Laman

Kamis, 05 Maret 2015

L-4-b : PARIHUN



MENYEBARKAN ILMU KE KALANGAN INTERNAL
Mata Kuliah: Hadis Tarbawi II

Disusun Oleh:
Parihun
(2021213018)
KELAS L

JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015


KATA  PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat-Mu ya Allah atas segala karunia, nikmat, hidayah-Nya yang engkau anugerahkan kepada kami, sehingga kami dapat menyusun makalah dengan judul “Menyebarkan Ilmu Kekalangan Internal”. Semoga makalah ini nantinya dapat bermanfaatkan bagi yang membacanya dan yang mempelajarinya dalam proses belajar mengajar.
            Dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar para siswa disetiap jenjang dan tingkat pendidikan perlu diwujudkan agar diperoleh kualitas sumber daya manusia indonesia yang dapat menunjang pembangunan nasional. Upaya tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab semua tenaga pendidikan. Oleh sebab itu kami mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik banyak dilakukan para guru dalam melaksakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar.
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Oleh karena itu agar pendidik tidak tertinggal dari perkembangan iptek tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama sekali yang berkaitan dengan fakto-faktor pengajaran disekolah.
            Kami sadar betul bahwa makalah ini masih jauh dari harapan karena kami juga masih belajar, oleh sebab itu kami mohon maaf yang setulus-tulusnya dan sekaligus mengucapkan banyak-banyak terima kasihkepada siapa saja, tanpa terkecuali kepada para pembaca makalah ini.
           
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu proses komunikasi yang melibatkan guru sebagai sumber informasi dan siswa sebagai penerimanya. Media komunikasi pembelajaran adalah  segala sesuatu yang dapat digunakan agar komunikasi berjalan secara efektifdan efesien. Artinya media komunikasi diperuntukkan agar penerima pesan agar menagkap secara benar dan utuh segala informasi yang disampaikan sebagai pesan pembelajaran.
Penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa. Perkembangan ilmu dan teknologi  menuntut tiap-tiap   bidang keilmuan adanya ketepatan konsepsi, akseptabilitas konsepsi itu dikalangan yang luas, serta dapat diterapkannya konsepsi tersebut falam memecahkan berbagai masalah yang kita hadapi dalam proses balajar mengajar.








BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Media
Secara harfiah kata media memeilki arti “perantara” atau “pengantar”. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang digunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (EA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemudian audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya[1].

B.       Perkembangan Media Pembelajaran 
1.        Bahasa sebagai Media Penbelajaran
Pada awalnya mengajar dianggap seabagai proses penyampaiaan materi pelajaran dari seorang guru pada sekelompok siswa. Dengan demikian dalam proses pembelajaran bahasa verbal merupakan media utama yang digunakan guru. Artinya guru telah mengajar kalau ia telah berceramah, dan guru dianggap tidak mengajar manakala tidak berceramah. Hal ini disebabkan beberapa alasan antaranya:
a.        materi pelajaran atau informasi yang menjadi bahan pelajaran yang harus disampaikan masih sangat terbatas.
b.        Belum ditemukannya alat-alat komunokasi yang dapat membantu penyampaian pesan[2].
c.        Pemahaman terhadap peserta didik sebagai organisme yang unik dan sedang berkembang masih sangat kurang.
2.        Media sebagai Alat Bantu Mengajar
Menyampaikan materi pelajaran dengan hanya mengandalkan bahasa verbal tidak selamanya berjalan dengan afektif. Maka perkembangan selanjutnya media difungsikan sebagai alat bantu penyampaiaan pesan seorang guru pada siswa yang kemudia dikenal dengan teaching aid. Ditemukannya mesin cetak yang memungkinkan pesan atau informasi pembelajaran dapat disampaikan melalui bahasa tulisan, menguatkan media cetak untuk membantu guru dalam pengelolaan pembelajaran. Namun demikian, orientasi penggunaan media masih tetap terhadap pada guru. Artinya, media sebagai alat bantu disandingkan denagn penggunaan bahasa verbal untuk mempermudah penyampaian bahan pelajaran agar pembelajaran lebih dinamis dan penyampaian materi lebih sistematis, sehingga memudahkan guru proses penyampaian pesan.
3.        Media sebagi Alat Peraga
Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang kominokasi, mempengaruhi pula terhadap pemahaman proses penyampaian informasi sebagai proses komunokasi. Artinya mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan pesan, akan tetapi bagaimana pesan itu dipahami secara benar  oleh peserta didik. Tujuan utama teaching aid sebagai alat peraga diantaranya:
a.         Untuk memberikan pengalaman konkret pada siswa sehingga dapat menghindari gejala verbalisme.
b.        Untuk menghindari kesalahan interpretasi dari siswa ssebagai penerima pesan pembelajaran.
c.         Untuk meningkatkan daya serap siswa terhadap informasi atau materi yang disampaikan guru[3].
4.        Audio Visual Aid (AVA) sebagai Media
Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin kompleks menuntut senakin luas pula informasi yang harus disampaikan pada peserta didik. Demmikian juga dengan perkembangan audio visual pada pertengahan abad 20 mempengaruhi penggunaan teaching aid yang digunakan guru. Dalam proses pengajaran guru tidak lagi menggunakan benda-benda yang dapat dilihat saj tetapi  dilengkapi dengan audio visual aid (AVA). Berbagai macam alat yang dapat memberikan informasi atau pesan audio digunakan guru untuk meningkatkan motivasi balajar siswa seperti slide suara film dsb.
5.        Media sebagai Penyalur Pesan
Perkembangan teori komunikasi mempengaruhi alat banti (AVA) yang digunakan guru. Mengajar dianggap sebagai proses komunikasi antara guru sebagai sumber pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Bahkan lebih jauh dari itu , suatu proses kominikasi dikatakan efektif manakala pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa dengan baik. Teori komunikasi semacam itulah yang kemudian menempatkan AVA tidak lagi difungsikan sebagai alat bantu guru dalam mengajar akan tetapi juga sebagai alat untuk menyalurkan pesan, agar pesan itu dipahami secara optimal oleh penerima pesan yaiti siswa.
6.        Media sebagai Sumber Belajar
Siwa merupakan pusat aktivitas yang dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam pengemasan media pembelajaran. Media pembelajaran tidak lagi difungsikan sebagai penyalur pesan belaka, akan tetapi lebih dari itu yakni sebagai sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dirancang berdasarkan analisis kebutuhan. Dengan demikian kebutuhan siswa merupakan titik pangkal  produksi media pembelajaran[4].

C.       Fungsi Media Pembelajaran
 Levie dan Lentz (1982)  mengemukakan empat fungsi media pembelajaran khususnya media visual yaitu:
1.        Fungsi atensi dalam media pembelajaran, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2.        Fungsi afektif  media pembelajaran dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. Karena gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
3.        Fungsi kognitif media pembelajaran terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.        Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memeberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingat kembali[5].

D.      Bentuk-bentuk Media  Pembelajaran
1.        Media Grafis  
Dalam konteks media pembelajaran, media grafis adalah media yang dapat mengomunikasikan data dan fakta, gagasan serta ide-ide melalui gambar dan kata-kata[6].
a.         Bagan
Bagan atau chart adalah media grafis untuk menyajikan pesan pembelajaran dengan mengombinasikanunsur tulisan, gambar dan foto menjadi kesatuan yang bermakna dengan maksud untuk menyederhanakan bahan pelajaran yang kompleks agar mudah dipahami[7].
b.        Karikatur
Karikatur atau kartun adalah media grafis untuk mengungkapkan ide atau sikap dan pandangan terhadap seseorang, kondisi, kejadian atau situasi tertentu.
c.         Poster
Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi, saran atau ide-ide tertentu sehingga dapat merangsang keinginan yang melihatnya.
d.        Grafik
Grafik adalah media grafis yang dapat memvisualisasikan perkembangan atau keadaan tertentu secara sedarhana dan ringkas melalui garis dan gambar[8].
e.         Gambar atau Foto
Gambar atau foto adalah media pembelajaran yang sering digunakan. Media ini merupakan bahasa umum, dapat dimengerti, dan dinikmati oleh semua orang dimana-mana[9].
2.        Media presentasi
Presentasi merupakan metode pembelajaran dengan cara penyampaian melalui penjelasan informasi oleh penyampai pesan (dosen, guru, instruktur atau mahasiswa yang akan memaparkan sesuatu baik ide, gagasan ataupun penemuan). 
a.         Papan tulis
Papan tulis merupakan alat bantu yang digunakan sebagai media memperjelas pesan yang hendak disampaikan agar dapat lebih dimengerti. Papan tulis merupakan alat bantu yang sejak dulu sampai sekarang masih diguanakan[10].
b.        Presentasi dengan komputer
Dewasa ini komputer merupakan alat bantu yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran, mempresentasikan sesuatu ide/gagsan baru menggunakan komputer dapat lebih menarik dibandingkan alat bantu yang lain[11].
c.         Overhead Projektor (OHP)
Sistem OHP menunjukan kemajuan yang pesat sekali dalam masa dewasa ini, sehingga perangkat audiovisual ini banyak dipakai dimana-mana. OHP adalah jenis peerangkat  keras yang berfungsi untuk  memproyeksikan pesan yang ditulisnya[12].
3.        Media cetak
Bagi banyak orang, istilah media cetak biasanya bahan bacaan seperti buku, majalah, koran. Sebenarnya masih ada yang lain yang dapat digolongakan kedalam istilah cetak misalnya foto copy, atau hasil reproduksi sendiri. Bahan-bahan tersebut kini banyak digunakan dalam bidang pendidikan. Karena mampu memperagakan simbol-simbol verbal dan representasi gambar diam seperti gambar coretan tangan, grafik, dan foto[13].
4.        Media audio
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang bersifat audiktif sangat mendominasi kehidupan manusia. Demikian pula dalam kegiatan pengajaran, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, penggunaan komunikasi audio banyak dipergunakan. Hasil penelitian pun menunjukan keadaan tersebut.
Pemanfaatkan media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam:
a.         Pengajaran musik literary (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi.
b.        Pengajaran bahasa asing, apakah secara audio ataupun secara audiovisual.
c.         Pengajaran melalui radio atau radio radio pendidikan.
d.        Paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsiran dalam suatu bidang studi[14].
5.        Media komputer
Dalam bagian ini akan dibahas pemanfaatkan komputer sebagai sumber belajar yang dapat digunakan secara individu. Terdapat beberapa potensi yang dimiliki oleh komputer sebagai sumber belajar, yakni:
a.         Pengunaan komputer memungkinkan peserta didik dapat secara langsung berinteraksi dengan bahan ajar yang dipelajari.
b.        Proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan belajar peserta didk.
c.         Komputer dapat menampilkan unsur-unsur penting secara bersama, yakni unsur audio, visual dalam bentuk grafis, animasi, film dan bentuk lainnya (multimedia) sehinnga penggunanya daoat lebih menarik minat dan motivasi belajar.
d.        Sebagai halnya dalam pembelajaran individual, pembelajaran melalui komputer dapat memberikan umpan balik secara langsung dengan segera.
e.         Materi pembelajaran melalui komputer dapat dikemas menjadi unit-unit terkecil sihingga dapat dipelajari secara kontinu.
f.         Pembelajaran melalui komputer memungkinkan setiap individu dapat mengakses berbagai sumber belajar untuk menambah keyakinan kebenaran informasi atau untuk membandingkan suatu konsep dengan konsep lainnya melalui koneksi khusus[15].
6.        Multimedia
Saat ini yang menjadi tren dalam dunia pendidikan sehubungan dengan pemanfaatkan media adalah dengan menggunakan berbagai media (multimedia), karena dalam media ini merupakan kombinasi dari berbagai media yang sudah disebutkan diatas.
Multimedia ini memberi manfaat bagi proses pembelajaran antaranya:
a.         Proses pembelajaran lebih menarik.
b.        Interaktif.
c.         Jumlah waktu mengajar dapat dikurangi.
d.        Sikap dan kualitas belajar mengajar dapat ditingkatkan.
e.         Proses pembelajaran dapat dilakukan kapan dan dumana saja[16].

E.       Hadis
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : { عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُوالْقَعْدَةِ وَذُوالْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ . ثُمَّ قَالَ:اَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ قَالَ:فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمِّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قَالَ:اَلَيْسَ ذَاالْحِجَّةِ؟ قُلْنَا: بَلَى, قَالَ:فَاَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟ قُلْنَا : اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ, قَالَ:فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمَّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قَالَ : اَلَيْسَ الْبَلْدَةَ؟ قُلْنَا :بَلَى, قَالَ : فَاَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ, قَالَ : فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمِّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قاَلَ :اَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْر؟ ِقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ, قَالَ : فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَ اَمْوَالَكُمْ, (قَالَ:مُحَمدٌ وَ اَحْسِبُهُ قَالَ) وَاَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا وَ سَتَلْقَوْنَ ربكُمْ فَيَسْاَلُكَمْ عَنْ اَعْمَالِكُمْ فَلآتَرْجِعُنَ بَعْدِيْ كفارا أو ضُلَالاً يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ. اَلَا لِيُبَلِغَ الشَاهِدُ اْلغَائِبَ,فَلَعَلَ بَعْضُ مَنْ يُبَلِغُهُ يَكُوْنُ اَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ,ثُمَّ قَالَ:اَلآ هَلْ بَلَّغْتُ؟  }   (رواه مسلم فى الصحيح, كتاب القسامة و المحاربين و القصاص و الديات, باب تغليظ تحريم الدماء و الأعراض و الأموال)

“Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya beliau telah bersabda: Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu dua belas bulan, dan sekarang ini (saat Nabi bersabda) telah kembali kepada keadaan semula yang Allah tetapkan di kala menciptakan langit dan bumi. Empat bulan diantara bulan-bulan itu adalah bulan haram. Tiga diantaranya berurutan, yaitu Dzulqa’dah, bulan berhenti dari berperang, Dzulhijjah, bulan mengerjakan haji dan bulan Al Muharram, bulan tidak diperkenankan berperang di dalamnya. Dan yang satu lagi berdiri sendiri yaitu Rajab Mudlar. Dikatakan Rajab Mudlar karena merekalah yang sangat menghormati bulan ini. Tak ada seorang arab yang berani merusakkan kehormatanya. Dia terletak antara Jumada dan Sya’ban. Lalu beliau bersabda, “Bulan apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah bulan ini adalah bulan Dzulhijjah?” Kami menjawab, “Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, “Negeri apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah negeri ini adalah negeri Makkah?” Ka­­­mi menjawab, “Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, “Hari apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah hari  ini adalah hari Nahr (sepuluh Dzulhijjah)?” Kami menjawab, “Ya, benar, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Sungguh, darahmu, hartamu, dan kehormatanmu itu haram atasmu seperti haramnya hari kamu di negeri ini dan pada bulan kamu ini. Di hari-hari dan di bulan-bulan haram tidak boleh dikerjakan sesuatu yang diharamkan. Mereka menyamakan hukum merusak kehormatan hari dan bulan haram di Makkah, dengan hukum merusakan jiwa dan kehormatan manusia. Maka dengan sabda Nabi menegaskan, bahwa mereka diharamkan menumpahkan darah darah dan merusakkan harta orang. Dan hal itu disamakan dengan merusakkan kehormatan hari nahar di negeri Makkah di bulan Dzulhijjah pula. Dan kamu akan menemui Tuhanmu. Lalu Dia akan menanyai kamu tentang segala amal perbuatan kamu . Oleh karena itu, janganlah kamu kembali tersesat sesudahku, yaitu sebagian kamu memenggal leher sebagian lainnya. Hendaklah yang hadir ini menyampaikan berita ini kepada yang tidak hadir karena bisa jadi orang yang disampaikan berita kepadanya lebih memahami dari pada orang yang mendengarkannya.” Kemudian beliau bersabda, “Bukankah aku telah menyampaikan (pesan ini)?”. (HR. Imam Muslim)

F.        Refleksi Hadis
Media masa merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang baik.
Salah satu contoh media masa yang dijadikan sebagai media untuk menyebarkan ilmu adalah dengan berbicara atau berceramah dalam suatu majlis. Seperti  yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.  Ketika menyampaikan ceramah-ceramahnya kepada para sahabat. Karena pada zaman Rasulullah belum ada media masa yang berkembang seperti sekarang ini. Rasul menekankan kepada para sahabat untuk selalu memberitahukan apa yang mereka dengar dari Rasul kepada sahabat-sahabat lain yang tidak dapat mendengarnya langsung ajaran-ajaran yang disampaikan Rasul saw.
Dalam perkembangan sekarang ini, media masa sangat membantu para pendidik dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih mudah ditangkap dan diterima peserta didik. Media publik juga merupakan sarana yang efisien dan bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar.

G.    Aspek Tarbawi     
1.      Kewajiban mencari ilmu bagi setiap manusia
2.      Kewajiban menyampaikan ilmu kepada orang lain dengan media masa agar ilmu tersebut bisa dirima dengan baik.
3.      Tujuan dalam penggunaan media masa bukan hanya komersil semata. Akantetapi dengan tujuan menyebarkan ilmu ke kalangan internal.
4.      Menyebarkan ilmu bukan hanya lewat ceramah, menyebarkan ilmu juga bisa lewat media masa. Sehingga ilmu yang disampaikan dapat diterima dengan mudah.
5.      Media adalah alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

































BAB III
PENUTUP

Simpulan
           
Bahwa proses belajar mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu pendidikan, agar dapat memepengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial.
            Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yaitu metode pengajara dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar. Bahwa kedudukan media pengajaran sebagai alat bantu mangajar ada dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.











DAFTAR PUSTAKA

Basyiruddin, Usman . 2002. Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.
Sanjaya, Wina . 2012. Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kustandi, Cecep . 2013. Media Pembelajaran Manual dan Digital, Bogor:Ghalia Indonesia.
Sudjana, Nana 2010. Media Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algasindo.
H. Andreson, Ronal. 1994. Pemilihan dan Pengembanga Media untuk Pembelajaran, Jakrta:PT Raja Grafindo Persada.
















PROFIL PENULIS

Nama                           : Parihun
Tempat Tanggal Lahir : Batang, 17 September 1994
Alamat                        : Ketawang, Ds. Gringging Sari, Wonotunggal Kab. Batang
Jenis Kelamin              : Laki-laki

Riwayat Pendidikan
Ø  SD N Gringging sari
Ø  MTs ASSA’ID Cokro, Blado
Ø  SMA N 1 Bandar
Ø  Dan sekarang masih menempuh pendidkan di STAIN Pekalongan




[1] Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran ,(Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm 11
[2] Wina Sanjaya,  Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm 105-106
[3] Ibib, hlm 107-108
[4] Ibid, hlm 109-112
[5] Cecep Kustandi, Media Pembelajaran Manual dan Digital,( Bogor:Ghalia Indonesia, 2013), hlm 19-20
[6] Wina Sanjaya,  Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm 157
[7] Ibid, hlm 159
[8] Ibid, hlm 162-163
[9] Cecep Kustandi, Media Pembelajaran Manual dan Digital,( Bogor:Ghalia Indonesia, 2013), hlm 41
[10] Wina Sanjaya,  Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm 171-172
[11] Ibid, hlm 182
[12] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algasindo, 2010), hlm 96
[13] Ronal H. Andreson, Pemilihan dan Pengembanga Media untuk Pembelajaran, (Jakrta:PT Raja Grafindo Persada,1994), hlm 161
[14] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algasindo, 2010), hlm 129
[15] Wina Sanjaya,  Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm 193-195
[16] Cecep Kustandi, Media Pembelajaran Manual dan Digital,( Bogor:Ghalia Indonesia, 2013), hlm 68-69

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar