Laman

Minggu, 15 Maret 2015

M - 5 - c: M. KHAFIDZIN

ALQUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN
Mata Kuliah :Hadits Tarbawi II

 

 Kelas M Semester 4
Disusun Oleh :
Muhammad Khafidzin


FAKULTAS TARBIYAH 
PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 
(STAIN) PEKALONGAN
2015



A.      PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Al- Qur’an adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetahuan, sejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah Al-Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengetahuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan, semuanya telah terkafer di dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablum minallah); sesama manusia (Hablum minannas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan sebgaianya.


















B.       PEMBAHASAN
1.      Pengertian Alqur’an dan Ilmu Pengetahuan
Ø  Al Qur’an
Secara Bahasa (Etimologi), Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Secara Syari’at (Terminologi), Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.[1]
Al Qur’an sebagai mu’jizat, mu’jizat artinya sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu adalah di luar kesanggupanya. Mu’jizat ini hanya diberikan kepada nabi-nabi untuk menguatkan kenabian dan kerasulanya dan bahwa agama yang dibawanya bukanlah bikinanya sendiri tetapi benar-benar dari Allah SWT.
Di dalam memberikan definisi kepada Al Qur’an sengaja dicantumkan kata “yang mempunyai mu’jizat”. Karena inilah segi keutamaan Al Qur’an dan bedanya dari kitab-kitab lain yang diturunkan kepada nabi-nabi. Mu’jizatnya itu terletak pada fashahah dan balaghahnya, keindahan susunan dan gaya bahasanya yang tidak ada tara bandinganya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur’an, yang dapat membandingkanya.[2]
Ø  Ilmu Pengetahuan
Ilmu, sains, atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.[3]
2.      Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
Al Qur’an telah menambahkan dimensi baru terhadap studi mengenai fenomena jagad raya dan membantu fikiran manusia melakukan terobosan terhadap batas penghalang dari alam materi. Al Quran menunjukan bahwa materi bukanlah sesuatu yang kotor dan tanpa nilai, karena padanya terdapat tanda-tanda yang membimbing manusia kepada Allah serta kagaiban dan keagungan-Nya. Alam semesta adalah ciptaan Allah dan Al Quran mengajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap keajaiban dan kegaibanya, serta berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah ruah untuk kesejahteraan hidupnya. Jadi Al Quran membawa manusia kepada Allah melalui ciptaan-Nya dan realitas yang konkret yang terdapat di bumi dan di langit. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh. Ilmu pengetahuan, yaitu melakukan observasi lalu menarik hukum-hukum alam berdasarkan observasi dan eksperimen. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat mencapai Yang Maha Pencipta melalui observasi yang teliti dan tepat terhadap hukum-hukum yang mengatur gejala alam, dan Al Quran menunjukan kepada realitas intelektual Yang Maha Besar, yaitu Allah SWT dan ciptaan-Nya.[4]
3.      Hadits Tentang Alqur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan
Ø Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَا النّاَسُ يَخُوضُونَ فِي الآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُ الْمُؤمِنِيْنَ ألاَ تَرَى أَن النَّاَسَ قَدْ خَاضُوا فِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَا إِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَا إنّهاَ سَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَا المَخْرَجُ مِنْهَا يَا رَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُ ماَ كَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرَ مَا بَعْدَكُم وَ حُكَمَ مَا بَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَ حَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَ الِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَ اَّدِلَاء تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُ وَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُ وَلاَ يَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُ وَلاَ يَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِ الرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ هُوَ الَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْ سَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْانَا عَجَبَا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَ وَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَا إِلَيْكَ يَا آَعْوَرُ.}  قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِفُهُ إلاَّ مِنْ هَذَا الوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَالٌ  (رواه الترمذي فى الجامع,كتاب فضائل القران عن رسول الله,باب ما جاء فى فضل القرآن)

Di riwayatkan dari Al Harits, Beliau Berkata “ Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar, lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mu’minun tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya ataukah mereka benar-benar meengerjakannya, aku menjawab Ya. Beliau berkata,”ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “ Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali) bertanya : apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah?. Beliau bersabda Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan Kitabullah adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil bukan senda gurau. Barang siapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang  angkuh atau sombong maka Allah akan membinasakannya dan barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan, tidak membuat para ulama merasa puas , tidak usang sebab banyak di ulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya sehingga mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya “. Barang siapa berbicara dengannya (Kitab Allah) maka dia telah berkata jujur. Barang mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barang siapa menghukumi dengannya maka dia telah berbuat adil. Barang siapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadist ini adalah Hadist ghorib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadistnya Hamzah Al Zayyat mata rantai hadistnya tidak diketahui dan dalam hadistnya Al-Hadist terdapat komentar. (HR. At-Tirmidzi)

4.      Refleksi Hadits dalam kehidupan
Banyak sekali dari ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan, tidak hanya masalah ibadah yang berkaitan manusia dengan tuhan, namun juga tentang masalah alam semesta meliputi ilmu-ilmu sains, astronomi, sosial dan sebagainya. Yang dewasa ini digadang-gadang sebagai penemuan yang luar biasa oleh bangsa barat, ternyata semua temuan atau teori itu telah tersaji rapi di dalam Al Qur’an. Sebagai contoh dalam ayat berikut :
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS AL ANBIYA ayat 30)

Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas.


5.      Aspek Tarbawi
Dalam kandungan hadits di atas dapat kita jadikan pelajaran bersama, salah satu mukjizat terbesar Rasulullah yaitu Al Quran rupanya telah benar terbukti menjadi sumber segala ilmu pengetahuan sekaligus mukjizat terbesar bagi umat manusia sepanjang masa. Dari ayat-ayat al Qur’an yang setelah dikaji kandungan isinya oleh para ilmuwan, memunculkan teori-teori baru. Sangat besar kemungkinannya juga bahwa di masa yang akan datang akan muncul lagi ilmu pengetahuan yang baru dimana ilmu tersebut telah lebih dahulu tersaji dengan sistematis dalam ayat-ayat Al Quran karena kebesaran Allah SWT. 


C.  PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Afzalur Rahman, Al Quran sumber ilmu pengetahuan, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000)
Drs. Zainal Abidin S, seluk beluk Al Qur’an, ( Jakarta : PT. RINEKA CIPTA 1992 ),
Id.wikipedia.org/wiki/ilmu



TENTANG PENULIS

Muhammad Khafidzin lahir 21 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 februari 1994, dilahirkan di sebuah desa kecil di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Desa Ngalian kec. Tirto Kab. Pekalongan. Lahir di lingkungan keluarga atau masyarakat yang harmonis, sehari-hari berkecimpung dengan kegiatan agamis.
siBhe atau Zibie panggilan akrap penulis di kalangan teman-temanya, memulai pendidikan formalnya di TK Muslimat NU dan dilanjutkan ke MI Salafiyah Desa Ngalian, setelah menyelesaikan pendidikan di MI Salafiyah Ngalian pada tahun 2006, penulis melanjutkan pendidikanya ke MTs Nu Tirto, lulus tahun 2009 dan melanjutkan pendidikanya ke SMA N 1 Bojong lulus pada tahun 2012. Dan sekarang penulis sedang melanjutkan studinya S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAIN ) Pekalongan.




[1] https://hikmatun.wordpress.com/2007/01/03/pengertian-al-quran/
[2] Drs. Zainal Abidin S, seluk beluk Al Qur’an, ( Jakarta : PT. RINEKA CIPTA 1992 ), hal. 99-100
[3] Id.wikipedia.org/wiki/ilmu
[4] Afzalur Rahman, Al Quran sumber ilmu pengetahuan, ( Jakarta :PT Rineka Cipta, 2000 ), hal 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar