Laman

Sabtu, 15 November 2014

SPI - H - 11: PUSAT-PUSAT PERADABAN DI DUNIA ISLAM

PUSAT-PUSAT PERADABAN DI DUNIA ISLAM
Disusun Guna Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah         : Sejarah Peradaban Islam
Dosen  Pengampu: Gufron Dimyati,M.Si


Disusun oleh:
Sri Wahyu Ningsih                                        ( 2021112124)
Istiqomah                                                       ( 2021112172)
Kelas : H

JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2014




                                                                      BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam Sejarah Peradaban Islam, Islam datang membawa peradaban baru yang memiliki keistimewaan serta corak keislaman secara khusus. Begitupun bentuk  peradaban mewarnai kehidupan dan pemikiran masyarakat Islam di Indonesia. Dalam konteks peradaban, Islam menampilkan peradaban baru yang esensinya berbeda dengan peradaban sebelumnya, Islam telah melahirkan revolusi kebudayaan dan peradaban. Meskipun demikian pengaruh lokal adalah proses alami yang tidak dapat dihindarkan. Akan tetapi pengaruh ini justru memperkaya peradaban Islam itu sendiri.
Peradaban Islam berkembang sangat maju dalam percaturan peradaban , bahkan jauh sebelum kebangkitan bangsa eropa, umat Islam telah maju dengan peradabannya yang gemilang. Bahkan bangsa eropa tidak mungkin akan bisa menjadi maju, jika saja tidak belajar dari peradaban Islam. Adapun beberapa pusat peradaban dalam dunia Islam  yang membantu proses kemajuan Islam di dunia sebagai berikut.


















BAB II
PEMBAHASAN
PUSAT-PUSAT PERADABAN DI DUNIA ISLAM

Dalam konteks peradaban, Islam menampilkan peradaban baru yang esensinya berbeda dengan peradaban sebelumnya, peradaban yang ditinggalkan Nabi SAW. misalnya, jelas sangat berbeda  dengan peradaban Arab di zaman Jahiliah. Dengan demikian, Islam telah melahirkan revolusi kebudayaan dan peradaban. Peradaban Islam berkembang sangat maju dalam percaturan peradaban dunia, bahkan jauh sebelum kebangkitan bangsa eropa, umat Islam telah maju dengan peradabannya yang gemilang. Adapun pusat-pusat peradaban di dunia Islam yang mendukung kemajuan Islam di dunia sebagai berikut:

A.           MEKAH AL-MUKARRAMAH
Mekah Al-Mukarramah merupakan kota tempat lahirnya agama islam, di mana Nabi Muhammad SAW lahir dan memperoleh wahyu Alqur’an di kota mekah. Mekah juga merupakan kota budaya islam. Di mana kota mekah merupakan kota untuk menuntut ilmu, baik pada masa Nabi Muhammad SAW, khulafaur rasyidin maupun umayyah dan abbasiyah, bahkan hingga sekarang.
Awalnya mekah merupakan pusat peradaban jahiliah yang penuh dengan paganisme. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW , kota mekah menjadi kota suci umat islam. Di kota ini juga terdapat ka’bah di Masjidil Haram yang merupakan kiblat umat islam dalam sholat. Mekah juga menjadi pusat kajian ilmu-ilmu keagamaan, khususnya menjadi pusat kajian ilmu hadis dan fiqih.
Dari Madinah setelah posisi dan kekuatan Nabi Muhammad dan pengikutnya menjadi besar, beliau merebut kembali kota mekah dengan cara menaklukan kota itu secara damai, pada tahun 8H (630M) sehingga dikenal dengan fathu makkah, Yaitu terbukanya kota Mekah. Di samping sebagai kota suci, mekah juga menjadi kota budaya lantaran kebudayaan islam dikembangkan  oleh Nabi di kota ini, samping Madinah Al-munawwarah.



B.     MADINAH AL-MUNAWWARAH
Madinah Al-munawwarah, awalnya kota ini bernama Yasrib. Kota Madinah menjadi pusat kebudayaan islam setelah Nabi Muhammad berhijrah dari Mekah ke Yasrib. Setelah Nabi hijrah ke Yasrib, maka kota tersebut dijadikan pusat jamaah kaum muslimin, dan selanjutnya menjadi ibu kota Negara Islam yang segera didirikan oleh Nabi, dengan di ubah namanya menjadi Madinah.
Dari Madinah Nabi meneruskan perjuangan menyebarkan agama islam. Di Madinah selama 13 tahun Nabi membina dan mengembangkan masyarakat islam. Bahkan di Madinah ini, Nabi membangun sistem kehidupan bermasyarakat Islam yang dicita-citakan.[1]

Di tengah-tengah kota Madinah, beliau membangun masjid ditempat yang mana beliau dimakamkan disana yang terkenal dengan nama Masjid Nabawi. Masjid diberi dua pintu yaitu pintu Aisyah dan pintu Atiqah . Tanah yang dijadikan tanah area masjid merupakan kepunyaan dua anak yatim yang berada dalam perwalian As-Ad bin Zararah dan tanah tersebut menjadi tempat menjemur kurma.[2]
Nabi SAW mempersaudarakan antara semua kaum muslimin yang berbeda-beda suku dan bangsa, yang berlain-lain warna kulit dan rupa: Al-Wahdatul Islamiyah menggantikan Al-Wahdatul Qaumiyah, sehingga dengan demikian mereka semua menjadi bersaudara dan sederajat. Madinah Al-Munawwarah merupakan kota pusat kebudayaan islam di Arab, karena kota ini merupakan pusat Ilmu pengetahuan dan kota perjuangan Nabi dalam menegakkan Agama Islam sekaligus pusat peradaban Islam. Ilmu pengetahuan agama islam yang pertama kali berkembang adalah Ilmu hadis, karena melalui Ilmu hadis ini kaum muslimin pertama-tama mengetahui hukum-hukum Islam, penafsiran Al-Qur’an, sunnah Rasulullah dan para sahabat, keteladanan Rasulullah, dan lain sebagainya. Perkembangan Ilmu Hadis ini berlangsung melalui periwayatan.[3]
Pada zama Nabi dan para khulafaur rasydin, Maasjid Madinah menjadi kantor besar yang didalamnya diurus segala urusan pemerintahan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga menjadi pusat kehidupan politik, ekonomi, dan social.
Di kota ini Nabi dimakamkan. Kota Madinah merupakan kota suci umat Islam setelah Mekah Al-Mukarramah.

C.    BAGHDAD
Baghdad didirikan pada tahun 762M oleh khalifah Al-manshur dan Dinasti Abbasiyah(754-755). Satu tim ahli dibentuk untuk memilih sebuah bidang tanah yang cukup luas, yang terletak antara sungai Tigris dengan sungai Eufrat. Baghdad berarti “Taman keadilan”. Dalam pembangunan kota Baghdad khalifah mempekerjakan ahli bangunan terdiri dari arsitektur, tukang batu, tukang kayu, ahli lukis, ahli pahat dan lain-lain, mereka didatangkan dari syiria, mosul, bashrah dan kufah yang berjumlah sekitar 100.000 orang. Kota ini berbentuk bundar, di sekelilingnya dibangun tembok yang besar dan tinggi. Di sebelah luar tembok di bangun parit besar sebagai saluran air dan sekaligus sebagai benteng.
Istana khalifah terletak di tengah-tengah kota Baghdad dengan gaya seni arsitektur Persia, yang dikenal dengan Al-Qashr Az-Zahabi (Istana Emas). Kota Baghdad sejak awal berdirinya sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam islam. Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada masa khalifah harun Ar-Rasyd (786-809M), dan anaknya Al-Makmun (813-833M). Pada masa abbasiyah, d kota Baghdad juga berdiri akademi dan sekolah tinggi. Perguruan tinggi yang terkenal adalah perguruan An-Nizhamiyah, didirikan oleh Nizamul Mulk (5M) dan perguruan Al-Mustanshiriyah yang didirakan oleh khalifah Al-Muntashir Billah (abad 7H).
Dari Baghdad lahir karya-karya sastra yang indah. Di antaranya Alfu Lailah wa Lailah (1001 malam). Dari ilmu ini lahir para ilmuwan, ulama, filsuf, dan sastrawan terkenal, di antaranya: Al- khawarizmi (tokoh astronomi dan matematika), Al-farabi (fisuf besar), Ar-Razi (filsuf, ahli fisika, dan kedokteran), Imam Al-Ghazali (ilmuwan dan ulama ternama), Syaikh Abdul Qadir Al-jailani (pendiri tarekat Qadiriyah), dan lain-lain.
Karena serangan bangsa mongol dibawah Hulagu Khan pada tahun 1258M  kota ini hancur berantakan. Semua bangunan kota hancur termasuk istana emas. Pada tahun 1400M, kota ini diserang pula oleh pasukan timur lenk, dan pada tahun 1508M kota ini juga dihancurkan oleh tentara kerajaan safawi.



D.    KAIRO (MESIR)
Setelah panglima jauhar As-Siqili menduduki mesir pada tahun 358H, maka ia mengambil keputusan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Fustat, ke kota yang akan dibangun. Pada tanggal 17 sya’ban 358H (969M), jauhar As-Siqili memulai pembangunan kota baru untuk menjadi ibu kota Dinasti Fathimiyah.
Kota ini mula-mula diberi nama kota “Manshuriyah” di nibatkan kepada Mansur Al-Mu’iz Lidinilah. Setelah Mu’iz sendiri sampai di Mesir, namanya di ubah menjadi Qahirah Mu’iziyah. Wilayah Dinasti fathimiyah meliputi Afrika Utara, Sicilia, dan Syiria. Setelah pembangunan kota kairo selesai lengkap dengan istanany, Jauhar As-Siqili mendirikan Masjid Al-Azhar pada 17 Ramadhan 359H (970M). Masjid Al-Azhar dalam perkembangannya menjadi unuversitas besar.
Kota Kairo mengalami puncak kejayaan pada masa Dinasti Fathimiyah, yaitu pada masa pemerintahan Shalahuddin Al-Ayyubi, pemerintahan Baybars, dan pemerintahan An-Nashir pada masa Dinasti Mamlik. Periode Fathimiyah di mulai dengan Al-Mu’iz dn puncaknya terjadi pada masa pemerintahan Al-Aziz. Dinasti Fathimiyah dapat ditumbangkan oleh Dinasti Ayyubiyah yang didirikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi seorang pahlawan dalam perang salib. Shalahuddin tetap mempertahankan lembaga-lembaga ilmiah yang didirikan oleh Dinasti Fathimiyah tetapi mengubah orientasi keagamaannya dari syi’ah menjadi Ahlu Sunnah.
Kekuasaan Dinasti Ayyubiyah di Mesir diteruskan oleh Dinasti Mamluk. Dinasti ini mampu mempertahankan pusat kekuasaannya dari serangan Bangsa Mongol di Ain Jalut dibawah pimpinan Baybars yang berkuasa dari 1260-1277 M. Baybars juga dikenal sebagai pahlawan perang salib pada waktu itu, kairo menjadi stu-satunya pusat peradaban Islam yang selamat dari serangan Mongol. Kairo pada waktu itu menjadi pusat peradaban Islam yang terpenting. Pada tahun 1517M, Dinasti Mamlik dapat dikalahkan oleh Dinasti Usmani.[4]

E.     DAMASKUS DI SYIRIA
Kota Damaskus sebelum ditaklukkan bangsa Arab adalah sebagai ibu kota pemerintahan kolonial Romawi. Kemudian kota Damaskus menjadi pusat pemerintahan Islam sejak masa ke khalifahan  pada zaman sebelum Islam adalah ibu kota kehalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan, khalifah pertama Bani Umayyah. Pada masa itu Damaskus menjadi kota paling besar dan paling megah di wilayah pemerintahan Islam, sebagaimana kota Damaskus juga teristimewa dari kota-kota lain dengan banyak di aliri sungai  dan dengan memiliki beberapa mata air.damaskus bersal dari kata Ad Damaqs yang berarti sejenis sutera yang sudah sangat terkenal sejak zaman dahulu jauh sebelum zaman Islam.[5]   Di kota Damaskus banyak didirikan gedung-gedung yang indah yang bernilai seni, terdapat pula Masjid Damaskus yang megah dan agung yang dibangun oleh khalifah Al-Walid bin Abdul Malik dengan arsiteknya Abu Ubaidah bin Jarrah.
Untuk keperluan pembangunannya khalifah Al-Wlid mendatangkan 12.000 orang tukang ahli dari Romawi, kecuali bangunannya sendiri memiliki nilai seni yang luar biasa, juga pilar-pilar dan dindingnya di ukir dengan ukiran yang indah. Panjang Masjid mencapai 300m dan lebarnya 200m, di bangun di atas 68 pilar yang kokoh, dengan biaya 11.200.000 dinar.

F.     ISFAHAN DI PERSIA
Kota Isfahan adalah ibu kota kerajaan shafawi. Merupakan kota tua yang didirikan oleh yasdajird I (Buhtanashar) Raja Persia. Kota ini dikuasai Islam pada tahun 19H/640M pada masa Umar bin Khaththab. Sekarang masuk dalam wilayah iran.
Pada waktu Abbas I Safawiyah menjadikan Isfahan sebai ibu kota kerajaannya , kota ini menjadi kota yang luas dan indah. Kota ini terletak di sungai Zandah, dan di atasnya membentang tiga buah jembatan yang megah.
Pada tahun 625H/1228M terjadi pertempuran besar di Isfahan, ketika tentara Mongol dating menyerbu negeri-negeri Islam dan menjadikan Isfahan sebagai salah satu wilayah kekuasaan Mongol. Ketika Timur Lenk menyerbu negeri-negeri Islam pada tahun 790H/1388M, kota Isfahan jatuh dibawah kekuasaan Timur Lenk. Kemudian kota Isfahan di kuasai oleh kerajaan Turki Usmani pada tahun 955H/1548M.
Ketika Timur Lenk menyerbu negeri-negeri Islam pada tahun 790H/1388M, kota Isfahan jatuh dibawah kekuasaan Timur Lenk.

Kemudian kota Isfahan di kuasai oleh kerajaan Turki Usmani pada tahun 955H/1548M. pada tahun 1134H/1721M terjadi pertempuran antara Husein Syah, Raja Syafawi dengan Mahmud Al-Afghani, yang mengakhiri riwayat kerajaan Syafawi. Pada tahun 1141H/1729M, kota Isfahan dibawah kekuasaan Nadir Syah.
Di kota ini berdiri bangunan-bangunan indah seperti Istana, sekolah-sekolah, masjid, menara, pasar dan rumah-rumah dengan ukiran arsitektur yang indah. Sultan Abbas I membangun Masjid Syah yang merupakan salah satu Masjid Indah dan megah di dunia.

G.    ISTAMBUL DI TURKI
Kota Istambul adalah Ibu kota kerajaan Turki Usmani. Kota ini awalnya merupakan ibu kota kerajaan Romawi timur dengan nama konstantinopel. Pada tahun 395 M, Kerajaan romawi pecah menjadi dua, Romawi timur dan Romawi barat.
Konstantinopel jatuh ke tangan umat islam pada masa Dinasti Turki Usmani dibawah pimpinan Sultan Muhammad II yang bergelar Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453. Oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, kota konstantinopel yang artinya kota constantin, diubah namanya menjadi Istambul yang artinya kota Islam. Wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar wilayah Eropa Timur, Asia kecil dan Afrika utara. Bahkan daerah-daerah Islam yang lebih jauh juga mengakui kekuasaan Istambul.
Pengaruh jatuhnya konstantinopel besar sekali bagi Turki Usmani.kota tua itu adalah pusat kerajaan bizantium yang menyimpan banyak ilmu pengetahuan dan menjadi pusat Agama Kristen ortodoks. Kesemuanya itu diwarisi oleh Usmani.
Istambul merupakan pusat peradaban Islam pada masa kekuasaan Turki Usmani yang terpenting. Bukan saja karena keindahan kotanya akan tetapi, juga kerena di kota bekas pusat kekuasaan Romawi Timur itu terdapat pusat-pusat kajian keilmuan yang mendorong puncak kejayaan peradaban umat Islam.

H.    DELHI (INDIA)
Delhi adalah ibu kota kerajaan Islam India sejak tahun 608 H/1211 M. Delhi menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam di anak benua India.
Delhi terletak di pinggir sungai Jamna. Mula-mula Delhi dikuasai Islam, ditaklukkan oleh Quthb Ad-Din Aybak. Tahun 602 H/1204 M oleh Quthb Ad-Din Aybak dijadikan ibu kota kerajaan Islam Mongol. Zhahiruddin Babur raja Dinasti Mongol pertama, merebut Delhi dari tangan Dinasti Lodi.

setelah Delhi dihancurkan oleh tentara Timur Lenk, kekuasaan raja-raja yang berkedudukan di Delhi merosot tajam. Dinasti Lodi mengambil kota Agra seagai ibu kota, sementara Delhi menjadi kota yang kurang penting. Kota Agra itu pula untuk pertama kalinya menjadi ibu kota kerajaan Mongol, ketika Zhahiruddin Babur mengalahkan Dinasti Lodi. Kota Delhi menjadi ibu kota kerajaan  Mongol pada masa Humayun (1530-1556), seorang raja yang cinta ilmu. Raja Mongol lainnya, Syah Jehan (1628-1658) mendirikan kota Syahjahanabad. Syah Jehan mendirikan monemen bersejarah yang sangat indah dan menjadi    salah satu Tujuh Keajaiban Dunia. Yaitu Taj Mahal, sebuah monumen untuk mengenang istri tercintanya Mumtaz Mahal.

I.       ANDALUSIA (SPANYOL)
Andalusia adalah sebuah wilayah Islam di Spanyol. Setelah Andalusia menjadi wilayah Islam, maka dibangunlah, kembali kota-kota lama, di samping membangun kota baru, dengan gaya seni bangunan Islami, di mana kemudian Andalusia terkenal dengan kota-kotanya yang indah, masjid-masjid yang cantik, istana-istananya yang mengagumkan dan taman-tamannya yang mempesona.
Pusat-pusat peradaban Islam di Spanyol adalah sebagai berikut:
1.      Cordava
Cordova merupakan salah satu di antara kota-kota besar dan ajaib. Cordava adalah kota lama yang di bangun kembali dengan gaya Islam. Setelah dibangun kembali, luas Cordova menjadi 24 mil panjangnya, dan 6 mil lebarnya, atau 144 mil persegi.
Menurut George Zaidan, bahwa bangunana yang terdapat dalam kota Cordova antara lain:
Ø  113.000 rumah rakyat,
Ø  430 istana besar kecil,
Ø  6.300 rumah pegawai negri,
Ø  3.873 masjid,
Ø  900 tempat pemandian (hamamaat),
Ø  8.455 toko besar-kecil.
Jumlah penduduk Cordova kurang lebih 500.000 jiwa. Tercatat bahwa di cordova terdapat 27 lembaga pendidikan, dan 70 buah perpustakaan. Di perpustakaan pusat terdapat 400.000 buku, di samping itu masih ada perpustakaan pribadi. Dari kota ini lahirlah filsuf Ibnu Rusyd (Averros).
Kota ini pertama kali dimasuki Islam pada tahun 711 M oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Thariq bin ziyad. Ketika Abdurrahman I yang bergelar Abdurrahman Ad-Dhakil masuk ke Andalusia, telah menjadikan Cordova sebagai ibu kota dan kota yang indah.  
Ia ciptakan taman dengan dipenuhi tuffah (apel), dan pohon delima. Ditanami juga sebuah pohon palm yang sengaja di datangkan dari Syiria.
Semasa pemerintahan Abdurrahman An-Nasir (912-961 M), Abdurrahman III, Cordova diperindah dan diperluas, istana-istana kecil didirikan seperti Al-Mubarak, Al-Kamil, Ar-Raudah, AL-Mujaddi dan lain-lain. Sedang ynag terindah adalah Az-Zahra. 
2.      Sevilla
Kota Sevilla (Asyibiliyah) dibangun pada masa Dinasti Al-Muwahiddin memerintah. Kota ini pernah menjadi ibu kota Andalusia. Semula kota ini adalah rawa-rawa. Pada masa romawi kota ini bernama Romula Agusta, kemudian berubah menjadi Hispah, sebelum menjadi Ayibiliyah.
Selama di kuasai Islam, kota ini selalu diperindah dengan tanaman-tanaman berbunga yang harum baunya. Pengaruh Romawi nampak pada penanaman pohon-pohon zaitun dan tata cara kehidupan di dusun. Sedang orang-orang Arab dan Yahudi telah meninggalkan sifat-sifat yang serbak mistik.
Sevilla berada di bawah kekuasaan Islam, kurang lbih selama 500 tahun (712-1248 M). Tidak heranlah jika kini banyak dijumpai sisa-sisa peninggalan seni dan budaya Islam. Salah satu bangunan yang menjadi kebanggaan umat Islam, kini telah berubah dari masjid besar menjadi gereja yaitu Santa Maria de la sede. Masjid besar itu dahulu dibangun pada tahun 1171 M pada masa pemerintahan Sultan Yusuf Abu Yakub (1163-1184 M). Sevilla jatuh ke tangan Raja Ferdinand pada tahun 1492 M.
3.      Granada
Granada merupakan kota besar di Andalusia, yang pernah menjadi kebanggaan kaum muslimin Andalusia. Granada terletak sekitar 288 km sebelah timur kota Sevilla, oada sebuah daratan tinggi yang subur.
Kebesaran kota Granada terlihat pada peninggalannya yang berupa istana Alhambra yang didirikan pada tahun 1238M/635H oleh Muhammad bin Al-Ahmar dari Dinasti Ahmar. Granada menjadi kota terbesar ke lima di Spanyol, pada abad ke-12 M.
Kota ini terletak di tepi sungsi Genil di kaki Gunung Seirra Nevada, berdekatan dengan pantai laut Mediterania (Laut Tengah0. Semula Granada adalah tempat tinggal orang Iberia, kemudian menjadi kota orang Romawi, dan baru terkenal setelah berada di tangan orang-orang Islam.  

J.      TRANSOXANIA
Transoxania adalah wilayah Bukhara dan Samarkand. Transoxania adalah wilayah yang terletak di Asia Tengah, terletak di sekitar barat Cina dan Selatan Rusia serta di sebelah Timur Afghanistan. Di wilayah ini mterdapat dua kota penting yang menjadi pusat peradaban Islam, yaitu:
1.      Samarkand
Samarkand berada di sebelah selatan sungai As-Saghad. Riwayat tentang kota Samarkand yang tertua disebutkan dalam berita-berita tentang peperangan-peperangan Iskandar Zurkarnain (Alexander the Great) di Timur. Menurut riwayat-riwayat tertua dalam bahasa Arab, iskandarlah yang mendirikan kota Samarkand. Setelah tahun 323 M, kota ini menjadi bagian dari sebuah kekuasaan yang berpusat di Bactria. Setelah itu kota tersebut berdiri pula kerajaaan Graeco-Bactrion (Bractia- Yunani) pada masa Anthiochus II Theos.
Di Samarkand terdapat makam terkenal yang sangat dihormati dan dikunjungi orang, yaitu makam Qasim bin Abbas, yang dipandang sebagai pembawa agama Islam ke negeri ini pada masa khalifah Utsman bin Affan. Di samarkand juga terdapat makam ulama theologi terkenal yaitu  Abu Manshur Al-Maturidi, yaitu seorang ulama pendiri aliran Maturidiyah, penopang paham Ahlus Sunnah.
Salah satu walisongo, yaitu Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419M) jga disebutkan konon berasal dari daerah Samarkand, karena ia berasal dari keturunan Ibrahim As-Samarkandi, yang kemudian di jawa dikenal dengan sebutan Ibrahim Asmarakandi.
2.      Bukhara
Bukhara diperkirakan sudah ada sebelum Islam, kota ini sudah ada ketika Iskandar zulkarnain datang ke sana. Pengaruh Persia sanagt menonjol pada bangunan-bangunan kuno. Demikian pula pen garuh cina. Sebalum Islam datang ke Bukhara penganut agama buddha cukup banyak.
Pada tahun 204 H/819 M al-Makmun, khalifah dari Dinastii Abbasiyah yang  berpusat di Baghdad menyerahkan urusan pemerintahan negeri Transoxania, khususnya Samarkand dan Bukhara kepada keluarga Asad ibn Saman. Sejak itu, dua kota ini berada di bawah kekuasaan Dinasti Samaniyah.
Di kota bukhara ini terdapat makam yang di hormati dan menjadi tempat ziarah umat Islam, yaitu makam Bahauddin An-Naqsyabandi (wafat pada abad 8 H/14 M), seorang pendiri aliran dalam bidang sufistik, yaitu tarekat Naqsyabandiyah yang banyak pengikutnya di dunia Islam.
Pada masa kejayaannya di bukhara terdapat istana Dinasti Samani yang merupakan perguruan tinggi dan pusat kegiatan ilmu dan kehidupan pengetahuan. Terkenallah Maktab Nuh bin Nashr As-Samani sebagai perguruan tinggi yang lengkap.
Kota bukhara lahir ulama hadist terkenal yaitu Imam Bukhara yang menulis kitab shahih Bukhari. Kota Bukhara dikenal sebagai pusat ilmu-ilmu keagamaanIslam.
Transoxania pernah dihancurkan oleh Jenghiz Khan, dan dibangun kembali oleh Timur Lenk dan dijadikan ibu kota kerajaannya.
Pada tahun 906 H/1500 M kota Samarkand dan Bukhara jatuh ke tangan Syaibani, raja Uzbek. Setelah ia wafat, pada tahun itu juga direbut oleh Babur, raja Mongol di india. Akan tetapi, tahun berikutnya Babur kembali ke India dan daerah Transoxania kembali dikuasai orang-orang Uzbekistan – yang di dalamnya terdapat Samarkand dan Bukhara –menjadi bagian dari Uni soviet. Sejak tahun 1992 M, Uzbekistan menjadi negara Muslim merdeka, karena Uni Soviet bubar dengan sendirinya.

K.    ACEH
Aceh mewakili pusat dunia Islam di Asia Tenggara. Pada masa kejayaannyaAceh merupakan pusat peradaban di wilayah dunia islam bagian Timur, yaitu Asia Tenggara. Bahkan aceh merupakan pintu transmisi jalur perjalanan penyebaran agama Islam ke seluruh wilayah Asia Tenggara. Karena itu terkenal dengan sebutan Serambi Mekah.
Aceh merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke seluruh wilayah Nusantara. Di Aceh pernah berdiri kerajaan-kerajaan Islam yang pertama, yaitu kerajaan Peurlak, Kerajaan Samudra Pasai, dan Kerajaan Aceh Darus Salam.
Dari Aceh muncul beberapa tokoh keilmuan yang menandakan kemajuan keilmuan di kalangan umat Islam di Asia Tenggara. Beberapa ulama prestisius Aceh yang terkenal dengan karya-karyanya adalah Nuruddin Ar-Raniri, Hamzah Fanshuri, Abdurrauf Singkel, Syamsuddin Sumatrani, dan lain-lain.[6]
Aceh menjadi kerajaan Islam yang kuat dan menjadikan Pasai sebagai bagian dari wilayahnya mulai sekitar pertengahan tahun 1524 disusul Lamuri dan Aceh Dar al-Kamal sehingga mengukuhkan Aceh sebagai pemegang komodotas lada. Raja pertama yang terkenal adalah ‘Ali Mughayat Shah kemudian digantikan putranya yaitu ‘Ala’ al-Din memerintah antara 1548-1571. Selama Aceh dalam perintahnya, Aru dan Johor berhasil ditaklukkannya. Bahkan dengan bantuan persenjataana Dinasti Ottoman (1562) Portugis di Malaka diserangnya.
Puncak kejayaan Aceh berlangsung pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637), menguasai sepanjang pantai Sumatera mengatur perdagangan Lada. Masa ini pula sekitar Gayo ndan Minangkabau diislamkan. Sultsn Iskandar Muda digantikan adik iparnya yaitu Iskandar Thani. Kematiannay dalam usia muda sebelum ada Sultan penggantinya membuat Aceh memesuki kemundurannya. Istana Sultan Iskandar Muda dilapisi emas sehingga dikagumi bangsa Barat sebagai masjid besar dengan lima ruangan.[7]
Dari Aceh, Islam berkembang ke berbagai wilayah Nusantara anatara lain Islam berkembang ke Ampel, Demak, Cirebon, dan terus berkembang ke Sulawesi, Maluku dan Kalimantan.
Aceh juga merupakan kekuatan yang sangat ditakuti Belanda semasa penjajahan, karena Aceh memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam menghadapi penjajah Belanda.




PENUTUP
KESIMPULAN


Dalam konteks peradaban, Islam menampilkan peradaban baru yang esensinya
berbeda dengan peradaban sebelumnya, peradaban yang ditinggalkan Nabi SAW. misalnya, jelas sangat berbeda  dengan peradaban Arab di zaman Jahiliah. Dengan demikian, Islam telah melahirkan revolusi kebudayaan dan peradaban. Peradaban Islam berkembang sangat maju dalam percaturan peradaban dunia, bahkan jauh sebelum kebangkitan bangsa eropa, umat Islam telah maju dengan peradabannya yang gemilang. Adapun pusat-pusat peradaban di dunia Islam yang mendukung kemajuan Islam di dunia sebagai berikut:
1.      Mekah
2.      Madinah
3.      Baghdad
4.      Kairo
5.      Damaskus
6.      Isfahan
7.      Istambul
8.      Delhi
9.      Andalusia
10.  Transoxania
11.  Aceh








DAFTAR PUTAKA



Abdurrahman dudung.2003.Sejarah Peradaban Islam:dari masa klasik hingga medern. Yogyakarta:Jurusan SPI fak.Adab IAIN Sunan Kalijaga
Hasan, Ibrahim Hasan.2003.sejarah dan kebudayaan islam. jakarta:kalam mulia
Munir Amin Samsul.2010.sejarah peradaban Islam. Jakarta:amzah
Yatim Badri.1997.Historiografi Islam. Jakarta:PT logos wacana Ilmu





[1] Samsul Munir Amin,sejarah peradaban Islam,(Jakarta:amzah,2010),hlm.281-283
[2] Hasan Ibrahim Hasan,sejarah dan kebudayaan islam,(jakarta:kalam mulia,2003),hlm.432
[3] Badri Yatim,Historiografi Islam,(Jakarta:PT logos wacana Ilmu,1997),hlm.55
[4] Samsul Munir Amin,op.cit.,284-287

[5] Hasan Ibrohim Hasan,op.cit.,429
[6] Samsul Munir,op.cit.,290-299
[7] Dudung Abdurrahman,Sejarah Peradaban Islam:dari masa klasik hingga medern,(Yogyakarta:Jurusan SPI fak.Adab IAIN Sunan Kalijaga,2003),hlm.384

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar