Laman

Sabtu, 15 November 2014

SBM - C - 9: MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA GURU


MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA GURU
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : M. Ghufron Dimyati, M.S.I

     Disusun oleh:

                             Etik Farkhah                   2021112219
Andre Burhanuddin         2021112223
Kusyanto                        2021112233
Ema Amalia                    2021112234
                                     
Kelas C
 
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2014



PENDAHULUAN

Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keberhasilan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal.
Untuk dapat mengembangkan model pembelajaran yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan yang memadai berkenaan dengan konsep dan cara-cara pengimplemenyasian model-model tersebut dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru. Di mana guru sebagai sumber informasi.
Dalam makalah ini, akan dibahas mengenai model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mencakup pengertian, ciri-ciri, serta macam-macam model pembelajaran dalam kategori ini.


PEMBAHASAN

A.   Pengertian Model Pembelajaran
Model-model pembelajaran sendiri disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, teori psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori lain yang mendukung. Model-model pembelajaran menurut teori belajar dikelompokan menjadi empat model pembelajaran. Model tersebut merupakan pola Umum perilaku pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikanya.[1]

B.   Ciri-Ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu.
2.      Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif.
3.      Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas. Misalkan metode synetic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.
4.      Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan yaitu:Urutan langkah-langkah pembelajaran (syntax) ,Adanya prinsip-prinsip reaksi,   Sistem sosial, Sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.
5.      Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajar. Dampak tersebut meliputi:      
a)      Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur     
b)      Dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang
6.      Membuat persiapan mengajar (desain intruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.[2]

C.   Model Pembelajaran yang Berpusat pada Guru
Seorang guru memilih model-model pembalajaran interaktif dengan tiga alasan, yaitu:
1.      Konsep model yang menyiratkan sesuatu yang lebih besar dari pada strategi, model atau teknik tertentu.
2.      Konsep model pengajaran berfungsi sebagai alat komunikasi yang penting bagi guru.
3.      Model pembelajaran yang interaktif yang digunakan oleh guru dalam mengajar mempunyai tujuan untuk membantu siswa dalam mendapatkan pengetahuan, ketrampilan serta belajar tentang konsep sebelumnya.
Model-model pembelejaran interaktif yang berpusat pada guru, antara lain:
a.      Presentasi dan Penjelasan
Presentasi adalah model yang berpusat pada guru. Presentasi atau ceramah dan penjelasan memakan waktu yang cukup lama. Secara singkat, hasil-hasil belajar model presentasi ini cukup jelas dan tidak ruwet malahan hal ini membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan dan menyimpan informasi baru. Sebelum guru mempresentasikan dan menjelaskan kepada siswa, maka guru perlu meencanakan terlebih dahulu dengan melakukan:
1.      Memiih tujuan dan isi presentasi.
2.      Mendiagnosis pengetahuan yang sudah dimiliki siswa.
3.      Memilih advance organizer yang tepatdan kuat.
4.      Merencanakan penggunaan waktu dan ruang.
Setelah direncanakan kemudian diadaptasikan kepada siswa yang mempunyai kemampuan. Guru mengadaptasikan presentasi dengan berbagai cara, diantaranya:
1.      Menyiapakan penggunaan gambar dan ilustrasi (media).
2.      Menggunakan beragam tes.
3.      Sedikit banyak konkret (contoh).[3]

Membuat Presentasi Interaktif
Presentasi multimedia biasanya mengacu pada mengintegrasikan lebih dari satu media, dengan berbagai media tersebut guru dapat meningkatkan presentasi di bidang studi apapun, misal: seperangkat komputer, dengan itu guru dapat merancang presentasi yang interaktif dan menarik. Banyak guru yang mengatakan bahwa tipe kegiatan beajar semacam ini (presentasi) dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sehingga keduanya (guru dan siswa) sama-sama aktif.
Presentasi adalah model yang berpusat pada guru yang terdiri atas empat fase, yaitu:
1.      Aliran yang berjalan mulai dari usaha awal guru untuk mengklarifikasikan tujuan dan menyiapkan siswa untuk belajar.
2.      Presentasi sebuah advance organizer
3.      Mempresentasikan informasi baru untuk memperluas pemahaman siswa.
4.      Memperluas serta memperkuat keterampilan berpikir mereka.
Penggunaan model ini membutuhkan lingkungan kondisi fisik belajar yang kondusif untuk mempresentasikan dan mendengarkan, termasuk fasilitas-fasilitas yang tepat untuk menggunakan teknologi multimedia. Model pengajaran presentasi ini dimaksudkan untuk menuntaskan tiga hasil belajar siswa, yaitu: membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan serta menyimpan informasi baru; memperluas struktur konseptualnya; dan mengembangkan kebiasaan mendengarkan dan memikirkan tentang informasi.[4]

b.      Pengajaran Langsung
Pengajaran lngsung yaitu gaya mengajar dimana guru terlibat aktif dalam mengusung isu pelajaran kepada seluruh kelas.Model pengajaran langsung dimaksudkan untuk membantu siswa mempelajari berbagai keterampilan dan pengetahuan dasar yang dapat diajarkan langsung secara bertahap.
Pembelajaran langsung merupakan suatu model pembelajaran dimana kegiatannya terfokus pada aktivitas-aktivitas akademik. Tujuan utama model pembelajaran langsung adalah untuk memaksimalkan penggunaan waktu belajar siswa. Sedangkan dampak pengajarannya adalah tercapainya ketuntasan muatan akademik dan keterampilan, meningkatnya motivasi belajar siswa serta meningkatnya kemampuan siswa. [5]
Pengajaran secra langsung dapat dideskripsikan dengan tiga fitur, yaitu:
a.       Tipe belajar yang dihasilkanya.
b.      Sintaksisi atau aliran kegiatan instruksional secara keseluruhan.
c.       Lingkungan belajarnya.
Pengajaran secara langsung dirancang untuk meningkatkan penguasaan berbagai keterampilan (pengetahuan prosedural) dan pengetahuan faktual yang dapat diajarkan secara bertahap.
Elemen-elemen utama pengajaran langsung yang efektif, diantaranya:
1.      Pelajaran yang diinstruksikan dengan jelas.
2.      Presentasi yang terstruktur dan jelas.
3.      Pacing pengajaran sebagai bagian penting dari pengajaran langsung.
4.      Modeling.
5.      Penguna pemetaan konseptual.
6.      Tanya jawab interaktif
Kelemahandanketerbatasanpengajaranlangsung
Kefektifanpengajaranlangsungtergantungdarikarakteristiksiswa yang diajar. Pendekatanterstrukturakanlebihefektifuntuksiswadenganlatarbelakang yang kurangmenguntungkan (darisiswa yang mempunyaiprestasirendahmenjadipandai).
Masalah yang terkait dengan pengjaran langsung adalah terlalu pasifnya siswa sehingga menyebabkan ketergantungan yang terlalu tinggi kepada guru dan akan menjadi kurang mandiri.[6]

c.       Pengajaran Konsep
Dengan pengajaran konsep, guru dapat membantu siswa untuk memperoleh dan mengembangkan konsep-konsep dasar yang dibutukan untuk pembelajaran lebih lanjut dan pemikiran tingkat tinggi.
Model-model pengajaran konsep talah dikembangkan untuk mengajarkan konsep-konsep kunci yang berfungsi bagi siswa untuk berpikir dengan tingkat lebih tinggi lagi dan menjadi dasar pemahaman bersama dan komunikasi.
Sebuah konsep pengajaran pada dasarnya terdiri dari empat fase, yaitu:
a.       Mempresentasikan tujuan.
b.      Memberikan masukan baik examples atau non-examples.
c.       Menguji pencapaian konsep.
d.      Menganalisis proses berpikir siswa.
Merencanakan dan melaksanakan pengajaran konsep
1.      Cara merencanakan pengajarn konsep:
a.        Memilih konsep.
Kurikulum adalah sumber utama untuk memilih konsep yang akan diajarkan. Konsep itu mingkin terdapat dalam textbooks dan edisi yang digunakan guru. seringkali menjadi pedoman dalam memilih konsep
b.       Memutuskan pendekatan yang dipakai.
c.        Mendefinisikan konsep.
d.       Menganalisis konsep.
e.        Memilih dan mengurutkan berbagai contoh dan bukan contoh.
f.        Menggunakan gambar-gambar visual
2.      Cara melaksanakan pengajaran konsep:
a.   Mengklasifikasikan maksud dan establishing.
b.   Memberikan masukan dan contoh serta menguji pencapaian.
Dalam hal ini guru menggunakan pendekatan concept attainment. Dimana sisiwa memiliki pemahaman tertentu tentang konsep atau seperangkatnya.kemudian siswa diminta untuk membuat keputusan apakah itu contoh atau bukan contoh.[7]



PENUTUP

Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain.
Model-model pembelejaran interaktif yang berpusat pada guru, antara lain:
Presentasi dan pengajaran adalah model yang berpusat pada guru. Presentasi atau ceramah dan penjelasan memakan waktu yang cukup lama. Secara singkat, hasil-hasil belajar model presentasi ini cukup jelas dan tidak ruwet malahan hal ini membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan dan menyimpan informasi baru.
Pengajaran langsung yaitu gaya mengajar dimana guru terlibat aktif dalam mengusung isu pelajaran kepada seluruh kelas.Model pengajaran langsung dimaksudkan untuk membantu siswa mempelajari berbagai keterampilan dan pengetahuan dasar yang dapat diajarkan langsung secara bertahap.
Pengajaran konsep, guru dapat membantu siswa untuk memperoleh dan mengembangkan konsep-konsep dasar yang dibutukan untuk pembelajaran lebih lanjut dan pemikiran tingkat tinggi.














ND


DAFTAR PUSTAKA

Ainurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Arends, Richard I. 2001. Learning to Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mustakim, Zaenal. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Pekalongan: Stain Pekalongan
Press.
Mustakim, Zaenal. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Pekalongan: Stain Pekalongan
Press.
Rusma. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo 2011.



[1]Rusma, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: PT Raja Grafindo 2011) hal 132-134.
[2]Ibid.
[3]Zaenal Mustakim, Strategi Belajar Mengajar (Pekalongan: Stain Pekalongan Press,          2013), hlm. 270.
[4] Richard I. Arends, Learning to Teaching (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm.263-264.
[5]Ainurrahman, Belajar dan Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm.169.
[6]Zaenal, Op. Cit., hlm. 271-274.
[7]Ibid., hlm. 275-276.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar