Laman

Jumat, 20 Februari 2015

E-2-05 NAFA MILATINA



MENINGKATKAN FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT ilmu
Mata Kuliah : Hadts Tarbawi II


Di susun oleh :
NAFA MILATINA
NIM.2021112103

Kelas : E

Tarbiyah / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015



KATA PENGANTAR

Lembaga pendidikan merupakan tempat berlangsungnya pelaksanaan pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan sangatlah penting, karena dengan adanya lembaga proses pembelajaran akan berjalan dengan maksimal. Selain sebagai pengelola, lembaga juga berfungsi sebagai tempat yang nyaman bagi para penuntut ilmu pengetahuan dan  para pendidik.
Pada zaman Rasulullah Saw, pendidikan dilakukan dalam empat kelembagaan, yaitu lembaga rumah sahabat, kuttab, shuffat dan masjid. Sebelum sekolah-sekolah didirikan, Rasulullah saw menjadikan masjid sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan dan sebagai pusat semua kegiatan kaum muslimin. Bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya menjadikan masjid ini sebagai pusat ilmu pendidikan itu akan dibahas dalam makalah ini. Semoga dengan makalah ini dapat bermafaat bagi yang membacanya.













A.   Pendahuluan

Masjid merupakan tempat ibadah umat islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga digunakan sebagai sarana pendidikan islam. Sebagai umat islam, masjid merupakan tempat yang tak dapat dipisahkan dengan kita, karena sebagaian besar ibadah wajib dilakukan dimasjid. Seperti halnya kita melaksanakan shalat berjamaah dan shalat jum’at. Shalat tidak hanya merupakan ibadah semata, tetapi juga merupakan praktek pendidikan agama kepada anak kita untuk melaksanakan shalat sejak dini. Selain sebagai tempat ibadah dan sarana pendidikan, masjid juga digunakan sebagai tempat bersosialisasi, dan tempat beristirahat. Begitu banyak kegiatan yang dapat dilakukan di masjid yang mengundang banyak pahala sehingga masjid disebut juga dengan rumah Allah.

























B.   Pembahasan
1.     Pengertian
Dalam kamus Arab-Indonesia, masjid berasal dari kata “sajada” yang berarti membungkuk dan hikmat. Menurut Sidi Ghazalba masjid adalah tempat untuk bersujud. Sujud dalam pengertian lahir bersifat gerak jasmani, sujud dalam pengertian batin berarti pengabdian. Dari pengertian di atas, masjid bukan saja dijadikan sebagai tempat ibadah berupa shalat semata, lebih dari itu masjid berfungsi untuk mengabdikan diri kepada Allah. Masjid sebagai tempat pengabdian kepada Allah termasuk di dalamnya sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Muhammad Munir Mursi, mengatakan, bahwa fungsi Masjid pada era awal, bukan hanya sebagai tempat ibadah, juga berfungsi sebagai pusat berbagai kegiatan kaum muslimin seperti kegiatan politik, sosial, budaya dan peradaban agama. Setelah Rasulullah saw membangun masjid Nabawi yang dijadikan sebagai Islamic Center. Seluruh kegiatan dan aktivitas aum muslimin dipusatkan di Masjid Nabawi. Mulai dari tempat pertemuan para anggota parlemen, mahkamah agung, markas besar tentara, pusat pendidikan, hingga baitul Mal. Masjid laksana kampus, setiap hari banyak orang berbondong-bondong untuk melaksanakan kegiatan, ibadah dan belajar langsung kepada Nabi.[1]
 
2.     Teori pendukung
Pemahaman mendasar yang penting ditekankan di sini adalah bahwa masjid adalah tempat ibadah dan tempat pendidikan dalam pengertian yang luas. Masjid juga bermakna tempat melaksanakan segala aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah.[2] Dalam kaitannya dengan pendidikan Islam, masjid mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi edukatif dan fungsi sosial.
Ø  Fungsi Edukatif
Ketika Rasulullah saw di kota Mekkah, lembaga pendidikan dipusatkan pada rumah-rumah sahabat dan khuttab, setelah Rasulullah saw dan para sahabat membangun masjid yang pertama yaitu Masjid Quba di Mirbad, lembaga pendidikan dipindahkan ke dalam Masjid tersebut. Setelah Rasulullah berhijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Langkah pertama yang dipikirkan dan dibangun beliau adalah masjid. Di masjid inilah seluruh muslim bisa membahas dan memecahkan persoalan hidup mereka. Di masjid diadakan musyawarah untuk mencapai berbagai tujuan, menjauhkan diri dari berbagai kerusakan dan meluruskan aqidah. Dengan adanya masjid, dijadikanlah tempat tersebut untuk berhubungan dengan Allah  untuk memohon ketentraman, kekuatan, pertolongan, kesabaran, ketangguhan, kesadaran, kewaspadaan dan aktivitas yang penuh semangat.
Ø  Fungsi sosial
Sosial politik dalam Islam tidak lain adalah dakwah. Sebab tujuan dakwah Nabi adalah untuk memakmurkan masjid sehingga umat Islam bersatu padu dalam ukhuwah Islamiah. Selain itu Masjid juga berfungsi sebagai pusat pengbdian kepada masyarakat maksudnya setiap muslim hendaknya memberikan pelayanan untuk jama’ah masjid. Dengan demikian sifat tolong-menolong, kasih saying dan saling memuliakan terbina melalui masjid. Salah satu contohnya adalah pengelolaan zakat, infak dan sedekah.[3]
3.     Materi hadits
·     Hadits tentang meningkatkan fungsi masjid sebagi pusat ilmu
عن عبد الله بن عمرو : قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم من بعض حجره  فدخل المسجد فإذا هو بحلقتين . إحداهما يقرأون القرآن ويدعون الله والأخرى يتعلمون ويعلمون . فقال النبي صلى الله عليه و سلم كل على خير . هؤلاء يقرأون القرآن ويدعون الله فإن شاء أعطاهم وإن شاء منعهم . وهؤلاء يتعلمون ويعلمون . وإنما بعثت معلما  فجلس معهم (رواه ابن ماجه فى السنن, كتاب المقدمة, باب فضل العلماء و الحث على طلب العلم(
·      Mufrudat
خرج        :  keluar
فدخل       :    maka masuk
يقرأون     : mereka membaca
يدعون الله : berdo’a kepada allah
يتعلمون   : mereka belajar
فجلس      :maka duduk
·      Makna Hadits
“ Dari Abdullah ibn amr berkata: Pada suatu hari Rasulullah Saw. keluar lalu beliau melihat dua majlis didalam masjid, maka beliau masuk kedalam masjid, salah satu majlis mereka membaca al-Quran dan berdoa kepada allah dengannya (Al-Qur’an) sedang yang lainnya mereka belajar dan mengajar. Maka bersabda Rasulullah saw : Mereka semua berada dalam kebaikan adapun mereka yang membaca al-qur’an dan memohan dengannya jika Allah menghendaki maka Allah akan memberi, dan jika tidak menghendaki maka Allah akan menahannya. Adapun mereka (majlis kedua) maka mereka mengajr manusia dimana aku diutus sebagai guru maka beliau duduk bersama majlis yang kedua.”
·      Keterengan Hadits
Diterangkan bahwa suatu hari ketika rasulullah keluar dari kamar beliau, kemudian beliau masuk kedalam masjid. Dalam masjid tersebut terdapat dua halaqat (duduk yang membentuk lingkaran). Pada halaqat yang pertama, terdapat orang-orang yang sedang membaca al qur’an, dan halaqat yang kedua sedang benglangsungnya proses belajar mengajar.
Kedua halaqat tersebut menurut rasulullah sangatlah mulia. Tetapi rasul di utus kebumi ini sebagai guru, maka rasulullah memilih kepada halaqat yang kedua. Karena Rasulullah beranggapan bahwa pendidikan itu merupakan hal yang paling penting bagi manusia. Melalui pendidikan manusia bisa belajar menghadapi alam semesta. Pendidikan selalu menjadi tumpuan bagi masyarakat agar lebih maju peradabannya. Karena masyarakat yang baik itu tercipta dari individu yang baik pula.[4]

4.      Reflek hadits dalam kehidupan
Di era modern ini, masjid harus dapat mengambil fungsi dan peran penting dalam membangun tali persaudaraan umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, masjid juga sebagai sarana kegiatan belajar mengajar seperti sebagai TPQ, masjid juga dijadikan sebagai tempat kegiatan sosial.
Dalam menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ilmu seperti pada zaman Rasulullah maka perlu ada beberapa usaha yang harus dilakukan:
1.      Berusaha melahirkan umat yang cinta dangan masjid.
2.      Memilih pengurus masjid yang mampu mengembangkan dan memakmurkan masjid.
3.      Peran pemerintah didaerah tersebut juga sangat penting, dengan adanya pemerintah yang peduli akan kemakmuran masjid maka akan tercipta generasi yang cinta akan masjid, dan menjadikan masjid ramai.[5]

5.      Aspek Tarbawi
Dari hadits diatas dapat kita ambil pelajaran diantaranya:
1.      Masjid merupakan tempat ibadah umat islam
2.      Selain sebagai tempat ibadah masjid juga dijadikan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pusat peradaban umat islam.
3.      Masjid juga berfungsi sebagai pemersatu umat islam atau sering disebut ukhuwah islamiyah.




















C.   Penutup

Masjid berasal dari kata “sajada” yang berarti membungkuk dan hikmat. Masjid juga bermakna tempat melaksanakan segala aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. Dalam pendidikan islam Masjid mempunyai dua fungsi diantaranya:
1.      Fungsi Edukatif.
2.      Fungsi Sosial.
Pada zaman Rasulullah masjid mempunyai banyak fungsi da menjadikannya sebagai Islamic Center. Rasulullah beranggapan bahwa pendidikan itu merupakan hal yang paling penting bagi manusia. Melalui pendidikan manusia bisa belajar menghadapi alam semesta. Pendidikan selalu menjadi tumpuan bagi masyarakat agar lebih maju peradabannya. Jadi, Rasulullah saw menjadikan masjid sebagai lembaga pendidikan karena masjid merupakan tempat berkumpulnya banyak orang. Dalam masjid pun dapat dijadikan sebagai penyambug tali persaudaraan antar umat muslim.

















DAFTAR PUSTAKA

Nizar, Samsul dan zainal effendi. 2011. Hadits tarbawi, membangun kerangka pendidikan ideal perspektif rasulullah. Jakarta:Kalam Mulia.
 Ashrahah, Hanun. 1999. sejarah pendidikan islam. Jakarta:Logos.





















Text Box: Tentang Penulis
Nama	: Nafa Milatina 
NIM	: 202.111.2103
Alamat	: Banyurip Ageng  rt/rw 05/01
TTL	: Pekalongan, 20-09-1994
Lulusan	: 1. MII 01 Banyurip Ageng 
	   2. Mts SS Proto Kedungwuni
	3. SMK Syafi’i Akrom Pekalongan
No. Hp. 	: 0899 6255 192
IMG_7282.JPG


[1] Samsul Nizar dan zainal effendi,Hadits tarbawi, membangun kerangka pendidikan ideal perspektif rasulullah,(jakarta:Kalam Mulia,2011), hal.29-31
[2] Ibid
[4] Hanun Ashrahah,sejarah pendidikan islam(Jakarta:Logos,1999)hal.49-51.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar