Laman

Senin, 04 April 2016

HT M 7 b "BAHASA MANUSIA DI DUNIA"



HADITS TARBAWI
"BAHASA MANUSIA DI DUNIA"


Fatminatul Istiyani
Nim: 2021214460
Kelas   : M

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Pekalongan
2016



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Hadits Tarbawi II yang membahas tentang “Bahasa Manusia di Dunia” tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadits Tarbawi II, juga agar pembaca dapat mengetahui dan menjelaskan mengenai Bahasa Manusia di Dunia tersebut.
Penulis berharap informasi yang ada dalam makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis serta bagi pembaca. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta mendukung penyelesaian makalah ini. terutama bpak dosen pengampu, Bapak Gufron Dimyati yang telah memberikan tugas ini, yang menjadikan penulis semangat karena merasa bertangguang jawab dalam menyusun makalah ini. Penulis menyadari pada makalah ini masih banyak kekurangan, karena “tak ada gading yang tak retak”. Oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi penyempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Pekalongan, 24 Maret 2016

Fatminatul Istiyani









BAB I
A.    Latar Belakang Masalah.
Sejak zaman dahulu, Bahasa merupakan salah satu aspek yang tidak dapat Pisiahkan dari seluruh kehidupan umat Manusia. Oleh karena itu Bahasa sampai saat ini merupakan salah satu persoalan yang sering muncul dan dicari jawabanya. Mulai dari pertanyaan “apa itu Bahasa?”  sampai dengan “ apa manfaat dari berbahasa?”.
  Bahasa sering hadir dan di hadirkan. Ia berada dalam diri Manusia, dalam alam, dalam sejarah, dalam wahyu Tuhan. Ia hadir karena karunia Tuhan. Tuhan sendiri menampakan diri pada Manusia melalui bahasa-Nya, yaitu alam dan Kitab suci (ayat kauniyah dan  wahyu).
Allah sendiri telah mengajarkan Manusia berbahasa, yaitu, Nabi Adam ketika disurga telah di perkenalkan nama-nama yang ada di surga. Allah juga memerintahkan Manusia untuk mempelajari Mahasa, yaitu dalam firmanya Q.S Al- Alaq ayat 1-5. Selain itu, dalam Hadis yang di riwayatkan oleh Tirmidzi, bahwa Rosulullah SAW,  memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk mempelajari Bahasa yang ada dalam kitab orang Yahudi. Hal ini secara tidak langsung, Rosul juga memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk mempelajari bahasa (bahasa duni/ bahasa negara lain) agar kita mampu memahami Bangsa lain, terutama yang berhubungan dengan Bangsa kita. Hingga memudahkan kita dalam berinteraksi dengan mereka.







BAB II
BAHASA MANUSIA DI DUNIA
A.    Pengertian.
Didalam Kamus Bahasa Indonesia, kata bahasa berarti 1. Sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenag-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan peraaan dan pikiran; 2. Perkataan-perkatan yang di pakai oleh suatu bangsa; 3. Percakapan yang baik. Sedangkan menurut Bloch dan Trager, bahasa adalah suatu sitem simbol-simbol bunyi yang arbriter yang di pergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Karena bahasa merupkan sistem simbol maka yang memiliki bahasa tidak hanya manusi. Tuhan, Malaikat, Jin, binatang juga memiliki bahasa yang tentunya berbeda dengan Bahasa Manusi. Seperti yang Telah di paparkan dalam Al-Quran dialog antara malaikat dengan Tuhan (Q.S. Al- Baqarah: 30). Dalam dunia binatang, Bahasa di gunakan sewaktu mengadakan hubungan, membutuhkan perlindungan, perkelahian, dan sewaktu membutuhkan makanan.  Berbeda dengan Bahasa Manusi yang melibatkan pemikiran dan kesadaran, Bahasa binatang bersifat fisis.
Salah satu aspek terpenting dari sebuah Bahasa adalah aspek fungsi. Fungsi utama Bahsa bagi Manusia adalah sebagai alat komunikasi. Istilah komunikasi mencakup makna mengerti dan berbicara, mendengar dan merespon suatu tindakan.
Apabila di kaitkan dengan aspek makna, Bahasa Manusi memiliki ciri khusus yang membedakan dengan Bahasa binatang, atau mahluk lain; diantanya yaitu:
1.      Bersifat tetap dan memiliki kriteria tertentu.
2.      Memiliki hubungan timbal balik.
3.      Menggunakan kriteria prakmatik, berkaitan dengan bunyi-bunyian.
4.      Mengandung kriteria semantis.
5.      Memiliki kritera sintaksis.
6.      Audivisual.
7.      Memiliki kriteria kombinasi dan bersifat produktif.
8.      Bersifat arbiter.
9.      Transmisi budaya
10.  Bahasa itu dapat di pelajari.[1]
B.     Ayat pendukung.
Nikmat yang pling besar yang Allah berikan kepada manusia sekaligus yang membedakan Manusia dengan Binatang adalah kemampuan mempelajari Bahasa. Bahasa memiliki tingkat urgensi yang tinggi dalam kehidupan Manusia serta membuat manusia mampu menghadapi kemajuan yang berkesinambungan dalam belajar dan berpikir. dengan kebijaksanaan serta kasih sayang-Nya, Allah telah mengajarkan kepada Adam a.s nama-nama segala sesuatu “ dan dia mengajarkan kepada Adam seluruh nama-nama, kemudian Dia mengemukakan kepada para Malaikat..........” ( Q. S. Al- Baqarah: 31).
Untuk menyebut pentingnya belajar Bahasa dalam kehidupan Manusia. Allah menurunkan ayat pertama dalam Al-quran yang mendorong Manusia untuk membaca. “ bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telaj menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dai segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu yang maha pemurah dia yang telah mengajari manusia apa yang tidak dia ketahui...” (Al - Alaq: 1-5). Ayat itu juga menunjukan karunia Allah SWT kepada Manusia sebab ia dapat menemukan kemampuan belajar Bahasa. selain itu, Manusia juga dapat mempelajari baca tulis, ilmu pengetahuan, keterampilan yang beragam petunjuk dan keimanan, serta hal yang sebelumnya tidak di ketahui oleh manuasia.[2]
C.     Teori Pengembangan.
Telah di jelaskan dimuka, bahwa  bahasa merupakan perkataan perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, daerah, negara, dsb).[3] Di dunia ini Manusia hidup berbangsa-bangsa, tergolong dalam  Benua yang berbed, hidup dalam ras, suku, yang berbeda. maka jelas,  bahasa digunakan oleh orang di suatu daerah/ Bangsa  yang ada di dunia memiliki perbedaan memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa Bahasa yang ada di dunia ini, diantaranya adalah bahasa Inggris, Bahasa Mandari, Bahasa Brab, Bahasa Indonesia. bahkan, di indonesia yang merupakan negara kepulauan, dari sabang sampai merauke, memiliki bahasa Daerah yang berbeda beda di seiap Daerah yang ada.
Identitas individu dapat mudah di ketahui dari warna Bahasa dan cara berbahasa atau ideoleknya. Perangi seseorang dengan demikian juga mudah di kenali dari ciri khas kebahasaan yang di milikinya. Dengan demikian dialek Bahasa juga dapat dapat digunakan sebagai indikator identitas pemiliknya. [4]
D.    Aplikasi hadis dalam kehidupan.
Seiring dengan perkembangan zaman, Sekat pembatas antara bangsa- bangsa, negara- negara, bahkan antar benua mulai terkikis bahkan hilang karena perkembangan teknologi. Kebutuhan akan barang dan jasa pun akan semakin meningkat. Dengan demikian kebutuhan akan barang dan jasa dari negara tetangga angat mutlak di perlukan. Dari siani peranan Bahasa di perlukan. Individu perlu memiliki keterampilan dalam berbahasa demi kelangsungan hidup serta perkembngan lingkunganya. Maka perlulah bagi setiap individu untuk belajar Bahasa Dunia.
Dalam duni pendidikan, bahasa sangat dibutuhkan guna memperkaya pengetahuan. Menengok sejarah pada masa islam menduduki masa keemasa di bidang pendidikan, ilmuan- ilmuan islam mempelajari bahasa yunani untuk memahami karya-karya filsuf-filsuf yunani terdahulu yang karya tersebut hampir punah. Dari situ, ilmuan Islam melakukan penelitian akan kebenaran teori yang di ciptakan oleh filsof Yunai, seperti Plato, Socrates, dan filsof lain, hingga menemukan kebenaran akan teori yang telah ada bahkan menemukan teori yang lebih nyata karena telah dibuktikan dengan penelitian ilmiah serta merujuk pada kebenaran ayat Al-qur’an. Kembali ke abat 21, kejayaan pendidian di pegang oleh bangsa Eropa, hal ini perlu lah bagi kita untuk mempelajari Bahasa yang di gunakan oleh Bangsa Eropa guna memahami serta mengembangkan keilmuan yang di miliki Eropa.
E.     Nilai Tarbawi.
Nilai tarbawi (pendidikan) dari hadis bahasa-bahasa Mnausia di dunia adalah sebagai berikut:
1.      Bahasa suatau anugrah yang di berikan oleh Allah kepada manusi untuk di syukuri.
2.      Dengan bahasa manusisia mamp mengenali lingkungan sekitarnya, hingga mempermudah dalam proses belajarnya.
3.      Dengan mempelajari bahasa dunia, kita dapat lebih mudah memhami ilmu-ilmu yang ada di dunia ini.
4.      Memahami bahasa memudahkan seseorang dalam berinteraksi dengan sesamanya.
5.      Dengan bahasa manusia mampu melakukan hubung dengan bangsa lain, terutama dalam proses belajar mengajar.



Hadis 39: bahasa anusia di dunia
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَا بِتٍ قَالَ: } اَمَرَنِيْ رَسُوْلُ الله ص.م. اَنْ اَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابٍ يَهُوْدَ قَالَ اِنِّي وَالله مَااَمَنُ يَهُوْدَ عَلَى كِتَابِيْ قَالَ فَمَا مَرَّبِى نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ اِذَا كَتَبَ اِلَى يَهُوْدَ كَتَبْتُ اِلَيْهِمْ وَاِذَا كَتَبُوْا اِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ  { قَالَ اَبُوا عِيسَى هَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَقَدْ رُوِي مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَوَاهُ الأَعْمَشُ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ الأَنْصَارِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ } اَمَرَنِيْ رَسُوْلُ الله ص.م. اَنْ اَتَعَلَّمَ السُرْيَانِيَّةَ  { رواه الترمذي فى الجامع, كتاب الاِستئذان والأداب عن رَسُوْلُ الله ص.م., باب ما جاء فى تعلم السريانية            (
Artinya:
“Dari Zaid Bin Tsabit berkata : Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk mempelajari beberapa kalimat dari kitabnya orang Yahudi, beliau bersabda: Sesungguhnya demi Allah aku tidak merasa aman kepada orang Yahudi terhadap suratku, Zaid berkata maka tidak lebih dari setengah bulan aku belajar hingga aku selesai mempelajarinya untuk beliau. Zaid berkata maka setelah aku mempelajari kitabnya orang Yahudi, apabila Rasulullah berkirim surat kepada orang Yahudi, maka aku yang menuliskannya kepada mereka, dan apabila mereka berkirim surat kepada Rasulullah, maka aku yang membacakan untuk Rasullullah.” (HR. At-Tirmidzi)







BAB III
SIMPULAN
Manusia sebagai mahluk yang di bekali otak yang dpat digunakan untuk berpikir oleh Allah SWT mampu mempelajari berbagai ilmu. Dengan kemampuan itu menjadikan manusia satusatunya mahluk allah yang mampu mempelajari serta memiliki bahasa yang mereka gunakan untuk beinteraksi dengan sesamnya. Manusia yang tenggal di duni yang sangat luas ini dengan terpisah pisah oleh pulau dan benua menjadikan manusi memiliki ragam bahasa yang mereka gunakan untuk berinteraksi dengan sesmanya. Dengan mempelajari bahsa yang ada di dunia ini, maka manusia mampu memahami maksud dari manusia yaang lain di belahan duni yang berbeda. Manusia juga dapat berinteraksi dengan manusi di seluruh dunia, hingga memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Lebih dari itu, dengan mempelajari bahasa manusia dapat dengan mudah memahami serta mengembangkn ilmu pengetahuan yang ada diseluruh dunia ini.









Profil Penulis
Fatminatul Istiyani
 
Fatminatul Istiyani lahir di Pekalongan, Jawa Tengah 19 juni 1996 dari pasangan Bapak Matalab dan Ibu Isfa’iyah. Ia adalah anak terakhir dari 6 bersaudara. Tinggal di desa Pucung Kecamatan Tirto, Pekalongan. Sebuah Desa kecil yang tenang, asri, namun tetap mengikuti perkembangan zaman. riwayat pendidikanya mulai dari RA sampai MIS ia selesaikan di Desa Pucung. Kemudia ia melanjutkan sekolahnya di MTS Istifa’iyah Nahdhiya, Banyurip Ageng. Kemudian ia melanjutkan sekolah di MAS Simbang Kulon, Buaran Pekalongan. Dan sekarang iya masih belajaran di STAIN Pekalongan semester 4.
Semangatnya yang begitu tinggi membuatnya pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Selain belajar di lembaga pendidikan formal, ia ikut beljar di ponpes Al- Mahfudz, Pucung dengan mengkaji kitap kitab klasik. Ia juga aktif di organisasi kepemudaan, yaitu IPPNU. moto hidupnya adalah “Belajar, Berjuang dan Bertaqwa serta Belajar Ikhlas”. Semboyan itu yang terus ia ingat dan mencoba praktikan dalam hidupnya.





Daftar Pustaka
Hidayat, Asep, Ahmad. 2009.Filsafat Bahasa, Mengungkap Hakikat makna Dan   Tanda,Bandung : RemajaRosda Karta.
Najati, Muhammad, Utsman,. 2005. Psikologi dalm Al-Qur’an, Terapi Quran        dalam menyembuhkan Gangguan Jiwa. Bandung: Pustaka Setia.
Rahardi, Kunjana. 2006. Dimens i- Dimensi Kebahasaan. Jakarta : Penerbit            Erlangga


[1] Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa, Mengungkap Hakikat akna Dan Tanda, (Remaja Rosda Karta: Bandung, 2009, cetakan ke-2), hal: 21- 27.
[2]Muhammad Utsman Najati, Psikologi dalm Al-Qur’an, Terapi Quran dalam menyembuhkan Gangguan Jiwa, (Bandung: pustaka Setia, 2005), hal: 252-256.
[3]Asep Ahmad Hidayat: loc cit, hal.22
[4]Kunjana Rahardi, dimensi- Dimensi Kebahasaan, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006), hal: 11.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar