Laman

Minggu, 23 Oktober 2011

SBM (5) Kelas B

 
METODE-METODE BELAJAR MENGAJAR
Disusun guna memahami :
Mata kuliah : Straregi Belajar Mengajar
Dosen penngampu : Ghufron Dimyati, M.Ag
 
 
 
 
Kelompok 5:              
 
Umul Maghfirah 202109029
Tri wihartati 202109031
Naelul Mabruroh 202109032
Puji Utami 202109033
 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN

                               TARBIYAH

 
 
BAB 1
PENDAHULUAN
            Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara gurru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, di arahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran yang dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secaraa sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
seorang guru wajib membuat rancangan pembelajaran sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam rancangan pembelajaran tersebut terdapat komponen-komponen seperti tujuan (kompetensi), materi, strategi pembelajaran , termasuk didalamnya metode dan media pembelajaran.
Metode pembelajaran itu banyak jenisnya. Guru tidak cukup hanya memberikan ceramah saja di depan kelas. Hal ini tidak berarti bahwa metode ceramah itu tidak baik, melainkan pada suatu saat peserta didik akan bosan bila guru berbicara terus, sedangkan peserta didik hanya duduk diam mendengarkan. Oleh karena itu, guru perlu menguasai berbagai jenis metode pembelajaran. Dismping itu, guru harus memperhatikan bahwa tiap metode mempunyai karakteistik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Ada beberapa macam metode pembelajaran yang banyak digunakan di dalam kelas. Dalam garis besarnya, metode diklasifikasikan menjadi dua yaitu metode konvensional dan metode inkonvensional, yang aan diuraikan pada makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Belajar Mengajar
       Metode berasal dari bahasa greek yunani yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara.
     Jadi metode adalah jalan atau cara yang ditempuh seorang guru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan pada anak didiknya sehingga dapat mencapai tujuan tertentu.[1]
       Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang sikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok/klasikan, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.[2]
       Metode merupakan bagian dari komponen pelajaran yang mendudukiposisi penting selaintujuan, guru, peserta didik,media, lingkungan dan evaluasi. Dengan kata lain proses pembelajaran dapat dikatakan sulit mencapai hasil manakala pendidik tidak menggunakan metode yang tepat sesuai dengan karakteristik bidanng studi masing-masing.[3]
B. keduduukan Metode Belajar Mengajar
       Suatu metode memiliki peran yang sangat penting dalam pross belajar mengajar. Metode turut menentukan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran sehingga seorang pendidik dituntut untuk mengetahui dan memahami kedudukan metode dalam kegiatan belajar mengajar.
       Dari hasil analisis yang dilakukan, lahirlah pemahaman tentang kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran, dan sebagai alat untuk mencapai  tujuan.
1.      Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik menurut Sardiman AM. Segaimana yang dikutip oleh Syaiful Bahri dan Aswan Zein adalah motif-motif yang aktif berfungsinya, karena dengan perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang daapat membangkitkan belajar seseorang.[4]
2.      Metode sebagai strstegi pengajaran
Dalam kegiataan belajar mengajar, tidak semua peserta didik  mampu berkonsentrasi dalam waktu relatif  lama. Daya serap peserta didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat , sedang dan lambat. Faktor intelegensi mempengaruhi daya serap peserta didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh pendidik. Cepat lambatnya penerimaan peserta terhadap bahan pelajaran yang diberikan menghendaki pemberian waktu yang bervariasi, sehingga penguasaan penuh dapat tercapai.
Salah satu langkah untuk memiliki strategi yang efektif adalah pendidik harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut  mengajar.[5]
3.      Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan
Tujuan dari belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponen-komponen lainnya tidak diperlukan . salah satunya adalah komponen metode. Metode adalah alah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Antara metode dan tujuan jangan bertolak belakang. Artinya, metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajeran – bila tidak, maka akan sia-sialah perumusan tujuan tersebut.[6]
C. Syarat-syarat Penggunaan Metode Belajar Mengajar
Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat :
1.      membangkitkan motiv, minat, atau gairah beajar siswa
2.      menjamin perkembangan kegitan kepribadian siswa
3.      memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya
4.      merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi (pmbaharuan)
5.      mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara mempperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi
6.      mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya denngan pengalman atau situasi yang nyata dan bertujuan
7.      menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.[7]
D. Macam-macam Metode Mengajar
       Dalam garis besarnya metode diklasifikasikan menjadi dua yaitu konvensional dan inkonvensional.
1.      Metode belajar mengajar konvensional (tradisional)
a.      Metode pembiasaan
Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Metode pembiasaanhendaknya diterapkan pada peserta didik sedini mungkin sebab ia memiliki daya ingat yang kuat  dan sikap yang belum matang, sehingga mudah mengikuti, meniru dan membiasakan aktifitasnya dalam kehidupan ssehari-hari. Dengan demikian, metode pengajaran pembiasaan ini merupakan cara yang efektif dan efisien dalam menanamkan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik dengan sendirinya.
Kelebihan metode pengajaran pembiasaan adalah mengemat tenaga dan waktu, karena terkait dengan aspek batiniyah, lahiriyah, yaitu metode   yang di anggap paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik. Adapun kekurangan metode  ini adalah membutuhkan guru yang dapat dijadikan teladan dalam menanamkan nilai–nilai kepribadian kepada anak didik. 
b.      Metode keteladan
Metode ini digunakan untuk mewujudkan tujuan pengajaran dengan memberi keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental, dan kepribadianya secara benar.
Kelebihan metode ini diantaranya :
·      Peserta didik lebih mudah menerapkan ilmu yang di pelajari di sekolah
·      Guru lebih mudah mengevaluasi hasil belajar
·      Tujuan pendidikan lebih terarah dengan baik
·      Terciptanya hubungan baik antara siswa dan guru
·      Mendorong guru untuk selalu berbuat baik karena dicontoh oleh siswanya
   Sedangkan kekurangan metode ini adalah adalah adanya guru yang tidak memenuhi kode etik keguruan.
c.    Metode penghargaan
Metode ini mengedepankan kegembiraan dan positif thingking, yaitu memberikan hadiah pada anak didik, baik yang berprestasi akademik maupun yang berperilaku baik.
Kelebihan metode ini adalah mampu menciptakan kompetensi obyekif peserta didik untuk melakukan hal-hak positifdan progresif,serta dapat menjadi motivasi siswa lainya untuk belajar lebih giat lagi.
Sedangkan kekuranganya adalah manakala guru berlebihan dalam melaksanakanya,sehingga mengakibatkan siswa menjadi sombong  lebih tinggi dari teman-temanya.
d.   Metode hukuman
Metode ini merupakan lawan dari metode pemberian hadiah.
Kelebihan metode ini adalah untik memperbaiki kesalahan siswa sehingga tidak mengulangi lagi. Metode ini diterapkan agar siswa menghormati guru dan juga dirnya sendiri.
Kelemahan metode ini adalah  mengurangi keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat dan berbuat.[8]
e.    Metode ceramah
Metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.[9]
Kelebihan :
·      Guru mudah menguasai kelas
·      Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
·      Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
·      Mudah mempersiapkan dan melaksanakanya
·      Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
Kekurangan :
·      Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
·      Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar menerimanya
·      Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan
·      Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnyaini sukar sekali
·      Menyebabkan siswa menjadi pasif.[10]
f.     Metode latihan
   Disebut juga metode training,yaitu suatu cara belajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasan tertentu.
      Kelebihan metode ini :
·  Dapat mempero kecakapan motoris .
·  Dapat memperoleh kecakapan mental.
·  Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode ini :
·  Menghambat bakat dan insiatif dan bakat anak didik.
·  Menimbulkan penyesuaian secaa statis kepada lingkungan.
·  Kadang-kadang laihan yang diaksanakan secara berulang-ulang meerupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.[11]
·       Waktu terbuang jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan.
g.   Metode bercerita
Suatu cara mengajar metode  dengan bercerita. pada hakikatnya sama dengan metode ceramah.
Kelebihan metode bercerita :
·      Guru mudah menguasai kelas
·      Guru dapat meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang relatif lama
·      Mudah menyiapkannya
·      Dapat diikuti pesrta didik dalam jumlah yang banyak
·      Guru mudah melaksanakanya
Kekurangan metode bercerita :
·      Anak didik terkadang  tebuai dengan jalanya cerita, sehingga tidak dapat mengambil intisarinya
·      Hanya guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat
·      Menyebabkan anak didik pasif karena guru yang aktif
·      Anak didik lebih cenderung hafal isi cerita dari pada sari  cerita yang dituturkan. [12]
h.      Metode Tanya Jawab
Metode yang cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh  anak didik.
Kelebihan metode tanya jawab :
·      Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa,meskipun sedang ribut atau mengantuk
·      Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangikan daya   pikir, termasuk daya ingatan
·      Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat
Kekurangan metode tanya jawab :
·       Siswa menjadi takut , jika guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani,yaitu dengan menciptakan suasana yang   akrab.
·       Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.
·       Waktu terbuang jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan.
·       Waktu untuk memberikan pertanyaan kepada siswa  tidak cukup.[13]
i.        Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya maupun tiruan yang sering disertai dngan penjelasan lisan.
Kelebihan :
·        Dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit
·        Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
·        Proses pengajaran lebih menarik
·        Siswa dirangsang untuk aktiif mengamati, menyesuaikan  antara teori dengan kenyataan , dan mencoba melakukanya sendiri
Kekurangan :
·        Fasilitas yang memadai
·        memerlukan waktu yang cukup panjang.[14]
j.        Metode karyawisata
Metode karya wisata adalah suatu cara  penguasaan bahan pelajaran oleh para anak didik denga jalan membawa mereka langsung ke obyek  yang terdapat di luar kelas atau lingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau mengalami secara langsung.Metode ini juga berfungsi memberikan hiburan kepada anak didik.
Kelebihan :
·        Memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
·        Pengajaran lebih merangsang kreativitas anak
Kekurangan :
·        Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
·        Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
·        Pengawasan ketat
·        Biaya cukup mahal
·        Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah.[15]
k.      Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara  penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa dihadapkan kepda suatu masalah yang biasa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis atau dibahas dan dipecahkan bersama.
Kebaikan :
·      Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide
·      Mengembamgkan sikap menghargai pendapat orang lain
·      Memperluas wawasan
·      Membina untuk terbiasa musyawarah
Kekurangan :
l.        Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah metode pengambilan kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode eksperimen diharapkan anak didik tidak percaya begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan.
Kelebihan :
·      kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
·      dapat mengembangkan sikap untuk menjelajahi iptek
Kekurangan :
·        kesempatan mengadakan eksperimen sedikit
·        butuh waktu lama
·        sesuai untuk menyajikan bidang-bidang iptek.[16]
m.   Metode proyek
Metode proyek atau unit adalah cara penyajian palajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahan secara kesekuruhan dan bermakna.
Kelebihan :
·      Memperluas pemikiran siswa
·      Dapat meneraokan engetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
Kekurangan :
·        Pemilihan topik unit yang tepat dengan kebutuhan siswa
·        Bahn pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.[17]
n.      Metode Tugas dan Resitasi
Metode tugas dan resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
Kelebihan :
·      Lebih merangsang siswa untuk belajar
·      Dapt mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
·      Dapt membina tanggung jawab dan disiplin siswa
Kekurangan :
·      Siswa sulit dikontrol
·      Tugas kelompok dikerjakan oleh anggota tertentu saja
·      Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu
·      Sering memberikan tugas yang monoton
o.      Metode problem solving
Metode problem solving bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebsb dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lain yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
Kelebihan :
·      Dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil
·      Merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh
Kekurangan :
·      Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitanya sesuai dengan tingkat berpikir siswa
·      Memerlukan waktu cukup lama
·      Menngubah kebiasaan belajar siswa dengan mendengarkan
p.      Metode Sosiodrama
Metode sosiodrama dan roll playing dapat di artikan sama artinya, dalam pemakaian sering di silih gantikan. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisikan tingkah laku dalam hubungan dengan masalah sosial.
Kelebihan :
·      Tumbuhnya bibit seni drama dari sekolah
·      Kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan
·      Kebiasaan menerima dan membagi tamggung jawab dengan sesamanya
·      Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahsa yang baik agar mudah dipahami orang lain
Kekurangan :
·      Anak-anak yang tidak ikut bemain, mreka kurang kreatif
·      Memakan waktu lama
·      Memerlukan tempat yang luas
·      Kelas ain merasa terganggu.[18]
2.      Metode belajar mengajar inkonvensional
Metode belajar inkonvensional adalah suatu metode mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
a.      Metode pengajaran modul
Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang di susun secara sistematis, operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru.
b.      Metode pengajaran berprogram
Metode pengajaran berprogram adalah metode pengajaran yang memungkinkan siswa untuk mempelajari materi tertentu, terbagi atas bagian-bagian kecil yang dirangkaikan secara berurutan untuk mencapai tujuan tertentu pula.
c.       Metode pengajaran unit
          Metode ini juga disebut metode proyek memberi makna bahwa metode pengajaran unit adalah suatu sistem pengajaran yang berpusat pada suatu masalah dan dipecahkan secara keseluruhan sehingga mempunyai arti. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode ini mempunyai kriteria: adanya tujuan yang luas dan menyeluruh, perencanaan bersama, berpusat pada suatu masalah dan berpusat pada siswa.
d.      Metode CBSA (cara belajar siswa aktif)
Metode CBSA adalah metode pengajaran yang menuntut keaktifan dan partisipasi subjek didik seoptimal mungkin sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih afektif dan efisien.
e.       Metode KBK (kurikulum berbasis kompetensi)
KBK adalah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dan setandar performance tertentu (kompetensi). Sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
f.        Metode KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan)
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan, terdiri dari guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan pendidikan.

KESIMPULAN
            Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa berbagai jens metode pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru. Sebaiknya guru tidak hanya menerapkan satu metode saja, selain peserta didik menjadi bosan, juga kelemahan dalam satu metode dapat ditutup dengan kelebihan metode yang lain.
            Metode belajar mengajar dibagi menjadi dua yaitu, yang pertama, metode belajar mengajar konvensional diantaranya metode pembiasaan, metode keteladanan, metode penghargaan, metode hukuman, metode ceramah, metode latihan, metode bercerita tanya jawab, metode demonstrasi, metode karya wisata, metode eksperimen, metode  problem solving, metode sosio drama. Yang kedua, metode belajar inkonvensional diantaranya, metode pengajaran modul, metode pengajaran berprogram, metode pengajaran unit, metode pengajaran CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), metode pengajaran KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), metode pengajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
            Masing-masing metode diuraikan kelebihan dan kelemahanya, serta penggunaanya dalam pembelajran. Dengan dmikian, guru dapat memilih metode-metde mana yang cocok untuk pembelajran tertentu dan bagaimana cara penggunaanya.

DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri, M.Pd, Teknologi Pembelajaran, Solo: UNS Press, 2009.
Syaiful Bahri Djamarah dan Drs Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Mustakim, Zaenal M.Ag. Strategi & metode pembelajaran jild 1, Pekalongan: STAIN Press, 2009.


[1] Zaenal mustakim, Strategi & metode pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press,2009), hlm. 112
[2] Abu ahmadi, Srategi Belajar Mengajar. (Bandung: CV Pustaka, 1997), hlm. 52
[3] Thoifuri, Menjadi Guru Inisiator, (Semarang : Media Group), hlm. 55-57
[4] Syaful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Edisi Revisi (Jakarta: Rineka Cipta,2006), h. 72-73
[5] Zaenal mustakim, Op.cit., h. 114-115
[6] Ibid., h. 115
[7] Abu ahmadi, Op. Cit., hlm. 53
[8] Thoifuri, op. Cit., h. 59
[9] Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 97
[10]  Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 97-98
[11] Syaiful bahri Djamarah, Guru dan Anak Didikdalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), h. 204
[12] Ibid., h. 204-205
[13]  Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 95
[14]  E. Mulyasa, op. Cit., h. 107-108
[15]  Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 203
[16]  Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 196-197
[17] Syaiiful Bahri Djamarah dan Awan Zain, Op. Cit.  h. 83-84
[18]  Ibid., h. 88-90

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar