Laman

Kamis, 17 Oktober 2013

SBM-F-7: Manajemen Kelas



MAKALAH
MANAJEMEN KELAS
Disusun guna memenuhi tugas
                        Mata Kuliah                : Strategi Belajar Mengajar
                        Dosen Pengampu        : Muhammad Ghufron Dimyati, M.S.I

Disusun Oleh :
Resti Latifun Nisa                               2021 111 019
Soraya Nailatul Izzah                          2021 111 097
Nur Latifah                                         2021 111 215

KELAS : F


PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah berpengalaman sekalipun. Alasannya sederhana, yaitu karena calon guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal.
Penciptaan harapan seperti itu merupakan kajian dari manajemen kelas. Hal itu sejalan dengan pengertian bahwa manajemen kelas merupakan serangkaian kegiatan guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efisien sehingga memungkinkan peserta belajar dengan baik.
Oleh karena itu kita harus memahami dengan benar mengenai apa itu hakikat manajemen kelas agar kita sebagai calon guru kelas dapat mengkondisikan kelas dengan optimal.









BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen dari kata management. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.[1]
Manajemen (pengelolaan) kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Istilah lain dari kata pengelolaan adalah manajemen, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Menurut Oemar Hamalik dalam buku Syaiful Bahri Djamarah, kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru.[2]
Sedangkan menurut istilah para ahli berpendapat antara lain:
1.         Menurut Syaiful Bahri Djamarah, Manajemen Kelas adalah suatu upaya memperdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
2.         Menurut Suharsimi Arikunto, Manajemen Kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan, Manajemen Kelas adalah suatu usaha ynag dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.[3]

B.       Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen Kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan. Karena dengan adanya tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang merasakan kelelahan fisik maupun pikiran. Guru sadar tanpa adanya suatu Manajemen Kelas dengan baik, maka akan menghambat kegiatan belajar mengajar.[4]
Tujuan Manajemen Kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegitan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.[5]
Menurut Suharsimi Arikunto tujuan Manajemen Kelas adalah agar setiap anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai tuuan pengajaran sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Indikator kelas tertib apabila :
1.         Setiap anak terus bekerja, artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu akan tugas yang harus dilakukan.
2.         Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan.
     Sedangkan tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996) adalah sebagai berikut:[6]
·       Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik itu sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
·       Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
·       Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
·       Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
            Adapun indikator keberhasilan dalam pengelolaan kelas adalah:
·         Terciptanya suasana/ kondisi belajar mengajar yang kondusif
·         Terjadinya hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dan antara siswa dengan siswa.

C.      Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
Manajemen kelas dapat mempergunakan prinsip-prinsip antara lain sebagai berikut :[7]
1.      Hangat dan Antusias
Guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya akan berusaha dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2.      Tantangan
Penggunaan kata-kata tindakan secara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi tingkah laku yang menyimpang.
3.      Bervariasi
Pengunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan apalagi bila penggunaannya bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan hal itu merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4.      Keluwesan
Dengan keluwesan tingkah laku guru dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta mencipakan iklim belajar mengajar yang efektif.
5.      Penekanan pada hal-hal yang positif
Guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian anak didik pada hal-hal yang negatif.
6.      Penanaman disiplin diri
Tujuan akhirnya anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri.

D.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:[8]
1.      Kondisi Fisik
a)      Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
b)      Pengaturan tempat duduk
c)      Ventilasi dan pengaturan cahaya
d)     Pengaturan penyimpanan barang-barang
2.      Kondisi Sosio-emosional
a)      Tipe kepemimpinan
b)      Sikap guru
c)      Suara guru
d)     Pembinaan hubungan baik (raport)
3.      Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas.

E.       Masalah-masalah dalam Manajemen Kelas
Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang telah ditentukan. Keanekamacaman masalah perilaku siswa itu bisa menimbulkan beberapa masalah dalam Manajemen Kelas diantaranya adalah :[9]
a)      Kurangnya kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok, dan pertentangan jenis kelamin.
b)      Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi kesana kemari dan sebagainya.
c)      Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya ribut, bermusuhan dan merendahkan.
d)     Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar berkurang, kekurangan uang.


BAB III
PENUTUP
Manajemen Kelas adalah suatu usaha ynag dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegitan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas.
Manajemen kelas dapat mempergunakan prinsip-prinsip antara lain sebagai berikut :
1.        Hangat dan Antusias
2.        Tantangan
3.        Bervariasi
4.        Keluwesan
5.        Penekanan pada hal-hal yang positif
6.        Penanaman disiplin diri
Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas adalah:
1.      Kondisi Fisik
2.      Kondisi Sosio-emosional
3.      Kondisi Organisasional
Beberapa masalah dalam Manajemen Kelas diantaranya adalah: kurangnya kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok, dan pertentangan jenis kelamin, tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, reaksi negatif terhadap anggota kelompok, moral rendah, permusuhan, agresif.


DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Press.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Salman Rusydi. 2011. Prinsip-prinsip Manajemen kelas. Bandung: Diva Prress.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. 2010. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.



[1] Salman Rusydi, Prinsip-prinsip Manajemen kelas, (Bandung: Diva Prress, 2011), hal 87.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 175
[3] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan : STAIN Press, 2011), hlm. 202
[4] Ibid., hlm.203
[5] Op Cit., hlm.178
[6] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung: Alfabeta. 2010), hal. 110-111.
[7] Op.cit. hal. 37
[8] Maman Rachman, Manajemen Kelas, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1998). hal. 102-103.
[9] Op Cit,. hal. 195

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar