zzz

Rabu, 20 Maret 2013

f6-1 miftakhul jannah: ilmu tentang pencipta




MAKALAH
KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
(ILMU TENTANG PENCIPTA)
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Hadist Tarbawi II
Dosen Pengampu : Ghufron Dimyati, M.S.I


Disusun oleh :
Miftakhul Janah  2021 111 244
Kelas :F


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

PENDAHULUAN
Didalam kehidupan ini pastilah ada sang pencipta. Yang mana kita ketahui dan kita yakini bahwa pencipta segala yang ada di dunia ini adalah Sang Khaliq yaitu Allah SWT, tuhan semesta alam baik yang ada di bumi maupun di langit.
Untuk itu sebagai makhluknya kita wajib bersyukur atas nikmat yang telah diberikannya, karena Allah telah menciptakan alam yang sangat indah dan banyak manfaat yang terkandung didalamnya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menyerupainya. Karena tidak ada makhluk yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.
Cara kita bersyukur atas segala nikmat dan karunianya salah satunya adalah dengan berdzikir. Dzikir adalah salah satu perbuatan yang di senangi oleh Allah SWT, yang bisa dilakukan dengan hati maupun lisan ataupun keduanya sekaligus. Orang yang senang melakukan dzikir akan mendapatkan pahala. Lebih baik berdzikir daripada menggunjing orang atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang tidak sesuai dengan agama.  Ada banyak cara dalam melakukan dzikir, seperti contoh membaca takbir, tahlil, tahmid, tasbih dan lain-lain. Dalam beramal kepada orang lain pun kita telah termasuk melakukan dzikir, yaitu dzikir yang disebut dengan kehadiran hati kita kepada Allah.
Dzikir dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kemauan kita. Di waktu kita senggang entah itu di pagi hari, di siang hari atau bahkan di sore hari. Didalam makalah ini  saya akan membahas tetang doa atau dzikir tentang  memasuki waku sore dan memasuki waktu pagi begitu pula kerajaan Allah memasuki sore dan pagi begitu pula seterusnya Rasulullah SAW berdoa . Yang pastinya ada maksud dan tujuan tertentu dari Allah SWT.



PEMBAHASAN
KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
A.    Materi Hadist : Ilmu Tentang Pencipta
عن عبد الله بن  قال : " كان نبي الله صلى الله عليه وسلم اذا امسى قال امسينا اوامسى الملك لله والحمد لله لااله الا الله وحده لا شريك له –قال اراه قال فيهن --- له المك وله الحمد وهو على كل شيء قدير رب اسالك خير ما في هذه الليلة وخير ما بعدها واعوذبك من شرمافي هذه اللية وشرما بعدها رب اعوذبك من الكسل وسوء الكبر رب اعوذبك من عذاب في النار وعذاب في القبر واذا اصبح قال ذلك ايضااصبحناواصبح المك لله"
(رواه مسلم في الصحيح, كتا ب الذ كر والدعاء والتوبة والاستغفا ر, باب التعوذ من شر ما عمل ومن شر ما لم يعمل)

B.     Terjemah Hadist
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a : apabila waktu senja telah tiba, Rasulullah saw. Biasa berdo’a: “ kami telah memasuki waktu senja, demikian pula kerajaan Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah satu-satu Nya, tiada sekutu bagi Nya, bagi Nya kerajaan dan bagi Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Rabbku, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau akan kebaikan malam ini dan kebaikan isi kandungannya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan malam ini dan kejahatan yang terkandung di dalamnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepada Mu dari kemalasan dan keburukan di usia tua, Ya Rabbku, aku berlindung kepada Mu dari azab neraka dan azab kubur.” Apabila beliau saw. Berada di pagi hari dan semua kerajaan di pagi hari ini milik Allah.” (Riwayat Khamsah kecuali Bukhari)

C.     Mufrodat
اند نسي
عربي
Waktu senja
امسى
Kerajaan Allah
الملك الله
Satu-satunya
وحده
Tiada sekutu bagi-Nya
لاشريك له
Aku memohon
اسا لك
Kebaikan        
خير
Kejahatan
شر
Kemalasan
كسل
Keburukan di usia tua
وسوء اكبر
Siksa
عذاب


D.    Biografi Rowi
‘Abdullah ibn Mas’ud adalah ‘Abdullah ibn Ghafil ibn Habib Al Hudzaly, seorang sahabat Nabi yang dahulu pernah bersumpah setia kepada Bani Zuhra.
Ibu beliau bernama Ummu ‘Abdillah bint Abu Daud ibn Sau-ah yang juga memeluk agama Islam di permulaan Islam, berhijrah dua hijrah, turut dalam perang Badar dan peperangan-peperangan selanjutnya dan beliau selalu menyertai Nabi dan menjadi penjaga sepatu Nabi.
Beliau meriwayatkan sejumlah 848 hadits. Bukhary dan Muslim menyepakati sejumlah 64 hadits, 21 di antaranya diriwayatkan oleh Bukhary sebdiri dan 35 di antaranya oleh Muslim.
Beliau menerima hadist dari Nabi sendiri, dari ‘Umar dan dari Sa’ad ibn Mu’adz.
Hadits-hadits beliau diriwayatkan oleh 2 orang puteranya yaitu ‘Abdur Rahman dan Abu ‘Ubaidah, putera saudaranya ‘Abdullah ibn Utabah dan  isterinya Zaenab ats Tsaaqatsiyah.
Di antara para sahabat yang menerima hadist dari beliau ialah ‘Abdillah, Abu Musa, Abu Rafi’, Abu Syuraih, Abu Sa’id, Jabir, Anas, Abu Ju’hafah, Abu Umamah dan Abuth Thufail.
Di antara para tabi’in ialah, Alqamah, Masruq, Syuraih Al Qadli,Abu Wa-il ‘Abdur Rahman ibn Abi Laila, abu ‘Utsman an Nabdy dan lain-lain.
Rasulullah mempersaudarakan beliau denganAz Zubair dan sesudah hijrah beliau dipersaudarakan dengan Sa’ad ibn Mu’adz.
Abu Nu’aim berkata, Ibnu Mas’ud adalah anggota yang keenam dari anggota-anggota masyarakat islam.
Beliau menerima langsung dari Rasul sejumlah 70 surat-surat Al Qur’an. Beliaulah orang yang mula-mula berani membaca Al Qur’an dengan suara yang nyaring di hadapan orang Quraisy di Makkah.[1] Rosulullah menyifatinya dalam sabdanya, “ Sesungguhnya kamu adalah seorang anak yang berilmu.” Umar bin Al-Khutbah pernah memperhatikanya pada suatu hari lalu berkata, Bejana yang dipenuhi.[2]
Abu Musa berkata, “Saya dan  saudara saya datang dari Yaman, kami menyangka Ibnu Mas’ud salah seorang keluarga Nabi karena kami melihat beliaulah selalu keluar masuk rumah Nabi.”[3] Dia adalah pelayan Rasulullah yang amanah, penjaga rahasianya, teman ketika mukim dan bepergian. Dia masuk setiap saat dan berjalan bersamanya. Dia membawakan siwak, sandal dan air untuk bersuci Nabi.[4]
Di waktu ‘Utsman memerintahkan supaya Ibnu Mas’ud datang ke Madinah, penduduk Kufah berkata kepadanya, “Janganlah anda pergi, kami akan melindungi anda dari segala sesuatu yang anda tidak sukai”. Ibnu Mas’ud menjawab, “Saya mempunyai kewajiban mentaati ‘Utsman dan saya tidak suka menjadi orang yang pertama membuka pintu kekacauan.”
Beliau wafat di Madinah pada tahun 32 H dan dikebumikan di Al Baqi’. Jenazah beliau disembahyangkan oleh ‘Utsman.[5]
E.     Keterangan Hadits
Hadist ilmu tentang pencipta di atas diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud. Didalamnya menceritakan bahwa di waktu ketika memasuki waktu senja Rosulullah biasa berdoa memohon kepada Allah supaya di berikan kebaikan malam dan kebaikan isi kandungannya dan memohon agar di jauhkan dari sifat kemalasan dan keburukan di usia tua serta dari azab neraka dan azab kubur.
Salah satu amal ibadah yang paling utama untuk dijadikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah oleh hamba-Nya ialah shalat lima waktu tepat pada waktunya dan berdo’a serta berdzikir.
Al-Qadhi berkata: kami meriwayatkan kata الكبر dengan dua wajah yaitu :
      الكبر ( Huruf Ba’ dibaca sukun ), artinya: merasa lebih agung dari manusia lain(sombong).
      الكبر ( Huruf Ba’dibaca fathah ), artinya: tua renta, kacau pikiran karena tua, dan kembali kepada seburuk-buruknya umur (pikun). Dan menurut Al-Qadhi wajah kedua ini yang lebih dzohir dan lebih masyhur dari pada wajah yang pertama. Beliau berkata: yang menyebutnya dari fathah adalah imam Al-Harawi dan yang menyebutnya dengan dua wajah adalah imam Al-khattabi.
 سوء الكبر ( Suu-il kibari ), artinya keburukan diusia tua (kepikunan), disini yang dimaksud usia tua ialah usia yang sangat tua, pada usia tersebut seseorang kembali kepada masa kekanak-kanakan. Karena itu, ia memerlukan seseorang yang merawat dan mengasuhnya dalam segala hal.[6]
Telah diterangkan dalam kitab sholat dan lainnya makna dari do’a-do’a yang pastinya tak lain dan tak bukan adalah kita meminta  perlindungan kepada Allah, di antaranya :
  Supaya di jauhkan dari kefakiran seperti: marah (terhadap takdir).
 Serta supaya dijauhkan dari sifat sombong dari dalam hati atas kekayaan yang dimiliki, seperti bersuka ria melewati batas, pelit dengan hak-haknya harta benda, dan menggunakannya secara berkelebihan, digunakan dalam kebatilan, atau untuk berbangga-bangga.
Sedang makna الكسل (malas) adalah: tidak adanya kebangkitan jiwa untuk kebaikan dan sedikitnya semangat atau keinginan.
Makna العجز (lemah) adalah: tidak adanya kemampuan untuk mengerjakan sesuatu, atau juga diartikan meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakan dan menunda-nundanya.
Imam Al-Khattabi berpendapat: kefakiran yang mana Rasulullah meminta perlindungan dari-Nya adalah kefakiran jiwa, bukan kefakiran karena sedikitnya harta.
Imam Al-Qadhi berpendapat: bisa jadi Rasulullah memang meminta perlindungan dari kefakiran harta. Maksudnya adalah meminta perlindungan dari fitnah (cobaan) tidak adanya kemungkinan mempunyai harta dan dari kerelaan atas kefakiran tersebut. Karena itulah Rasulullah menggunakan kalimah "فتنة القبر" bukan menggunakan kalimat "الفقر"  dan banyak hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang keutamaan dari sebuah kefakiran.
Adapun Rasulullah meminta perlindungan dari tua renta maksudnya adalah beliau meminta perlindungan dari kembali kepada seburuk-buruknya umur(pikun). Yang mana di usia itu kita akan berputar kembali seperti awal kehidupan kita yang membutuhkan banyak pertolongan dari orang lain.



F.      Aspek Tarbawi
Dalam hadits ini menerangkan tentang do’a Nabi Muhammad SAW atas kuasa Allah dan ciptaanNya. Tetapi ada di antara para ilmuan yang mengingkari tentang adanya pencipta, mereka beranggapan bahwa semua yang ada dibumi ini semata-mata hanya suatu kebetulan saja seperti halnya pendapat teori big bang. Pendapat ini bertentangan dengan firman Allah SWT, Nabi mengajarkan kepada kita untuk selalu berdo’a pagi dan sore bahkan setiap waktu dan selalu mengingat-ingat akan kuasa Allah supaya kita terhindar dari sifat malas dan jelek sifat sombong dan mengunggulkan diri sendiri. Karena dengan cara kita berdo’a, berdzikir akan menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang di murkai-Nya.
“ Mintalah perlindungan kepada Allah supaya terhindar dari keletihan menderita cobaan, ditimpa kecelakaan. Nasib malang dan kegembiraan musuh.[7] Jangan sampai kita lupa akan nikmat-nikmat yang diberikan Allah. Karena semua yang ada di dunia ini adalah milik-Nya, dan pastinya akan kembali kepada-Nya. Janganlah kita syirik atau menyekutukan Allah. Karena menyukutukan Allah adalah amal yang paling jelek.[8]
                             







PENUTUP
Di dalam hadits ini menerangkan bahwa salah satu amal ibadah yang paling utama untuk dijadikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah oleh hamba-Nya ialah shalat lima waktu tepat pada waktunya dan berdo’a serta berdzikir.
Sebagaimana yang dilakukan oleh rasulullah yang selalu berdo’a diwaktu ketika telah memasuki senja, yang mana beliau selalu memanjatkan puja dan puji kepada Allah SWT karena hanya Allah lah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Rasulullah memmohon agar dijauhkan dari kejahatan malam dan kejahatan yang terkandung didalamnya dan beliau meminta agar diberikan kebaikan malam dan yang terkandung didalamnya. Serta supaya dilindungi dari azab neraka dan azab kubur. Rasulullah juga meminta perlindungan dari kemalasan dan keburukan di usia tua. Karena sifat malas-malasan adalah sifat yang tidak di senangi oleh Allah dan meminta perlindungan keburukan di usia tua adalah seburuk-buruknya umur. Yang mana di usia itu kita akan berputar kembali seperti awal kehidupan kita yang membutuhkan banyak pertolongan dari orang lain. Nabi mengajarkan kepada kita untuk selalu berdo’a pagi dan sore bahkan setiap waktu dan selalu mengingat-ingat akan kuasa Allah. Karena dengan cara kita berdo’a, berdzikir akan menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang di murkai-Nya.
Jangan sampai kita lupa akan nikmat-nikmat yang diberikan Allah. Karena semua yang ada di dunia ini adalah milik-Nya, dan pastinya akan kembali kepada-Nya. Janganlah kita syirik atau menyekutukan Allah. Karena menyukutukan Allah adalah amal yang paling jelek.





DAFTAR PUSTAKA
Al-Bugha, Musthafa dkk. 2008. Hadits Arba’in Imam Nawawi. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar
Fachruddin dkk. TT. Pilihan Sabda Rosul. Bumi Aksara
Manshur Ali Nashif, Syekh. 1996. Mahkota Pokok-Pokok Hadits Rasulullah SAW Jilid V. Bandung: Sinar Baru Algensindon
M. Hasbi Ash Shiddieqy, Teungku. 1997. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra
Mudjab Mahali, Ahmad. 2003. Hadits-hadits Muttafaq Alaih. Jakarta Timur: Prenada Media



[1]  Prof. Dr. Teungku M. Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 1997) hlm.263
[2] Dr. Musthafa Al-Bugha dkk, Hadits Arba’in Imam Nawawi, (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2008) hlm.471
[3] Prof. Dr. Teungku M. Hasbi Ash Shiddieqy, Ibid., hlm.263
[4] Dr. Musthafa Al-Bugha dkk, Ibid., hlm.471
[5] Prof. Dr. Teungku M. Hasbi Ash Shiddieqy, Op. Cit, hlm.263
[6] Syekh Manshur Ali Nashif, Mahkota Pokok-Pokok Hadits Rasulullah SAW Jilid V, (Bandung: Sinar Baru Algensindon, 1996) hlm.322-323
[7] Fachruddin H. S dan Irfan Fachruddin, S.H , Pilihan Sabda Rosul, (Bumi Aksara, TT) hlm.190
[8] K.H. Ahmad Mudjab Mahali, Hadits-hadits Muttafaq Alaih, (Jakarta Timur: Prenada Media, 2003) hlm 66

16 komentar:

  1. mustaqimah
    2021 111 252
    kelas F

    berbicara tentang ilmu penciptaan, perkembangan citra manusia mengenai alam raya ini seringkali terikat sangat erat pada pengetahuan apriori yang diturunkan kepadanya melalui otoritas. Hal ini menyebabkan bahwa pandangan tentang alam raya sulit diuji kebenarannya melalui pengalaman.
    Allah SWT. Menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam Al-Quran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah SWT.
    yang saya tanyakan.. bagaimana dalam menyikapi perbedaan teori tersebut, agar dalam ilmu dalam alqur'an dan sains tersebut tidak bertentangan atau saling menyalahkan antara kedua ilmu tersebut?

    BalasHapus
  2. pertanyaannya sedikit saya rubah, Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern tentang penciptaan alam semesta. tolong jelaskan letak kesesuaian (titik temu) antara keduanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trima kasih atas pertanyaannya mbak...
      memang benar bahwa sekarang ini telah terjadi kesesuaian antara ilmu pengetahuan modern dengan Al-Qur'an mengenai penciptaan alam semesta.
      sebagaimana kita ketahui bahwa Alam adalah segala sesuatu yang ada atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini selain Allah beserta Dzat dan sifat-Nya.
      Dalam ilmu pengetahuan modern mengatakan bahwa Alam semesta telah diciptakan sekitar 15 miliar tahun yang lalu. Tidak seorangpun tahu kenapa, mengapa, dan bagaimana alam semesta ini terbentuk.
      Menurut pandangan Al Quran, penciptaan alam semesta dapat dilihat pada surat Al Anbiya ayat 30.
      “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

      “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “ Datanglah kamu keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”
      “ Maka Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya`” ( Fushshilat 11-12)
      Surat ini menerangkan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan sebelum ada bintang-bintang dan galaksi, adalah bumi, kemudian Allah swt siapkan makanan di bumi bagi subject utama penciptaan alam semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah ciptakan langit dan bintang-bintang dalam enam masa. Seperti diterangkan dalam Surat Al A’raf ayat 54, alam semesta ini diciptakan selama 6 masa.
      Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
      Bumi sebelumnya adalah planet yang mati dan Allah menghidupkannya dengan menu-runkan air dari langit.
      “ Dan Allah menurunkan dari langit air dan dengan air itu dihidupkannya bumi sesudah matinya.”. (QS`An Nahl ; 65).
      maka dapat di tarik kesimpulan bahwa alam semesta ini adalah ciptaan yang satu yaitu Allah. segala yang ada di dunia ini adalah ciptaannya. dan berarti titik temu antara keduanya itu terletak pada sang pencipta yaitu allah.
      dan Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dicemari, dan dihancurkan. Akan tetapi adalah untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam kehidupan. Tujuan alam diciptakan juga bukan untuk disembah, dikultuskan, dan dimintai pertolongan. Akan tetapi adalah untuk dikelola, dibudidayakan, dan dimanfaatkan dalam kehidupan. Pada akhirnya alam diciptakan hanya sebagai fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih mendekatkan diri pada Allah. serta di manfaatkannya untuk kemaslahatan salah satunya dengan dengan berbagai ilmu.

      Hapus
  3. Rizqotul Maula
    2021111265
    F

    Assalamu'alaikum...
    Bagaimana cara kita sebagai pendidik untuk mengklasifikasikan ilmu tentang pencipta agar tidak terjadi kerancauan dalam mengkalsifikasikannya. Kemudian bagaimana caranya menyampaikan kepada peserta didik agar peserta didik itu mudah menerima dan memahaminya?
    Terima kasih atas jawabannya :-)
    Wassalamualaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam.....
      sebagai pendidik pastinya kita harus pintar pintarnya dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. semisal tentang penciptaan alam semesta ini, sebagaimana kita ketahui bahwa pencipta dari segala yang ada di dunia ini adalah Allah. dan hanya Allah sang pencipta karena Allah itu sang khaliq.
      seperti kita menasehati agar selalu melakukan perbuatan yang tidak melanggarNya serta menasehatinya untuk selalu berdzikir, bersholawat, beribadah. akan tetapi kita sebagai pendidik juga perlu mencontohkannya, bukan hanya sekedar menasehati. menganjurkan mereka agar berbuat baik kepada semua orang seperti bersedekah, karena bersedekah merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat yang telah di berikan allah, termasuk bersyukur kepadanya karena CiptaanNya.

      Hapus
  4. NUR DANINGSIH 2021111046 KELAS F
    assalamu'alaikum,
    bagaimana dari pemakalah sendiri memahami makna ilmu tentang pencipta??
    apakah ada klasifikasinya dalam ilmu tersebut???
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaliakum salam mbak.....
      kalau menurut saya sendiri makna yang dapat di ambil dari ilmu tentang pencipta ini pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah kita dapat mengetahui dan lebih meyakini adanya ciptaan alam ini yang di ciptakan oleh Allah. semuanya yang ada di alam ini tidak akan ada tanpa kekuasaaNya.
      Dan cara mengklasifikasikannya mungkin dengan melakukan perbuatan yang di ridhoiNya. Membagi waktu untukNya dan untuk yang Lainnya. seLalu mendekatkan diri, memanjatkan doa dan sebagainya.
      mungkin itu jawaban dari saya... terimakasih

      Hapus
  5. Najmul Karimah 2021111078 f
    bagaimana menurut anda tentang fenomena orang2 atheis yang meyakini tidak adanya yang pencipta...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya.....
      menurut saya orang-orang tersebut adalah orang-orang yang keliru. padahal kita sendiri tahu bahwa semua yang ada di dunia ini ada yang menciptakan dan Allah lah yang menciptakannya.... berarti secara tidak langsung mereka mengingkari sang khaliq.dan orang-orang atheis itu adalah orang yang tidak mempunyai agama.sehingga kita harus waspada terhadap orang-orang yang seperti ini.

      Hapus
  6. mabruroh 2021110286 f

    kita diciptakan sebagai manusia dibekali dengan akal.itu menunjukkan bahwa kita berbeda dengan hewan,dan tumbuhan, pertanyaanya...bagaimana kita bisa memanfaatkan semaksimal mungkin akal yang diberikan oleh ALLAH tersebut dalam menghadapi jaman yang semakin kacau dalam arti akal tidak bisa berfungsi dengan jernih

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih....

      memang sekarang ini banyak yang mengatakan kalau zaman hampir berakhir.. di karenakan banyaknya kekacauan yang di timbulkan. kita di ciptakan allah beda dari yang lainnya di karenakan kita di beri kelebihan yaitu akal. kalau kita tidak dapat memanfaatkan akal yang di berikan Allah, lantaz apa bedanya kita dengan hewan yang tax punya akal. berarti intinya kita harus menggunakan akal untuk berfikir sebaik-baiknya.
      Karena kemampuan berpikir itu pulalah manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah SWT, seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an (yang artinya), "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan." (Al-Israa': 70).
      dan cara memanfaatkan akal dalam menghadapi zaman sekarang ini dengan memanfaatkannya sebaik mungkin.. jangan mudah terpengaruh akan tipu daya zaman sekarang.... kalau terpengaruh bisa jadi kita akan tersesat.

      Hapus
  7. Nur Latifah
    2021 111 215
    F

    mohon jelaskan hubungan hadits di atas dengan judul makalah ini!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam hadits kan di terangkan bahwa rosulullah biasa berdoa di waktu senja. dalam doanya beliau selalu memanjatkan puji syukur atas nikmat dan karunia yang allah berikan. dan kaitannya dengan judul ya berarti rosulullah meyakini akan ciptaan Allah. Allah adalah sang khaliq. pencipta dari segalanya. Allah adalah satu-satuNya, tidak ada sekutu yang dapat menyamai ciptaannya.

      Hapus
  8. Lutfia Riska
    2021 111 216
    F

    menurut pemakalah , sejauh mana kita boleh memikirkan tentang dzat pencipta?
    dan bagaimana cara kita memberikan pengertian kepada anak kecil mengenai Allah sebagai pencipta?

    BalasHapus
  9. tak terbatas mbak.... karena ciptaan Allah memang tak terbatas dan tak ada yang membatasinya.. dan itu di sesuaikan dengan kemampuan akal kita masing-masing... sejauhmana kemampuannya.
    dan cara memberikan pengertian kepada anak kecil adalah dengan menmperkenalkan siapa Allah. Kenapa kita harus menyembahnya. nantinya akan di dapat jawaban bahwa allah yang menciptakan semuanya. Maha besar allah atas segala karuniaNya.
    mungkin itu jwaban dari saya mbak....
    trimakasih....

    BalasHapus