terpong, teleskop dan lain sebagainya.
      karena alat itu susah didapat dan mahal harganya maka hanya orang2/lembaga2 tertentu yang dapat memilikinya. dengan adanya lembaga penelitiaan astronomi maka dapat dilaksanakan penelitian sehingga memperoleh jawaban.

      nah sedangkan orang yang tidak mampu untuk membeli itu sekiranya dia mau belajar melalui buku apa internet.
      mungkin walaupun orang itu tidak belajar dengan sendirinya dia tau mengenai astronomi walupun sedikit.

      Hapus
    2. melanjutkan jawaban...

      sepert jaman dahulu orang belum mengenal alat-alat yang canggih. tetapi mereka pun bisa menganalisis tentang fenomena alam. mereka bisa menbedakan antara siang dan malam. bisa membedakan matahari dengan bulan, dan lain sebagainya.

      terimakasih

      Hapus
    3. Terima kasih mas atas jwbannya..
      Jadi intinya kalo orang yg mau berusaha mempelajari astronomi dari bku/lainnya, dia akan menjadi orang pilihan dihadapan Allah mas?

      Tapi kalo hanya belajar dari buku2 atau yg lainnya itu belum puas mas, krn belum bisa mengamati bintang/benda2 angkasa lainnya secara riil.
      Hehe,,,

      Begitu saja, terima kasih.

      Hapus
    4. kan ada videonya di internet banyak bisa download trus apabila belum paham bisa ditanyakan oleh ahlinya...

      Hapus
    5. Okelah kalo memang harus seperti itu,,

      Thanks... ;)

      Hapus
  7. nama: mohamad juhdy sy
    nim: 069
    slam pramuka,,,,,,,
    kulo bdhe taken kalih pnjenengn,tanggapane sampeyan tentang UFO,.. wonten npo mboten ??? tlong jelaske,..
    mtur nuwun,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. inggih badhe kula jawab.... naggem bahasa Indonesia mawon nggih?

      saya pernah membaca koran, artikel dan buku-buku...
      dan saya mendapat kesimpulan bahwa alien/UFO itu sebenarnya ada...

      yang saya ketahui itu ada tiga versi pendaoat mengenai adanya alien/UFO sbg berikut:
      1.yang pertama berpendapat bahwa alien /ufo itu nadalah ciptaan orang2 kafir dan orang2 Amerika untuk mengelabuhi manusia
      2.alien / UFo merupakan jin dan ufo itu sebagai kendaraanya
      3.dan pendapat yang ketiga yaitu berdasarkan Al-Qur'an
      ialah alien itu makhluk melata yang ada diangaksa dan ufo sebagai kendaraannya adapun ayat2 yang menerangkan hal tersebut
      a. " Dan dia telah menciptakan kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [QS An-Nahl: 8].
      b."Di antara tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. [QS Asy-Syuura: 29]."
      c. " Dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. [QS An-Nahl: 49).

      Meskipun Al-Qur’an telah mengisyaratkan dalam beberapa ayatnya tentang keberadaan makhluk di luar angkasa, namun kita tidak boleh memastikan bahwa phenomena yang terjadi di bumi merupakan jejak keberadaan mereka, karena tidak ada seorangpun yang pernah melihat secara langsung wujud mereka seperti yang sering dilukiskan dalam film-film, demikian juga kita tidak boleh menafikan secara langsung keberadaan mereka karena Al-Qur’an telah memberi isyarat yang memungkinkan keberadaan mereka.Tapi kita tidak boleh terlalu menyibukkan diri mendalami tentang masalah ini karena bukan termasuk perkara ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada kita untuk mengharap pahala dan ridlo-Nya di dunia dan akhirat. Wallau A’lam bishowab..

      Hapus
  8. Istiqomah
    2021111115

    assalam
    mz mau tnya, bagaimana cara memahami ciptaan Allah dengn bnar, agar tidak sampai memikirkan dzatnya,,, dan adakah batsn"n yang memikirkan dzatnya Allah...
    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawabanya langsung kepertanyaan kedua ya..

      Hapus
  9. istiqomah
    2021111115

    bagaimana cara memahami ciptaan Allah dengan benar, agr tdk sampai memikirkn dzatnya,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk memahami tentang ciptaan Allah. kita boleh berfikir secara mendalam tentang bagaimana penciptaan alam. asalkan tidak menyimpang dari Al-Qur'an. kita berfikir berdasarkan ayat-ayat al-Qur'an.

      kita boleh mengetahui Allah asal tidak sampai memikirkan dzatnya karena bisa membawa kita kemusrikan..

      kita mengetahui Allah berdasarkan sifat-sifat yang Allah miliki yaitu ada dua puluh. selain itu kita juga dapat mengetahui melalui tanda-tandanya.

      Hapus
  10. Ida Syarifah Rahmawati
    2021110015

    judul makalah anda kan perintah mengamati alam semesta, yang akan saya tanyakan "apakah orang yg cacat misalnya buta apakah diperintahkan untuk mengamati alam semesta ini? apabila iya, bagaimana cara mengamatinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin menurut saya untuk orang buta solusinya dengan membaca yaitu dengan media pembelajaran khusus orang buta seperti huruf breile. setelah membca, diberi gambaran penjelasan tentang alam raya ini. kalau untuk mengamati secara langsung itu tidak mungkin. yang namanya pengamatan harus menggunakan indra penglihatan.

      Hapus
  11. nurhadi hidayat
    2021110038

    pengamatan alam semesta yang bagaimanakah yang harus kita lakukan berkaitan dengan makalah anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya seperti jawaban yang sudah sudah intinya kita boleh mengamati seluruh alam semesta ini asalkan tidak memikirkan dzat Allah SWT

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus