Laman

Rabu, 12 Oktober 2016

sbm H 5 METODE PENGAJARAN KONVENSIONAL

METODE PENGAJARAN KONVENSIONAL

KHUSNUL M NOVIA (2021114184)
 ANI NUR AINI (2021114189)

 Kelas : PAI H

 FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
 2016



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Metode mengajar adalah suatau pengetahuan tentang cara- cara megajar yang dipergunakan oleh seorang guru, pengertian lain adalah teknik penyajian yang dikuasai guru  untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas baik secara individu maupun secara kelompok.
Pendidikan sekarang ini sangatlah membutuhkan perhatian khusus agar tetap dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan bersama. Metode pembelajaran yang digunakan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pendidikan. Seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai model- model pembelajaran, dimana melalui model pembelajaran yang digunakannya akan dapat memberikan nilai tambah bagi anak didiknya.
Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya dari proses pembelajaranya adalah hasil belajar yang optimal atau maksimal. Dengan demikian akan dihasilkan output yang berkualitas. Selama ini banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran kovensional dalam proses mengajar. Secara umum yang dimaksud dengan metode pembelajaran konvensional yaitu pembelajaran dengan cara ceramah dimana peran guru disini aktif dan peserta didik cenderung pasif.
Dengan demikian seorang guru haruslah mempunyai kreatifitas untuk menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar yang akan disampaikan agar materi tersebuat dapat sampai dengan baik dan menghasilkan output yang baik dan berkualitas.


B.    Rumusan Masalah
1.     Apakah  pengertian dari metode pembelajaran ?
2.     Apa yang di maksud dengan pembelajaran konvensional ?
3.     Metode apasaja yang terdapat pada metode belajar mengajar konvensional ?













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metode Pembelajaran

Metode secara harfiah berarti “ cara”. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Kata pengajaran berarti “ memberi pelajaran”.
Jadi, metode pengajaran adalah cara- cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, salah satu ketrampilan guru yang memegang peranan penting dalam pengajaran adalah ketrampilan memilih metode. Pemilihan metode berkaitan langsung dengan usaha usaha guru dalam menampilkan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga mencapai tujuan pengajaran diperoleh secara  optimal. Oleh karena itu, salah satu hal yang paling mendasar untuk dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang sama pentingnya dengan komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan.
Menurut Syaiful B. Djaramah dkk, metode memiliki kedudukan antara lain:
a.      Sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar.
b.     Menyiasati perbedaan individual peserta didik.
c.      Untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran. Faktor – faktor lain juga harus diperhatikan antara lain seperi faktor guru, peserta didik, situasi (lingkungan belajar), media dan lain- lain.
Oleh karena itu, fungsi- fungsi metode mengajar tidak dapat diabaikan, karena metode mengajar tersebut turut  menentukan berhasil tidaknya proses belajar mengajar dan merupakan bagian integral dalam suatu sistem pengajaran.[1]

B.     Pembelajaran Konvensional
Pembelajaran konvensional merupakan pembelajan yang selama ini sering digunakan guru dalam  proses pembelajaran, pembelajaran ini adalah salah satu metode pembelajaran yang berpusat pada guru.
Ujang Sukadi (2003), mendefinisikan bahwa pendekatan konvensional ditandai dengan guru mengajar lebih banyak mengajarkan tentang konsep- konsep bukan kopetensi, tujuannya adalah peserta didik mengetahui sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu dan pada saat pembelajaran lebih banyak didominasi gurunya sebagai “ pentransfer ilmu”, sementara peserta didik lebih pasif sebagai “ penerima” ilmu.
Pembelajaran dengan metode konvensional lebih sering menggunakan modus telling ( pemberian informasi), ketimbang modus demonstrating ( memperagakan) dan doing direct performance (memberikan kesematan untuk menampilkan unjuk kerja secara langsung). Dalam kata lain, guru lebih sering menggunakan strategi atau metode ceramah atau drill dengan mengikuti urutan materi dalam kurikulum.

C.    Macam- macan Metode Belajar Mengajar Konvensional
Ada beberapa metode dalam metode mengajar konvensional diantaranya yaitu :
a.      Metode Pembiasaan
Metode ini mengutkan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Metode pembiasaan hendaknya diterapkan pada peserta didik sedini mungkin, sebab ia memiliki daya ingat yang kuat dan sikap yang belum matang, sehingga mudah mengikuti, meniru dan membiasakan aktivitasnya dalam kehidupa sehari- hri. Dengan demikian, metode pengajaran pembiasaan ini merupakan  cara ang efektif dan efisien dalam menanamkam kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik dengan sendirinya
Kelebihan metode pengajaran pembiasaan adalah menghemat tenaga dan waktu, karena terkait dengan aspek batiniyah - lahiriyah, yaitu metode yang dianggap paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.
b.     Metode Keteladanan
Metode ini digunakan untuk mewujudkan tujuan pengajaran dengan memberi keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental dan kepribadiannnya secara benar.
Kelebihan metode keteladan diantaranya:
1)     Peserta didik lebih mudah menerapkan ilmu yang  dipelajari di sekolah.
2)     Guru lebih mudah mengevaluasi hasil belajar.
3)     Tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai dengan baik.
4)     Tercipta hubungan yang baik antara siswa dan guru.
5)     Mendorong guru untuk selalu berbuat baik karena dicontoh oleh siswanya.
Sedangkan kekurangan metode ini adalah adanya guru yang tidak memenuhi kode etik keguruan. Guru tidak mencerminkan sikap mentalitas dan moralitasnya dihadapan siswa, sehingga anak didik cenderung bersikap apatis, tidak menunjukkan motivasi belajar, dan cenderung berlawanan dengan tatatertib sekolah.
c.      Metode Penghargaan
Metode ini megedepankan kegembiraan dan positif thinking, yaitu memberikan hadih kepada anak didik, baik yang berprestasi akademik maupun yang berperilaku baik.
Kelebihan metode ini adalah mampu menciptakan kompetensi objektif peserta didik untuk melakukan hal- hal yang positif dan progresif, serta dapat menjadi motivasi siswa lain untu belajar lebih giat.
Sedangkan, kekurangan dari metode ini adalah dapat menimbulkan dampak negatif manakala guru berlebihan dalam melaksanakannya, sehingga mengakibatkan siswa besr kepala, sombongdan merasa dirinya lebih baik dariteman- teman lainnya.
d.     Metode Hukuman
Metode ini merupakan lawan dari metode pemberian hadiah, pelaksanaannya adalah sebagai jalan terakhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik, melaikan bersifat akademik dan edukatif dengan tujuan menyadarkan siswa dari kesalahan ng diulang- ulang.[2]
e.      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu metode didalam pendidikan dan pengajaran yang cara menyampaikan pengertian- pengertian materi pengajaran kepada anak didik dilaksanakan dengan lisan oleh guru didalam kelas. Peran guru dan murid berbeda secara jelas, yaitu guru terutama dalam menuturkan dan menerangkan secara aktif, sedangkan murid mendengarkan dan mengikuti secara cermat serta mencatat pokok persoalan yang diterangkan oleh guru.
Dalam metode ceramah ini peranan utama adalah guru. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan metode ceramah bergantung pada guru tersebut.[3]
f.      Metode Latihan
Metode latihan disebut juga metode training, yaitu suatu cara belajar untuk menanamkan kebiasaan- kebiasaan tertentu. Juga, sebagai sanara untuk memelihara kebiasaan- kebiasaan ng baik.
1.     Kelebihan metode latihan
a.      Dapat memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat- alat.
b.     Dapat memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan , pembagian, tanda- tanda atau simbol, dan sebagainya.
c.      Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
2.     Kekurangan metode latihan
a.      Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
b.     Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c.      Kadang- kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang- ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
g.     Metode Bercerita
Metode bercerita adalah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakikatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah. Karena informasi yang disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada orang lain.
Dalam metode bercerita, baik guu ataupun anak didik dapat berperan sebagai penutur. Guru dapat menugaskan salah seorang atau beberapa orang anak didik untuk menceritakan sesuatu peristiwa atau topik. Salah satu metode bercerita adalah membaca cerita.
h.     Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melajaran melalui bentuk pertannyaan yang perlu dijawab oleh anak didik. Dengan metode ini, antara lain dapat dikembangkan ketrampilan mengamati, menginterpretasi, mengklasifikasikan, membuat kesimpulan, menerapkan dan mengkomunikasikan.
Penggunaan metode tannya jawab bermaksud untuk memotivasi anak didik untuk bertannya selama proses belajar mengajar, atau guru yang bertannya ( mengajukan pertannyaan) dan anak didik menjawab.
Isi pertannyaan tidak mesti harus engenai pelajaran yang sedang diajarkan, tetapi bisa juga mengenai ertannyaan lebih luas yang berkaitan dengan dengan pelajaran.[4]

i.       Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan alat peraga untuk menjelaskan suatu pengertian, atau untuk memperlihatkan bagaimana untuk melakukan dan jalannya suatu proses pembuatan tertentu kepada siswa.[5]
Sedangkan dikarangan Prof. Dr. Made Pidarta, demonstrasi adalah suatu alat peraga atau media pengajaran yang dipakai bermacam- macam bergantung pada materi yang akan didemonstrasikan.[6]
j.       Metode Karyawisata
Metode ini adalah suatu metode pengajaran yang dilakukan dengan mengajakpara siswa keluar kelas untuk mengunjungi suatu peristiwa atau tempat yang ada kaitannya dengan pokok bahasan. Dan metode ini memiliki kelebihan, seerti memberi perhatian lebih jelas dengan peragaan langsung, mendorong anak mngenal lingkungan dan tanah airnya.[7]
k.     Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa- siswa  dihadapkan pada suatu masalah ang bisa berupa suatu pernyataan atau pertannyaan yang bersifat problematis untuk dibahs dan dipecahkan bersama.
l.       Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah meode pengambilan kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat merencanakan eksperimen, melakuan dan memecahkan masalah yang dihadapi secara nyata.
Dengan metode eksperimen diarapkan anak didik tidak menelan begitu saja sejumlah fakta yang ditemukan dalam percobaan yang dilakukan. Dengan metode ini, sekaligus dapat dikembngkan berbagai ketrampilan.
m.   Metode Proyek
Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
n.     Metode Tugas dan Resitasi
Metode resitasi ( penugasan) adalah metode penyajian bahan diana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Misalkan tugas yang diberiakn pada siswa dapat dilakukan di kelas, di halaman sekolah, laboratorium, perpustakaan dll.
Tugas resitasi tidak sama dengan tugas rumah (PR), tapi jauh lebih luas dari itu. Tugas biasannya bisa dilaksanakan di rumah, disekolah, dan tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individual maupun secara kelompok.
Karena itu, tugas dapat diberikan secara individual, atau dapat pula secara kelopok.
o.     Metode Problem Solving
Metode problem solving ( metode pemecahan masalah) buhan hanya metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik sebuah kesimpulan.
p.     Metode Sosiodrama
Metode sosiodrama dan role playing dapat dikatakan sama artinya, dalam pemakaiannya sering didilih gantikan. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.[8]





























BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Metode pengajaran adalah cara- cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, salah satu ketrampilan guru yang memegang peranan penting dalam pengajaran adalah ketrampilan memilih sebuah metode pembelajaran.
Pembelajaran konvensional merupakan pembelajan yang selama ini sering digunakan guru dalam  proses pembelajaran, pembelajaran ini adalah salah satu metode pembelajaran yang berpusat pada guru.
Macam - macam metode pembelajaran pada metode konvensional antara lain, metode pembinaaan, metode keteladanan, penghargaan, hukuman,ceramah, latihan, bercerita, tannya jawab, karyawisata, diskusi,eksperimen metode tugas dll.












DAFTAR PUSTAKA

Pidarta. Made, Cara Belajar Mengajar di Universitas Negara Maju, Jakarta: Bumi Aksara,1990.
Rostiya, Didaktik Metodik, Jakarta: Bina Aksara, 1989.
Yusuf. Tayar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: Raja Gafindo Persada,1995.
Ahmadi. Abu, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia,2005.
Mustakim. Zaenal, Strategi & Metode Pembelajaran, Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2015.
Fathurrohman. Pupuh, Sobbry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: PT Refika Aditama,2009.



[1] Pupuh Fathurrohman dan Sobbry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, ( Bandung: PT Refika Aditama, 2009),hlm. 55-56
[2][2] Zaenal Mustakim,Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Perss), hlm.118
[3] Abu Ahmadi , Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia,2005), hlm.53
[4]Op.cit 123
[5] Tayar Yusuf, Metodologi dan Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,1995), hlm. 49
[6] Made Pidarta, Cara Belajar Mengajar di Universitas Negara Maju,( Jakarta: Bumi Aksara,1990), hlm. 64
[7] Rostiya,Didaktik Metodik,( Jakarta: Bina Aksara, 1989), hlm. 83-84.
[8] Op.cit  133

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar