Laman

1111

Minggu, 08 April 2012

H8-44 M. Rizqon


MAKALAH
BERPIKIR DAN BERJUANG SUNGGUH –SUNGGUH UNTUK RAKYAT
Disusun Guna Memenuhi Tugas :
Mata Kuliah  : HADITS TARBAWI II
Dosen Pengampu :  M. GHUFRON DIMYATI
Disusun Oleh :
MUHAMMAD RIZQON ( 202 111 0 369 )
KELAS H

JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
PENDAHULUAN

Pemimpin adalah seseorang yang mengetuai suatu kelompok. Seorang pemimpin haruslah yang dikagumi oleh pengikutnya baik itu dalam tindakan, ucapan, dan perbuatan, serta mematuhi apa yang di perintahkan oleh pemimpin. Seorang pemimpin suatu kelompok merupakan cerminan dari rakyat-ratyatnya.jikalau pemimpin itu tidak baik maka rakyatnya pun dipandang tidak baik, begitu pun sebaliknya.
Dalam makalah ini akan diterangkan sebuah hadits tentang pemimpin sebagai pelayan masyarakat. Yang pada dasarnya pemimpin itu berasal dari rakyat dan seyogyanya segala yang ia lakukan adalah yang terbaik untuk rakyat bukan untuk dirinya maupun golongannya sendiri.
Semoga apa yang ada dalam makalah ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita.










PEMBAHASAN

A.HADITS
اَنْ عُبَيْدِ للهِ  بْنِ زٍيَادٍ عَادَ مَعْقِلَ بْنَ يَسَار فِى مَرَضِهِ فَقَالَ لَهُ مَعْقِلُ اِنِّى مُحَدَّ ئُكَ بِحَدِ يْثٍ لَوْ لَا اَنَّى فِى المَوْتِ لَمْ اَ حَدَ ئُكَ بِهِ سَمِعْتُ رَ سُوْلَ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  يَقُوْ لُ (مَا  مِنْ اَمِيْرِ يْلِى اَ مْرَ المُسْلِمِيْنَ  ثُمَّ لَا يَجْهَدُ  لَهُمْ  وَ يَنْصَحُ اِ لَّا لَمْ يَدْ خُلُ مَعَهُمُ الجَنَّةَ)  
B. TERJEMAH
Sesungguhnya  Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma’qal bin Yasar Almazani pada waktu dia sakit yang mana dia sekarat (akan meninggal dunia).kemudian  Ma’qal berkata kepada ubaidillah bin ziyad: Saya akan menyampaikan sebuah hadits yang saya dengar dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Kalau saya mengetahui bahwa saya masih akan hidup, saya tidak akan menceritakannya padamu. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Seorang pembesar (pejabat) Pemerintahan yang mengurus urusan kaum Muslimin tetapi dia tidak bersungguh-sungguh dan tidak jujur terhadap mereka, niscaya dia tidak akan masuk surga bersama rakyatnya.[1]
C.MUFRODAT
اَمِيْرِ يْلِى         = seorang pejabat
يَجْهَدُ             = bersungguh-sungguh
يَنْصَحُ            = jujur
مَعَهُمُ             = bersama rakyatnya
D.BIOGRAFI PEROWI
Ma`qil bin Yasar, nama lengkapnya adalah Ma`qil bin Yasar bin Abdullah Al- Mazni, seorang perawi hadis yang dijuluki dengan Abu Ali. Beliau berdomisili di Kota Basrah, wafat pada masa Khalifah Muawiah ketika Abdullah bin Ziyad menjabat gubernur di sana. Imam Hasan Basri banyak meriwayatkan hadis beliau tentang nikah dan tafsir surat Al-Baqarah.[2]
E.KETERANGAN HADITS
Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin merupakan orang yang diberi amanat oleh Allah SWT yang akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Ia harus memposisikan dirinya sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.
Berhati-hatilah dalam memeilih seorang pemimpin, harus betul-betul berdasarkan pada kualitas, integritas, loyalitas, dan yang penting adalah perilaku keagamaannya.[3]
F. ASPEK TARBAWI
Nilai tarbawi yang dapat dipetik dari hadits diatas antara lain sebagai berikut:
1.         Sebagai seorang  pemimpin harus memiliki kepribadian yang baik dan berwibawa.
2.        Berprilaku jujur,adil,serta bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan.
3.        Selalu bersungguh-sungguh dalam mengemban amanat dari rakyat.
4.        Harus selalu percaya bahwa apa yang dilakukannya untuk rakyat pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di dunia maupun di akhirat.
5.        Dalam setiap tindakannya sebagai pemimpin harus selalu berpegang teguh pada aturan hukum dan agama.
PENUTUP
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin haruslah mempunyai pribadi yang bijaksana, bertanggung jawab, dan adil untuk kemakmuran rakyatnya. Bijaksana dalam mengambil keputusan, bertanggung jawab atas apa yang diputuskannya, adil dalam setiap tindakan-tindakannya.
Tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan ketentuan agama Islam. Tetapi kita tidak boleh menyerah untuk menjadi pemimpin yang baik, yang mampu mensejahterakan rakyat dan diridhoi oleh Allah. Kreteria pemimpin yang baik diantaranya :
1.      Sebagai seorang  pemimpin harus memiliki kepribadian yang baik dan berwibawa.
2.      Berprilaku jujur,adil,serta bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan.
3.      Selalu bersungguh-sungguh dalam mengemban amanat dari rakyat.
4.      Harus selalu percaya bahwa apa yang dilakukannya untuk rakyat pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di dunia maupun di akhirat.
5.      Dalam setiap tindakannya sebagai pemimpin harus selalu berpegang teguh pada aturan hukum dan agama.






DAFTAR PUSTAKA
Shohih Muslim, kitab iman,bab istihqoqul walilghosyi liro’iyah nnar.jilid 2 hlm 165-167
http://www.scribd.com/doc/45735900/Hadits-Pemimpin-Pelayan-Masyarakat




[1] Shohih Muslim, kitab iman,bab istihqoqul walilghosyi liro’iyah nnar.jilid 2 hlm 165-167
[3] http://www.scribd.com/doc/45735900/Hadits-Pemimpin-Pelayan-Masyarakat

16 komentar:

  1. " ada sebuah riwayat Rasulullah yaitu "lebih baik dipimpin seorang pemimpin yang dhalim selama 60 thun dripda semalam tanpa seorang pemimpin"
    bagaimana pendapat pemakalah???
    2021110375 FAJARWATI (*_^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita harus mengetahui referensi dari hadits tersebut terlebih dahulu, apakah hadits tersebut termasuk hadits sahih ataukah hadits dhoif dengan jalan melihat perawi dari hadits itu. Apakah perowi itu sudah sesuai dengan ketentuan perowi atau belum seperti kecerdasan perowi, persambungan rowinya,dan lain-lain.
      Jikalau andaikata memang benar bahwa pemimpin itu merupakan pemimpin yang dholim dan tidak membelot dengan islam alangkah baiknya mencari pemimpin lain yang sesuai dengan kriteria.

      Hapus
  2. menurut pemakalah apakah di negara indonesia para pemimpinnya sudah melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh untuk rakyatnya,,??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita dalam melihat seorang pemimpin apakah ia sudah bersungguh-sungguh melakukan tugas untuk rakyat ataukah belum itu dengan cara kita harus mengetahui sepak terjang atau pekerjaannya yang ia lakukan,dan cara melakukan pekerjaan, setelah melakukan cara demikian baru kita dapat menilai apakah pemimpin itu bersungguh-sungguh untuk rakyatnya atau tidak.

      Hapus
  3. M. Mastur Hilmi
    sebatas mana kita harus taat kepada pemimpin?trus dihadits juga dikatan pemimpin yang tidak bersungguuh sungguh tidak akan masuk surga,?, apakah berarti ibadah yang lain seperti sholat dan sebagai sia-sia saja? dan sepenting apakah pemimpin dalam pandangan islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita diperbolehkan taat kepada pemimpin selama pemimpin tersebut tidak melampaui atau keluar dari koridor-koridor aturan hukum islam. Jika pemimpin itu sudah keluar dari aturan islam maaka tidak perlu kita mematuhinya.
      Didalam alqur’an dikatakan bahwa : “inna sholata tanhaa ‘anilfakhza i wal mungkar” yang artinya kurang lebih seperti ini sesungguhnya sholat itu untuk mencegah kemaksiatan dan kemungkaran. Jadi amalnya itu sia-sia semata, tidak ada balasan pahala melainkan balasan dosa.
      Keberadaan pemimpin dalam pandangan islam itu sangatlah penting karena pada kodratnya manusia diturunkan kebumi ini sebagai kholifah yang memimpin, menjaga, memelihara segala isi alam raya ini.

      Hapus
  4. Krisna Ayu Diana (2021110348)

    Bagaimana hukumnya jika kita memilih seorang pemimpin tanpa mengetahui secara pasti mengenai kualitas, integritas, loyalitas, dan perilaku keagamaannya? Sedangkan dari semua calon pemimpin itu tidak ada satupun yang kita yakini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suswati (2021110358)

      Bagaimana menurut pemakalah dengan keberadaan seorang pemimpin perempuan?

      Hapus
    2. Dalam memilih seorang pemimpin itu haruslah mengetahui seluk-beluk, jatidiri calon pemimpin itu sebab kalau-kalau salah maka akan fatal akibatnya untuk kita semua. Alangkah baiknya kita harus ikuti para ulama’ karena dengan petunjuk mereka kita menadi tahu pemimpin mana yang sesuai.

      Hapus
    3. Islam tidak membolehkan seorang perempuan menjadi pemimpin karena suatu perkara atau urusan yang dipimpin oleh seorang wanita itu akan banyak masalah, musibah, kurang barokah.maka dari itu alangkah baiknya jika pemimpin itu laki-laki. Namun jikalau dalam sebuah pemilihan itu terdapat 2 kandidat yang satu laki-laki tapi dholim dan yang satu perempuan maka kita bisa memilih pemimpin perempuan.dalam pemilihan itu didasari bahwa kita memilih yang terbaik untuk kita.kita tidak memilih perempuan terkecualikan ada hal-hal yang tidak memungkin itu.

      Hapus
  5. Mau tanya ni maz Fakir....!!!!

    Bagaimana menurut anda pemimpin Indonesia saat ini? Apakah ada relasinya dan sesuai dengan makalah yang anda buat?
    syukrn..

    Class H

    BalasHapus
    Balasan
    1. 6. Menurut pendapat saya pribadi bahwa dinegara indonesia ini pemimpinnya sudah menunjukkan kinerjanya yang sungguh-sungguh untuk rakyat. Dasar pendapat saya pada era sekarang pemimpin indonesia memikirkan perkembangan pendidikan generasi muda dengan banyaknya dana yang dikeluarkan untuk kepentingan pendidikan. Namun, tidak dipungkiri bahwa ada sebagian pemimpin kita yang tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. Mereka cuma memikirkan kebutuhan pribadi dan golongannya saja dengan banyakmelakukan korupsi disana-sini yang merugikan rakyat dan bangsa indonesia. Semoga mereka yang masih melakukan hal seperti itu mendapat hidayah dari allah SWT.

      Hapus
  6. karimatul Khasanah

    apakah hanya pemimpin saja yang boleh mengurus rakyat? bagaimana kalau orang yang bukan pemimpin malah bisa mengurus rakyat daripada pemimpinnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh saja orang yang bukan pemimpin itu mengurusi rakyat namun pengurusannya itu harus ada pengetahuan dari sang pemimpin rakyat bukan dengan semena-mena dari orang yang bukan pemimpin, kalau hal itu dilakukan oleh orang yang bukan pemimpin berarti apa nanti tugas, tanggung jawab pemimpin itu?...maka alangkah baiknya jika orang yang hendak mengutarakan dalam hal ini menggantikan kinerja pemimpin sementara hendaknya harus ada izin dari pemimpin agar pemimpin itu tahu dan tidak mendapatkan kesalahan dalam kepemimpinannya.tugas pemimpin itu kelak akan dipertanggung jawabkan di hari pembalasan.

      Hapus
  7. roudlotul jannah 202110381
    apabila kita menjadi seorang pemimpin kita harus mendahulukan yang mana antara masalah pribadi atau masalah rakyat????

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita harus tahu terlebih dahulu hal-hal yang terpenting untuk kita kerjakan apakah kita dahulukan urusan pribadi atau rakyat.jika permasalahan pribadi dapat diatasi belakangan alangkah lebih baiknya kita dahulukan urusan rakyat karena urusan rakyat memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sidikit.

      Hapus