new post

zzz

Kamis, 12 April 2012

A9-48 Dwi Hafila

HADIS TENTANG MENGHADIRKAN KESEJUKAN DITENGAH HIRUK-PIKUK PASAR

Mata Kuliah : Hadist Tarbawi II
Dosen Pengampu : Ggufron Dimyati,MSI
Kelas : A






Disusun Oleh
Dwi Hafila 2021111367
A


JURUSAN TARBIYAH (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
Pendahuluan
    Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Pasar merupakan pusat dari transaksi jual beli beli,dimana biasa orang-orang melakukan kegiatan perekonomian (berdagang), sehingga tidak bisa dipungkiri jika suasana Pasar sangat ramai, agar suasana pasar terasa sejuk, damai dan lancar, dalam transaksi jual belinya,  kita harus berusaha melakukan jual beli dengan baik,jual beli yang disyari'atkan oleh agama agar  tidak ada masalah apapun dalam proses jual beli, sehingga suasana pasar menjadi aman, nyaman dan tidak ada yang dirugikan sehingga segala aktivitas yang kita lakukan di pasar diberkahi Allah SWT.
    Selanjutnya dalam makalah ini akan memaparkan bagaimana caranya agar kita tetap bisa menghadirkan kesejukan ditengah hiruk-pikuk Pasar dan tentang masalah jual beli yang sesuai dengan syariat Islam.





















A.Hadist  Menghadirkan Kesejukan Religi Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar

كاَنَ ابْنُ عُمَرَ وَأبُوهُرَيْرَةَ يَخْرُجاَنِ إِلىَ السُّوقِ فىِ اَيّاَمِ العَشْرِ يُكَبِّراَنِ وَيُكَبِّرُ النّاَسُ بِتَكْبِيْرِهِماَ وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٌّ خَلْفَ النّاَفِلَةِ (رواه البخاري في الصحيح كتاب الجمعة باب فضل العمل في ايام التشريق)


B.Terjemah

    Berkata Ibn Umar dan Abu Hurairah , keduanya keluar dari Pasar pada hari-hari kesepuluh ( sepuluh hari pertama ) dalam bulan Dzulhijjah seraya keduanya mengumandangkan takbir, lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya dan ikut bertakbir pula Muhammad ibn Ali.


C.Mufrodat

يَخْرُجاَن     : keluar (keduanya)
السُّوقِ    : Pasar
 اَيّاَمِ العَشْرِ  : Hari kesepuluh
  يُكَبِّراَنِ    : Mengucapkan Takbir









D.Biografi Perawi
1.Abdullah bin Amr bin Al-Ash
    Dia adalah seorang dari Abadilah yang faqih, ia memeluk agama Islam sebelum ayahnya, kemudian hijrah sebelum penaklukan Mekkah. Abdullah seorang ahli ibadah yang zuhud, banyak berpuasa dan shalat, sambil menekuni hadits Rasulullah Shallahllahu ‘alaihi Wassalam. Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 700 hadits, Sesudah minta izin Nabi Shallahu ‘alaihi Wassalam untuk menulis, ia mencatat hadits yang didengarnya dari Nabi. Mengenai hal ini Abu Hurairah berkata “ Tak ada seorangpun yang lebih hapal dariku mengenai hadits Rasulullah, kecuali Abdullah bin Amr bin al-Ash. Karena ia mencatat sedangkan aku tidak”.
    Abdullah bin Amr meriwayatkan hadits dari Umar, Abu Darda, Muadz bin Jabal, Abdurahman bin Auf, dan beberapa yang lain. Yang meriwayatkan darinya antara lain Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab, as-Sa’ib bin Yazid, Sa’ad bin Al-Musayyab, Thawus, dan Ikrimah.
    Sanad paling shahih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib dari ayahnya dan kakeknya Abdullah.
Abdullah bin Amr wafat pada tahun 63 H pada malam pengepungan Al-Fusthath.
Kisah keislman Amr Ibn Al-Ash
    Semula Amr ibn Al-Ash menentang ajaran Nabi Muhammad dan memilih bergabung dengan raja najasyi, dan berkeinginan membunuh “Amr ibn Umayyah” (utusan rasulullah) Na,un,pertemuannya dengan raja najasyi malah akhirnya menjadikan beliau masuk islam.







2.Abu Hurairah

    Abu Hurairah termasuk Hafidz Ash-Shohabah yaitu sahabat yang banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah SAW. Ada banyak pendapat dan perbedaan tentang siapa nama Abu hurairah, diantaranya yang termashur adalah Abdurrahman bin Sakhr, ada yang menyebut Ibnu Ghonam, dikatakan bahwa nama pada masa jahilliyah adalah Addussy syam dan julukannya adalah Abdul Aswad , kemudian Rasulllah saw memberi nama kepadanya Abdullah dan memanggil dengan nama Abu Hurairah.
    Abu Hurairah memeluk islam pada tahun 7H, meninggal di Aqiq pada tahun 57H, pada usia 78 tahun.

3.Muhammah ibn Ali
Beliau adalah Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani dalam muqqadimah “Ahkamus Siwak” dan “Irsyadul Qaum Biahkamin Naum”), syaikh An-Nashihul Amin Yahya bin Ali Al-Hajuri menyebutnya dengan Al-Ibi . Kuniyah beliau adalah Abu Abdillah.
Gelar Beliau
Beliau diberi gelar oleh syaikh kami An-Nashihul Amin Yahya bin Ali Al-Hajuri sebagai seorang syaikh. ( muqaddimah syaikh terhadap kitabnya “Ithaful Anam Biahkam wa Masail Shiyam” hal. 3, tertulis pada tahun 1428 (seribu empat ratus dua delapan) hijriyyah).










E.Penjelasan Hadist :

Memperbanyak takbir dan zikir. Termasuk di dalamnya membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istigfar, dan doa. Disunahkan untuk mengeraskan suara ketika melewati pasar, jalan-jalan, masjid, dan tempat-tempat lainnya.
    Ibnu Abbas berkata, “Berzikirlah kalian kepada Allah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyrik.” Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir.
        Dari penjelasan hadist diatas disimpulkan bahwa  dari pengumandangan takbir itu, diharapkan dapat membuat orang-orang yang ada di Pasar turut mengumandangkan takbir secara besama-sama. Dan  mengingatkan orang-orang yang sedang bekerja di Pasar untuk senantiasa mengingat dan tidak lupa untuk tetap melafalkan kalimah-kalimah yang mengaggungkan akan kebesaran Allah ditengah kesibukan yang mereka jalani.
Dari hadis diatas dapat kita pahami bahwa segala karunia yang telah diberikan oleh Allah untuk kita itu terdapat kewajiban yang harus dilakukan yaitu senantiasa mengingat dan bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepada kita.. Oleh karena itu, sesibuk apapun kita hendaknya kita selalu mengingat akan kebesaran Allah.
.Dari penjelasan-penjelasan tersebut dapat kita pahami, bahwa ketika kita sudah melakukan pekerjaan untuk kehidupan selama di dunia seperti : transaksi jual beli di Pasar, Kita tidak boleh terfokus pada materi yang akan kita cari melainkan tetap pada nafsiyahnya bahwa di dunia ini materi bukan lah yang kita cari, melainkan di dunia adalah kesempatan kita untuk mencari bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Dari sinilah kita dapat memahaminya, agar kita tetap dapat menghadirkan kesejukan di pasar. Dalam pasar yang sering kita jumpai pasti masalah jual beli, jadi agar suasana pasar terasa sejuk, damai dan lancar, dalam melakukan jual beli kita harus berusaha melakukan jual beli dengan baik,jual beli yang disyari'atkan oleh agama agar  tidak ada masalah apapun dalam proses jual beli, sehingga suasana pasar menjadi aman, nyaman dan tidak ada yang dirugikan sehingga segala aktivitas yang kita lakukan di pasar diberkahi Allah






























Aspek Tarbawi

Ditengah-tengah kesibukan kita dalam urusan dunia,hendaknya kita selalu ingat kepada Allah.
Memperbanyak takbir dan zikir. Termasuk di dalamnya membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istigfar, dan doa. Disunahkan untuk mengeraskan suara ketika melewati pasar, jalan-jalan, masjid, dan tempat-tempat lainnya.
Dalam menghadirkan kesejukan ditengah hiruk-pikuk pasar, kita harus melakukan transaksi jual beli yang baik, jual beli yang disyariatkan oleh Islam, diantaranya seperti :
Dalam jual beli hendaknya bermurah hati
Tidak ada penipuan dalam jual beli
Tidak boleh menjual sesuatu yang masih dalam proses jual beli
Dalam takaran timbangan tidak boleh curang
Tidak boleh bersaing dalam jual beli
Salam / salaf hendaknya dengan ukuran dan masa yang pasti.














Simpulan
    Dalam Pasar  yang sering kita jumpai adalah masalah jual beli,jadi agar suasana pasar terasa sejuk ,damai,dan lancar , dalam melakukan jual beli kita harus melakukan jual beli dengan baik, tidak ada masalah apapun dalam masalah jual beli, sehingga suasana pasar menjadi aman,nyaman dan tidak ada yang dirugikan sehingga segala aktifitas yang kita lakukna di Pasar diberkahi Allah Swt.
    Selain itu,kita harus menanamkan jual beli yang disyariatkan oleh Islam,agar pengamalan ibadah kita dapat kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta suatu perilaku kegiatan perekonomian tidak menyimpang dari ajaran islam yaitu: al-qur’an dan al-hadist, dengan begitu kegiatan apapun yang kita lakukan di dunia ini( termasuk dalam mencari materi) tidak menjadikan kita lupa dari kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan yang kekal (di akhirat) Untuk itu sesibuk apapun kita kendaknya kita selalu mengingat Allah swt dan dan senantiasa berdzikir kepadaNYA.


















DAFTAR PUSTAKA

Mz,Labib,Hadist Pilihan (Shahih Bukhori),Surabaya;Bintang Usaha Jaya,2005.

Suhardi, Kathur, Shirah Shahabat ( Keteladanan Orang-Orang di sekitar Nabi ),Jakarta;Pustaka al-kautsar,cet.3,2008.

Syihabuddin Ahmad bin Al Hajr Al-Asqorani, Toqribu Tohdik, (Beirut: Dar Al Fiqr, 1955), jilid II . h. 774-775

Www.ikhwanmuslim.co.id (diakses tgl.01/03/2012)

16 komentar:

  1. Duwi Kurniawati
    2021110029
    kelas A

    Bagaimana menurut pendapat anda mengenai orang yang sudah mengetahui ilmu tentang melakukan transaksi jual beli yang baik, jual beli yang disyariatkan oleh Islam, diantaranya seperti yang sudah di jelaskan dimakalah, tetepi tidak menerpkannya malah mengabaikan?
    bagaimana solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaannya....
      Orang yang telah mengetahui ilmu tetapi tidak menerapkan pada dirinya sendiri, baik itu ilmu tentang melakukan transaksi jual beli/ ilmu lainnya itu ibarat hujan yang turun deras ke bumi ,namun bumi itu tetap gersang . dan perumpamaan ilmu yang bermanfaat dan tidak bermanfaat ada terdapat dalam hadist yang
      Artinya:
      “Dari Abu Musa.ra. dari Nabi Saw.bersabda,”Perumpamaan apa yang aku diutus Allah umtuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah bagaikan hujan yang deras jatuh ke bumi, maka bumi itu menjadi subur, menghisap air, menumbuhkan buah-buahan dan rerumputan yang banyak. Dan adakalanya bumi itu menjadi gersang dan menahan air maka Allah memberi manfaat dengannya kepada manusia,mereka bisa minum,memberi minum ternak dan mereka bisa bertani. Dan ada pula hujan yang pada bagian bumi yang lain yakni di atas lembah yang tidak bisa menahan air dan tidak menumbuhkan rerumputan , maka yang demikian itu perumpamaan orang yang memahami Agama Allah dan mempergunakan apa yang diperintah Allah untuk menyampaikannya,maka ia belajar dan mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak memikirkan dan tidak memeperdulikan atas petunjuk ALLAH yang akan diutus dengannya.”
      Jadi hendaknya orang yang telah mengetahui tentang suatu ilmu, hendaknya ia berusaha mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari , dan bermanfaat untuk dirinya maupun untuk orang lain.

      Hapus
  2. Assalamkm..
    melihat realita yang ada,banyak diantara penjual dan pembeli tidak mengetahui asas-asas perdagangan sesuai syariat islam yang benar.
    mengapa demikian? dan bagaimana hukumnya membeli jajanan pasar yang Rasulullah sendiri tidak menyukai untuk membeli jajanan pasar?
    mohon jawabannya..
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salam..
      penjual dan pembeli tidak menegetahui asas-asas perdagangan karena kurangnya penyuluhan (sosialisasi) dan mereka tidak mengetahui atau mencari ilmu tentang transaksi jual beli, menurut hemat saya kalau semisal mereka memang tidak mengetahui, ya berusaha untuk mencari tahu dengan menuntut ilmu pada orang tahu tentang transaksi jual beli yang disyariatkan oleh islam, setelah mereka tahu hendaknya mempraktekan dalam kehidupan transaksi jual belinya.
      dan untuk hukum membeli jajanan pasar yang Rasulullah sendiri tidak menyukai untuk membeli jajanan Pasar, mohon maaf saya belum menemukan jawabannya.
      terima kasih.

      Hapus
  3. Apa yang harus kita lakukan ketika masuk pasar, agar kesejukan yang diharapkan dapat kita rasakan?sedangkan suasana pasar sangat ramai.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaannya..

      Agar nuansa Pasar dapat terasa kesejukannya, diantaranya;
      1.berdo’a ketika akan masuk Pasar, dengan begitu hati kita akan terasa tenang dan tidak ada kekhawitiran.
      2. menerapkan transaksi jual beli yang di syariatkan oleh islam, dengan begitu akan terhindar dari pertengkaran atau kesalapahaman.
      3.Diperdengarkannya nuasa yang bersifat religi, sepertin musik religi/shalawatan yang menjadikan hati kita itu tenang.
      4.dan menjauhkan diri dari sesuatu yang mengacu permusuhan atau keributan di Pasar seperti;perselisihan ketika menawar barang, pertengkaran antar pedagang,dsb
      5.menjaga kebersihan, agar nuasa Pasar bersih dan tidak terlihat kumuh. karena dalam Hadist menyebutkan bahwa ‘Kebersihan adalah sebagian dari iman.”

      Hapus
  4. bagaimana cara menghadirkan kesejukan dalam pasar yang ramai....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaannya...

      cara menghadirkan kesejukan di tengah hiruk pikuk Pasar, salah satunya :
      a.tidak lupa untuk melafalkan kalimah-kalimah takbir dan dzikir,termasuk didalamnya membaca tasbih,tahmid,tahlil,takbir,istighfar dan do'a, disela-sela kesibukan berdagang.
      b.tidak meninggalkan sholat wajib,sesibuk apapun kita.
      c.menyempatkan sholat sunah, seperti sholat dhuha.
      d.menerapkan jual beli yang disyariatkan oleh islam.
      e.tidak berselisih dalam jual beli,yang nantinya kan menimbilkan pertengkaran.
      d.berlaku jujur, terus terang dan mengatakan yang sebenarnya, tidak bersumpah dusta, sebab sumpah dusta menghilangkan barkah jual beli.
      Rasulullah bersabda " Bersumpah dapat mempercepat lakunya dagangan , tetapi dapat menghilangkan berkah" (riwayat Bukhori dan Muslim)
      Pedagang yang jujur,benar,sesuai dengan ajaran islam dalam dagangannya didekatkan kepada para Nabi,para sahabat,dan orang-orang mati syahid pada hari kiamat.
      Rasululah bersabda " Pedagang yang jujur&terpercaya dikumpulkan bersama para Nabi,sahabat-sahabat dan orang-orang mati syahid" (rimayat at-tirmidzi)
      e.Distelkan musik-musik religi di dalam Pasar dan diingatkan ketika tiba waktunya sholat.
      Jadi untuk menghadirkan kesejukan ditengah suasana Pasar yang ramai,mungkin bisa diterapkan seperti poin-poin diatas. :)

      Hapus
  5. shofiyatul inayah 232108104
    bagainama cara kita nengamalkan hadits yang jenengan paparkan ini tolong penakala beri penjelasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaannya..

      cara mengamalkan hadis diatas yaitu dengan cara menerapkan dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari.semisal dengan cara :
      pertama, kita harus selalu ingat dimana pun kita berada dengan berdzikir kepada Allah dan tidak meninggalkan shalat wajib serta menerapkan jual beli yang disyariatkan oleh islam dalam transaksi jual belinya.dll jawaban bisa dilihat seperti yang ada pada jawaban pertanyaannya saudara ikrimah, karena cara menghadirkan kesejukan diantaranya seperti itu dan pengamalannya itu salah satunya bisa diterapkan.

      Hapus
  6. 1.apakah anda sudah pernah menghadirkan KESEJUKAN DITENGAH HIRUK-PIKUK PASAR sehingga ssemua penjual di pasar mengikuti anda.
    2.apa yang akan terjadi bila menghadirkan KESEJUKAN DITENGAH HIRUK-PIKUK PASAR di terapkan di pekalongan seperti pasar sentiling atau pasar grogolan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismillah..
      a.saya sendiri masih mencoba, namun harapan untuk semua penjual mengikuti saya,saya sendiri belum mengetahui , karena tentunya semua kembali pada masing-masing individu. cara saya menghadirkan kesejukan di Pasar semisal menjaga pandanga mata dan beristighfar,ketika melihat sesuatu yang tidak baik,seperti ketika melihat sekumpulan orang-orang yang sedang berjudi, atau waktu bulan puasa melihat orang yang makan di muka umum.Dan mencoba menerapkan tentang jual beli yang di syariatkan oleh islam, semisal ; tidak menawar barang yang sedang ditawar oleh orang lain, karena akan menyakiti orang lain.RASULULLAH bersabda
      “tidak boleh seseorang menawar diatas tawaran saudaranya”
      Itulah sedikit pengamalan dari saya, masih jauh dari kata sempurna namun semuga saya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

      b.yang terjadi adalah kesejukan yang terasa didalam Pasar, nuasa islami dan kereligiusan dalam transaksi jual beli dsb dan menurut saya dalam menghadirkan kesejukan bukan hanya diterapkan di Pasar Pekalongan ,seperti Pasar sentiling & Banjarsari saja, namun penerapannya harus dilakukan pada semua Pasar agar kesejukan religi tetap terasa. Karena dengan adanya nuasa religi di tengah hiruk-pikuk Pasar akan menjadikan nuasanya baik, sejuk,damai, semisal saja ; lagu-lagu yang diputarkan / distelkan di dalam Pasar bernuasa religi, dan mengingatkan ketika tiba waktunya shalat.

      Hapus
  7. bagaimana cara membuat/menjadikan pasar yang islami.





    2021110012

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara membuat/ menajadikan Pasar yang islami yaitu dengan cara memperhatikan karakteristik pasar islami dan setelah kita mengetahui karakteristik tersebut hendaknya kita bisa menerapkannya, sehingga akan tercipta sebuah Pasar yang islami.
      Karakteristik sendiri dari Pasar Islami yaitu :
      Pertama: pelaku bisnis selalu mengontrol dirinya untuk tetap berlaku takwa, menakarkan orientasi berbisnis kepada Allah sebelum kepada manusia. Hakekat berbisnis adalah tuntutan keseimbangan yang mutlak diciptakan di antara manusia, yang berupa hubungan timbal balik antara penjual dan pembeli dalam bingkai tolong menolong.

      Kedua: menghadirkan keluhuran etika dalam bermuamalat (transaksi), dengan mengedepankan sikap adil dan kebaikan (ihsan). Imam Ghazali mengatakan sikap adil dalam berdagang ibarat modal sedangkan ihsan ibarat keuntungan yang didapat. Seorang pedagang harus dapat menyeimbangkan perhitungan bisnisnya dengan mengkalkulasikan pendapatan yang diperoleh serta pengeluaran hasil keuntungan dalam bentuk kebajikan sosial.

      Ketiga: menjaga syiar Islam berupa ketepatan waktu menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti sholat lima waktu, kewajiban zakat, tidak menyembunyikan cacat yang terdapat pada barang, tidak curang, tidak menjual barang-barang yang haram atau syubhat.

      Keempat: Menerapkan menagerial yang baik, seperti mencatat setiap transaksi yang dilakukan, kerapihan dalam administrasi dan pembukuan atas keluar masuknya uang berikut barang. Serta mencatat setiap perjanjian dan kesepakatan yang dibuat. Bukankah model persaksian dan pencatatan merupakan anjuran al-Qur’an dalam setiap muamalat yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim (al-Baqarah: 282)

      Hapus
  8. bagaimana cara pemakalah menanggapi jika dalam pasar itu ada yang berlaku syirik antar pedagang???? sedangkan dalam makalah ini di tuntut adanya kesejukan pasar??? syukron....
    2021110004

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas pertanyaannya..
    Menurut saya mungkin pertanyaan anda lebih mengarah pada Rasa Iri hati, bukan perbuatan syirik antar pedagang, karena syirik dalam ilmu fiqh berarti menyekutukan Allah.melihat realitas,memang rasa iri hati antar pedagang bukan hal yang tabu lagi, kadang ada beberapa pedagang yang merasa iri terhadap pedagang lain, karena barang dagangan orang lain lebih laku, dan banyak pembelinya.
    Menurut saya tidak seharusnya pedagang menyimpan rasa iri hati terhadap pedagang lain, karena tentunya semua sudah tau, bahwa rezeki orang sudah ada takarannya masing-masing. Firman Allah dalam surat Al-An-Kabut ayat 62

    Artinya; “Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendakiNYA diantara hamba-hambanya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu.
    Jadi tak sepatutnya kita menyimpan rasa iri hati terhadap orang lain.

    BalasHapus