Laman

1111

Rabu, 27 Maret 2013

d7-3 nur asfiyani : flora & fauna



MAKALAH
MANFAAT FLORA dan FAUNA BAGI MANUSIA
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah     : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu    : Muhammad Hufron, M.S.I
Disusun oleh :
Nur Asfiyani               2021 111 200
Kelas D
TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013

BAB I
PENDAHULUAN
   
Allah telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Baik hewan maupun tumbuhan yang memberikan manfaat bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia. Sebagaimana Allah menciptakan lebah untuk diambil manfaatnya, yaitu madu. Dan tumbuhan untuk menyembuhkan segala penyakit, seperti al-habbah al-sauda (jinten hitam).
Dalam makalah ini, pemakalah akan membahas mengenai manfaat flora dan fauna bagi manusia. Semoga bermanfaat.












BAB II
PEMBAHASAN

1.      Manfaat Flora Bagi Manusia
                       a.          Bunyi Hadits
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِى الله عَنْهُ اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ (اِنَّ فِيْ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءًمِنْ كُلِّ دَاءِ اِلاَّ السَّامَ,,وَالسَّامُ: اَلْمَوْتُ وَالْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ: اَلشُّوْنِيْزُ.
[1](رواه مسلم فى الصحيح  كتاب السلام  باب التداوي با لحبة السوداء)
                       b.          Terjemah Hadits
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dia telah berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada jinten hitam (al-habbah al-sauda) itu terdapat obat segala penyakit kecuali mati, dan jinten hitam itu adalah syuniz (sejenis jinten hitam).” (HR. Muslim)[2]
                       c.          Mufrodat
Terjemah
Ayat
Jinten hitam
اَلْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ
Obat
شِفَا ءٍ
Penyakit
دَاءٍ
Kematian
اَلسَّامَ
Sejenis jinten hitam
الشُّوْنِيْزُ

                      d.          Biografi Rawi/Mukhorrij
Biografi Abu Hurairah
Nama lengkap beliau adalah Abu Hurairah al-Dausi al-Yamami. Ia berasal dari Bani Daus bin Adnan. Abu Hurairah memeluk islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya perang Khaibar dan meninggal di Aqiq pada tahun 57 H. Ia adalah pemimpin ahli shuffah yang menggunakan setelah waktunya beribadah di masjid Nabi SAW. Ia paling banyak meriwayatkan hadits sebanyak 5.374 hadits.
Beliau adalah seorang imam, ahli fiqih, mujtahid sahabat Nabi dan tokoh orang-orang yang hafal hadits. Rasulullah SAW pernah mendo’akannya agar selalu hafal hadits-hadits yang diterimanya dari beliau. Pada mulanya Abu Hurairah tampaknya tidak mempunyai buku-buku Hadits, sebab beliau berkata “tidak ada seorangpun yang lebih tahu tentang hadits Nabi yang diriwayatkan, kecuali orang yang menerima hadits dari Abdullah bin ‘Amr sebab ia menulis dengan tangannya sendiri dan menghafalnya. Sedang saya hanya menghafal saja tidak menulis”. Abdullah bin ‘Amr juga mengatakan bahwa Abu Hurairah tidak menyimpan buku-buku hadits dan juga tidak menulisnya.
Pada masa Umar bin Khattab menjadi khalifah, beliau menjadi pegawai di Bahrain. Beliau dianugerahkan hafalan yang kuat, juga memiliki sifat wira’i, taqwa dan zuhud. Abu Hurairah telah meriwayatkan hadits dari Nabi SAW, dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ubai bin Ka’ab, Usman bin Zaid, ‘Aisyah dan sahabat-sahabat lain. Sedangkan jumlah orang yang meriwayatkan darinya melampaui 800 orang, terdiri dari para sahabat dan tabi’in.[3]


Biografi Imam Muslim
Nama lengkap Imam Muslim adalah Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi al-Naisaburi. Beliau dinisbatkan kepada Naisaburi karena dilahirkan di Naisabur, sebuah kota kecil di Iran bagian Timur-Laut. Beliau juga dinisbatkan kepada nenek moyangnya yaitu Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin Sa’sa’ah suatu keluarga bangsawan. Ia dilahirkan pada tahun 204 H/820M.
Imam Muslim belajar hadits mulai usia kurang lebih 12 tahun yaitu pada tahun 218 H/833M. Sejak itulah beliau sangat serius dalam mempelajari dan mencari hadits.  Pada masanya beliau terkenal sebagai ulama yang gemar bepergian melawat ke berbagai daerah atau negara untuk mencari hadits. Beliau pernah pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan tempat-tempat lainnya. Beliau pernah berguru kepada Yahya bin Yahya dan Rahawaih dan lain-lain.
Imam Muslim adalah salah seorang muhaddits, hafidz yang terpercaya. Salah satu karya Imam Muslim yang terkenal dan terbaik  adalah Al-Jami’ al-Shahih. Beliau meninggal pada hari Ahad sore, dalam usia 55 tahun. Jenazahnya dimakamkan esok harinya, Senin 25 Rajab 261 H/875M di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur.[4]

                       e.        Keterangan Hadits
Ibnu Abi Atiq r.a masuk menjenguk seseorang yang sedang sakit, lalu ia mengatakan, “Pakailah oleh kalian biji-biji kecil yang hitam ini, ambillah lima atau tujuh biji, kemudian tumbuklah dengan halus, lalu teteskanlah pada hidungnya dengan mencampurkannya terlebih dahulu dengan beberapa tetes minyak (zaitun) pada sebelah ini dan sebelah ini, karena sesungguhnya Siti Aisyah r.a telah menceritakan sebuah hadits kepadaku, bahwa ia pernah mendengar Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam biji hitam (al-habbatu al-saudah) ini terkandung obat penawar bagi segala penyakit kecuali as-saam. Aku (Siti Aisyah) bertanya, “apakah as-saam itu? “Nabi SAW menjawab, “mati”. (HR. Bukhari)
Ibnu Abi Atiq adalah seorang tabi’in. pada suatu hari ia masuk ke rumah seseorang yang sedang sakit, lalu ia berkata kepada keluarganya, “Pakailah biji hitam (al-habba al-saudah) ini oleh kalian, ambillah lima atau tujuh biji atau lebih banyak daripadanya dengan jumlah yang witir. Kemudian teteskanlah serbuknya dengan mencampurkannya dengan beberapa tetes minyak zaitun pada kedua lubang hidungnya, karena sesungguhnya Siti Aisyah r.a telah menceritakan sebuah hadits, bahwa ia pernah mendengar Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam biji hitam (al-habbah al-saudah) ini terkandung obat penawar bagi segala penyakit kecuali penyakit mati”. Dikatakan demikian karena mati itu apabila telah datang masanya tiada obat yang dapat menghindarkannya.
Hadits diatas menunjukkan bahwa al-habbah al-sauda dapat dijadikan obat untuk segala penyakit dengan cara pemakaian apapun, jika hal itu dilakukan oleh yang bersangkutan dengan niat yang saleh.
Akan tetapi jinten hitam dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh jika terasa lesu atau dingin, baik di makan langsung maupun di minum setelah di masak terlebih dahulu.[5]
Al-Qodhi berkata bahwasanya al-Habbah al-sauda itu bisa ditemukan di Al-arab disekitar Al-Akhdhur Aswat dan juga dapat ditemukan di sekitar Irak. Karena didaerah tersebut tumbuh banyak pohon-pohonnya. Selain dinamakan al-Aswat juga dinamakan Akhdur.[6]

                        f.        Aspek Tarbawi
Adapun mengenai manfaat dari al-habbah al-sauda itu sendiri banyak sekali yaitu sebagai berikut:
1)        Menguatkan sistem kekebalan.
2)        Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan.
3)        Meningkatkan Bioaktifitas Hormon.
4)        Menetralkan racun dalam Tubuh.
5)        Mengatasi gangguan tidur dan stress.
6)        Anti Histamin.
7)        Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri.
8)        Anti Tumor.
9)        Nutrisi bagi manusia.
10)    Tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita
11)    Melancarkan air susu ibu.[7]

2.     Manfaat Fauna Bagi Manusia
                       a.          Bunyi Hadits
عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسَرْ وَلَمْ تَفْسُد.
 (رواه احمد فى المسند, مسند المكثرين من الصحابة, مسند عبد الله بن عمر و بن العاص)

                       b.          Terjemah Hadits
Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Dia memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.” (HR. Ahmad)[8]

                       c.          Mufrodat
Terjemah
Ayat
Perumpamaan
  مَثَلَ
Lebah
النَّحْلَةِ
Makan
اَكَلَتْ
Yang baik
طَيْبًا 
Mengeluarkan
وَضَعَتْ
Hinggap
وَقَعَتْ
Memecah
تُكْسَرْ
Merusak
تُفْسَدْ

                      d.          Biografi Rawi/Mukhorrij
Biografi Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash 
Dia adalah seorang dari Abadillah yang aktif. Ia memeluk islam sebelum ayahnya, kemudian hijrah sebelum penaklukan Mekkah. Abdullah seorang ahli ibadah yang zuhud, banyak berpuasa dan sholat sambil  menekuni hadits Rasulullah. Jumlah hadits yang diriwayatkan mencapai 700 buah. Sesudah mendapat izin dari Nabi SAW untuk menulis, ia mencatat hadits yang di dengarnya dari Nabi SAW.
Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash meriwayatkan hadits dari Umar, Abu Darda’, Mu’adz bin Jabal, Abdurrahman bin ‘Auf dan beberapa yang lain. Yang meriwayatkan darinya antara lain Abdullah bin Umar bin al-Khattab, As-Sa’il bin Yazid, Sa’ad bin al-Musayyab, Thawus dan Karimah.
Sanad paling shohih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya Abdullah. Abdullah bin ‘Amr wafat pada tahun 43 H, pada malam pengepungan al-Fusthath.[9]
Biografi Imam Ahmad
Ahmad bin Muhammad ibn Hanbal al-Syaibany dilahirkan di Baghdad tepatnya di kota Maru/Merv., kota kelahiran sang ibu, pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 162H atau November 780 M. Nama lengkap beliau dalah Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal ibn Hilal ibn Asad ibn Idris ibn ‘Abdillah bin Hayyan ibn ‘Abdillah bin Anas ibn ‘Awf ibn Qasit ibn Mazin ibn Syaiban ibn Zulal ibn Isma’il ibn Ibrahim. Beliau keturunan Arab dari suku Banu Syaiban, sehinnga diberi laqab al-Syaibany. Diberi julukan Abu Abdillah. Kakeknya Hanbal ibn Hilal adalah Gubernur Sarakhs yang bernama dinasti Abbasiyah aktif menentang dinasti Umayah di Khurasan.
Ahmad bin Hanbal dibesarkan di Baghdad dan mendapatkan pendidikan awalnya di kota tersebut hingga usia 19 tahun. Sejak kecil Ahmad sudah di sekolahkan kepada seorang ahli qira’at. Pada umur yang masih relative kecil, ia sudah dapat menghafal al-qur’an. Sejak usia enam tahun Ahmad juga belajar hadits untuk pertama kalinya kepada Abu Yusuf, seorang ahl al-ra’yi dan salah satu sahabat Abu Hanifah.
Tahun 183 H Ahmad bin Hanbal pergi ke beberapa kota seperti, Kuffah, Bashrah, Makkah, Madinah, Yaman, Syiria dan Masopotamia dalam rangka mencari ilmu. Ahmad seorang ilmuan yang produktif. Di banyak menulis kitab ialah kitab al-‘Ilal, al-Tafsir dan lain-lain. Ahmad bin Hanbal meninggal pada hari Jum’at Rabi’ul Awwal tahun 241 H/855M dikota kelahirannya Baghdad.[10]

                       e.          Keterangan Hadits
Dari hadits di atas telah di tegaskan bahwasanya perumpamaan seorang mu’min seperti lebah. Memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik pula. Hinggap namun tidak merusak dan memecah.  Tegasnya keistimewaan lebah itu memakan yang baik, mengeluarkan yang baik, tidak terjatuh tatkala hinggap di ranting yang serapu apapun, tidak pula menimbulkan kerusakan bagi yang dihinggapinya.
Hadits ini mendorong seorang mu’min untuk menganalisa berupa sabda Rasul dan makhluk Allah yaitu lebah. Allah SWT berfirman:
4ym÷rr&ur y7/u n<Î) È@øtª[$# Èbr& ÉσªB$# z`ÏB ÉA$t6Ågø:$# $Y?qãç/ z`ÏBur ̍yf¤±9$# $£JÏBur tbqä©Ì÷ètƒ ÇÏÑÈ  §NèO Í?ä. `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨W9$# Å5è=ó$$sù Ÿ@ç7ß Å7În/u Wxä9èŒ 4 ßlãøƒs .`ÏB $ygÏRqäÜç/ Ò>#uŽŸ° ì#Î=tFøƒC ¼çmçRºuqø9r& ÏmŠÏù Öä!$xÿÏ© Ĩ$¨Z=Ïj9 3 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ZptƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇÏÒÈ
Artinya: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit,   di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS.An-Nahl: 68-69)
Ayat ini menyerukan agar mu’min mempelajari kehidupan lebah dan sekaligus mengambil manfaat darinya, antara lain:
                                              1.          Kehidupan lebah benar-benar atas petunjuk Allah yang mengilhaminya.
                                              2.          Bagaimana lebah membuat sarang.
                                              3.          Bagaimana mereka menjaga lingkungan sekitar.
                                              4.          Apa yang dimakan lebah.
                                              5.          Apa yang diproduksi lebah.
                                              6.          Perjalanan lebah yang demikain jauh, tapi tidak tersesat.
                                              7.          Madu yang menjadi minuman lezat sekaligus obat.[11]
Dengan demikian bahwa hadits tersebut mangandung anjuran untuk mempelajari makhluk Allah SWT tersebut sekaligus meniru dalam hal tertentu.

                            f.               Aspek Tarbawi
Aspek tarbawi dari hadits di atas antara lain:
                                              1.     Memberi Manfaat bagi lingkungan dan manusia.
                                              2.     Tidak mudah jatuh walaupun dalam keadaan apapun.
                                              3.     Tidak merusak alam sekitar.
                                              4.     Bekerja keras.
                                              5.     Melawan ketika diserang.
BAB III
PENUTUP

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa al-habbah al-sauda dapat dijadikan obat untuk segala penyakit dengan cara pemakaian apapun, jika hal itu dilakukan oleh yang bersangkutan dengan niat yang saleh. Adapun mengenai manfaat dari al-habbah al-sauda itu sendiri banyak sekali yaitu, menguatkan sistem kekebalan, meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan, meningkatkan Bioaktifitas Hormon, menetralkan racun dalam Tubuh, mengatasi gangguan tidur dan stress, anti Histamin, memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri, anti Tumor, nutrisi bagi manusia, tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita melancarkan air susu ibu.
Seorang mu’min bagaikan lebah mangandung anjuran untuk mempelajari makhluk Allah SWT tersebut sekaligus meniru dalam hal tertentu. Memberi Manfaat bagi lingkungan dan manusia, tidak mudah jatuh walaupun dalam keadaan apapun, tidak merusak alam sekitar, bekerja keras dan melawan ketika diserang.






DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman. 2009. Studi Kitab Hadits. Yogyakarta: Teras.
Al-Mundziri, Al-Hafizh Zaki Al-Din ‘Abd Al-‘Azhim. 2004. Rinkasan Shahih Muslim. Bandung: Mizan.
Al-Asqalani, Syaihabuddhi  Ahmad bin Ali Hajr. 1995. Taqribu Tahdzib. Beirut: Dar al Fiqr.
Ash-Shahih, Subhi. 2002. Membahas Ilmu-ilmu Hadits. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Hasbullah, Ahmad Rodli dan Ahmad Mudjab Mahalli. 2004. Hadits-hadits Muttafaq ‘Alaih. Jakarta: Kencana.
http://saifuddinasm.com/2012/10/01/mumin-bagaikan-lebah/ diakses pada hari Jum’at tanggal 15 Februari 2013.
http://syariah.biz/obat-herbal-habbatussauda.php, diakses pada hari Jum’at tanggal 15 Februari 2013.
Nashif, Syekh Mansur Ali. 1994. Mahkota Pokok-pokok Hadis Rasulullah SAW. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Syakir, Syaikh Ahmad. 2009. Musnad Imam Ahmad. Jakarta: Pustaka Azzam.


[1] Al-Hafizh Zaki Al-Din ‘Abd Al-‘Azhim Al-Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim, alih bahasa Syinqithy Djamaluddin dan H.M. Mochtar Zoerni (Bandung: Mizan, 2004), hlm. 824.
[2] Ahmad Mudjab Mahalli dan Ahmad Rodli Hasbullah, Hadits-hadits Muttafaq ‘Alaih, Edisi Pertama (Jakarta: Kencana, 2004), hlm. 393.
[3] Subhi ash-Shahih, Membahas Ilmu-ilmu Hadits (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2002), hlm. 332-334.
[4] Abdurrahman, Studi Kitab Hadits (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 58-62.
[5] Syekh Mansur Ali Nashif, Mahkota Pokok-pokok Hadis Rasulullah SAW, Jilid 3 (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1994), hlm. 618-619.
[6] Syaihabuddhi  Ahmad bin Ali Hajr al-Asqalani, Taqribu Tahdzib (Beirut:Dar al Fiqr,1995), hlm. 167.
[7] http://syariah.biz/obat-herbal-habbatussauda.php, diakses pada hari Jum’at tanggal 15 Februari 2013.
[8] Syaikh Ahmad Syakir, Musnad Imam Ahmad (Jakarta: Pustaka Azzam, 2009), hlm. 514.
[9] Subhi ash-Shalih, op.cit., h. 345.
[10] Abdurrahman, op.cit., h. 25-28.
[11] http://saifuddinasm.com/2012/10/01/mumin-bagaikan-lebah/ diakses pada hari Jum’at tanggal 15 Februari 2013.

58 komentar:

  1. nama : Imas Anggraeni Dewi
    nim : 2021 111 203
    kelas D

    yang ingin saya tanyakan adalah:
    diterangkan pada hadits di atas bahwa flora dan fauna mempunyai banyak manfaatnya.
    bagaimana menurut pemakalah tentang fenomena yang mengkeramatkan tumbuh-tumbuhan maupun hewan. yang dianggap membawa keberkahan...

    Gomawo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, kepercayaan yang ada dengan segala ajarannya sangat kental mewarnai kehidupan masyarakat seperti upacara tradisional di Jawa mengenai kepercayaan atau mengkeramatkan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Seperti halnya dengan cara memberikan sesajen di tempat-tempat yang dianggap mereka perlu dikeramatkan ataupun memotong kepala kerbau dan lain sebagainya. Dari fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa itu merupakan suatu kesyirikan (dosa besar) karena telah keluar dari koridor syari’at Islam yang mempercayai akan selain Allah. Mereka menganggap bahwa dengan cara tersebut dapat memberikan berkah maupun keselamatan bagi yang melakukannya.
      Dalam al-Qur’an juga disebutkan, sungguh sebuah malapetaka ketika perbuatan dosa dan maksiat tersebar di tengah-tengah masyarakat. Apalagi dosa besar yang paling besar yaitu perbuatan syirik (menyekutukkan Allah). Yang Allah Subhanawata’aala berfirman :
      إِنَّ اللهَ لايَغْفِرُ أَنْيُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَ ادُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Qs. An-Nisa’ : 48)
      Dari firman Allah diatas sudah jelas, bahwasanya segala perbuatan yang didasarkan untuk selain Allah adalah dosa besar (syirik). Perbuatan syirik tersebut tidak hanya dalam hal itu saja, namun juga dalam bentuk lain seperti mengkeramatkan kuburan, sihir, menyembelih kepada selain Allah.

      Hapus
  2. suli reviana
    2021 111 201
    D


    Sekarang ini kan banyak orang yang menebang hutan sembarangan,sedangkan di dalam hadis di sebutkan banyaknya manfaat flora.bagaimana menurut pemakalah ,mengenai hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, banyaknya orang yang menebang hutan sembarangan karena kurangnya kesadaran diri dari masing-masing individu mengenai seberapa pentingnya hutan untuk dilindungi seperti hutan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, sebagai tempat tumbuhan flora dan fauna dan lain-lain. Dan kurangnya rasa tanggung jawab mereka untuk menjaganya tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkan bagi diri mereka sendiri seperti longsor. Nahhh…sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk setia menjaga dan melestarikannya karena hutan merupakan paru-paru dunia.

      Hapus
  3. Faroh Maulida
    2021 111 209
    D

    Saya pernah mendengar bahwa tumbuhan dan hewan pun bertasbih kepada Allah, bagaimana cara mereka melakukan hal itu? mohon jelaskan seperlunya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adapun mengenai bagaimana proses tasbih makhluk-makhluk memuji Allah Swt termasuk tumbuhan dan hewan merupakan hal-hal yang belum dapat disingkap oleh sains karena itu kita tidak dapat mengilustrasikan bagaimana proses tasbih tersebut. Namun telah dijelaskan pada banyak ayat dan riwayat bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah Swt. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. (Al-Qur’an Surat Al-Israa’ [17] ayat 44)
      Dalam al-Qur’an juga disebutkan dalam QS. Shad: 17-19, “Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya (Daud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul (sehingga bertasbih bersamanya). Masing-masing burung itu amat taat kepada-Nya.” (Qs. Shad [38]:17-19). Begitulah Allah menjelaskan bahwa alam semesta ini bertasbih termasuk juga tumbuhan dan hewan. Karena itu dapat dikatakan bahwa tasbih lisan dan ucapan makhluk-makhluk adalah hal yang mungkin saja terjadi yang dapat dipahami oleh hati-hati suci dan manusia-manusia yang telah menempa dan menggembleng dirinya.

      Hapus
  4. awaliyah nailis saadah
    2021 111 339
    D

    Bagaimana menurut pemakalah tentang adanya pemburuan hewan secara liar yang dilakukan oleh manusia? seperti halnya terhadap harimau sumatra yang saat ini populasinya semakin sedikit....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Perburuan liar adalah pengambilan hewan dan tanaman liar secara ilegal dan bertentangan. Menurut saya mengenai pemburuan liar yang dilakukan oleh manusia terhadap hewan itu tidak boleh karena merusak ekosistem serta populasi dan merupakan suatu pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Kurangnya kesadaran kita mengenai sumber daya alam yang harus dilindungi tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkan yaitu mengalami kepunahan. Pada dasarnya tugas terpenting bagi manusia adalah menjaga sumber daya alam karena merupakan nikmat dari Allah kepada hambanya. Kenikmatan yang wajib disyukuri. Dan bentuk dari rasa syukur tersebut adalah dengan menjaga sumber daya alam dengan sebaik-baiknya tanpa merusak maupun menghancurkan. Dalam sebuah hadits disebutkan, diriwayatkan oleh Abu Dawud: “Barang siapa yang menebang hutan secara liar, Allah akan menjerumuskan kepalanya ke dalam api neraka”. Maksud hadits tersebut adalah merusak lingkungan dan kemaslahatan manusia tidak hanya untuk tumbuhan tetapi juga untuk hewan.
      Nah… Sudah menjadi tugas kita sebagai seorang mu’min untuk selalu menjaga keutuhan agar populasi hewan tidak punah.

      Hapus
  5. NAMA: BADIATUL LIZA
    NIM: 2021 111 146
    KELAS: D

    1. yang ingin saya tanyakan bagaimana pendapat pemakalah mengenai teori evolusi, yang menyamakan manusia dengan hewan yaitu kera??

    2. mohon jelaskan, adakah ilmuwan-ilmuwan muslim yang meneliti tentang fauna dan flora??

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      1. Menurut saya, manusia memang hampir mirip dengan kera, akan tetapi bukan berasal dari kera. Makhluk mirip kera pada zaman purba lainnya adalah ciptaan Allah yang berbuat kerusakan di muka bumi. Maka Allah memusnahkannya. Kemudian Allah menurunkan Nabi Adam dan Siti Hawa kholifah dimuka bumi yang merupakan manusia paling sempurna, berbeda dengan makhluk sebelumnya.
      2. Mengenai adakah ilmuan-ilmuan muslim yang meneliti hal itu mungkin ada. Tetapi saya sendiri kurang tahu mengenai ilmuan-ilmuan tersebut. Karena kurangnya pengetahuan saya mengenai hal itu.

      Hapus
  6. nama : naila syarifah
    nim : 2021 111 149
    kelas : dhe
    hmm.....yang saya tanyakan,,,
    1. hadist diatas hanya memberikan 1 contoh dari masing-masing hadist jintenhitam pada flora dan lebah pada fauna...adakah contoh fora dan fauna lain yang terdapat pada qur'an dan hadits...dan berikan alasanya...
    2.terimakasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Terimakasih atas pertanyaanya
      Masih banyak lagi contoh mengenai flora dan fauna, namun dalam makalah ini hanya dibatasi pada satu hadits saja. Mengenai contoh flora dan fauna yang terdapat pada hadits lain dan al-Qur'an, antara lain:
      1. Flora
      Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash r.a. aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa memakan kurma ‘ajwah pada pagi hari, pada hari itu dia tidak akan terkena bahaya racun dan sihir”. (HR. Muslim).
      Penjelasan: Rasulullah memerintahkan Bahwa bagi siapa saja yang memakan kurma ‘ajwah pada waktu pagi hari, maka dia tidak akan terkena racun dan sihir.
      “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.” (QS. Yasin: 33).
      Penjelasan: Bahwa Allah SWT telah menghidupkan bumi yang dulunya mati dengan berbagai kehidupan di dalamnya yang mengisi bumi. Dan Allah SWT telah menciptakan kehidupan dan makhluk hidup di dalamnya sebagai rahmat dan anugerah bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Salah satunya dalam hal memperoleh bahan makanan.
      2. Fauna
      “Perumpamaan orang-orang yang kepadanya dipikulkan Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS Al-Jumuah 5).
      Penjelasan: Bahwa perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah bagaikan keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal yang dipikul kepadanya. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang zalim.
      Rasulullah Saw bersabda, “Kebaikan itu mendatangkan kebaikan juga. Segala sesuatu yang tumbuh di musim semi dapat membunuh atau membinasakan. Kecuali hewan pemakan tumbuh-tumbuhan yang ketika kenyang, ia menghadap ke arah matahari dan membuang kotorannya. Setelah itu ia lari. Setelah perutnya kosong, ia makan lagi. Maka, siapapun yang mengambil harta dengan haknya, akan diberkahi hartanya. Dan siapa yang mengambil harta yang bukan haknya maka dia seperti orang yang makan akan tetapi tidak pernah kenyang.” [HR. Bukhari).
      Penjelasan: Bahwasanya kebaikan akan mendatangkan kebaikan pula. Barangsiapa yang mengambil harta dengan haknya, maka ia akan diberkahi. Namun, barangsiapa yang bukan memakan hak miliknya maka ia bagaikan orang yang makan akan tetapi tidak pernah kenyang.

      Hapus
  7. nama : mirza muhammad abda
    nim : 2021 111 153
    kelas: D

    1. ikan itu katanya mendoakan kita yang sedang menuntut ilmu ? apakah itu benar? jika benar jelaskan dan apa tanggapan pemakalah...
    2. saya pernah dengar dari masyarakat, monyet itu katanya bisa mempermudah santet masuk kediri kita bilamana kita memeliharanya?dari itu tolg jelaskan apakah hal itu benar apa tidak?jika benar apa tanggapan pemakalah dan apa solusinya?
    arigatto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      1. Menanggapi apakah ikan itu mendoakan kita bagi yang sedang menuntut ilmu adalah BENAR. Mereka saling mendoakan kebaikan kepada seseorang yang selalu mengajarkan ilmu dan kebaikan kepada masyarakatnya. Mereka saling berdo’a dan bertasbih namun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh kita sebagai manusia biasa. Dalam al-Qur’an telah dijelaskan:
      إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
      “Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. Dari ayat itu sudah sangat jelas bahwasanya seluruh makhluk yang ada dibumi ini turut mendoakan kepada para penuntut ilmu. Sungguh sangat mulia bagi orang-orang yang menuntut ilmu demi kebaikan.
      2. Apakah monyet itu mempermudah santet, menanggapi hal itu saya sendiri kurang tahu dan bahkan belum pernah mendengarnya. Jika hal itu benar dan nyata, menurut saya itu hanya suatu kepercayaan yang ada pada zaman dahulu yang sampai sekarang masih dipertahankan. Wallahu a’lam….karena saya sendiri tidak mempercayainya, semua yang terjadi adalah karena kehendak Allah Swt. mengenai solusi hendaknya kita tidak mempercayai dan memberikan suatu pemahaman bagi mereka yang percaya akan hal itu. Terimakasih…..

      Hapus
  8. nama : mirza muhammad abda
    nim : 2021 111 153
    kelas: D

    1. ikan itu katanya mendoakan kita yang sedang menuntut ilmu ? apakah itu benar? jika benar jelaskan dan apa tanggapan pemakalah...
    2. saya pernah dengar dari masyarakat, monyet itu katanya bisa mempermudah santet masuk kediri kita bilamana kita memeliharanya?dari itu tolg jelaskan apakah hal itu benar apa tidak?jika benar apa tanggapan pemakalah dan apa solusinya?

    Arigatto....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      1. Menanggapi apakah ikan itu mendoakan kita bagi yang sedang menuntut ilmu adalah BENAR. Mereka saling mendoakan kebaikan kepada seseorang yang selalu mengajarkan ilmu dan kebaikan kepada masyarakatnya. Mereka saling berdo’a dan bertasbih namun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh kita sebagai manusia biasa. Dalam al-Qur’an telah dijelaskan:
      إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
      “Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. Dari ayat itu sudah sangat jelas bahwasanya seluruh makhluk yang ada dibumi ini turut mendoakan kepada para penuntut ilmu. Sungguh sangat mulia bagi orang-orang yang menuntut ilmu demi kebaikan.
      2. Apakah monyet itu mempermudah santet, menanggapi hal itu saya sendiri kurang tahu dan bahkan belum pernah mendengarnya. Jika hal itu benar dan nyata, menurut saya itu hanya suatu kepercayaan yang ada pada zaman dahulu yang sampai sekarang masih dipertahankan. Wallahu a’lam….karena saya sendiri tidak mempercayainya, semua yang terjadi adalah karena kehendak Allah Swt. mengenai solusi hendaknya kita tidak mempercayai dan memberikan suatu pemahaman bagi mereka yang percaya akan hal itu. Terimakasih…..

      Hapus
  9. Nama : Susi Ernawati
    Nim : 2021 111 202
    Kelas : D
    assalamu'alaykum yani,,,
    yang ingin saya tanyakan apa sich tujuan utama dari hadits flora dan fauna,
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Mengenai tujuan utama dari hadits flora dan fauna adalah kita dapat mengetahui segala manfaat sumber daya alam yang ada dalam raya ini. Kekuasaan yang Allah berikan tidak ada yang mampu menandingi. Allah memberikan segala sesuatu yang ada di dunia ini tak luput dari kemanfaatan dan hikmah yang bisa di ambil. Dan manusia agar bisa mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Menjaga, memelihara sumber daya alam yang begitu indah dan sempurrna.

      Hapus
  10. nama : Aisyah
    nim : 2021 111 158

    assalamualaikum...

    sekarang ini banyak orang yang menebang pohon untuk dijadikan tempat tingal sehinga keadaan nya semakin panas, apakah hal tersebut bisa dikatakan merusak tumbuhan??, berikan solusinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam..
      Terimakasih atas pertanyannya
      Apakah menebang pohon itu merusak alam..? jelas iyaaa…Alam akan melindungi kita selama kita mau menjaganya dengan baik dan tidak berlaku semena-mena terhadap alam, apalagi merusaknya tanpa memperhatikan akibat yang akan terjadi di kemudian hari. Allah SWT menciptakan alam yang begitu indah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia di bumi ini. Tapi, karena keserakahan dan ketamakan manusia malah merusaknya, sehingga manusia itulah yang akan celaka dan merasakan akibat yang ditimbulkan sendiri seperti longsor, banjir, global warming dan sebagainya. Banyak sekali perusakan yang terjadi di sekitar kita yang tiada lain karena ulah manusia itu sendiri. Adapun solusi mengenai masalah itu adalah selalu menjaga alam, menjaga kelestarian lingkungan, melakukan reboisasi, selalu menjaga dan mencegah dari pengerusakan dan masih banyak lagi.

      Hapus
  11. Soraya Nailatul Izzah
    2021 111 097
    Kelas D
    Dalam makalah disebutkan bahwa jinten hitam itu adalah syuniz (sejenis jinten hitam). Mohon jelaskan kembali maksud syunis itu sendiri :)
    Kemudian bagaimana jika seseorang telah mempercayai khasiat obat melebihi dari pada kekuasaan Allah, apa tanggapan anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Mengenai syuniz pada jinten hitam itu adalah nama lain dari jinten hitam (al-habbah al-sauda). Nama lain dari al-habbah al-sauda ini bermacam-macam: Nigella Sativa, al-Karawiyyah as-Sauda', al-Kamoun al-Aswad, asy-Syuniz, black cumin, kerosene, coal oil, carazna.
      Menanggapi hal itu, bahwa kewajiban kita sebagai seorang mukmin jika diberi cobaan penyakit oleh Allah adalah berkikhtiar dalam mencari obatnya dengan usaha yang maksimal. Dalam usaha kita mengobati penyakit yang diderita, kita harus memperhatikan dua hal: Pertama, bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kedua, ikhtiar tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik.
      Jadi, segala sesuatu baik itu penyakit itu yang menyembuhkan adalah Allah. obat adalah hanya sebagai perantara semata. Kita tidak diperbolehkan melebih-lebihkan sesuatu melebihi dari batas manusia. Semua yang terjadi karena Atas kekuasaan dan kehendak Allah semata-mata.

      Hapus
  12. nama : Nur Ulis Sa'adah Shofa
    NIM : 2021 111 205

    1. dizaman sekarang, orang lebih suka dengan segala hal yang praktis sehingga kurang memanfaatkan tanaman yang tumbuh disekitarnya, orang lebih suka mengkonsumsi obat dari dokter dari pada memanfaatkan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat. bagaimana tanggapan pemakalah mengenai fenomena tersebut?
    2. membunuh nyamuk dengan menggunakan raket listrik boleh tidak? dan hukumnya apa?

    terimakasih.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      1. Mengenai fenomena tersebut menurut saya itu tidak masalah. Jika seseorang tersebut merasa mendapatkan hasil yang maksimal jika mengkonsumsi obat dari dokter. Mungkin juga mereka melihat karena lebih efektif dan tidak membutuhkan penyembuhan dalam jangka yang lama. Entah itu, tanaman yang sulit dijangkau sehingga mereka memilih sesuatu yang instan dan cepat. Namun sekarang juga sudah banyak obat-obatan yang dicampur dengan tanaman-tanaman herbal hanya saja bentuk menyerupai obat pada umumnya.
      2. Menurut Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, membunuh nyamuk dengan raket listrik tidak mengap, dikarenakan:
      Yang pertama, menyetrumnya tidaklah membakarnya, akan tetapi hal tersebut membuatnya mati, buktinya jika engkau letakkan kertas di atas alat ini, kertas itu tidak terbakar.
      Yang kedua, orang yang meletakkan alat ini tidak bermaksud untuk menyiksa lalat dan serangga dengan api, akan tetapi tujuannya adalah untuk menolak gangguannya. Ada hadits yang melarang menyiksa dengan api, sedangkan ini tidaklah untuk menyiksa akan tetapi untuk menolak gangguan.
      Yang ketiga, sangat sulit untuk membasmi serangga kecuali dengan menggunakan alat ini atau dengan alat yang menyemprotkan bau tidak enak yang terkadang bisa memudhorotkan badan. Dan Nabishollallohu alaihi wa sallampernah membakar pohon kurma Bani Nadhir, sedangkan di pohon kurma biasanya terdapat burung, serangga dan yang semisalnya.

      Hapus
  13. askum
    wildan faza
    2021 111 206
    kelas D

    menurut pendapat anda apakah setelah mengkonsumsi al habbah al saudah penyakit yang ada akan bisa sembuh total.... ???????????????
    waskum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam
      Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, melihat dari konteks haditsnya sendiri sudah sangat jelas, bahwa al habbah al saudah itu menyembuhkan segala macam penyakit kecuali as-saam. Dan apakah al habbah al saudah itu dapat menyembuhkan secara total..?? pastinya iyaa..Namun harus melalui tahapan dan proses dengan mengkonsumsi secara rutin dan sesuai dengan anjuran yang ada. Dan yang pastinya itu juga tidak lepas dari kehendak Allah. Jika Allah berkehendak sembuh secara cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama itu pasti akan terjadi. Allah memberikan penyakit kepada umat-Nya sudah tentu pasti ada obatnya.

      Hapus
  14. Khomisah Ikasasih
    2021 111 171
    D

    kita sebagai manusia kan dianjurkan untuk melestarikan flora dan fauna, hadits diatas juga menjelaskan agar kita belajar dari kehidupan lebah. Lalu bagaimana jika ada hewan yang sering merusak lahan, tanaman dll, apakah kita boleh membunuhnya??mohon jelaskan

    terimakasih. . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Semua yang merusak dan mengganggu boleh dihilangkan sesuai dengan tingkatan kerusakan dan gangguan yang timbul. Hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi SAW:
      لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
      "Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membayakan"
      ( HR Ibnu Majah )
      Seumpamanya pada hewan serangga, tikus, kecoa dan hewan yang menimbulkan kerusakan, jika hewan-hewan tersebut menimbulkan gangguan baik itu pada tanaman maupun yang lain itu boleh, namun tidak boleh dilakukan dengan menggunakan api (dibakar). Boleh dibunuh dengan berbagai alat pembasmi lainnya dengan dasar sabda Rasulullah SAW:
      خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحِلِّ وَالْحَرَمِ الْحَيَّةُ
      وَالْغُرَابُ الأَبْقَعُ وَالْفَارَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْحُدَيَّا
      "Lima (hewan) perusak yang boleh dibunuh di luar tanah suci dan di tanah suci
      yaitu: ular, gagak, tikus, serigala dan rajawali."
      (Muttafaqun ‘alaihi)
      Nabi SAW telah memberitahukan bahwa sifat pengganggu melekat pada hewan-hewan tersebut. Nabi SAW pun mengizinkan untuk membunuhnya.

      Hapus
  15. NAMA: KHOLIS ARIFAH
    NIM: 2021 111 293
    KELAS: D

    Assalamu'alaikum,
    bagaimana jika ada tetangga yang menyakiti fauna dan tidak menyayangi flora, bagaimana cara kita menjelaskan kepada mereka tentang hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam
      Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, kita memberikan contoh berupa tindakan terlebih dahulu untuk tidak merusak flora maupun fauna. setelah kita memberikan contoh, barulah kita memberikan pengertian dalam arti menasehati bahwa apa yang dilakukan mereka itu salah, bahkan akan berakibat fatal apabila itu tidak segera dicegah. Dengan menasehati mereka, mereka akan menjadi tahu seberapa pentingnya kita harus memelihara flora dan fauna yang ada dimuka bumi ini. Segala sesuatu yang Allah ciptakan untuk selalu kita jaga bukan untuk merusaknya.

      Hapus
  16. Nama: Mushofakhah
    NIM: 2021 111 196
    Kelas: D

    Dalam hadits tentang fauna disebutkan bahwa perumpamaan seorang mukmin itu seperti lebah, diantaranya tidak jatuh walaupun dalam keadaan apapun dan tidak merusak alam sekitar. Padahal pada kenyataannya tidak sedikit dari orang mukmin itu sendiri mudah bahkan sering putus asa, juga dalam firman Allah telah disebutkan bahwa banyak kerusakan akibat ulah tangan manusia, bagaimana tanggapan pemakalah?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, orang mukmin berbeda dengan orang Islam biasa. Orang mukmin adalah orang yang benar-benar menjalankan kehidupan ini semata-mata karena Alla, berupaya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan terjaga dari berbuat kerusakan. Jika ada manusia yang berbuat kerusakan berati manusia itu belum bisa dikatakan mukmin. Lebah hanya akan hinggap dan makan yang bersih tidak mematahkan rantingnya dan dalam tubuhnya juga menghasilkan madu yang bermanfaat bagi manusia sebagai obat, dan mereka hidup dibukit-bukit, pepohonan dan tempat-tempat yang dibuat manusia agar lebih terlihat dan bermanfaat bagi manusia sebagai obat. Begitu juga orang mukmin akan makan yang halal, menolong kaumnya yang tersesat dan tidak merusak lingkungan namun akan selalu menjaganya.

      Hapus
  17. Assalamu'alaikum

    Nama: Nahdiyah
    NIM: 2021 111 199
    Kelas: D
    Yang ingin saya tanyakan:
    1.Apa kaitannya hadits tentang jinten hitam dengan mata kuliah hadits tarbawi II ini??
    2.Dalam aspek tarbawi hadits pertama disebutkan bahwa salah satu manfaat al-habbah al-sauda adalah “anti Histamin”,mohon penjelasannya?
    3.Terimakasih,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam
      Terimakasih atas pertanyaannya
      1. Keterkaitan antara hadits diatas dengan hadits tarbawi adalah bahwasanya pada hadits ini menjelaskan mengenai klasifikasi ilmu pengetahuan tentang alam raya. Pada jinten hitam ini hanya salah satu contoh manfaat yang bisa diambil di alam raya ini. Jika dikaitkan, manusia dapat mengambil segala manfaat yang ada yang telah Allah berikan kepada umat-Nya di alam raya, bahkan pada fauna dan flora sekalipun.
      2. Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghindarkan efek atas tubuh dari histamin yang berlebihan, sebagaimana terdapat pada gangguan-gangguan alergi atau obat penghambat asma, Sengatan serangga khususnya tawon dan lebah, Urticaria (kaligata, biduran), Stimulasi nafsu makan, Mabuk jalan dan Pusing (vertigo) dan sebagainya.

      Hapus
  18. nama : nur akhadiyah
    nim: 2021111151
    kelas : D

    bagaimana Go Green dalam pandangan Islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Go green merupakan kegiatan untuk menghijaukan kembali. Islam sudah lama menganjurkan umatnya untuk berbuat baik, tidak cuma kepada manusia tetapi juga kepada lingkungannya. Dalam sebuah hadits, Rasululloh bersabda: “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”.(HR. Al-Bukhori). Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah Swt, sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya tidak cuma oleh manusia tetapi juga hewan. Jika tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh orang lain, baik dengan jalan yang halal maupun haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita. Penghijauan atau istilah kerennya Go Green merupakan amalan sholeh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia. Tanaman dan pohon yang ditanam oleh seorang muslim memiliki banyak manfaat, seperti pohon itu bisa menjadi naungan bagi manusia dan hewan yang lewat, buah dan daunnya terkadang bisa dimakan, batangnya bisa dibuat menjadi berbagai macam peralatan, akarnya bisa mencegah terjadinya erosi dan banjir, daunnya bisa menyejukkan pandangan bagi orang melihatnya, dan pohon juga bisa menjadi pelindung dari gangguan tiupan angin, membantu sanitasi lingkungan dalam mengurangi polusi udara, dan masih banyak lagi manfaat tanaman dan pohon yang tidak sempat kita sebutkan di lembaran sempit ini. Islam mengajak umatnya untuk mencintai lingkungannya, ekologi dan harmonisasi alam supaya Allah tidak murka, adapun perbuatan yang menjaga keberlangsungan ekosistem tetap sempurna, merupakan sedekah dan tiap-tiap sedekah memiliki pahala. Sungguh indah islam mengajarkan kehidupan kepada umatnya yang mau berpikir.

      Hapus
  19. Nama : Heri Rubi Antoni
    Kelas : D
    NIM : 2021 111 161

    Bagaimana cara kita melestarikan flora dan fauna agar anak cucu kita dapat melihatnya? Jelaskan,..
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Cara untuk melestarikan flora dan fauna antara lain sebagai berikut:
      1. Ditetapkan tempat perlindungan bagi flora dan fauna agar perkembangbiakannya tidak terganggu. Tempat-tempat perlindungan ini berupa cagar alam bagi flora dan suaka margasatwa bagi fauna.
      2. Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu.
      3. Pembangunan yang berwawasan lingkungan, berarti pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya.
      4. Menetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi.
      5. Melakukan usaha pelestarian hutan, antara lain:
      • mencegah pencurian kayu dan penebangan hutan secara liar.
      • perbaikan kondisi lingkungan hutan.
      • menanam kembali di tempat tumbuhan yang pohonnya di tebang.
      • sistem tebang pilih.
      6. Melakukan usaha pelestarian hewan, antara lain:
      • melindungi hewan dari perburuan dan pembunuhan liar.
      • mengembalikan hewan piaraan ke kawasan habitatnya.
      • mengawasi pengeluaran hewan ke luar negeri.
      7. Melakukan usaha pelestarian biota perairan, antara lain:
      • mencegah perusakan wilayah perairan.
      • melarang cara-cara penangkapan yang dapat mematikan ikan dan biota lainnya, misalnya dengan bahan peledak.
      • melindungi anak ikan dari gangguan dan penangkapan.

      Hapus
  20. Nama : Gilang Gintaka
    NIM : 2021 111 207
    Kelas : D

    Di atas telah disebutkan tentang kemanfaatan flora dan fauna. Yang ingin saya tanyakan adalah jika sebuah penyakit hanya bisa disembuhkan dengan flora dan fauna yang dihukumi syubhat apalagi haram, bolehkah itu masih bisa dimanfaatkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      “Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar (syubhat), yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa yang menghindari syubhat itu berarti dia telah membersihkan diri untuk agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat itu berarti dia terjerumus ke dalam perkara yang haram, seperti seorang penggembala yang menggembalakan (binatang ternaknya) di sekitar daerah terlarang, hampir-hampir dia akan masuk menggembalakan (binatang ternaknya) di daerah tersebut. Ketahuilah, bahwa setiap raja memiliki daerah terlarang. Ketahuilah bahwa daerah terlarang milik Allah adalah perkara-perkara yang haram. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka akan menjadi baik seluruh tubuh, dan jika buruk menjadi buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
      Hadits di atas menjelaskan secara garis besar bahwa segala perkara yang kita hadapi tidak bisa lepas dari salah satu tiga keadaan. Pertama, sesuatu yang jelas kehalalannya dan diketahui oleh setiap orang. Seperti halalnya buah-buahan, biji-bijian, jual beli yang jelas, pakaian-pakaian yang tidak menyelisihi syariat, dan lain-lain banyak sekali tanpa bisa dibatasi. Kedua, sesuatu yang jelas keharamannya dan diketahui oleh setiap orang. Seperti haramnya riba, perjudian, zina, pencurian, minuman khamr, bangkai, darah, daging babi, dan lain sebagainya. Ketiga, perkara-perkara yang samar, tidak diketahui oleh banyak orang apakah ia termasuk perkara yang halal atau perkara yang haram, meskipun orang lain mengetahui bahwa ia termasuk halal atau haram. Contohnya, seperti makanan, minuman atau hal lain yang diperselisihkan kehalalan atau keharamannya oleh para ulama.
      Mengenai apabila penyakit hanya bisa disembuhkan dengan flora dan fauna yang dihukumi syubhat apalagi haram, bolehkah itu masih bisa dimanfaatkan..? menanggapi hal itu, seperti yang pernah dijelaskan pada mata kuliah Masa’ilul Fiqhiyah maka kita mengembalikan pada hukum asal. Apabila hukum asal itu mengatakan haram maka hal itu juga haram. Namun, itu bisa menjadi halal apabila ada suatu kedaruratan kepada kemaslahatan yang terjadi. Sesuatu yang telah jelas kehalalannya atau keharamannya, maka jelas pula bagi kita bagaimana menyikapinya. Karena yang halal tentu saja boleh kita lakukan sedangkan yang haram harus kita tinggalkan. Oleh karena itu, ketika syubhat itu bersifat relatif, maka bagi orang yang telah mengetahui hakikat suatu perkara apakah termasuk yang halal atau haram, meskipun perkara itu bagi orang lain termasuk syubhat, dia harus menyikapinya sesuai dengan hukum yang dia ketahui. Jika haram maka dia tinggalkan namun jika halal berarti dia boleh mengambilnya.

      Hapus
  21. Bariroh
    2021111029
    kelas: D

    dalam makalah ini membahas mengenai manfaat flora dan fauna bagi manusia, bagaimanakah mewujutkan hal tersebut melihat banyaknya kerusakan yang terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bisa menghargai nya? dan penanggulan nya... trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Terimakasih atas pertanyaanya
      Untuk mewujudkan mengenai manfaat flora dan fauna adalah dengan kesadaran yang ada pada diri seseorang maka mereka dapat mewujudkannya, mampu menjaga dan selalu menghargai seberapa pentingnya flora dan fauna bagi dinya dan orang-orang yang tidak mau bertanggung jawab demi kelestarian sumber daya yang ada. Sehingga tidak akan terjadi kerusakan maupun bencana yang nantinya akan menimpa mereka.
      Upaya mengatasi kerusakan pada flora dan fauna:
      a. Masyarakat harus sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan pada flora dan kepunahan pada fauna.
      b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara flora dan tidak melakukan tindakan yang merusak.
      c. Melakukan tindakan yang memotivasi warga untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
      d. Mengadakan pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan pada flora dan fauna.
      Sedangkan upaya dari pemerintah sendiri adalah dengan pembuatan cagar alam. Dengan demikian flora dan fauna dapat terlindungi oleh suaka alam dan suaka marga satwa tersebut sehingga flora dan fauna yang diambang kepunahan dapat terselamatkan.

      Hapus
  22. nama;nur hidayah
    nim:2021 111 145
    kelas:D

    assalamu'alaikum,menurut anda bagaimana caranya memanfaatkan flora dan fauna dengan baik agar terhindar dari kepunahan serta memeliharanya dari pihak_pihak yang tidak bertanggung jawab?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam
      Terimakasih atas pertanyaannya
      Manusia memanfaatkan flora dan fauna untuk berbagai tujuan. Cara kita untuk memelihara dan menghindarkan flora dan fauna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab adalah melakukan usaha pelestarian hutan dan hewan, melakukan cagar alam dan suaka margasatwa, enetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi, Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu.

      Hapus
  23. Nais Stanaul Athiyah
    kelas D
    NIM 2021 111 280
    dari selain hadits diatas, apakah ada dalil alqur'an dan hadits yang menuatkan tentang pentingnya flora n fauna? mohon penjelasannya, terim kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Masih banyak lagi contoh mengenai flora dan fauna, namun dalam makalah ini hanya dibatasi pada satu hadits saja. Mengenai contoh flora dan fauna yang terdapat pada hadits lain, antara lain:
      1. Flora
      Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash r.a. aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa memakan kurma ‘ajwah pada pagi hari, pada hari itu dia tidak akan terkena bahaya racun dan sihir”. (HR. Muslim).
      Penjelasan: Rasulullah memerintahkan Bahwa bagi siapa saja yang memakan kurma ‘ajwah pada waktu pagi hari, maka dia tidak akan terkena racun dan sihir.
      “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.” (QS. Yasin: 33).
      Penjelasan: Bahwa Allah SWT telah menghidupkan bumi yang dulunya mati dengan berbagai kehidupan di dalamnya yang mengisi bumi. Dan Allah SWT telah menciptakan kehidupan dan makhluk hidup di dalamnya sebagai rahmat dan anugerah bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Salah satunya dalam hal memperoleh bahan makanan.
      2. Fauna
      “Perumpamaan orang-orang yang kepadanya dipikulkan Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS Al-Jumuah 5).
      Penjelasan: Bahwa perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah bagaikan keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal yang dipikul kepadanya. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang zalim.
      Rasulullah Saw bersabda, “Kebaikan itu mendatangkan kebaikan juga. Segala sesuatu yang tumbuh di musim semi dapat membunuh atau membinasakan. Kecuali hewan pemakan tumbuh-tumbuhan yang ketika kenyang, ia menghadap ke arah matahari dan membuang kotorannya. Setelah itu ia lari. Setelah perutnya kosong, ia makan lagi. Maka, siapapun yang mengambil harta dengan haknya, akan diberkahi hartanya. Dan siapa yang mengambil harta yang bukan haknya maka dia seperti orang yang makan akan tetapi tidak pernah kenyang.” [HR. Bukhari).
      Penjelasan: Bahwasanya kebaikan akan mendatangkan kebaikan pula. Barangsiapa yang mengambil harta dengan haknya, maka ia akan diberkahi. Namun, barangsiapa yang bukan memakan hak miliknya maka ia bagaikan orang yang makan akan tetapi tidak pernah kenyang.

      Hapus
  24. NAMA: SHOFATUL JANNAH
    NIM: 2021 111 183
    KELAS: D

    mengenai fauna (hewanj), saya ingin tahu hewan seperti apa yang akan muncul pada hari kiamat berdasarkan hadits??
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Binatang yang akan muncul pada hari kiamat adalah binatang bernama "Dābbat al-Ard (Arab دابة الأرض‎)" adalah sebuah frasa yang berarti binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datangnya Hari Penghakiman. Binatang melata ini akan keluar dari kota Mekkah dekat Gunung Shafa, ia akan berbicara dengan sangat fasih dan jelas. Binatang ini membawa tongkat Musa dan Cincin Sulaiman. Dan ini merupakan tanda-tanda hari kiamat yaitu munculnya binatang melata di bumi.

      Hapus
  25. Nama: Fitri Nur Afina
    NIM: 2021 111 197
    Kelas: D

    Di dalam makalah disebutkan perumpamaan orang Islam yang baik adalah seperti lebah, bagaimana jika orang tersebut Islam tetapi tidak menunjukkan kebaikan-kebaikan seperti yang disebutkan, apakah ada perumpamaan lain? terimakasih.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Perumpamaan terhadap orang islam yang tidak melakukan kebaikan seperti pada hadits Rasulullah Saw, Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan orang yang melakukan keburukan (dosa) kemudian melakukan kebaikan (taat) seperti orang yang memakai baju sempit yang mencekiknya, kemudian dia berbuat baik maka lepaslah 1 lingkaran, kemudian ia berbuat baik lagi, maka lepaslah 1 lingkaran yang lain hingga akhirnya ia bisa melepaskan dirinya dari cekikan baju tersebut.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

      Hapus
  26. Kiki Fiya Mastriana
    2021 111 198
    D

    disitu dijelaskan bahwa seorang muslim itu di umpamakan sperti lebah. nah apa sih sebenarnya ke istimewaan dari lebah? dan kenapa Allah memilih lebah yg di ibaratkan sbg muslim. kenapa bukan hewan lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Mengenai keistimewaan dan kenapa Allah memilih perumpamaan seorang mukmin bagaikan lebah itu sendiri telah disebutkan dalam Al Qur’an surat An Nahl 68 – 69 berikut :
      Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
      Dari dua ayat tersebut jelas bahwa keistimewaan lebah dibumi adalah untuk mendampingi umat manusia dan menyediakan obat untuk manusia. Hal ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.

      Hapus
  27. nama : eka kurnia rizki
    nim : 2021 111 251
    kelas : D


    menurut pemakalah Bagaimana cara menumbuhkan motivasi untuk memelihara dan menjaga flora dan fauna ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      Menurut saya, cara menumbuhkan motivasi untuk memelihara dan menjaga flora dan fauna adalah menyadarkan mereka akan pentingnya makhluk hidup untuk kita jaga. Dapat juga dengan cara berpartisipasi dalam pelestarian makhluk hidup, memberikan suatu wacana bahwa flora dan fauna memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan, tidak merusak dan selalu menjaganya. Ikut serta dalam melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon serta menjaga fauna dari kepunahan.

      Hapus
  28. assalamualaikum,,
    nama: fiza umami
    nim: 2021 111 152

    didunia ini kan ada berbaagi penyakit dan mungkin itu ada penaawarnya, nah jika ada penyakit dan itu hanya bisa diobati dengan barang2 yang haram dimakan,, bagaimana menurut pemakalah tentang masalah tersebut ??
    terimakasih,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya
      “Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar (syubhat), yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa yang menghindari syubhat itu berarti dia telah membersihkan diri untuk agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat itu berarti dia terjerumus ke dalam perkara yang haram, seperti seorang penggembala yang menggembalakan (binatang ternaknya) di sekitar daerah terlarang, hampir-hampir dia akan masuk menggembalakan (binatang ternaknya) di daerah tersebut. Ketahuilah, bahwa setiap raja memiliki daerah terlarang. Ketahuilah bahwa daerah terlarang milik Allah adalah perkara-perkara yang haram. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka akan menjadi baik seluruh tubuh, dan jika buruk menjadi buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
      Hadits di atas menjelaskan secara garis besar bahwa segala perkara yang kita hadapi tidak bisa lepas dari salah satu tiga keadaan. Pertama, sesuatu yang jelas kehalalannya dan diketahui oleh setiap orang. Seperti halalnya buah-buahan, biji-bijian, jual beli yang jelas, pakaian-pakaian yang tidak menyelisihi syariat, dan lain-lain banyak sekali tanpa bisa dibatasi. Kedua, sesuatu yang jelas keharamannya dan diketahui oleh setiap orang. Seperti haramnya riba, perjudian, zina, pencurian, minuman khamr, bangkai, darah, daging babi, dan lain sebagainya. Ketiga, perkara-perkara yang samar, tidak diketahui oleh banyak orang apakah ia termasuk perkara yang halal atau perkara yang haram, meskipun orang lain mengetahui bahwa ia termasuk halal atau haram. Contohnya, seperti makanan, minuman atau hal lain yang diperselisihkan kehalalan atau keharamannya oleh para ulama.
      Mengenai apabila penyakit hanya bisa disembuhkan dengan flora dan fauna yang dihukumi syubhat apalagi haram, bolehkah itu masih bisa dimanfaatkan..? menanggapi hal itu, seperti yang pernah dijelaskan pada mata kuliah Masa’ilul Fiqhiyah maka kita mengembalikan pada hukum asal. Apabila hukum asal itu mengatakan haram maka hal itu juga haram. Namun, itu bisa menjadi halal apabila ada suatu kedaruratan kepada kemaslahatan yang terjadi. Sesuatu yang telah jelas kehalalannya atau keharamannya, maka jelas pula bagi kita bagaimana menyikapinya. Karena yang halal tentu saja boleh kita lakukan sedangkan yang haram harus kita tinggalkan. Oleh karena itu, ketika syubhat itu bersifat relatif, maka bagi orang yang telah mengetahui hakikat suatu perkara apakah termasuk yang halal atau haram, meskipun perkara itu bagi orang lain termasuk syubhat, dia harus menyikapinya sesuai dengan hukum yang dia ketahui. Jika haram maka dia tinggalkan namun jika halal berarti dia boleh mengambilnya.

      Hapus
  29. assalamualaikum,

    faisal fahmi
    2021 111 255
    D

    menurut pemakalah sendiri, apakah semua flora dan fauna itu bermanfaat?? bagaimana dengan flora fauna yang beracun dan haram??

    trims,, wassalam

    BalasHapus