Laman

Kamis, 05 Maret 2015

G-4-b : NI'MATUL UDZMA


MENYEBARKAN ILMU KE KALANGAN INTERNAL
Mata kuliah: Hadits Tarbawi II


oleh:
Nikmatul Udzma (2021113089)
Kelas: PAI G

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015


KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin atas ni’mat-Mu yang selalu diberikan kepada kami. Sholawat serta salam selalu tercurahkan pada junjungan Nabi agung Muhammad SAW, semoga kita termasuk umat beliau yang kelak akan mendapatkan syafa’at beliau di akhirat nanti aamiiin.
Dengan selesainya makalah ini tak lepas dari semua pihak. Oleh karena itu sudah selayaknya pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih, kepada kedua Orang Tua kami yang selalu mendo’akan, kepada bapak Ghufron Dimyati yang selalu mengarahkan kami, dan teman-teman yang selalu memberi motivasi pada kami. Makalah ini pasti banyak kekurangan, baik isi maupun bahasanya. Kritik dan saran konstruktif dari pembaca kiranya dapat langsung disampaikan kepada penulis.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca.
Pekalongan, 3 Maret 2015

Penulis






BAB I
PENDAHULUAN
            Dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah lepas dari yang namanya ilmu. Walaupun tanpa kita sadari dalam aktivitas sehari-hari kita dapat memperoleh, menyampaikan, ataupun mengajarkan ilmu. Dari banyak ilmu yang kita dapat alangkah baiknya kita selalu sampaikan kepada orang lain walaupun sedikit. Dari ilmu tersebut kita akan mendapat banyak manfaat. Karena seseorang tanpa ilmu bagaikan tak hidup dan seseorang yang banyak ilmu tetapi tidak pernah disampaikan atau diamalkan kepada oranglain pasti tidak akan memperoleh manfaat dari ilmunya. Dalam menyampaikan ilmu kepada orang lain harus mempunyai cara yang mudah agar orang lain mampu mamahami apa yang ingin disampaikan atau mampu memahami maksud dari ilmu tersebut. Di makalah ini kami akan menyampaikan bagaimana cara atau strategi menyampaikan atau menyebarkan ilmu kekalangan internal atau sesama muslim.










BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiyah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (wasaailun) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[1] Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Beberapa pakar atau ahli medid menyatakan definisi media, yaitu: Gagne(1992) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Sedamgkan, Heinich, Molenda, dan Russel (1982) menyatakan bahwa: “Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur.” AECT (assosistion of Edication and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.
NEA (natinal Education Assosiation) memberikan batasan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio visual, serta peralatannya. Briggs (1985): “media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”.
Dari beberapa batasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa media merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat  merangsang pikiran, membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran.[2]

Ciri-ciri umum media yang terdapat pada setiap batasan itu:
a.       Media memiliki pengertian fisik yang dikenal sebagai hardware.
b.      Media memiliki pengertian non fisik yang dikenal sebagai software.
c.       Media memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar.
d.      Media digunakan dalam komunikasi dan interaksi.
e.       Media dapat digunakan secara massal (radio, televisi) atau perorangan (modul, komputer, vidio recorder, dll).
f.       Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.[3]
2.      Teori Pendukung
Macam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran banyak macamnya, Sri Anitah Wiryawan dan Nurhadi (1994) mengklasifikasikan menjadi:
1)      Media visual, yaitu media yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Jenis media ini terdiri dari: a) media gambar dan grafis (grafik, bagan, peta, diagram, poster, dll); b) media papan (papan tulis, papan flanel, papan tempel, papan pameran); c) media dengan proyeksi (slide, film strips, overhead projektor, transparasi, mikro film dan mikrofische)
2)      Media audio, merupakn jenis media yang didengar (cassate tape recorder, dan radio).
3)      Media audio visual, media ini tidak hanya dapat dipandang atau diamati tetapi juga dapat didengar (televisi dan video kaset).
4)      Benda asli dan orang, media ini merupakan benda sebenarnya. Yang termasuk ke dalam media ini antara lain: a) spesimen makhluk hidup (akuarium, insektarium, kebun binatang, dll); b)moleck-up, merupakan model suatu benda yang menonjolkan bagian-bagian tertentu dari satu benda asli dan menghilangkan bagian lain; c) diorama, model pemandangan yang dibuat seperti aslinya; d) laboratium; e) museum.
5)      Lingkungan sebagai media pembelajaran
Jenis media secara umum yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a.       Media grafis (gambar, foto, grafik, bagan, diagram, kartun, poster, dan komik)
b.      Media tiga dimensi yaitu media dalam bentuk model padat, model penampang, model susun, model kerja, diorama
c.       Media proyeksi (slide, film stips, film, dan proyetor transparasi)

Prinsip-prinsip pemilihan media digunakan atau dimanfaatkan dalam menyampaikan informasi. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan maupun dimanfaatkan.
Adapun prinsip-prinsip pemilihan medi tersebut, yaitu:
a.       Memilih media harus berdasarkan pada tujuan bahan informasi yang akan disampaikan.
b.      Memilih media harus disesuaikan dengan penerima informasi.
c.       Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan penyampai informasi baik dalam pengadaannya dan penggunaannya.
d.      Memilih media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, atau pada waktu dan tempat.
e.       Memilih media harus memahami karakteristik dari media itu sendiri.
Sedangkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih media adalah: a) objektivitas, b) progam pengajaran, c) situasi dan kondisi, d) kualitas teknik, dan e) keefektifan.[4]

Penggunaan media pembelajaran mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
1)      Fungsi komunikatif. Media digunakan untuk memudahkan antara penyampai pesan dan penerima pesan.
2)      Fungsi motivasi. Dengan menggunakan media pembelajaran, diharapkan siswa akan lebih termotivasi.
3)      Fungsi kebermaknaan. Melalui media, bukan hanya dapat informasi, tetapi dapat menganalisis dan mencipta. Bahkan lebih dari itu dapat meningkatkan aspek sikap dan ketrampilan.
4)      Fungsi penyamaan persepsi. Melalui pemanfaatan media, diharapkan dapat menyamakan persepsi setiap siswa, sehingga setiap siswa mempunyai pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan.
5)      Fungsi individualitas. Pemanfaatan media berfungsi untuk dapat melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat, dan gaya belajar yang berbeda.[5]
3.      Materi Hadits
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : { عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُوالْقَعْدَةِ وَذُوالْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ . ثُمَّ قَالَ:اَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ قَالَ:فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمِّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قَالَ:اَلَيْسَ ذَاالْحِجَّةِ؟ قُلْنَا: بَلَى, قَالَ:فَاَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟ قُلْنَا : اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ, قَالَ:فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمَّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قَالَ : اَلَيْسَ الْبَلْدَةَ؟ قُلْنَا :بَلَى, قَالَ : فَاَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ, قَالَ : فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا اَنَّهُ سَيُسَمِّيْهِ بِغَيْرِ اِسْمِهِ ,قاَلَ :اَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْر؟ ِقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ, قَالَ : فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَ اَمْوَالَكُمْ, (قَالَ:مُحَمدٌ وَ اَحْسِبُهُ قَالَ) وَاَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا وَ سَتَلْقَوْنَ ربكُمْ فَيَسْاَلُكَمْ عَنْ اَعْمَالِكُمْ فَلآتَرْجِعُنَ بَعْدِيْ كفارا أو ضُلَالاً يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ. اَلَا لِيُبَلِغَ الشَاهِدُ اْلغَائِبَ,فَلَعَلَ بَعْضُ مَنْ يُبَلِغُهُ يَكُوْنُ اَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ,ثُمَّ قَالَ:اَلآ هَلْ بَلَّغْتُ؟  }   (رواه مسلم فى الصحيح, كتاب القسامة و المحاربين و القصاص و الديات, باب تغليظ تحريم الدماء و الأعراض و الأموال)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya beliau telah bersabda: Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu dua belas bulan, dan sekarang ini (saat Nabi bersabda) telah kembali kepada keadaan semula yang Allah tetapkan di kala menciptakan langit dan bumi. Empat bulan diantara bulan-bulan itu adalah bulan haram. Tiga diantaranya berurutan, yaitu Dzulqa’dah, bulan berhenti dari berperang, Dzulhijjah, bulan mengerjakan haji dan bulan Al Muharram, bulan tidak diperkenankan berperang di dalamnya. Dan yang satu lagi berdiri sendiri yaitu Rajab Mudlar. Dikatakan Rajab Mudlar karena merekalah yang sangat menghormati bulan ini. Tak ada seorang arab yang berani merusakkan kehormatanya. Dia terletak antara Jumada dan Sya’ban. Lalu beliau bersabda, “Bulan apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah bulan ini adalah bulan Dzulhijjah?” Kami menjawab, “Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, “Negeri apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah negeri ini adalah negeri Makkah?” Ka­­­mi menjawab, “Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, “Hari apakah ini?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Lalu beliau diam sehingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau bersabda, “Bukankah hari  ini adalah hari Nahr (sepuluh Dzulhijjah)?” Kami menjawab, “Ya, benar, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Sungguh, darahmu, hartamu, dan kehormatanmu itu haram atasmu seperti haramnya hari kamu di negeri ini dan pada bulan kamu ini. Di hari-hari dan di bulan-bulan haram tidak boleh dikerjakan sesuatu yang diharamkan. Mereka menyamakan hukum merusak kehormatan hari dan bulan haram di Makkah, dengan hukum merusakan jiwa dan kehormatan manusia. Maka dengan sabda Nabi menegaskan, bahwa mereka diharamkan menumpahkan darah darah dan merusakkan harta orang. Dan hal itu disamakan dengan merusakkan kehormatan hari nahar di negeri Makkah di bulan Dzulhijjah pula. Dan kamu akan menemui Tuhanmu. Lalu Dia akan menanyai kamu tentang segala amal perbuatan kamu . Oleh karena itu, janganlah kamu kembali tersesat sesudahku, yaitu sebagian kamu memenggal leher sebagian lainnya. Hendaklah yang hadir ini menyampaikan berita ini kepada yang tidak hadir karena bisa jadi orang yang disampaikan berita kepadanya lebih memahami dari pada orang yang mendengarkannya. Kemudian beliau bersabda, “Bukankah aku telah menyampaikan (pesan ini)?.” (HR. Imam Muslim)

4.      Refleksi Hadits
Dahulu, ketika teknologi khususnya teknologi informasi belum berkembang dan ilmu pengetahuan belum sepesat ini, proses pembelajaran biasanya berlangsung pada tempat dan waktu tertentu. Proses pembelajaran adalah proses komunikasi antara guru dan siswa melalui bahasa verbal sebagai media utama dalam penyampaian materi pelajaran. Proses pembelajaran sangat tergantung pada guru sebagai sumber belajar. Dalam kondisi semacam ini, suatu pembelajaran tanpa kehadiran guru mungkin tidak akan ada proses pembelajaran. Kehadiran guru betul-betul menentukan adanya proses pembelajaran.
Dewasa ini, ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, siswa bisa belajar di mana, kapan, dan apa saja sesuai dengan minat dan gaya belajar. Dalam kondisi semacam ini, guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar, akan tetapi berperan sebagai desainer pembelajaran. Seorang desainer pembelajaran dituntut untuk dapat merancang pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan sumber belajar yang sesuai agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efesien. Contohnya: media visual (komunikasi satu arah dan reseptif, informasi dapat diatur kembali atau ditata ulang: koran); media auditif (hanya memiliki unsur suara: radio); media audio visual (mengandung unsur gambar dan unsur suara: televisi). Dari beberapa contoh media di atas mungkin media audio visual lebih baik dari media visual dan auditif karena kemampuan media audio visual lebih baik dan menarik.
5.      Aspek Tarbawi
a.       Memanfaatkan media yang ada sehingga pesan dapat dengan mudah diterima.
b.      Kita harus terampil, kreatif dalam memanfaatkan media yang ada.
c.       Melalui media, seseorang akan lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan
d.      Anjuran untuk mengamalkan ilmu walaupun sedikit
e.       Melalui media, kita bisa menyampaikan ilmu lebih menarik, sehingga menumbuhkan minat belajar



BAB III
PENUTUP
Dari hadits di atas dapat kita ambil nilai-nilai pembelajaran yang diberikan Nabi Muhammad. Apa yang diajarkan Nabi SAW, bagaimana cara beliau menyampaikan pesan atau ilmu. Usaha Nabi SAW dalam menyampaikan ilmu dapat dengan mudah diterima oleh umatnya yaitu dengan menggunakan berbagai media yang tepat dan perbuatan-perbuatan Nabi SAW sendiri sebagai suri tauladan bagi umatnya. Ilmu atau pendidikan yang diperoleh dari Nabi SAW bukan untuk kepentingan diri sendiri melainkan juga harus disampaikan kepada orang lain.
Merancang pembelajaran atau menyampaikan suatu informasi dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan sumber media yang sesuai agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efesien.











DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2010. Media pembelajaran. Jakarta: Penerbit Raja Wali Press.
Suryani, Nunuk, dan Leo Agung. 2012 Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Sanjaya, Wina. 2012.  Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Danim, Sudarwan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.














BIODATA
NAMA                        : Ni’matul Udzma
ORANG TUA                        : Muqri dan Umumiyah
ALAMAT                   : Kranji Gg. 1 Masjid Kedungwuni Pekalongan
PENDIDIKAN          : TK. Muslimat NU Kranji Kedungwuni
                                      MI. Wali Songo Kranji 01 Kedungwuni
                                      Mts. Wali Songo Kedungwuni Pekalongan
                                      MA. Ma’arif Wali Songo Kedungwuni Pekalongan
                                      Melanjutkan study S1 di STAIN Pekalongan
HOBI                          : Travelling
MOTTO                      : Yakin, Pasti Bisa
                                 


[1] Azhar Arsyad, Media pembelajaran, (Jakarta: Raja Wali Press), h. 3
[2] Nunuk Suryani, Leo Agung, Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta: penerbit Ombak), h. 135
[3] Op.cit., Azhar Arsyad, h. 6-7
[4] Op.cit., Nunuk Suryani, Leo Agung, h. 138-143
[5] Wina Sanjaya,  Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group) h. 73-75

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar