Laman

Jumat, 25 Oktober 2013

SBM-B-8: evaluasi- feedback



MAKALAH
EVALUASI  DAN UMPAN BALIK

Disusun guna :
Mata Kuliah                  : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu         : Ghufron Dimyati., M.S.I

Oleh:
1.      Ida khanipah  2022111047
2.      Siti kholilah    2022111053
3.      Khuzaemah    2022111057

                    Kelas B

PRODI PBA
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN

Tujuan pengajaran yang hendak dicapai di sekolah mempunyai kaitan dengan materi yang hendak diberikan dan dengan metode belajar mengajar yang dipakai guru dan siswa dalam memberikan atau menerima materi tersebut. Sejauh mana keberhasilan guru memberikan materi, dan sejauh mana siswa menyerap materi yang disajikan itu dapat diperoleh informasinya melalui evaluasi. Evaluasi yang baik haruslah didasarkan atas tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh guru dan kemudian benar-benar diusahakan pencapaiannya oleh guru dan siswa.Dalam makalah ini dibahas tentang ”Evaluasi dan Umpan Balik”








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evaluasi
 Menurut bahasa, kata evaluasi  berasal dari bahasa Inggris “evaluation” yang berarti penilaian/ penaksiran. Evaluasi menurut istilah merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek yang menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai, mengukur lebih bersifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif.
Evaluasi harus dilakukan dengan pertimbangan- pertimbangan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan hasil dan kemajuan belajar yang ditujukan oleh anak didik. Dengan demikian evaluasi adalah suatu tindakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana untuk menentukan nilai sesuatu, baik secara kuantitatif dan kualitatif.[1]
B.     Manfaat Evaluasi
1.      Manfaat bagi siswa
Memberikan informasi tentang sejauh mana ia telah menguasai bahan pelajaran yang disajikan guru. Dengan informasi ini siswa dapaat mengambil langkah-langkah yang sesuai, diantaranya: hasil evaluasi tidak memuaskan dan hasil evaluasi memuaskan.
2.      Manfaat bagi pendidik
Hasil evaluasi memberikan petunjuk bagi pendidik mengenai keadaan siswa, materi pengajaran, dan metode mengajarnya.
3.      Manfaat bagi pembimbing/ penyuluh
Bimbingan dan penyuluhan umumnya diarahkan kepada usaha peningkatan daya serap siswa serta penyesuaian siswa dengan lingkungan.Upaya bimbingan dan penyuluhan akal lebih terarah kepada tujuannya apabila ditunjang oleh informasi yang akurat tentang keadaan siswa, baik dari segi intelektualnya maupun dari segi emosional.
4.      Manfaat bagi sekolah
Keberhasilan kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh kondisi belajar yang diciptakan sekolah. Efektivitas kegiatan belajar mengajar antara lain kondisi belajar yang diciptakan sekolah  itu diperoleh informasinya melalui evaluasinya.
5.      Manfaat bagi orang tua siswa
Semua orang tua ingin melihat sejauhmana tingkat kemajuan yang dicapai anaknya disekolah, kendatipun pengetahuan itu tidak menjamin adanya upaya dari mereka untuk peningkatan kemajuan anaknya.[2]

C.     Tujuan Evaluasi
Dr. Muchtar Buchori M.Ed. mengemukakan bahwa tujuan evaluasi pendidikan ada 2 yaitu:
1.      Untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah ia mengalami  pendidikan selama jangka waktu tertentu.
2.      Untuk mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidik selama jangka waktu tertentu.
Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Fungsi evaluasi dapat berupa:
1.      Tes Penempatan
Tes ini disajikan pada awal tahun pelajaran untuk mengukur kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran yang akan disajikan.
2.      Tes Formatif
Tes ini disajikan di tengah program pengajaran  untuk memantau (memonitor) kemajuan belajar siswa demi memberikan umpan balik, baik kepada siswa maupun kepada guru.
3.      Tes Sumatif
Tes ini biasanya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan, meskipun maknanya telah diperluas untuk dipakai pada tes akhir semester, dan bahkan pada tes akhir pokok bahasan.
4.      Tes Diagnostik
Tes jenis ini bertujuan mendiagnosa kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Seperti tes formatif, namun penyusunannya sangat berbeda dari tes formatif atau jenis tes lainnya. Karena tujuannya adalah mendiagnosa kesulitan belajar siswa, maka harus diketahui bagaimana dari pengajaran yang memberikan kesulitan belajar pada siswa.

D.    Fungsi Evaluasi
1.      Fungsi Proknostik
Yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi obyektif dari pembelajaran. Fungsi proknostik berguna untuk memprediksikan kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajaran. Artinya, dengan hasil yang ada, dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya.
2.      Fungsi Diagnostik
Yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajaran pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri.
3.      Fungsi Sertifikasi
Evaluasi ini menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan pada akhir sebuah periode pembelajaran, umpama di akhir semester,program, paket, atau tingkat. Fungsi sertifikasi dalam pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan akademisnya, karena evaluasi tersebut dilaksanakan terakhir. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.[3]

E.     Prinsip-prinsip Evaluasi
1.      Keterpaduan
Evaluasi merupakan komponen integral dalam program pengajaran disamping tujuan instruksional dan materi serta metode pengajaran. Tujuan instruksional, materi dan metode pengajaran, serta evaluasi merupakan tiga kesatuan terpadu yang tidak boleh dipisahkan. Karena itu, perencanaan evaluasi  harus sudah ditetapkan pada waktu menyusun  satuan pengajaran sehingga dapat disesuaikan secara harmonis dengan tujuan instruksional dan materi pengajaran  yang hendak disajikan.
2.      Keterlibatan Siswa
Prinsip ini berkaitan erat dengan metode belajar cara belajar siswa yang aktif yang menurut keterlibatan siswa secara aktif. Siswa merasakan evaluasi terhadap kegiatannya sebagai suatu kebutuhan mutlak. Untuk dapat mengetahui sejauh mana siswa berhasil dalam kegiatan belajar mengajar yang dijalanin secara aktif, siswa membutuhkan evaluasi.
3.      Koherensi
Prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajarn yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur.
4.      Pedagogis
Di samping sebagai alat penilai hasil/pencapaian belajar, evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku dari segi pedagogis. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagaai alat motivasi untuk dalam kegiatan belajarnya.
5.      Akuntabilitas
Sejauh mana keberhasilan program pengajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggung jawaban. Pihak-pihak termaksud antara lain orang tua, calon majikan, masyarakat lingkungan pada umumnya, dan lembaga pendidikan sendiri.[4]



B. Umpan Balik
1.  Pengertian Umpan Balik
      Yang dimaksud dengan umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian/hasil belajarnya. Termasuk dalam “alat ukur lainnya” adalah pekerjaan rumah (PR) dan pertanyaan yang diajukan guru didalam kelas. Hasil evaluasi memberikan informasi mengenai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang disajikan dalam proses/kegiatan belajar mengajar.
      Kondisi atau keadaan siswa maupun situasi pengajaran menentukan pengajaran usaha pemberian umpan balik terhadap belajar siswa. Berikut ini beberapa ketentuan mempermudah belajar jika:
a.       Umpan balik tidak mempermudah belajar jika:
1)      Siswa sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum memberikan jawaban atas soal itu.
2)      Bahan yang hendak dipelajari terlalu sukar dimengerti oleh siswa sehingga siswa umumnya menebak jawaban soal-soal yang diberikan.
a.       Umpan balik membantu dan mempermudah belajar apabila dipenuhi syarat-syarat berikut ini:
1)      Mengkonfirmasikan jawaban-jawaban benar yang diberikan siswa, dan menyampaikan kepadanya seberapa dia mengerti materi belajar yang disampaikan.
2)      Mengidentifikasi kesalahan serta memperbaikinya atau menyuruh siswa memperbaikinya sendiri.
Umpan balik tidak akan membantu belajar jika siswa tidak mengerti bahan yang harus dikuasainya dahulu sebelum mempelajari hal yang diteskan itu, atau hanya mengerti sedikit, atau sama sekali tidak mengerti isi pelajaran pada waktu tes itu disajikan. Hal ini menunjukkan pentingnya memeriksa tes siswa dan memperbaiki kesalahannya sebelum memasuki topik baru dimana bahan yang dites merupakan prasyarat. [5]
2. Tujuan umpan balik
      Pengajar perlu mengetahui sejauhmana bahan yang telah dijelaskan dapat dimengerti oleh murid, karena dari sinilah tergantung apakah ia dapat melanjutkan pelajaran/kuliahnya dengan bahan berikutnya. Bilamana murid belum mengerti bagian-bagian tertentu, pengajar harus mengulang lagi penjelasannya.
      Umpan balik tidak sama dengan penilaian. Umpan balik hanya bertujuan untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dibahas. Selain itu murid/mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk memeriksa sampai dimana mereka dapat melengkapi pengertian-pengertian yang belum lengkap. Pada umumnya pengajar kurang memikirkan perlunya mengadakan umpan balik seperti itu, sehingga ia tidak tahu efek dari pengajaran yang ia berikan. Baru setelah seluruh rangkaian pelajaran selesai diberikan terlihat pada waktu ujian bahwa murid belum mengerti secara baik bahan yang diajarkan. Dan itu berarti suatu keterlambatan. Sebaliknya, bilamana pengajar menyadari pentingnya umpan balik. Maka pengajaran yang ia beriakan akan menjadi lebih efektif.[6]
      Jam pelajaran atau jam kuliah selanjutnya tidak mungkin diberikan kalau pengajar tidak tahu secara pasti hasil pelajaran sebelumnya. Pengajar dapat mengetahui hasil pelajaran sebelumnya dengan cara:
a.       lewat kesan yana diperoleh selama jam pelajaran itu sendiri.
b.      Lewat informasi sederhana dari pihak murid melalui pertanyaan-pertanyaan lisan yang diajukan oleh pengajar selama atau setelah jam pelajaran.
c.       Lewat informasi tertulis dari pihak murid yang diperoleh melalui ujian singkat.
d.      Mempelajari hasil tentamen atau ujian yang diadakan pada akhir khusus.
      Tiga hal yang pertama berhubungan dengan umpan balik yang dilakukan terhadap tiap jam pelajaran atau jam kuliah. Kita disebut hal itu sebagai umpan balik pelajaran atau kuliah,  sedangkan hal yang keempat berhubungan dengan evaluasi pada akhir kursus. Maka kita sebut penilaian kursus.[7]
3. Fungsi Umpan Balik
      Umpan balik mempunyai tiga fungsi utama, yakni fungsi informasional, motivasional, dan komunikasional.
a.       Fungsi informasional: Memberikan informasi tentang sejauh mana siswa telah menguasai materi yang diterimanya dalam proses atau kegiatan belajar mengajar. Tes sebagai alat penilaian pencapaian/hasil belajar siswa diperiksa menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Hasil tes itu, dengan demikian mamberikan informasi tentang sejauhmana siswa telah menguasai materi yang diterimanya dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Dengan informasi ini dapat diupayakan umpan balik berupa pengayaan atau perbaikan.
b.      Fungsi motivasional: Dengan pemberian umpan balik itu maka tes sekaligus pula berfungsi sebagai motivator bagi para siswa untuk belajar. Sayangnya ada guru yang memanfaatkan hasil tes lebih sebagai senjata untuk menghukum siswa daripada sebagai kekuatan konstruktif untuk membina dan mengembangkan siswa. Padahal tes harus dipandang dalam kesatuan integral dengan tujuan instruksional dan dengan proses belajar mengajar, dan sebagai mekanisme untuk memberikan umpan balik kepada siswa.
c.       Fungsi komunikasional: Pemberian umpan balik merupakan komunikasi antara siswa dan guru. Guru menyampaikan hasil evaluasi kepada siswa, dan bersama siswa mambicarakan upaya peningkatan atau perbaikannya. Dengan demikian, melalui umpan balik siswa mengetahui letak kelemahannya, dan sendiri atau bersama guru bereaksi terhadap hasil tersebut.[8]
C.  Hubungan Evaluasi dan Umpan Balik
Dalam kegiatan belajar mrngajar seorang guru harus melakukan evaluasi dan umpan balik. Karena untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Dimana umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar yang dievaluasi dengan suatu alat evaluasi. Hasil evaluasi ini memberikan informasi mengenai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang disajikan dalam proses/kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan Proses belajar mengajar harus dimodifikasi oleh seorang guru, seorang guru harus menjalankan tugasnya dengan baik yaitu menyampaikan materi dengan jelas dan tepat, tidak hanya itu, seorang guru juga harus memberikan evaluasi baik berupa lisan maupun tulisan. Tugas guru selanjutnya yaitu menginformasikan hasil evaluasi tersebut kepada siswa supaya siswa dapat mengetahui kemampuan dalam menguasai materi. Namun akan bermanfaat secara maksimal apabila guru bersama siswa menelaah kembali jawaban-jawaban tes baik yang dijawab benar maupun yang dijawab salah oleh siswa. Dan siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki jawaban yang salah tersebut.[9]





BAB III
PENUTUP
Ø  Kesimpulan
Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai, mengukur lebih bersifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Evaluasi harus dilakukan dengan pertimbangan- pertimbangan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan hasil dan kemajuan belajar yang ditujukan oleh anak didik. Hasil evaluasi memberikan informasi tentang sejauh mana ia telah menguasai bahan pelajaran yang disajikan guru.
Umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian/hasil belajarnya. Umpan balik hanya bertujuan untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dibahas. Selain itu murid/mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk memeriksa sampai dimana mereka dapat melengkapi pengertian-pengertian yang belum lengkap.















DAFTAR PUSTAKA


Mustakim,  Zaenal. 2011. Strategi & Metode Pembelajaran. Pekalongan: Stain Press.
Silverius, Suke. 1991. Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik. Jakarta: PT Grasindo.
Rooijakkers, Ad. 1991. Mengajar Dengan Sukses. Jakarta: PT Grasindo.
























[1] Zaenal mustaqim, Strategi dan metode pembelajaran,(Pekalongan: STAIN PRESS,2011) hlm. 178
[2] Ibid., hlm. 178-181
[3] Ibid., hlm 184-188
[4]Suke silverius, Evaluasi hasil belajar dan Umpan Balik,(jakarta: PT. Grsindo,1991) hlm. 11-12

[5] Ibid., hlm.148-149
[6] Zaenal mustaqim, Op.Cit., hlm. 191
[7] Ad roooijakkers, Mengajar dengan sukses, ( Jakarta: PT. Grasindo, 1991) hlm. 11-12
[8] Suke Silverius, Op.Cit., hlm. 149-152
[9] Zaenal Mustaqim, Op.Cit., hlm.197-198

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar