Laman

1111

Rabu, 29 Februari 2012

Kelas C, A. Khairuddin, makalah 3 : MEDIA PUBLIK UNTUK MENYEBARKAN ILMU KE KALANGAN INTERNAL

MEMANFAATKAN MEDIA PUBLIK UNTUK MENYEBARKAN ILMU KE KALANGAN INTERNAL
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah  : Hadits tarbawi 2
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron ,M.S.I.




Disusun oleh :
NAMA : AHMAD KHAIRUDIN
NIM : 2021110098
KELAS : C


 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2011/2012

PENDAHULUAN
        Media sejak zaman dahulu sangat penting fungsi dan peranannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sarana informasi dll. Media adalah sarana yang baik dalam penyebaran ilmu.
Pada saat sekarang ini sangat banyak media yang mampu dimanfaatkan sebagai sarana dalam mencari ilmu. Tidak jarang orang-orang terkenal kepandaiannya pada zaman sekarang tidak jauh dari media. Karena tidak jarang pula media digunakan sebagai cara yang cukup ampuh untuk berdakwah.
    














PEMBAHASAN
A. Teks Hadits
حَدِيثُ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ ذَا الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ الْبَلْدَةَ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ يَوْمٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ فَلَا تَرْجِعُنَّ بَعْدِي كُفَّارًا أَوْ ضُلَّالًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلَا لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ يَكُونُ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ
988 Diriwayatkandari Abu Bakrahradhiyallahu ‘anhudariNabishallallahu ‘alaihiwasallam  sesungguhnya beliau telahbersabda: “Sesungguhnya zaman ituakan terus berlalu sebagaimana saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas Dzulqa’idah, Dzulhijjah dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan Mudhar (nama satu kabilah) yang terletak antara Jumadilakhir dan Sya’ban. Kemudian beliau bertanya: Bulan apakah ini?
Kami menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.
Sejenak beliau hanya diam saja. Sehingga kami menyangka bahawa beliau akan menyebutnya dengan nama lain.
Beliau bertanya: Bukankah ia bulan Dzulhijjah؟
Kami menjawab: Benar.
Beliau bertanya lagi: Negeri apakah ini؟
Kami menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.
Sejenak beliau hanya diam saja. Sehingga kami menyangka bahwa beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain.
Beliau bersabda: Bukankah ia negeri Baldah؟
Kami menjawab: Benar.
Beliau bertanya: Hari apa kah ini؟
Kami menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.
Sejenak beliau diam saja. Sehingga kami menyangka bahwa beliau akan menyebutnya dengan nama lain.
Beliau s.a.w bersabda lagi: Tidakkah itu hari an-Nahr (hari raya qurban)?
Kami menjawab: Benar, wahai Rasulullah.
Lalu beliau bersabda: Sesungguhnya darahmu, harta bendamu (kata Muhammad, aku menyangka beliau bersabda pula) dan kehormatanmu adalah haram/ dimuliakan-dilindungi atas dirimu, seperti haramnya/ mulianya-dilindunginya harimu yang sekarang ini, di negerimu ini dan di bulanmu ini. Kamu akan bertemu dengan Tuhanmu. Dia akan bertanya kepadamu mengenai semua amalan kamu. Maka selepasku nanti janganlah kamu kembali kepada kekufuran atau kesesatan, di mana kamu akan berkelahi antara satu sama lain. Ingat, hendaklah orang yang hadir pada saat ini mesti menyampaikan kepada orang yang tidak ada pada waktu ini. Boleh jadi sebahagian dari mereka yang mendengar dari mulut orang kedua lebih dapat menjaga daripada orang yang mendengarnya secara langsung. Kemudian beliau bersabda: Ingat, bukankah aku telah menyampaikannya? (HR Bukhari dan Muslim/ muttafaq ‘alaih). 
B. MUFRODAT
Arti kata    Teks arab
Hanya diam saja    فسكت
Menyebutnya    ظننا
Kamu akan bertemu    ستلقون
Kesesatan    ضلاٌلا
Sama    رقاب
Dengan nama lain    سيسمٌيه
C. BIOGRAFI
nama lengkap Abu Bakrah ialah Nafi’ bin al-Harith bin Kaldah Bin ‘Amr bin Ilaj bin Abi Salamah. Namanya Abd. al-Uzza bin Ghayrah bin Awf bin Qays. Namanya turut dikenali sebagai Masruh. Menurut Ibnu Sa’d, dalam beberapa catatan hadis, ibunya adalah Sumayyah saudara seibu dengan Ziyad bin Abi Sufyan.
Bapaknya Abd. al-Harith bin Lakadah. Abu Bakrah pernah mengecapi zaman kanak-kanaknya sewaktu di Taif. Ketika Rasulullah SAW mengepung penduduk kota tersebut, baginda bersabda: “Siapa saja yang datang kepada kami, maka dia bebas (merdeka) daripada penghambaan”.
Baginda memanggilnya dengan nama Abu Bakrah. Menurut Ibnu Abd al-Bar, al-Hasan al-Basri salah seorang ulama tabien terkemuka, mengatakan, “Tidak ada seorang sahabat pun dari kalangan sahabat Rasulullah SAW yang tinggal di Basrah lebih mulia dibandingkan dengan Imran bin al-Husayn dan Abu Bakrah r.a. Beliau mempunyai banyak pengikut dan merupakan orang terhormat di Basrah”.
Sifat keadilan Abu Bakrah
Ibnu Hajar sebagaimana memetik ungkapan al-’Ijli mengenai Abu Bakrah, “Abu Bakrah r.a. merupakan antara sebaik-baik sahabat”. Abu Nu’aym al-Asbahani mengatakan: “Abu Bakrah merupakan seorang lelaki yang soleh dan warak. Nabi SAW telah mempersaudarakan antara beliau dan Abi Barzah”.
D. KETERANGAN HADITS
A.    KETERANGAN HADITS
a.    إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ
yakni, nabi bersabda pada hari nahar, yaitu ketika nabi behaji wada’ bahwa tahun-tahun itu berputar disekitar sesuatu, apabila dia telah kembali ke tempat dia mula-mula bergerak. Dia memulai lagi putarannya. Dan sekarang dia telah berada dalam keadaannya pada hari allah menjadikan langit dan bumi.
Orang arab menta’khirkan bulan muharam ke bulan safar dan inilah nasik yang disebut dalam al-Quran. Supaya mereka dapat berperang dalam bulan muharran itu. Mereka terus berbuat demikian dari tahun ke tahun. Karenanya bulan muharram berpindah dari bulan ke bulan, sehingga muharram itu mengenai semua bulan dalam setahun, maka pada bulan nabi bersabda ini , muharram itu telah jatuh kembali pada masanya yang benar, dan berputarlah dia menurut keadaan aslinya.
b.    السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Yakni satu tahun itu dua belas bulan, dan sekarng telah kembali kepada keadaan semula yang telah allah tetapkan dikala menciptakan langit dan bumi. Empat bulan diantara bulan-bulan itu adalah bulan haram. Tiga diantara berurutan, yaitu dzulqa’dah, bulan bulan berhenti dari peperangan, bulan dzulhijjah, bulan mengerjakan haji dan bulan muharram, bulan yang tidak dibenarkan peperangna didalamnya. Dan yang satu berdiri sendiri yaitu rajab mudlar. Dikatakan rajab mudlar karena merekalah yang sangat menghormatibulan ini. Tak ada seorang arab yang beranimerusak kehormatannya. Dia terletak antara jumada dan sya’ban.
Jumada, dibaca dengan dhammah jim dan fathah dal.
c.    أَيُّ شَهْرٍ هَذَا
Nabi menanyakan yang demikian ini adalah untuk menarik perhatian para pendengar kepada apa yang akan nabi terangkan mengenai kehormatan bulan-bulan itu.
d.    قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
Yakni, para shahabat menjawab demikian adalah memelihara sopan santun. Mereka selalu menjawab apabila nabu menanyakan sesuatu hokum kepada mereka. Alaah dan rasulnya lebih mengetahui.
e.    وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا
Orang arab beri’tikad bahwa dihari-hari dan bulan-bulan tidak boleh mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Mereka menyamakan hokum merusak kehormatan hari dan bulan haram dimakkah, dengan hokum merusakkan jiwa dan kehoematan manusia. Maka dengan sabda ini nabi menegaskan, bahwa mereka diharamkan menumpahkan  darah dan merusakkan harta orang. Dan hal itu disamakan dengan merusakkan kehormatan hari nahar di negeri makkah di bulam dzulhijjah pula.  
f.    وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ
Yakni, nabi menegaskan, bahwa semua ummatnya menuju allah di akhirat. Disana kelak allah akan meminta pertanggung jawaban tentang amalan-amalan mereka, yang mereka lakukan di dunia ini.
g.    فَلَا تَرْجِعُنَّ بَعْدِي كُفَّارًا أَوْ ضُلَّالًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
Yakni, nabi menekankan, supaya ummatnya sepeniggal beliau jangan saling membunuh satu sama lain.
h.    أَلَا لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ يَكُونُ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ
Yakni, nabi mewajibkan atas para hadirin yang mendengar sabdanya, supaya mereka menyampaikan segala apa yang mereka dapat kepada teman sejawatnya dan nabi menandaskan pula, karena mungkin kali orang yang tidak mendengar berita secara langsung lebih dapat memahami apa yang di sampaikan kepadanya itu. Karena itu,  tidak heran bila terdapat ulama-ulama yang leebih tahu di masa belakang dari ulama-ulama terdahulu.
Para ulama’ berselisih paham cara kita menghitung bulan-bulan ini. Ulama’ kuffah memulainya dari muharram, rajab, dzulqo’dah dan dzulhijjah. Supaya semuanya jatuh dalam satu tahun.
 Ulama’ madinah, basrah dan jumhur ulamamenghitungnya dari dzulqo’dah, dzulhijjah, muharram dan rajab. Demikianlah susunan yang terdapat dalam hadits tersebut.
Sebab ditegaskan rajab mudlar yang terletak antara jumada dan syakban, karena golongan rabiah menjadikannya ramadlan. Lantas demikian nabi dengan tegas mengatakan rajab mudlar.
Kata ulama’ orang arab dizaman jahiliyah beragama dengan agama Ibrahim. Lantaran demikian mereka merasa berat tiga bulan terus menerus menghentikan peperangan. Maka apabila mereka bermaksud berperang dalam bulan muharram, mereka menta’khirkan muharram dibulan shafar. Tahun yang dimuka mereka ta’khirkan lagi ke bulan rabiul awwal. Demikianlah terus menerus mereka lakukan. Pada tahun nabi berhajji, oring-orang arab mengharamkan dzulhijjah sendiri sesuai dengan sabda nabi, karena itu nabi menegaskan, bahwa masa telah kembali kedalam keadaan yang sebenarnya

E. Aspek Tarbawi
1.    Bahwasanya kita sebagai orang islam itu di wajibkan mencari ilmu, seperti dalam hadits nabi yang lain yang artinya “mencari ilmu itu wajib bagi setiap mu’min (baik laki” atau perempuan)
2.    Dan kewajiban mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari
3.    Menyampaikan apa yang telah di dapat kepada orang lain agar apa yang telah di sampaikan bermanfaat bagi orang lain












BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :


       Dari keterangan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam satu tahun ada 12 bulan dan di dalamnya ada empat bulan mulia, tiga diantaranya yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharrom yang satunya lagi Rajab.
Di dalam hadits juga diterangkan tentang kewajiban mencari ilmu dan menyebarkannya agar bermanfaat.






DAFTAR PUSTAKA

Zaki Al-Din ‘Abd al-‘Azhim Al-Mundziri, Al-Hafizh. 2002. Ringkasan Shahih Muslim. Bandung : Mizan.

              Ash-shiddieqy, Hasbi. 1979. 2002  Mutiara Hadits. Jakarta : Bulan Bintang.
            http://anawinta.wordpress.com/2010/07/05/abu-bakrah-perawi-hadits/diakses tanggal 25-02-   2012/12:09.

19 komentar:

  1. nama:afif f
    2021110096
    c
    pertanyaan:seberapa besarkah pengaruh nya terhadap masyarakat menyampaikan ilmu dengan media publik?

    BalasHapus
  2. riqoh ahmidtsani rosyada
    202110121

    assalamu'alaikum
    mau numpang tanya
    bAGaimana menerapkan suatu media jejaring sosial ne ke arah positif tuk pendidikan?
    bAGaimana Mnrut anda menanggapi media TV skrg?
    bS kah difungsikan Lg sbg media pembelajaran positif yg tdk meninggalkan aspek hiburan mendidik?

    trima kasih

    BalasHapus
  3. riqoh ahmidtsani rosyada
    202110121

    assalamu'alaikum
    mau numpang tanya
    bAGaimana menerapkan suatu media jejaring sosial ne ke arah positif tuk pendidikan?
    bAGaimana Mnrut anda menanggapi media TV skrg?
    bS kah difungsikan Lg sbg media pembelajaran positif yg tdk meninggalkan aspek hiburan mendidik?

    trima kasih

    BalasHapus
  4. nama : Hidayat Falahuddin
    nim : 2021110134
    kelas: c

    apa saja keuntungan dan kelebihan menggunakan media publik untuk menyebarkan ilmu ke kalangan internal?

    BalasHapus
  5. M.A.Rohman
    2021110126

    Bagaimana tanggapan Anda,jika sistem pembelajaran melalui media elektronik kurang efektif,kurang menyenagkan & materi yang diperoleh kurang bisa tersimpan dalam hati???Apakah sistem pembelajaran yang seperti ini tetap dilanjutkan tak peduli anak didik paham dengan materi atau tidak???atau sistem pembelajaran diubah sesuai dengan keinginan anak didik yang menurutnya menyenangkan.....???
    -Bagaimana caranya agar belajar menggunakan media elektronik dapat menyenagkan???

    BalasHapus
  6. nama : alfi maziyah
    nim : 2021110115
    kelas: c
    jujur saja saya belum paham maksud dari hadits yang anda paparkan diatas....
    jadi saya mohon penjelasan dari hadits tersebut,,,kalo bisa jelaskan dengan bahasa anda agar mudah dipahami....!
    terimakasih...........

    BalasHapus
  7. Nama : Dyah Rahmawati
    Nim :2021110100
    Kelas : c

    Bagaimana menurut pemakalah manfaat dari mempelajari hadits tersebut bagi kita calon pendidik ???

    BalasHapus
  8. Nama : puji Rahayu
    Nim : 2021110095
    kelas : c

    media publik apa sajakah yang dahulu digunakan rasul untuk mnybrkan ilmu dkalangan internal ??

    BalasHapus
  9. nama :hinda iliana
    nim : 2021110099
    saya mau tanya dalam hadis anda mnjelaskan ttg pemanfaatan media dlm kalangan internal. sebenarnya siapa sih kalangan internal??? apakah ada kalangan eksternal???? :D

    BalasHapus
  10. nama : abdul chamid
    nim : 202109113
    kelas : c
    saya ingin sedikit bertanya kepada anda :
    1. bagaimanakah cara dan menerapkan media dalam menyebarkan ilmu pengetahuan di kalangan internal pada masa rosul dan jaman sekarang...?
    2. sepertinya ada ke tidak sesuian antara judul mkalah dengan aspek tarbawi yang anda buat,tolong jelaskan..?

    BalasHapus
  11. dalam islam ketika seseorang belajar ilmu agama, dia harus tahu siapa gurunya, dan bgmna sanadnya apakah sampai pada Rasulullah atau tidak. namun skrag ini dengan adanya media yang canggih (internet)siapapun bisa mengakses dan mendapat ilmu baru tanpa tahu apakah orang yang memberi ilmu itu (guru)kalau di urut-urut sanadnya sampai pada Rasulullah, bgmn tnggapan anda mengenai msalah ini???? makacih

    BalasHapus
  12. puji : klo mnrt saya media yng di gnkan rosul zaman dahulu itu media dakwah krena mngkin pada zaman itu blum ada yng nm nya medi" elektonik pada saat skrng ini, dan klo tdk slah pada saat itu pun Rosul banyak mengirim pra mubaligh untuk berdakwah di kota" yng mnjdi wilyah kekuasaan islam pda wktu itu.

    BalasHapus
  13. Nama : dewi listiyaningsih
    Nim : 2021110106
    kelas : c

    seberapa penting media publik bagi anda dalam penyebaran ilmu?
    apakah anda sudah memaksimalkan media publik bagi penyebaran ilmu?

    BalasHapus
  14. nama : lutfiyah
    nim : 202 111 0118

    apakah ada perbedaan dalam cara memanfaatkan media publik dikalangan internal dan eksternal???

    BalasHapus
  15. TITIN NUR INDAH SARI
    2021110315
    Ketika Rosul menggunakan metode tanya jawab, sebagai cara untk menarik perhatiaan pendengarnya, kemudian para shabtpun memjwab dengan penuh kesopanan.
    Namun, berbeda dengan skrg dimana ktka ad forum diskusi justru digunakan sbgai ajang unjuk kmampuan yg lebih, Lalu mnurt pemakalh korelasi antara fenomena tsebut dng hadits diatas itu apa?jika dilihat dari isi dan judul makalahnya

    BalasHapus
  16. nama: Zakirotunnikmah
    nim:2021110112
    kelas: C

    sekedar untuk berpendapat saja ya.....
    di daerah kota, media elektronik sebagai sarana penyampaian ilmu memang lumayan efektif karena kemampuan dan ketrampilan mereka dalam menggunakannya sudah ada.
    namun untuk dikalangan orang desa kurang efektif menurut sya, karena perbandingan antara yang bisa menggunakan media elektronik dengan yang tidak bisa itu banyakan yang tidak bisa.
    pembelajaran tersebut jadi kurang bisa maksimal.
    saya pribadi juga kurang begitu menguasai media elektronik.....
    jadi saya juga kurang bisa menyesuaikan dengan proses pembelajaran yang menggunakan media publik seperti internet.
    pada zaman rasul mungkin yang di maksud publik itu dikerumunan orang banyak seperti di masjid dalam sholat jum'at.

    BalasHapus
  17. afif: besar mnfaatnya, krena pernan media pda zamn skrng sngtlah pnting dlm dunia pengetahuan.

    riqoh: mngkn trgntng pngguna jejrng sosial tsb, tpi kan bsa sja dng media jjrng tsb kta gnkan sbg media dskusi dng teman, mnylsaikn mslh" dng tman kita.mdia TV pada saat skrng sngtlah pntyng, krena bnyk skli msyarkt Zamn skrng bnyk yng mnru sgla ssuatu yng ada di TV,
    hidayat: keuntngn n klbhan, mngkin slah stu nya kta dpt mmproleh suatu informsi dng mudah,

    rohman: klo mnrt sya sdah efektif trgntng indvdual msng" ank ddik, kan jga trgntng pngruh nya apabla pngaruh nya besar knp tidak, tpi kan klo bsa anak didik kta itu tdak hnya mmpnyai ktrgntngan trhadapmedia elektrnik sja, ya mngkn untk sring" brtnya kpda orng yng lebih tau dlm hal ini mngkn seorang GURU,

    diah: ya mngkn dng mmpljri hal tsb kita bsa tau bhwsnya Allah itu telah mmbrkan sbuah kmdhan dlm mncri suatu infrmasi. yaitu dng melalui sarana yng nm nya Media.

    hinda: dlm hl ini mngkn dri sndri,dan msyrkt dlm suatu negra,ada.

    arum: memng peranan media intrnet pda saat skrng ini sngtlah bsar, nmun ktka di pljri lgi bhwsn nya ktika kta bljar ilmu dlm hal ini klo yng di tnykan saudri arum itu ilmu agama, klo bsa jng mnggunkan media intrnet, sbab blum tntu di dlm nya itu bnar, bisa sja ktika kta mmpljarinya kmdian mjdi sesat itu kan akan berbhaya , akan lbh baik bljr dng orang yng ahli dlm bdng nya, ya mngkn ustad ataupun seorang kyai.

    Dewi : sngt pntng, krena dng media ssorng dpt mmperoleh suatu informasi dng mudah dan cepat, klo tnya pda sya mngkn sya blum. krena mngkn blum pndai dlm pnggunaan media" yg ada.

    BalasHapus
  18. Nama : dhamira s.v
    Nim: 2021110127
    Kelas: C

    Menurut pemakalah dampak dari media publik yang dimanfaatkan sebagai alat untuk penyebaran ilmu lebih condong dampak positif atau negatif????
    karena meliohat realita sekarang ini media publik malah membuat semua orang terlena akan kemajuannya,dan membuat ketergantungan menggunakan media tersebut.
    bagaiman pemakalah menyikapi hal tersebut????

    BalasHapus
  19. sdikit nanggepin pertanya'an dr tmen**.
    cerum:saya stuju dg pndapate njenengan mbak.Kta Kyai Chusnan kita juga tdk boleh langsung percaya spenuhnya dg buku yg jita baca.Apalagi melalui intrnet yg g jels sumbernya.Untk ilmu yg brkaitan tntang teknilogi C g mslah.Tapi jika ilmu itu brkaitan dg msalah agama,sbaiknya ditanyakn dulu kpda guru qt tntang bnar tdknya ilmu itu.Tp nek "EVRYONE IS TEACHER" yo bingung mao tanya nya m5 capa,wong guru cmw og,,,,hehehe...

    buat mbk zaki yg kyk melon....
    trnyta mbk zaki punya hati yg mulia ya,,,,tetep pduli dg keada'an muridnya....hehe....
    q C stuju aja jika mdia internet dpakai sbgai mdia pembelajaran,tp yo jngan dijdikan mdia utam dlam KBM to yo....dilihat dulu sisi baik N bruknya,juga dpertimbangkan ama kemampuan pserta didik....."jngan jadikan keinginan kita sebagai target KBM,tp jdikanlah keunggulan prestasi pserta didik sbgai target KBM."
    Shingga jika bnyak pserta didik yg kurang mnguasai mteri maka KBM HARUS DIUBAH

    2021110126

    BalasHapus