Laman

Rabu, 22 Februari 2012

Kelas A makalah 2 : Memperluas Tema Kajian di Masjid



 MAKALAH
MEMPERLUAS TEMA KAJIAN DI MASJID
Disusun guna memenuhi tugas:
             Mata Kuliah                       :  Hadits Tarbawi II (A)
Dosen Pengampu     :   M. Ghufron Dimyati, M.S.I



Oleh:
CHARISMA INDRIYANTI
2021110002

   

                                            JURUSAN TARBIYAH  (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
PEKALONGAN 2011/2012
BAB I
PENDAHULUAN

            Tarbiyah yang dengan kata lain pendidikan adalah hal yang penting dalam proses pembentukan kepribadian atau perubahan sikap, tingkah laku seseorang ataupun kelompok dalam rangka mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.




















BAB II

A.    Hadits

عَنْ جَا بِرِ بن سَمُر قا ل: جَا لَسْتُ النَّبِي صَلى الله عليه و سلم اَكثر من مِا ئة مَرَّ ةَ فِى المَسْجِدِ يَجْلِسُ اَ صْحَا بُهُ يَتَنَا شَدُ ونَ الشِّعْرَ وَ رَبَّمَا تَذَا كرُوا امر الجّا هِلِيَّةِ فَيَبْتَمُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم مَعَهُمْ

B.     Tarjamah

“Saya pernah duduk bersama Rasulullah lebih dari seratus kali didalam masjid dan para sahabat melantunkan syi’ir (puisi-puisi yang berkaitan dengan moral) dan mereka juga sering mengingat kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lalu, kemudian nabi tersenyum ketika menceritakan hal tersebut”.

C.     Mufrodat

مائة مرّة : seratus kali
يتناشدو   : melantunkan
الشعر    : syi’ir
تذا كروا  : mengingat
الجاهلية  : masa lalu

D.    Biografi Rowi

Jabir bin Samurah nama lengkapnya ialah Jabir bin Samurah bin Janadah As-Sawai Al-Madani, seorang sahabat yang dijuluki Abu Abdullah. Ibunya bernama Khalidah binti Abu Waqqash, saudara kandung Saad dan Uthah. Beliau wafat pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwah.
E.     Keterangan Hadits

Dalam riwayat Imam Tirmidzi dari jalur Abu Zinad dari Urwah dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah menyiapkan mimbar untuk Hassan di masjid, maka ia pun berdiri diatasnya menghujat orang-orang kafir”. Lalu disebutkan oleh Al Mizzi dalam kitab Al Athraf bahwa Imam Bukhari meriwayatkan pula secara muallaq (tanpa sanad) sama seperti riwayat Tirmidzi dan bahkan lebih lengkap lagi, akan tetapi aku tidak menemukannya dalam kitab shahih bukhari.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya serta Imam Tirmidzi sekaligus menganggapnya sebagai hadits hasan, melalui jalur Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang melantunkan syair di masjid-masjid”. Sanadnya shahih sampai kepada Amr.
Ada sejumlah hadits yang semakna dengan riwayat ini, tetapi sanadnya masih diperdebatkan. Untuk mengompromikan kedua riwayat yang nampak kontroversi ini, dapat dikatakan bahwa riwayat yang melarang dipahami dalam pengertian melantunkan syair-syair jahiliyyah dan bathil. Sementara riwayat yang memperbolehkan  adalah dalam pengertian syair-syair yang tidak demikian.
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa larangan tersebut berlaku apabila syair sangat mendominasi dalam masjid, sehingga mengganggu konsentrasi orang-orang yang berada didalamnya. Lalu Abu Abdul Malik Al Buniy mengeluarkan pandangan yang terlalu berlebihan, dimana ia mengamalkan hadits-hadits yang melarang serta mengklaim bahwa hadits-hadits yang memperbolehkan telah mansukh (dihapus hukumnya). Namun tidak ada yang menyetujui  pendapat tersebut, demikian di nukil oleh Ibnu At-Tin darinya.

F.      Aspek Tarbawi

·         Jika didalam masjid hendaklah melantunkan syair-syair yang menyebut asma Allah dan Rasul
·         Jangan membuat gaduh di dalam masjid kecuali dzikrullah
·         Dianjurkan shalat dan membaca Qur’an di masjid









BAB III
PENUTUP
Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim. Jika didalam Masjid hendaklah kita selalu melantunkan asma-asma Allah dan melakukan sholat serta membaca Al-Qur’an. Masjid juga sering disebut tempat untuk mencari ilmu.





















DAFTAR PUSTAKA
Ø  Zuhri, Mohammad. 1992. Sunan At-Tirmidzi jilid 5. Semarang: CV. Adhi Grafika.
Ø  Hasbullah. 1999. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ø  Hajar, Ibnu. 2006. Fathul Baari jilid VIII. Jakarta: Pustaka Azzam

15 komentar:

  1. Eliya Sri Aisah (2021110046)Rabu, 22 Februari 2012 20.25.00 WIB

    bagaimana hukum membaca shalawat di dalam masjid???

    BalasHapus
  2. Syarifatul Aini (2021110043)
    di dalam makalah ini terdapat kalimat bahwa kita tidak diperbolehkan membuat gaduh, ribut di dalam masjid. Dari pernyataan tersebut, masjid sebagai tempat ibadah semua kalangan muslim, bukan hanya untuk orang dewasa namun juga anak-anak yang belajar maupun shalat jama'ah di dalamnya, bagaimana caranya kita mengkondisikan anak-anak yang ribut atau gaduh dalam masjid??... sedangkan mereka sedikit banyaknya belum mengerti tentang fungsi masjid yang sebenarnya dan sebagian dari mereka tidak mau tau akan hal itu.

    BalasHapus
  3. Toto Suwiryo (202109390) kelas A
    Apabila pada makalah dengan judul "Memperluas Tema Kajian di Masjid" yang tercantum dalam aspek tarbawi, kita dianjurkan untuk melantunkan syair-syair yang menyebut asma Allah dan Rasul ketika di masjid, lalu bagaimana dengan realita sekarang? masjid sering digunakan sebagai tempat pertemuan yang di dalamnya mungkin membahas pekerjaan, tugas kuliah dll, yang itu sendiri menurut saya bukan merupakan suatu kemaksiatan. Terima kasih...

    BalasHapus
  4. NUR KHOLIS (2021110014)
    KELAS A

    Bagaimana solusi anda jika menjumpai seseorang di dalam suatu masjid, yang sedang membaca al-Qur'an, asma Allah, ataupun sholawat, tetapi suara orang tersebut mengganggu orang lain disebelahnya yang sedang sholat?mohon solusinya?terima kasih.

    BalasHapus
  5. nur islamiyah 2021110034 kelas A
    bagaimana jika seseorang (anak muda)dimasjid bukannya beribadah sebagaimana mestinya tetapi justru bergurau

    BalasHapus
  6. NURUL FAUZIYAH 2021110023 KELAS A

    seperti yang dijelaskan diatas bahwa hendaknya ketika kita berada dimasjid dianjurkan untuk solat dan membaca al quran , bagaimana jika seseorang kemasjid hanya untuk istirahat atau membuang hajat ?

    BalasHapus
  7. slamet uripah 2021110025 kelas A

    bagaimana cara menanamkan pada anak bahwa masjid merupakan tempat suci yang harus dijaga dari kemudharatan (kejelekan) ?

    BalasHapus
  8. Nurul Maulidah (2021110039_A)Kamis, 23 Februari 2012 09.02.00 WIB

    Bagaimana pendapat anda mengenai seseorang yang terlalu mengklaim bahwa melantunkan syair-syair yang menyebut asma Allah dan Rasul ketika di masjid itu tidak diperbolehkan??
    mohon penjelasannya,,terima kasih...

    Nama : Nurul Maulidah
    Kelas : A
    NIM : 2021110039

    BalasHapus
  9. LUK LUK ULFA (2021110027)
    KELAS A

    Bagaimana melantunkan syair-syair yang menyebut asma Allah dan Rasul ketika di masjid itu berlebihan ?

    BalasHapus
  10. m.ub@ydi said.
    bagaimana anda menyikapi apabila ada seorang yang menggunakan masjid untuk berdakwah, mengajar, berdiskusi. tentang ilmu akan tetapi pembahasan dari mminggu ke minggu, tahun ke tahun sama tidak berubah.......


    (www.curhat_dalam HATI.739t697t3v/ugudbb/98jhbvsv /jhihugu.COM

    BalasHapus
  11. Nama : Dwi Hafila
    Nim : 2021111367
    Kelas : A

    Bagaimana pendapat anda tentang dalam melantunkan syair-syair didalam masjid mengandung sikap riya, dan mengeluarkan suara lantang yang sebenarnya mengganggu orang yang berada disekitarnya ??

    BalasHapus
  12. Rizki Handayni (2021110040)
    Kelas A

    Bagaimanakah pendapat pemakalah tentang ibu-ibu pengajian/fatayat yang mengadakan pengajian dari masjid ke masjid atau mushola ttp didalamnya ada unsur arisannya,,, hal itu diperbolehkan atau tida??? mengingat masjid sbagai tempat beribadah kpd Allah............

    BalasHapus
  13. M. arif Ismanto (2021110005)
    Kelas A

    bagaimana pendapat anda jika qiro'ah sbelum adzan maghrib menggunakan rekaman kaset????

    BalasHapus
  14. Nama : Istighotsah
    NIM : 2021110372
    kelas: A
    menurut pemakalah Boleh kah jika memutar musik lewat HP di dalam masjid?? musik yang islami akan tetapi suara alat musiknya itu mengundang kemedharatan???

    BalasHapus
  15. masjid adalah tempat ibadah orang muslim... menurut saya perawatan masjid agar tampak indah dan bersih itu perlu, untuk memakmurkan masjid seharusnya masyarkat ikut andil dalam kepengurusan masjid. tidak hanya ketika ada acara saja, akan tetapi setiap waktu... keikhlasan itu perlu dalam menjaga rumahAllah..
    Terimakasih,,

    Nama: Nailu Zulfa Chusna
    NIM: 2021110017

    BalasHapus