new post

zzz

Minggu, 18 Maret 2012

E6-33 Dewi Riska Khodijah


MAKALAH
HADITS TENTANG ALAM RAYA
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah               : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu       : Muhammad Hufron, M.S.I

Di susun oleh:
Dewi Riska Khodijah
2021110219
Kelas E

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI    ( STAIN ) PEKALONGAN 2012
BAB I
PENDAHULUAN

Alam raya yang kita tempati ini merupakan kenikmatan yang Allah berikan kepada seluruh makhluk hidup di dunia ini, untuk itu sebagai makhluk hidup kita senantiasa bersyukur, terlebih kita sebagi manusia yang merupakan makhluk yang paling sempurna karena diberikan akal untuk berfikir, untuk itu kita harus bisa menjaga dan melestarikan alam semesta ini. Akan tetapi pada realitanya keadaan alam raya pada zaman sekarang ini mengalami banyak kekacauan yang merupakan hasil dari ulah manusia sendiri.
Dalam hadits ini akan dipaparkan mengenai bagaimana mulianya seorang hamba di Mata Allah yang bisa menjaga keindahan yang telah Allah berikan, lebih dari itu hadits ini juga menyuruh kita untuk mengerti tentang waktu-waktu agar bisa tepat waktu dalam melaksanakan ibadah sholat dan berdzikir mengagungkan kekuasaan Allah SWT.
Dari hadits ini diharapkan pembaca agar bisa merenungkan tentang apa-apa yang terjadi di alam raya ini sebagi bentuk mensyukuri anugerah yang Allah berikan.
Untuk lebih lengkapmya akan di bahas dalam makalah ini mengenai siapa saja yang menjadi hamba terpilih di hadapan Allah SWT.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    MATERI HADITS
عن ابن أبي أوفى قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (ان خيار عباد الله الذين يراعون الشمس والقمر والنجوم والاظلة لذكر الله عزوجل)
تفرد به عبدالجباربن العلأ بأ سناده هكذا وهو ثقة
(رواه البيهقي فى السنن الكبرى, باب مراعاة أدلة المواقيت)

B.     TERJEMAHAN HADITS
Artinya:
“Dari Abu Aufa berkata, Rosulullah SAW berkata: Sesungguhnya orang-orang yang baik dari hamba-hamba Allah adalah orang yang memperhatikan matahari, bulan, bintang-bintang, awan-awan untuk mengingat Allah”.[1]

C.    MUFRODAT

Hamba pilihan Allah
خيار عبادالله
Memperhatikan/mengamati
يراعون
Matahari
الشمس
Bulan
القمر
Bintang-bintang
النجوم
Awan-awan
الاظلة
Mengingat Allah
لذكرالله

D.    BIOGRAFI RAWI
Nama lengkapnya ialah Abdullah bin Abu Aufa Al-Aslami, dijuluki dengan Abu Muawiah. Sahabat yang ikut dalam Perdamaian Hudaibiah dan peristiwa-peristiwa lainnya ini, berdomisili di Kota Madinah sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. wafat, setelah itu beliau pindah ke Kota Kufah. Dialah sahabat yang terakhir meninggal di sana.[2]

E.     KETERANGAN HADITS

Hadits ini menerangkan bahwa sesungguhnya orang-orang yang menjadi hamba pilhan Allah adalah orang-orang yang senantiasa menunggu datangnya waktu sholat untuk segera menunaikan ibadah sholat, ditengah menuggu waktu adzan, mereka menggunakan waktu tersebut untuk berdzikir, karena waktu tersebut adalah waktu yang disenangi Allah atau waktu yang dimuliakan Allah.
Dalam waktu penantian itu terdapat hal-hal yang jelas dan juga hal-hal yang samar. Diantara hal-hal itu adalah terbit dan terbenamnya matahari, gerhana matahari, munculnya rembulan dan bintang-bintang, gerhana rembulan dan sebagainya yang bisa kita lihat dengan kasat mata. Kemudian mereka orang-orang yang terpilih itu akan lebih bisa memikirkan dan merenung akan keindahan alam tersebut, sehingga mereka seraya mengucap syukur, berdzikir dan bertasbih atas segala keagungan Allah. Terlebih lagi bagi orang-orang yang mempunyai kelebihan yang dapat melihat rahasia-rahasia alam yang tak kasat oleh mata dan bahkan terkadang sulit untuk di nalar oleh akal sehat, maka mereka yuang diberikan kelebihan tersebut akan bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.[3]

F.     ASPEK TARBAWI

Ø  Mensyukuri atas  segala nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
Ø  Mengagungkan kekuasan Allah yang telah menciptaka alam raya yang begitu sempyrna dan indah.
Ø  Menjaga dan melestarikan alam semesta ini, karena ini alam semesta adalah tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup, terlebih bagi kita manusia yang dikaruniai akal yang sempurna untuk menjadi kholifah atau pemimpin alam semesta ini yang sudah seharusnya memelihara keindahan alam raya.
Ø  Mengamati apa yang ada di dalam alam semesta ini untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Ø  Tepat waktu dalam menunaikan ibadah sholat, artinya jika telah masuk waktu sholat bersegera umtuk melaksanakannya.
Ø  Memperbanyak dzikir dan lebih  mendekatkan diri kepada Allah.















BAB III
KESIMPULAN


Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai orang mukmin tidak boleh meremehkan ibadah terutama ibadah sholat, hendaknya jika telah memasuki waktu sholat sebaiknya kita segera meninggalkan aktifitas keduniawian untuk melaksanakan ibadah sholat, tidak hanya itu sebagai hamba Allah yang telah diberi berbagai kenikmatan yang diantaranya adalah keindahan alam semesta ini, kita harus selalu mgucap syukur, dengan berdzikir dan mengagungkan Allah dan mengagumi kekuasaan Allah SWT.
Kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di bumi ini, maka kita harus menjaga dan melestarikan alam semesta dan juga mengembangkan ilmu pengetahuan yang bisa digali  dari alam raya ini.














DAFTAR PUSTAKA


Al-Baihaqi. 1414 H. Sunan Al-Kubro Juz 1. Makkah.

Al-Manawi. 2003. Faidzul Qodir Juz 2. Mesir: Maktabatu Mashri

http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/11/sahabat-nabi-lainnya/





[1] Sunan Al Baihaqi Al kubro, Sunan Kubro Juz 1, Bab Memelihara dalil-dalil tentang waktu, (Makkah, 1414 H), hal. 379.
[2] http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/11/sahabat-nabi-lainnya/
[3] Imam Al Manawi, Faidzul Qodir Juz 2, (Mesir: Maktabah Al-Mashri, 2003), hal. 579.

17 komentar:

  1. nama : salafudin
    nim : 202 111 0207
    kelas : E

    assalamualaikum...
    dari pembahasan makalah diatas sangat menarik sekali,,, dan saya ingin bertanya tentang aspek tarabawi. apa keterkaitan hadist diatas diatas dengan Tepat waktu dalam menunaikan ibadah sholat, artinya jika telah masuk waktu sholat bersegera untuk melaksanakannya. mungkin dapat dijelaskan keterkaitanya karena kalau saya melihat secara sekilas dihadist tersebut tidak dimaksudkan untuk shalat tepat pada waktunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam wr.wb..
      jelas sekali ada kaitannya,, cermati arti hadis diatas yang menyuruh agar orang mukmin itu mengamati matahari, bula, dan bintang,,itu berarti sama halnya kita disuruh untuk memperhatikan waktu,,waktu disini adalah waktu kapan masuknya solat. jadi hadis ini mengandung makna tersirat yang menyuruh kita untuk tepat waktu dalam melaksanakan ibadah sholat.

      Hapus
  2. sri setianingrum
    202110209
    bagaimana cara kita untuk selalu bersyukur atas nimat Allah untuk kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara termudah untuk mensyukuri nikmat adalah menerima apa-apa yg Allah berikan kpd kita, jangan selalu mengeluh,, dan slalu lihat kebawah pada mereka yg kurang beruntung dripada kita. jangan jstru melihat keatas,, maka akan silau dan tidak akan pernah puas dg kehidupan kita. akan tetapi meneroma disini jANGAN diartikan tidak berusaha sama sekali,,jika kita berpotensi untuk meraih yg lebih maka kita harus bersungguh-sungguh mengejarnya, dan nanti hasilnya baru kita serahkan pd Allah dan nmenerimanya dg hati yang ikhlas.

      Hapus
    2. terima kasih atas jawabanya, dan apakah pemakalah sudah seperti dengan teori yang telah anda paparkan diatas?
      dan bisakah anda sedikit menceritakan fakta tentang rasa syukur anda pada Allah SWT?

      Hapus
    3. mungkin walaupun masih banyak mengeluhnya, akan tetapi saya selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada saya, salah satu contoh rasa syukur saya adalah saya masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT, hidup bagi saya merupakan anugrah yang Allah berikan kepda saya.

      Hapus
  3. kartika anggun p
    202 111 0190
    Kelas E

    apa pengertian alam raya?
    bagaimana dg para ilmuan yang mengamati bulan,bintang,tetapi tidak untuk mengingat Allah melainkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alam raya adalah semua yang ada di dunia ini yang diciptakan Allah SWT yg semua itu merupakan keagungan Allah yg diberikan untuk kesejahteraan manusia,,alam raya bukan hanya semua yg ada di bumi saja,,akn tetapi juga benda2 yg ada di angkasa.
      bicara soal ilmuwan kita tidak boleh melihat dalam satu point saja,,katakanlah sang ilmuwan itu non muslim,,mereka meneliti bagian dari alam raya itu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yg sangat bermanfaat sekali bgi manusia dan bahkan sangat dibutuhkan,,kita bisa memandang itu sebagai bentuk syukur mereka terhadap ciptaan Tuhan menurut agama mereka.

      Hapus
  4. Nama: Rizki Amalia R
    2021110213
    Kelas E

    Apa yang dimaksud dengan memperhatikan alam raya? apakah semua orang berkompeten untuk memperhatiakn alam raya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. memperhatikan alam raya artinya adalah mengamati keadan sekitar dilingkungan tempat kita tinggal saja,,sbgai orang boasa mungkin kita tak perlu yg brkontribusi besar,,sperti orang2 yg bekerja di BMG,,akan tetapi dengan usaha kita menjaga alam itu akan membantu melestarikan alam yg tetunya di iringi oleh tingkat kesdaaran kita sebagai makhluk hidup.
      menurut saya semua orang berkompeten utk memperhatikan alam raya karena kita sebagai kholifah di bumi sudah seharusnya memperhatikan alam raya sehingga kita bisa menjaga dan melestarikan alam agar alam itu tetap indah dan aman dari tangan2 yang tidak brtanggung jawab.

      Hapus
  5. nama ; Ali mubarok
    nim : 20211101145
    kelas : D (E)
    alam raya ini begitu luas dan begitu enak unntuk dipandang, namun terkadang manusia terlena akan keindahan alam raya ini, menjadikan lupa akan siapa yang menciptakan dan mengatur nya .
    bagaimana agar tidak terjadi hal yang demikian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hal yg paling mudah untuk mencegah hal seperti itu berangkat dari individu masing-masing yg harus meningkatkan kesdaran diri untuk menjaga kelestarian alam ini. mungkin kita bisa melakukan reboisasi dan mungkin kita sebagai mahasiswa kita bisa melakukan sosialisasi berhubungan dengan kelestarian alam.

      Hapus
  6. nama : Akromurijal
    NIM : 2021110234
    kelas : E

    salam sukses untuk kita semua,
    makalah anda membahas mengenai alam raya, yang saya mau tanyakan, bagaimana pendapat anda mengenai pemanfaatan alam yang dilakukan manusia secara berlebihan? dan banyaknya bencana di alam raya ini yang merusak kelestarian alam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya itu memang sangat menjengkelkan,, akan tetapi hal itu sudah menjadi masakah yg menjamur yang sangat sulit untuk dicari solusinya,, disamping hukum di negara kita yg bisa di beli,, jd org2 yg tdk bertanggung jwab itu bisa meloloskan diri dan tetap saja melakukan aksinya dalam mengambil kekayaan secARA berlebihan ttersbut. untuk itu kita sebagai generasi muda hendaknya memupuk kesadaran diri kita untuk lebih melestarikan dan menjaga alam kita ini agar tidak banyak bencana alam yg terjadi.

      Hapus
  7. Mubarokah(2021110202)Kelas:E
    Manusia sebagai khalifah dibumi seharusnya dapat menjaga dan melestarikan alam raya ini. Akan tetapi pada realita sekarang manusia banyak yang merusaknya. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut dan melihat hal tersebut apakah pantas manusia disebut sebagai khalifah dibumi??????

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin pertanyaaan anda sama dg pertanyaan diatas mengenai manusia yg tamak akan pemanfaatan hasil alam yg jstru akhirnya merusak keindahan alam.
      jadi mngkin anda bisa melihat jwaban diatas..hehe
      bertanya pantas tidaknya manusia sebagai khlifah dibumi,kita tidak bisa brkata tidak,,itu sama halnya kita merendahkan diri sendiri dan tdk percaya diri toh tidak semua manusia yg tamak dan merusak lam,,masih banyak dari kita yg peduli dan juga melakukan usaha-usaha untk melestarikan alam.
      pantas tidaknya manusia MNJD KHLIFAH DIBUMI MNGKIN JWBANNYA KITA HRS BERKACA PD DIRI KITA MASING2.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus