Laman

Jumat, 20 Februari 2015

F-2-05: NIKEN NINDIARINI

Meningkatkan Fungsi Masjid Sebagai Pusat Ilmu”
Mata kuliah : Hadits Tarbawi II

 
Disusun oleh:
Niken Nindiarini         2021112135
Kelas               F
 
 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015
 
 
 
 
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah semata yanga telah memberikan dan mengajarkan manusia dengan qalam dan mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya, serta berkat rahmat dan hidayah-Nya pada akhirrnya penyusun dapat menyelesaikan penulisan ini, yang berjudul ”Meningkatkan Fungsi Masjid Sebagai Pusat Ilmu”.
Shalawat beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada sang pendidik manusia, yang telah membawa manusia dari alam kebodohan kepada alam yang terang benderang oleh ilmu pengetahuan yakni Nabi Besar Muhammad SAW. Tidak lupa shalawat dan salam semoga tercurah kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabiin dan tabiut tabiin serta kepada umatnya yang selalu berpegang teguh menjalankan ajarannya.
Dalam makalah yang sederhana ini penyusun akan membahas mengenai pengertian dari masjid, teori pendukungnya, hadis tentang fungsi masjid, dan refleksinya dalam kehidupan.
Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi bahasa maupun dari segi pembahasannya, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca akan memperbaiki penulisan ini.
Tidak lupa penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman, pembimbing dan semua pihak yang telah membantu dan memotivasi penyusun dalam penulisan makalah ini, mudah-mudhan apa yang telah diberikan dibalas oleh Allah SWT. Amin.
 
                                   
                                                                                    Pekalongan, 14 februari 2015
 
Penyusun
 
 
 
 
A.    PENDAHULUAN
Masjid merupakan tempat ibadah umat islam dan juga merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada sejak nabi. Disamping sebagai tempat ibadah, masjid mempunyai peranan sangat penting bagi masyarakat muslim sejak awal sampai sekarang.
Masjid berfungsi sebagi tempat bersosialisasi, pendidikan, istirahat dan lain sebaginya. Tetapi yang lebih penting adalah sebagai tempat ibadah.
Dalam perjalanan waktu hingga sekarang lambat laun mulai berubah yang tadinya masjid sebagi sentral agama islam sekarang masjid hanya menjadi tempat ibadah saja bahkan yang sangat ironis lagi masjid dibangun dengan megah hanya untuk taman rekreasi belaka.
Dilain sisi bahwa sesungguhnya masjid merupakan benteng terkokoh untuk ketakwaan kepada Allah, tempat menggali ilmu ilmu Allah hingga akhir zaman nanti, memajukan peradaban ilmu pengetahuan. Untuk itu mari kita bahas hadits di makalah ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien……
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
B.     PEMBAHASAN
 
1.      Pengertian
Masjid berarti tempat beribadah. Akar kata dari masjid adalah sajada dimana sajada berarti sujud atau tunduk. Kata masjid sendiri berakar dari bahasa Arab. Kata masjid (m-s-j-d) ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 Sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti "tiang suci" atau "tempat sembahan".Kata masjid dalam bahasa Inggris disebut mosque. Kata mosque ini berasal dari kata mezquita dalam bahasa Spanyol . Dan kata mosque kemudian menjadi populer dan dipakai dalam bahasa Inggris secara luas. Secara etimologis masjid berarti tempat sujud. Sedangkan secara terminologis, masjid adalah tempat melakukan kegiatan ibadah dalam makna luas. Dengan demikian, masjid merupakan bangunan yang sengaja didirikan umat muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah dan berbagai keperluan lain yang terkait dengan kemaslahatan umat muslim. Akan tetapi, bila mencermati perkembangan dewasa ini, fungsinya yang kedua ini cenderung mulai berkurang, hal ini lantaran masjid sering hanya dipahami semata-mata untuk sujud sebagaimana dilakukan dalam shalat. [1]
2.      Teori Pendukung.
Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah). Setelah di Madinah Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama’ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi. [2]
Masjid bukan hanya bangunan angker yang hanya digunakan untuk tempat shalat dan iktikaf atau berbagai ibadah dalam arti yang sempit. Masjid pada wakti itu berperan sebagai “ Islamic Center” tempat membina hubungan manusia dengan Allah swt. Di masjid Rasulullah saw, memberikan motivasi perjuangan menegakkan kalimat Allah swt,dengan “motivasi mencari ridho Allah” dengan bekerja atau beramal dengan segala keterbatasan umur.
Rasulullah saw memuji beberapa orang sahabat yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di masjid dan kemudian peranan masjid sebagai “pusat kegiatan ilmiah” menjadi suatu fakta yang tidak tertolak oleh alasan apapun.
Rasulullah saw adalah bertugas menyampaikan wahyu Allah swt.dan sebagian beliau menerima wahyu tersebut di masjid Nabawi sehingga ada tempat yang namanya “babul Jibril” karena di tempat itulah beliau sedang menerima wahyu dari Allah swt yang merupakan sumber segala ilmu. Semua kaum muslimin meyakini bahwa yang benar datangnya dari Allah swt.
Dalam praktek kehidupan Rasulullah saw, sangat memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan mendorong umat Islam untuk menguasai ilmu, jangan karena jauh dan kesulitan dijadikan alasan keterbatasan untuk mencari ilmu.
Jika ditinjau dengan teliti awalnya pendidikan Islam termasuk sebagai kegiatan memakmurkan masjid dan ini sesuai dengan prinsip yang dianut oleh umat islam bahwa ilmu itu datangnya dari Allah SWT karena itu masjid lebih utama digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan.[3]
3.      Materi Hadis
Berikut hadis tentang rumah meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍوقَالَ:[خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ مِنْ بَعْضِ  حُجَرِهِ فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ فَإِذاَ هُوَ ِحَلْقَتَيْنِ  إِحْدَهُمَا يَقْرَؤُنَ الْقُرْأَنَ وَيَدْعُوْنَ اللهَ وَالأُخْرَى يَتَعَلَّمُوْنَ وَيُعَلَّمُوْنَ فَقَالَ النَّبِيّصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلٌّ عَلىَ خَيْرِ هَؤُلاَءِ يَقْرَؤُنَ الْقُرْأَنَ وَيَدْعُوْنَ اللهَ فَإِنْ شَاءَ أَعْطَاهُمْ وَإِنْ شَاءَ مَنَعَهُمْ وَهَؤُلاَءِ يَتَعَلَّمُوْنَ وَاِنَّمَابُعِثْتُ مُعَلِّمًا فَجَلَسَ مَعَهُمْ]
( رواه ابن ماجه فى السنن, كتاب المقدم, باب فضل العلماء والحث على طلب العلم ) 
 
 
Terjemahan :
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Umar telah berkata :                           “Rasulullah SAW pada suatu pernah keluar dari sebagian kamarnya kemudian beliau masuk masjid dan pada saat itu ada dua halaqoh (majlis) di dalam masjid tersebut. Majlis yang pertama mereka saling membaca                     Al-Qur’an dan berdo’a kepada Allah SWT, dan majlis yang kedua mereka saling belajar dan mengajar, maka nabi SAW bersabda semuanya adalah baik mereka yang membaca Al-Qur’an dan berdo’a kepada Allah maka jika Allah berkehendak bisa menerimanya pun juga bisa menolaknya, dan mereka yang belajar sesungguhnya saya diutus sebagai seorang pengajar, maka rasulullah duduk bersama orang-orang yang belaja”.( HR. Ibnu Majah).
Keterangan hadits :
Hadits diatas menerangkan bahwa suatu hari nabi Muhammad saw keluar dari kamar beliau dan kemudian beliau masuk ke masjid, Ketika beliau berada didalam masjid terdapatlah dua halaqoh yang sedang berkumpul.
Halaqoh pertama adalah orang-orang yang sedang membaca Al-Qur’an dan berdo’a kepada Allah sedangkan halaqoh yang kedua adalah orang-orang yang sedang belajar mengajar (KBM), maka beliau berkata kedua halaqoh tersebut adalah perbuatan yang baik. Sesungguhnya membaca Al-Qur’an dan berdo’a kepada Allah SWT itu adakalanya bisa diterima dan juga ditolak oleh Allah SWT. Dan halaqoh belajar  sesungguhnya nabi diutus untuk mengajar bersama mereka. Halaqoh artinya lingkaran. Guru biasanya duduk diatas lantai sambil menerangkan, membacakan pelajaran-pelajaran kepada santri/siswa.
Sangatlah jelas bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia. Melalui pendidikan manusia bisa belajar menghadapi alam semesta. Pendidikan merupakan persoalan yang sangat penting bagi semua umat. Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat agar lebih maju dalam peradabannya. Individu manusia lahir tanpa memiliki pengetahuan apapun, tetapi ia telah dilengkapi denga fitrah yang memungkinkannya untuk menguasai berbagai pengetahuan dan peradaban[4].
Karena pentingnya pendidikan, islam menempatkan pendidikan pada kedudukan yang penting bahkan Rosulullah pun dalam hadits diatas lebih memilih untuk duduk mengajar bersama orang-orang yang sedang belajar. Orang yang paling berilmu adalah yang mengumpulkan ilmu dari yang lain kepada ilmunya, orang yang paling berharga adalah orang yang paling banyak ilmunya dan yang paling hina adalah yang paling bodoh, itulah pentinya menuntut ilmu pengetahuan agar tidak menjadi hina.[5]
 
 
4.      Refleksi  Hadis dalam Kehidupan
Dilihat dari sisi pertumbuhan masjid di Indonesia, sungguh sangat menggembirakan. Dari tahun ke tahun, jumlah masjid kian bertambah. Tetapi kita harus jujur, harus kita akui, bahwa fungsinya belum maksimal dan optimal. Pemberdayaan masjid selama ini, kurang begitu diperhatikan. Ada beberapa masjid dicangkokn pendidikan sekuler di sekelilingnya , tetapi masih belum menyatu dengan peranan masjid yang ada pada pondok pesantren. Masjid pada pondok pesantren merupakan bangunan yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikannya dengan penggunaannya yang efektif.
Sedangkan masjid pada sekolah-sekolah sekuler tidak menjadi satu dengan “sistem pendidikannya”. Sedangkan pendidikan yang Islami yang konsepnya sudah ada pada umat Islam tetapi sayang belum dituangkan dalam bentuk tulisan sehingga dapat dipakaiatau didiskusikan untuk menyempurnakan konsep tersebut.[6]
Aspek Tarbawi
Selain berfungsi sebagai Tempat ibadah (sholat, dzikir dan sebagainya) Masjid merupaan saran yang dapat digunakan sebagai:
1)      Sistem pendidikan dengan Halaqoh.
2)      Sebagai tempat musyawarah
3)      Pusat pendidikan dan memberi fatwa
4)      Sebagai tempat pengadilan.
5)        Sebagai tempat penyambutan utusan
6)        Sebagai pusat penjagaan dan pengembangan kehidupan sosial
7)      Sebagai tempat akad nikah
8)      Sebagai tempat pengobatan orang sakit.
9)      Tempat ilmu pengetahuan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
C.    PENUTUP
Kesimpulan
   Masjid bukan saja dijadikan sebagai tempat ibadah berupa shalat semata, lebih dari itu masjid berfungsi untuk mengabdikan diri kepada Allah. Masjid sebagai tempat pengabdian kepada Allah termasuk di dalamnya sebagai tempat pengembangan pendidikan,pengembangan kehidupan sosial, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Karena pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik sehingga dimensi kependidikan dapat berkembang secara optimal. pendidikan Islam termasuk sebagai kegiatan memakmurkan masjid dan ini sesuai dengan prinsip yang dianut oleh umat islam bahwa ilmu itu datangnya dari Allah SWT karena itu masjid lebih utama digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan
Masjid mempunyai peran yang strategis dalam mensejahterakan umat, jika masjid berdaya serta fungsi dan peran masjid berjalan secara optimal maka masyarakat pun akan sejahtera. Untuk mengomptimalkan fungsi masjid tersebut ,harus diakan pemberdayaan masjid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Asrahah Hanun.1999 . “Sejarah Pendidikan Islam”.Jakarta : Logos.
 
Gulsyani Mahdi,1993. “ Filsafat sains menurut Al-Qur’an”.Bandung : Mizan.
Supardi dan teuku Amiruddin.2001.Manajemen Masjid dalam Pembangunan
Masyarakat(optimalisasi peran dan fungsi Masjid).Yogyakarta:UII Press Yogyakarta,
www.masjidrayavip.org/index.php?option=com_content&view=article&id=125:fungsi-dan-peran-masjid&catid=45:artikel-islam&Itemid diakses 14 februari 2015 ukul 11.00
http://dannysetwan.blogspot.com/2013/06/peran-dan-fungsi-masjid.html diakses pada tanggal 10 februari pukul 10.00 wib
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TENTANG PENULIS
 
Niken nindiarini, lahir di Batang 29 Agustus 1994, anak keempat dari lima bersaudara. Alamat rumah Jl curug Genting RT 02 RW 01. Riwayat pendidikan TK mardisiwi lulus tahun 2000, SD Negeri Bawang lulus tahun 2006, SMP N 1 Blado 2006-2009, SMAN 1 Bandar 2009-2012. Dan sekarang menjadi mahasiswa stain pekalongan semester 6 jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam.
            Hobi penulis adalah travelling, mendengarkan musik, online, masak. Penulis dari dulu bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Karena sepintar-pintarnya orang pasti pernah belajar dari seorang guru.
Akun media sosial facebook : Nindiaryn Niken, twitter : @niken_arini, email: Nikennindiarini@yahoo.co.id. No hp: 0085741135835
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar