Laman

Sabtu, 21 September 2013

SBM-B-3: Pendekatan SBM



MAKALAH
”Pendekatan-Pendekatan dalam Belajar Mengajar’’

Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu: Ghufron Dimyati, M.S.i






Oleh Kelompok  3 :

1.      Khusni Musytamil                   (2022111048)
2.      Mahfudz Alimin                     (2022111054) 
3.      Ahmad Halimi                                    (2022111055)
4.      Jaenal Abidin                          (2022111020)


      
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN 2013



BAB I
PENDAHULUAN

Mengajar pada prinsipnya nmembimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau menagndung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anka didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan prosese belajar.
Dalam kegiatan belajar mengajar, ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Kalau kita beranggapan bahwa tugas guru adalah Cuma ceramah, menyampaikan materi terus salam dan pergi, adalah suatu hal yang sangat keliru.
Pembelajaran bukanlah sekedar transfer of kn owledge yang tidak memperhatikan kondisi yang di alami oleh murid. Manusia bukanlah robot yang bisa kita atur semau kita. Manusia adalah makhluk yang dikaruniai akal, yang dengan akal tersebut manusia dapat berpikir, mana yang terbaikn atau yang terburuk untuknya.
Oleh karena itu dalam mengajar, guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Sebaiknya guru memandang  anak didik sebagai individu dengan segala perbedaannya, sehingga mudah melakukuan pendekatan dalam pengajaran.















BABA II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pendekatan belajar mengajar
Istilah pendekatan berasal dari bahasa inggris (approach) yang memilki arti “pendekataan”. Di dalam dunia pengajaran, approach atau pendekataan dapat diartikan cara memulai belajar mengajar. Menurut pendapat wahjoedi (1999), pendekatan belajar mengajar adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal[1]
Sedangkan nmenurut akhmad surajat pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu[2]

B.           Fungsi pendekatan dalam belajar mengajar

Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :
1. Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan di gunakan.                             
2.    Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.
3.    Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.
4.    Mendiaknosis masalah-masalah belajar  yang timbul
5.    Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan[3]

Macam-macam pendekatan belajar mengajar

1.      Pendekatan yang berhubungan dengan penyampaian materi
a.       Pendekatan kompetensi
Kompetensi menunjuk kepada kemampuan meleksanakan sesuatu yang di peroleh
melalui pembelajaran dan latihan, melalui dari menggosok gigi sampai dengan melakukan operasi jantung. Dalak hubungannya dengan proses pembelajaran, kompetensi menunjukkan kepada perbuatan (performance) yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar.[4]

b.      Pendekatan lingkungan
Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik jika apa yang di pelajari di angkat dari lingkungan, sehingga apa yang di pelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungannya.

c.       Pendekatan kontekstual
Pembelajaran kontekstual (contekstual teaching and learning ) yang sering di sebut CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan kepada keterkaitan materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata, sehingga peserta didik  mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik akan merasakan pentingnya belajar, dan mereka akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang di pelajarinya[5].

d.      Pendekatan tematik (Thematic Approach)
Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendekatan tematik sering juga disebut pendekatan terpadu (integrated). Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatupadukan serangkaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan[6].

.

e.       Pendekatan keagamaan
Pendekatan keagamaan sangat penting di gunakan termasuk dalam mata pelajaran umum. Hal ini di maksudkan agar nilai budaya ilmu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Pendekatan keagamaan dapat diterapkan melalui prinsip-prinsuip mengajar seperti konsep korelasi dan sosialisasi, yaitu dengan cara menyisipkan pesan-pesan keagamaan.[7]

2.      Pendekatan yang berhubungan dengan penciptaan kondisi pembelajaran

a.       Pendekatan pengalaman
Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang baik. Namun tidak semua pengalamn dapat bersifat mendidik, karena ada pengalaman yang tidak bersifat mendidik. Suatu pengalaman di katakan tidak mendidik, jika guru tidak membawa anak ke arah tujuan pendidikan, akan tetapi menyelewengkan dari tujuan itu.

b.      Pendekatan pembiasaan
Pembiasaan adalah alat pendidikan. Bagi anak yang masih kecil, penbiasaan ini sangat penting. Karena dengan pembiasaan itulah akhirnya suatu aktifitas akan menjadi milik anak di kemudian hari. Pembiasaan yang baik akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang baik pula. Sebaliknya, pembiasaan yang buruk akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian buruk pula.[8]

c.       Pendekatan sistem
Pendekatan sistem pada mulanya di gunakan di bidang eginering untuk merancang sistem-sitem elektronik, mekanik dan militer.kemudian pendekatan sistem melibatkan sistem manusia-mesin, dan selanjutnya dilaksanakan dalam bidang keorganisasian dan manajemen. Pada akhir tahun 1950 dan awal tahun 1960-an mulai diterapkan dalam nidang pendidikan dan latihan.
Pendekatan sistem yang diterapkan dalam pembelajaran bukansaja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sesuai dengan perkembangan dalam psikoologi belajar sistemik, yang dalandasi oleh prinsip-prinsip psikologi bihavioristik-humanistik,serta kenyataan dalam masyarakat tersendiri[9]






























BAB III
PENUTUP

            Sebuah pendekatan dalam pembelajaran sangatlah penting. Karena sangat berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik. Adapun macam-macam pendekatan dalam belajar mengajar meliputi yang berhubungan dengan penyampaian materi dan pendekatan yang berhubungan dengan penciptaan kondisi. yang masing-masing mempunyai ruang lingkup tersendiri.
1.       berhubungan dengan penyampaian materi, meliputi:
a.       Pendekatan kompetensi
b.      Pendek            atan lingkungan
c.       Pendekatan kontekstual
d.      Pendekatan tematik (Thematic Approach)
e.       Pendekatan keagamaan
2.      Pendekatan yang berhubungan dengan penciptaan kondisi pembelajaran
a.       Pendekatan pengalaman
b.      Pendekatan pembiasaan
c.       Pendekatan sistem


















DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesiona. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi & Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN PRESS..

http://semut lewat.blogspot.com/2013/01/fungsi pendekatan dalam pembelajaran.html


[1] http://www.slideshare.net/shintiaminandar/hakikat-pendekatan-model-metode-dan-teknik-pembelajaran
[2] Zaenal Mustakim, Strategi & Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN PRESS, 2011), h. 72.
[3] http://semut lewat.blogspot.com/2013/01/fungsi pendekatan dalam pembelajaran.html
[4] E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 96.
[5] Zaenal Mustakim, Op.cit., h. 76-77.
[6]  E. Mulyasa, Op.cit., h. 104.
[7] Zaenal Mustakim, Op.cit., h. 84.
[8] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1996), h. 70-72.
[9] Zaenal Mustakim, Op.cit., h. 87.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar