Laman

Senin, 24 Oktober 2011

guru PAI hanya menggunakan metode ceramah dan metode driil saja

Eni Tri Astuti.
202109024,

Assalamulaikum wr wb……..para pembaca yang budiman, Semoga Allah selalu memberikan  kesehatan, keberkahan dan keselamatan kepada kalian semua.Amiiiin……..

Disini saya akan berbagi sedikit cerita mengenai sebuah inovasi pembelajaran tentang masalah dinamika pembelajaran mata pelajaran PAI serta harapan saya kedepan terhadap inovasi mata pelajaran tersebut.
Dalam era sekarang ini yang kita lihat khususnya mata pelajaran PAI begitu membosankan dalam hal penyampaian materi yang disampaikan oleh para guru,dikarenakan hampir sebagian guru menggunakan metode ceramah dan metode driil saja dalam menerangkan materi mata pelajaranPAI.Sehingga para anak didik bosan serta  tidak paham.Karena dalam pembelajaran tidak  adanya variasi dalam menyampaian materi yang dilakukan oleh guru, padahal dalam pelajran PAI juga terdapat hal – hal yang mengharuskan untuk latihan / praktek langsung seperti wudhu, sholat dan lain sebagainya.
Biasanya siswa lebih senang praktek secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri, bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis.

Apabila suatu saat nanti, saya menjadi seorang guru, khususnya guru PAI saya akan berusaha menjadi guru yang ideal dan inofatif.
Agar mampu menjadi guru yang ideal dan inovatif , maka hal – hal di bawah ini bisa menjadi renungan bersama.
1.      Menguasai Materi Pelajaran Secara Mendalam
 Menguasai materi pelajaran adalah syarat utama menjadi guru yang ideal. Dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was – was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid.
2.      Mempunyai Wawasan Luas
Guru diharuskan mengikuti informasi yang beredar sekarang ini, sehingga cakrawala pemikiranya menjadi luas, mendunia, up to date. Siswa akan bangga nempunyai guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, cakrawala pemikiran yang mendalam, dan hal – hal yang baru.
3.      Komunikatif
Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya dari pada guru yang egois, yang datang hanya untuk menerangkan pelajaran, setelah itu pulang. Ia tidak mau peduli persoalan anak didiknya. Yang penting ia datang, mengajar sampai batas waktu yang ditentukan, kemudian selesai.
4.      Menggabungkan Teori dan Praktik
Anak didik akan mudah jenuh kalau hanya dijejali dengan teori tanpa ada praktik. Praktik sangat diperlukan sebagai media menurunkan, mengendapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik.
5.      Tidak Memalingkan Materi Pelajaran
Dalam mengajar, seorang guru harus berkosentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang dicanangkan, sehingga hasilnya bisa maksimal.
6.      Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa
Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa murid. Kalau memaksa dan menekan murid, efeknya tidak positif bagi perkembanagan psikologinya.
7.      Humoris, Tapi Serius
Salah satu ciri guru ideal adalah berwatak dinamis, kompetetif, tapi juga humoris. Di tengah kepenatan pikiran, keletihan fisik, dan kebosanan berfikir, humor sangat diperlukan. Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru bisa memecah suasana yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran anak didik.

Ketujuh indikator guru ideal dan inovatif di atas sangat penting dilaksanakan untuk menimgkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka mempersiapkan anak didik yang bersaing dalam kompetesi terbuka di era global sekarang dan yang akan datang.
Kiranya cukup sekian pemaparan dari saya, apabila dalam hal penyampaian terdapat kata-kata yang kurang relevan atau tidak berkenan bagi para pembaca saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan apabila ada kelebihan semata - mata itu datangnya dari Allah Swt. 
                       
Semoga apa yang sudah saya paparkan diatas bisa menjadi bahan rujukan dikemudian hari oleh para guru supaya mata pelajaran PAI lebih baik lagi dan bermanfaat bagi pembaca semua. Amiiiiin Allahummah Amiiiinnn………..
 Wassalamualaikum wr wb………





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar