Laman

Rabu, 22 Februari 2012

Kelas H makalah 2 : Memperluas Tema Kajian di Masjid


MAKALAH
MEMPERLUAS TEMA KAJIAN DI MASJID
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Hadist Tarbawi
Dosen pengampu : Muhammad Ghufron M.Ag


Disusun Oleh :
Fatwa Adina 2021110333
Kelas : H



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN PEKALONGAN)
2012
BAB 1

PENDAHULUAN


Bahwasanya setiap manusia mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu. Karena dengan ilmu itulah manusia bisa menentukan sikap dan tingkah lakunya di dunia dengan benar sesuai aturan Alah dalam Al-Qur'an dan Hadist.
Salah satu lembaga atau tempat untuk menuntut ilmu yaitu masjid. Dimana masjid itu merpakan rumah Allah tempat berkumpulnya orang-orang mukmin untuk melakukan ibadah kepada Allah. Bentuk ibadah disini adalah menuntut ilmu dengan duduk-duduk di masjid saling bertukar ilmu ataupun pikiran. Oleh karena itu masjid bisa digunakan untuk memperluas ilmu, dalam beberapa hadist juga menjelaskan bahwa pengunjung masjid dan orang-orang yang suka memakmurkan masjid termasuk orang-orang yang di cintai Allah.1
Dan dalam makalah ini akan mencoba menjelaskan mengenai memperluas tema kajian di masjid.
BAB II


PEMBAHASAN


  1. Hadits
عن جا بربن سمر ة قل : جا لست النبي صلى الله عليه وسلم أكثرمن ما ئة مرة في
المسجد يجلس أصحابه يتنا شدون الشعروربماتذاكرواأمرالجا هلية فيبتسم النبي
صلى الله عليه وسلم معهم

  1. Terjemahan Hadits
Dari Jabir bin Samurah ia berkata: saya duduk – duduk bersana Rosulullah SAW lebih dari seratus kali dalam masjid , sahabat-sahabatnya saling membaca syair dan menyebut-nyebut kejadian-kejadian di masa jahiliyah. Rosulullah diam dan kadang-kadang tersenyum bersama mereka”. 2
  1. Mufrodath Penggalan kalimat




عن جا بربن سمر ة : dari Jabir bin Samurah
قل : berkata
جا لست : saya duduk-duduk
النبي صلى الله عليه وسلم : Nabi SAW
أكثرمن ما ئة مرة : lebih dari seratus kali
في المسجد : di dalam masjid
أصحابه : sahabat-sahabatnya
يتنا شدون الشعر : membaca syair
ربماتذاكرواأمر : menyebut-nyebut kejadian-kejadian
الجا هلية : jahiliyah
فيبتسم : diam dan kadang-kadang tersenyum
معهم : bersama mereka

  1. Biografi Perawi
Jabir bin samurah bin janadah As-Sawa'i Al- Madani,seorang sahabat yang dijuluki dengan Abu Abdullah. Ibunya bernama Kholidah binti Abu Waqqas, saudara kandung Saad dan Utbah.
Beliau wafat pada masa khalifah Abdulah Malik bin Marwan.3

  1. Keterangan Hadits
Hadits di atas memberikan pemahaman bahwa Jabir dan Samurah bersama Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat yang lain sering duduk-duduk bersama, dengan tujuan untuk memperluas kajian tema atau ilmunya. Rasulullah beserta sahabat-sahabatnya saling bertukar pikir dengan dimulai mengingat kembali masa sebelumnya yaitu masa jahiliyah, yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengubah dan memperbaiki pendidikan moral manusia sehingga akan terbentuk masyarakat yang berilmu dan bermoral baik.
  1. Kandungan Aspek Tarbawi
Dari Hadits di atas aspek Tarbawi yang terkandung adalah:

  1. Setiap seorang pendidik hendaklah mempunyai sikap yang arif dan bijaksana.
  2. Menjadi pendengr yang baik dan menghormatinya ketika ada seseorang yang sedang bebicara, sikap seperti itu dicontohkan terlebih dulu oleh seorang pendidik.
  3. Masjid bisa dijadikan sebagai tempat pendidikan informal di lingkungan masyarakat.
  4. Kata “Jahiliyah” yang dimaksud dalam Hadits di atas adalah kebodohan moral. Dengan dijadikannya masjid sebagai tempat kajian tema maka Nabi SAW mengharapkan agar umatnya mempunyai moral yang lebih baik dari masa jahiliyah, sehingga akan tercipta masyarakat yang beradab.





BAB III

PENUTUP

Masjid bukanlah semata-mata sebagai simbol kemegahan dan keberadaan umat islam yang tidak memberi pengaruh kepada lingkungan kehidupan kaum muslimin, tetapi masjid adalah persoalan yang menyangkut kehidupan umat islam. Selain dijadikan tempat berkumpulnya kaum muslimin untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus sarana komunikasi antar jamaah, masjid juga digunakan sebagai tempat memperluas kajian kaum muslimin.4

Dengan demikian masjid juga berperan dalam pembentukan masyarakat, sehingga diharapkan akan terbentuk generasi masayarakat yang cerdas, berilmu dan bermoral serta berakhlak mulia.


















DAFTAR PUSTAKA

Ahlulhadits.wordpress.com/2007/10/11/sahabat-nabi-lainnya
At-Tarmidzi, Sunan. Jilid IV
Usman, Ali. 1997. Hadits Qudsi Pola Pembinaan Akhlak. Bandung. CV Diponegoro
Yasin, Fatah. 2008. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Yogyakarta. SUKSES Offset


1Ali Usman, Hadits Qudsi Pola Pembinaan Akhlak Muslim, cet XXII, (Bandung:CV Diponegoro Bandung) hlm.136
2Sunan At-Tarmidzi, Jilid IV. no hadits 3008, hlm.446
3Ahlulhadits.wordpress.com/2007/10/11/sahabat-nabi-lainnya. (diakses 2012/02/20)
4Fatah Yasin, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam.cet. I, (Yogyakarta:SUKSES Offset) hlm.222

26 komentar:

  1. irfaqiyah 2021110354

    apakah ada keharusan agar tema kajiannya berkaitan dengan masalah keagamaan? bagaimana jika tema kajian yang dibahas itu masuk keranah politik,ekonomi,sosial budaya yang sesuai perkembangan zaman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. fatwa menjawab pertanyaan irfaqiyah:
      tidak ada keharusan ataupun aturan yang menyuruh bahwa tema kajian yang d bhas hrus selalu agama.tp apapun ilmu itu bleh sj di kaji asal mempunyai manfaaat dan mempunyai nilai positf untk mnusia trutama umat islam

      Hapus
  2. NAMA : WAFI'UDIN KOMARUDIN
    NIM : 2021110336
    Apakah boleh sang penceramah saat menyampaikan khutbah boleh meninggalkan khutbahnya, ketika ada kepentingan yang mendesak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. fatwa adina menjawab pertanyaan
      maaf pertanyaan anda keluar dari tema makalah yang sy bhas

      Hapus
    2. menjwb pertanyaan wafiudin:
      maaf pertanyaan anda keluar dari tema yang sy bhas

      Hapus
  3. Rohiman 2021110356

    apakah kata jahiliyah di ataz msih brlaku pada zaman skrang yang dimana moral manusia pada jaman sekarang sudah mengalami kebobrokan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjawab prtanyaan rohiman:
      kt jahiliyah yg di mksud adlah bdoh,tp bkn berarti bdoh tdk pintar tp bdoh dlm hal moral.dan menurt sy utk jaman sekrng tdk bs d sebt jhilyh,krena pd msa itu belum adanya sang pencerah yaitu nabi Muhammad dan blum trunya al-qur'an yang mengatur khidupan mnusia shingga mnusia msih seenaknya sj melakukan apa yang mereka sukai.Beda halnya dengan sekarang,yang sudah tersedia pedoman hidup yang sebaik2nya dari Allah tinggal mnusianya sj mau menggunakany atau tidak.

      Hapus
  4. Krisna ayu diana 2021110348

    Apakah hukumnya menjawab orang yang bersin dan menjawab shalawat Nabi ketika khotib sedang berkhutbah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mnjwab pertnyaan krisna:
      sya kira tidak ada slahnya menjwab shalwat ataupun bersin ketika khotib sedang berkhutbah karena khubah bukanlah mnjd penghalang dan tidak hrus bersuara jg ketika kita mau menjwb bersin dan shalwt ckup di dlam hti.

      Hapus
  5. Mastur Hilmi
    2021110368
    bagaimana hukum mengajak bicara khotib ketika khutbah berlangsung,tentang suatu hajat/masalah yang penting yang tdak dapat ditunda? boleh apa tidak?mohon penjelasan yang terperinci beserta dalilnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf pertanyaan anda keluar dari tema yang sy bahas

      Hapus
  6. Fajarwati Yulia Rahman
    2021110375
    "ada kah tata cara khusus ktika memberikan kajian islam di masjid??"

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjwb pertnyaan fajar:
      pada dasarnya tata cara yang di gunakan sm dengan kita menjadi seorang pengajar yaitu seseorang yang memberikan kajian alangkah baiknya mempnyai:
      -ilmu yang akan di smpaikan atau dikaji tentunya yg bermanfaat.
      -menyampaikn sesuatu dengn bhs yg sopan dan baik.
      -bersikap wibawa sehingga pendengar mau menghormati namum jg yang menyenangkan sehingga menarik perhatian pendengar/murid.

      Hapus
  7. Ainun Najib 2021110343

    masjid itu salah satu gunannya adalah tempat ibadah, tapi saat ini masjid banyak yang diberi 'pager', 'pintu gerbang', bahkan jika setelah selesai sholat masjid akan dikunci pintu dan di gembok gerbangnya, misalnya saat siang hari, sehingga itu menyulitkan orang lain yang kebetulan lewat dan ingin menjalankan ibadah (sholat) di masjid itu, nah, bagaimana anda menyikapi hal itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjwb pertanyaan najib:
      sbelum mnjwb kita hrus melht kmnbli apa sebab dr fenomena itu?? apa krena sekarang bnyak pencurian d masjid atau apa?
      kalau memang bnar seperti itu'mungkin kita bisa memaklumi mungkin itu adalah bag dr usaha pngurus/pnjga msjid untuk menjaga keamanan masjid kelihatanya ironis memang ketika fungsi msjid seharusnya dignakan untul sholat ini justru di kunci seakan2 menghalangi kita untuk sholat namun sy ykin tidak smwy msjd di kunci mungkin itu msjd di perkotaan yang di dlm msjd byak brng mewah yang perlu di jaga,beda halnya d desa kita msih bs menemukan byk msjid yang bs kita kunjungi untuk sholat

      Hapus
  8. farah dibha
    2021110357

    yg saya lihat (terutama di daerah saya), sekarang ini masjid jarang digunakan utk mengkaji suatu permasalahan ataupun utk mengaji. hal itu biasanya ada ketika bulan puasa saja. bahkan orang yg sholat berjama'ah pun hny sedikit. itu pun para orang tua yg rata2 sudah udzur
    menerut anda, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal demikian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjwab pertanyaan farah:
      menurut saya kita kembalikan pada diri anda masing2 apakah kita sudah bisa mengisi keg di masjid selain di blan puasa?atukah belum?kalau memang anda sudah bisa berarti tugas kita selanjutnya adlah mengajak temn2 kita atau orang terdekat kita untuk ikut jg berkecimpung di dalamnnya agar keadan msjid bs sesuai apa yang di hrapkan oleh kebanyakan orang islm yaitu msjid yang rame dengan jamaah untuk menghidupkannya

      Hapus
  9. Nama:Zaelatul Maghfiroh
    Nim:2021110337
    Kelas:H
    Di dalam makalah di katakan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik dan menghormati seorang yang sedang berbicara tapi dalam kenyataannya apabila ada orang yang berkutbah/ceramah sering kali banyak orang yang berbicara sendiri bahkan tidak mendengarkan apa yamg di katakan,menurut anda bagaimana cara menyikapi hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjwb pertanyaan ela:
      sebenarnya simple agar khutbah/ceramah kita bisa di dengar oleh pendengar jadilah penceramah yang menarik perhatian pendengar bisa dengan bahasa yang digunkan atau terkadang msing2 penceramah mempunyai cara tersendiri untuk membwt dirinya menarik perhatian pendengar

      Hapus
  10. ROUDLOTUL JANNAH 2021110381
    KELAS H

    menurut pemakalah apakah ada alternatif lain selain memperluas tema kajian dimasjid agar para generasi muda lebih peduli untuk meramaikan masjid????

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut sy:mkna yang tekandung di dlam memprluas tema kajian disini sangat luas bukan hanya kita duduk2 terus membahas suatu ilmu atau tema tapi jg yang lain mungkin dengan kita mengadakan belajar bersama seperti membwt kel belajar atau dengan mengadakan organisasi di masjid seprti IRMA dan sbgnya

      Hapus
  11. Di saat zaman modern sekarang dengan pesatnya kemajuan dan teknologinya? Bukan hanya tempat umum dijadikan tempat maksiat, tetapi lebih dasyatnya lagi tempat untuk beribadah (Masjid) bukan hanya dijadikan tempat untuk beribadah namun dijadikan sarana berbagai kamaksiatan (berduaan) dengan bukan mahramnya, itu sangat harus kita cermati. Menurut pemakalah sendiri bagaimana menyikapinya? Itu bukan hanya realitasnya tetapi sudah marak dikalangan saat ini.

    BalasHapus
  12. M. Nurul Amin (202 111 0383)
    Kls H
    Di saat zaman modern sekarang dengan pesatnya kemajuan dan teknologinya? Bukan hanya tempat umum dijadikan tempat maksiat, tetapi lebih dasyatnya lagi tempat untuk beribadah (Masjid) bukan hanya dijadikan tempat untuk beribadah namun dijadikan sarana berbagai kamaksiatan (berduaan) dengan bukan mahramnya, itu sangat harus kita cermati. Menurut pemakalah sendiri bagaimana menyikapinya? Itu bukan hanya realitasnya tetapi sudah marak dikalangan saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurt saya,itu adalah salah satu dampak bhwa remaja sekarang kurang memaknai atau mngerti aturan2 yang ada di dalam agama.
      itu terbukti tidak sedikt remja yang berduaan seperti itu jstru remaja islam yang brjilbab.sehingga kita yang merasa menjadi remaja islam yang bermoral yang bner2 mengrti aturan islm cntohknlah yang terbaik agr tman2 kita yang belum terbuka htinya bs mengikuti kita

      Hapus
  13. Mokh. Makhrom 202109440 kls H
    bagaimanakah penafsiran dari hadits diatas pada kata "Rasul hanya diam dan tersenyum" ?
    mengapa Rasul Hanya diam dan tersenyum saja?
    mohon dijelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjwb pertanyaan makhrom:
      menurt saya,mksd dr kt"Rasul hanya diam dan tersenyum" dr hdist d atas adalah bhwa rasul adalah seorang pendidik..maka sudah sewajarnya bhwa seorang pendidik bisa nendengarkan apa yang di sampaikan oleh muridnya meskipun terkadang apa yang di sampaikan tidak sesuai karena nabi jg memberikan cntoh kepada pendidik yang lain agar tidak memotong pembicaraan orang lain meskipun itu hnya murid kita sehingga nabi saat itu hnya tersenyum dan diam sampai Beliau mendaptkan ksempatan untuk bicara

      Hapus