Laman

Sabtu, 27 September 2014

SBM - C - 3 : PENDEKATAN BELAJAR MENGAJAR



MAKALAH
PENDEKATAN BELAJAR MENGAJAR

Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Strategi Belajar Mengajar
DosenPengampu : Muhammad Hufron, M.S.I

Disusun Oleh :

1.      Cory Andini Putry                    (2021112082)
2.      Mustaghfiroh                            (2021112085)
3.      Khofidotul Khasanah               (2021112086)
4.      Khoerotun Nisa                                    (2021112088)

Kelas : C


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
 2014



BAB I
PENDAHULUAN
            Dalam proses belajar mengajar seorang guru membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Karena jika strategi yang digunakan tidak tepat maka materi atau pelajaran tidak akan tersampaikan kepada anak didik dengan baik. Begitu pula dengan pendekatan dan metode yang digunakan juga sangat mempengaruhi proses pembelajaran, bagaimana cara pandang seorang guru tehadap proses belajar mengajar sangat mempengaruhi jalannya proses belajar mengajar apakah akan berjalan dengan baik atau sebaliknya, yang akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar anak didik.
            Dalam penyampaian materi pelajaran dan penciptaan kondisi pembelajaran yang diharapkan dapat kondusif dan efektif, dibutuhkan pemahaman seorang guru mengenai pendekatan belajar mengajar yang sesuai dengan lingkungan dan kondisi yang sedang dialami oleh anak didik. Oleh karena itu dalam makalah ini akan mengurai tentang pendekatan-pendekatan dalam proses belajar mengajar.
           








BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Pendekatan Belajar Mengajar
Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
Pada dasarnya pendekatan pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya.[1]
Menurut Sanjaya, (2008: 127), pendekatan diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Dan Burden, P.R. (1999) menyatakan bahwa pendekatan adalah tata cara pembelajaran yang melibatkan para guru dan siswa mereka untuk membangun mencapai tujuan dengan informasi mereka telah didapat secara aktif, melalui kegiatan dan keikutsertaannya.
Secara garis besar pendekatan pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu teacher centered (berpusat pada guru) dan student centered (berpusat pada siswa). Pada pendekatan teacher centered, pembelajaran berpusat pada guru sebagai seorang ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran, baik organisasi, materi, maupun waktu. Guru bertindak sebagai pakar yang mengutarakan pengalamannya secara baik sehingga dapat menginspirasi dan menstimulasi siswa. Sementara pendekatan student centered, siswa didorong untuk mengerjakan sesuatu sebagai pengalaman praktik dan membangun makna atas pengalaman yang diperolehnya. Guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator.[2]
B.        Macam-Macam Pendekatan dalam Belajar Mengajar
1.      Pendekatan yang berhubungan dengan penyampaian materi
a)      Pendekatan Kompetensi
Kompetensi menunjukkan kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan.  Dalam hubungannya dengan proses pembelajaran, kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar.
Implikasi dari pendekatan kompetensi terhadap pembelajaran adalah sebagai berikut :
1)      Pembelajaran perlu menekankan pada pembelajaran  individual meskipun dilaksanakan secara klasikal, dalam pembelajaran perlu diperhatikan peserta didik.
2)      Perlu diupayakan lingkungan belajar yang kondusif, dengan metode dan media yang bervariasi yang memungkinkan setiap peserta didik mengkuti belajar dengan tenang dan menyenangkan
3)      Dalam pembelajaran perlu diberikan waktu yang cukup, terutama dalam penyelesaian tugas/praktek pembelajaran agar setiap peserta didik dapat mengerjakan tugas belajar dengan baik.[3]
b)      Pendekatan Lingkungan
Merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha umtuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan  pembelajaran akan menarik perhatianpeserta didik jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungannya
Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan dua cara:
1)      Membawa peserta didik ke lingkungan untuk kepentingan pembelajaran . Hal ini bisa dilakukan dengan metode karya wisata, metode pemberian tugas dan ,lain-lain
2)      Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke sekolah untuk kepentinga pembelajaran
c)      Pendekatan Kontekstual
CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan kepada keterkaitan materi pembelajaran dengan dunia kehidupan pserta didik secara nyata, sehinga peserta didik mamapu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran kontekstual tugas guru adalah memeberikan kemudahan kepada peserta didik dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hafalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi belajar peserta didik. Nurhadi mengemukakan pentingnya lingkunagn belajar dalam pembelajaran kontekstual sebagai berikut :
1)      Belajar yang efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa
2)      Pembelajaran harus berpusat pada “bagaimana cara” siswa menggunakan pengetahuan baru mereka
3)      Umpan balik amat penting bagi siswa yang berasal dari proses penilaian (assesment) yang benar
4)      Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting

Tujuh komponen utama pembelajaran :
1)      Kontuktivisme
2)      Menemukan (inqury)
3)      Bertanya (questioning)
4)       Masyarakat belajar (Learning Community)
5)      Pemodelan (modelling)
6)      Refleks
7)      Penilaian yang sebenarnya[4]
d)     Pendekatan Tematik
Merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhipeserta didikdalam proses belajar.Pendekatan ini didasari oleh psikologi Gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan/keterpaduan ini lebih berarti dari pada bagian-bagiannya.
Pendekatan tematik bertujuan :
1)      Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi situasi yang memerlukan keterampilan pribadi
2)      Menyesuaikan pembelajarn dengan perbedaan peserta didik
3)      Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan
e)      Pendekatan Tujuan Pembelajaran
Pendekatan ini berorientasi pada tujuan akhir  yang akan dicapai.




f)       Pendekatan konsep
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung didalamnya
g)      Pendekataan Inquiri
Berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan fisik yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli peneliti
h)      Pendekatan Penemuan
Pendekatan penemuan berarti kegiatan belajar mengajar siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah.[5]
i)        Pendekatan Proses
Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses, seperi mengamati, berhepotesamerencanakan, menafsirkan dan mengkomunikasikan
j)        Pendekatan Interaktif
Pendekatan ini memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan
k)      Pendekatan Pemecahan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahakan melalui praktikum atau pengamatan
l)        Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat
Hasil penelitian dari National Science Teacher asossiation (NSTA) menunjukan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan STM mempunyai beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan cara biasa.


m)    Pendekatan Terpadu
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang intinya memadukan dua unsur atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran.
n)      Pendekatan Keagamaan
Pendekatan keagamaan dapat diterapkan melalui prinsip-prinsip menagajar seperti konsep korelasi dan dan sosialisasi yaitu dengan cara menyisipkan pesan-pesan keagamaan.[6]
o)      Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta menerpkannya dalam kehidupan sehari-hari.
p)      Pendekatan Kebermaknaan
Berikut beberapa konsep penting pendekatan kebermaknaan :
1)      Bahasa berperan sebagai alat pengungkapan makna
2)      Merupakan pengajaran bahasa yang natural yang di dukung oleh pemahaman lintas budaya
3)      Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda, baik lisan maupun tulisan
4)      Kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran merupakan motivasi belajar siswa yang sangat penting menentukan keberhasilan siswa dalam belajar.[7]

2.      Pendekataan yang berhubungan dengan penciptaan kondisi pembelajaran
a.      Pendekatan sistem pembelajaran
Pendekatan sistem pada mulanya digunakan di bidang engineering untuk merancang sistem elektronik, mekanim dan militer. Pada akhir tahun 1950 dan awal tahun 1960 mulai diterapkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan.
Ciri-ciri Pendekatan Sistem Pembelajaran:
            Pendekatan sistem sebagai suatu pandangan tertentu mengenai proses pembelajaran di mana berlangsung kegiatan belajar mengajar
            Penggunaan metodologi untuk merancang sistem pembelajaran yang tertuju pada pencapaian tujuan pembelajaran[8]
b.      Pendekatan Ketrampilan Proses
Pendekatan ketrampilan proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator pendekatan ketrampilan proses antara lain : kemampuan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menghitung, mengukur, mengamati, mencari hubungan, menafsirkan, menyimpulkan, menerapkan, mengkomunikasikan dan mengekspresikan diri dalam suatu kegiatan untuk menghasilkan suatu karya.[9]
c.       Pendekatan penularan informasi
Pendekatan ini memberikan kepada mereka yang berusaha menilai hasil pendidikan dengan menularkan pengetahuan yang telah diketahui. Menurut Habermas sebagaimana yang dikutip oleh Derek Glover and Sue Low, bahwa pendekatan semacam inimeningkatkan kesempatan untuk kontrol sosial dan ini mungkin dilihat dalam beberapa pengelolaan ruang kelas yang amat sangat diformalkan.[10]
d.      Pendekatan Individu
Pendekatan ini berorientasi pada individu dan pengembangan diri (self). Perhatian terutamanya tertuju pada kehidupan emosional perorangan, yang diharapkan membantu individu mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya, dan menjadikannya sebagai pribadi yang mampu membentuk hubungan-hubungan dengan pribadi lain dalam konteks yang lebih luas serta mampu memproses informasi secara efektif.[11]
e.       Pendekatan Kelompok
Pendekatan kelompok diperlukan dan digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini didasari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo socius yakni makhluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerjasama dalam kelompok, akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan.
Ketika guru menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai dan bahan yang akan diberikan memang cocok dengan pendekatan kelompok.
f.       Pendekatan bervariasi
Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik dalam belajar bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam pengajaran dengan berbagai motif, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru gunakan untuk kepentingan pengajaran.[12]
g.      Pendekatan Edukatif
Apapun guru lakukan dalam pendidikan dalam pengajaran dengan tujuan untuk mendidik, bukan karena motif-motif lain, seperti dendam, gengsi, ingin ditakuti, dan sebagainya.
Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendakatan edukatif, setiap tindakan, sikap, dan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, norma sosial dan norma agama.
Selain berbagai pendekatan yang disebutkan di depan, adalagi pendekatan-pendekatan yang lain. Berdasarkan kurikulum atau garis-garis besar program pembelajaran (GBPP) pendidikan agama Islam SLTP tahun 1994 disebutkan 5 macam pendekatan untuk pendidikan agama Islam, yaitu pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional dan pendekatan fungsional.[13]















BAB III
PENUTUP
            Seorang guru sebagai pendidik dan pengajar bukanlah pekerjaan yang mudah, selain harus profesional ternyata juga harus memperhatikan kondisi anak didik dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kondusif tidaknya proses pembelajaran. Adapun hal lain yang perlu diperhatikan adalah strategi yang digunakan oleh guru karena sangat berpengaruh besar pada kesuksesan pembelajaran.
Melalui pemahaman seorang guru mengenai pendekatan atau cara pandang dalam proses belajar mengajar, guru akan lebih mudah dalam menentukan metode yang tepat untuk diterapkan pada proses pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan sukses, serta hasil berupa kemampuan anak didik akan meningkat sesuai dengan tujuan awal pembelajaran.











DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:  PT. Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Mustakim, Zaenal. 2013. Strategi dan Metode Pembelajaran, Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.
Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Strategi Pembelajaran: Teori & Aplikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.





[1] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2013), hlm. 72
[2]  Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran: Teori & Aplikasi, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hlm. 145- 147.
               [3]  Ibid, hlm 72-74
[4] Ibid, hlm 77-80
[5] Ibid, hlm 83
[6] Ibid,hlm 84
                [7]  ibid, hlm 86-87
[8] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005), hlm.  125-126
[9] Zaenal Mustakim, Op.Cit, hlm. 85
[10] Ibid, hlm. 90-91
[11] Oemar Hamalik, Op.Cit, hlm. 129-130
[12] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hlm. 63-67
[13] Zaenal Mustakim, Op.Cit, hlm. 101-103

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar