Laman

Kamis, 07 November 2013

SBM-F-9: pembelajaran berpusat pada guru - teacher center



MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF YANG BERPUSAT PADA GURU
Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah: Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu: Ghufron Dimyati, M.Si






Disusun Oleh:
Kelompok 9

1.      Subur Mukti Wibowo     (2021 111 063)
2.      Nihlatul Maziyah            (2021 111 130)
3.      Lutfia Riska                    (2021 111 216)

TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2013



PENDAHULUAN
            Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku yaitu guru dan siswa. Kegiatan pembelajaran dalam implementasinya mengenal banyak istilah untuk menggambarkan cara mengajar yang akan dilakukan oleh guru. Saat ini banyak macam setrategi dan metode pembelajran yang digunakan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran menjadi lebih baik, akan tetapi banyak juga yang kurang menguasai dan kurang menggetahui tentang model-model pembelajaran yang penting dalam kaitanya peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan zaman sekarang apabila seorang guru tidak bisa mengembangkan model model pembelajaran maka proses pembelajaran menjadi kurang menarik bagi para siswa. Oleh karena itu pentingnya mempelajari model-model pembelajaran sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan kita.
            Penelitian tentang kegiatan pembelajaran berusaha menemukan model pembelajaran. Model-model yang ditemukan dapat diubah, diuji kembali dan dikembangkan, selanjutnya dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran berdasarkan pola pembelajaran yang digunakan.









PEMBAHASAN

A.    Pengertian Model Pembelajaran
Model-model pembelajaran sendiri disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, teori psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori lain yang mendukung. Model tersebut merupakan pola Umum perilaku pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain (Joyce and Weil, 1980: 1). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikanya.

B.     Ciri-Ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar.
2.      Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu.
3.      Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas.
4.      Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan:
a.       Urutan langkah-langkah pembelajaran
b.      Adanya prinsip-prinsip reaksi
c.       Sistem sosial
d.      Sistem pendukung.
Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.
5.      Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi:
a.       Dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur
b.      Dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka penjang
6.      Membuat persiapan mengajar (desain intruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.[1]

C.    Model-Model Pembelajaran Interaktif yang Berpusat Pada Guru
Seorang guru memilih model-model pembelajaran interaktif dengan tiga alasan :
1.      Konsep model yang menyiratkan sesuatu yang lebih besar dari pada strategi,model atau taktik tertentu.
2.      Konsep model pengajaran berfungsi sebagai alat komunikasi Yang penting bagi guru, para pencetus konsep model pengajaran telah mengklasifikasikan berbagai pendekatan pengajaran menurut tujuan intruksional, sintaksinya dan sifat lingkungan belajarnya.
3.      Model pembelajaran yang interaktif yang digunakan guru dalam mengajar mempunyai tujuan untuk membantu siswa dalam mendapat pengetahuan, keterampilan serta belajar tentang konsep yang telah ditentukan sebelumnya.[2]
Model-model pembelajaran interaktif yang berpusat pada guru antara lain:
1.      Presentasi dan Penjelasan
Presentasi adalah model yang berpusat pada guru. Presentasi (ceramah) dan penjelasan memakan waktu yang cukup lama.
Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru sebelum mempresentasikan informasi kepada siswa-siswanya :
1.      Memastikan bahwa isinya dimengerti sepenuhnya.
2.      Melatih dan menghafalkan ide-ide kunci dalam ingatan sebelum memberikan presentasi.
3.      Mengikuti dengan seksama catatan tertulis yang telah disiapkan.
Empat tugas perencanaan penting yang harus dilakukan oleh guru sebelum mempresentasikan dan menjelaskan pada siswa :
1.      Memilih isi dan tujuan presentasi.
2.      Mendiagnosis pengetahuan yang sebelumnya sudah dimiliki siswa.
3.      Memilih Advance organizer (kerangka pendukung bagi info baru) yang tepat dan kuat.
4.      Merencanakan penggunaan waktu dan ruang.[3]
Cara melaksanakan model pembelajaran dengan presentasi :
1.      Dalam sebuah pelajaran presentasi, guru menstrukturisasikan lingkungan belajar dengan cukup ketat dan memastikan bahwa siswa memerhatikan.
2.      Yang terpenting, pelajaran presentasi membutuhkan aturan yang jelas tentang kapan siswa boleh berbicara.[4]
2.      Pengajaran Langsung
Pengajaran lngsung yaitu gaya mengajar dimana guru terlibat aktif dalam mengusung isu pelajaran kepada seluruh kelas. Model pengajaran langsung dimaksudkan untuk membantu siswa mempelajari berbagai keterampilan dan pengetahuan dasar yang dapat diajarkan langsung secara bertahap.[5]
Elemen-elemen utama pengajaran langsung yang efektif, diantaranya:[6]
a.       Pelajaran yang diinstruksikan dengan jelas.
b.      Presentasi yang terstruktur dan jelas.
c.       Pacing pengajaran sebagai bagian penting dari pengajaran langsung.
d.      Modeling.
e.       Penguna pemetaan konseptual.
f.       Tanya jawab interaktif
Cara mengimplementasikan lingkungan belajar dalam penggunaan pengajaran langsung :
a.       Pengajaran ddengan model pengajaran langsung membutuhkan keterampilan manajemen kelas yang unik.
b.      Urusan manajemen kelas untuk metode ini termasuk mengorganisasikan settingkelas agar biasa mendapatkan efek maksimum, mempertahankan kecepatan, aliran dan momentum pembelajaran yang tepat.[7]
*       Kelemahan dan keterbatasan pengajaran langsung
Kefektifan pengajaran langsung tergantung dari karakteristik siswa yang diajar. Pendekatan terstruktur akan lebih efektif untuk siswa dengan latar belakang yang kurang menguntungkan (dari siswa yang mempunyai prestasi rendah menjadi pandai).
Masalah yang terkait dengan pengjaran langsung adalah terlalu pasifnya siswa sehingga menyebabkan ketergantungan yang terlalu tinggi kepada guru dan akan menjadi kurang mandiri.[8]
3.      Pengajaran Konsep
Dengan pengajaran konsep, guru dapat membantu siswa untuk memperoleh dan mengembangkan konsep-konsep dasar yang dibutukan untuk pembelajaran lebih lanjut dan pemikiran tingkat tinggi.
Model-model pengajaran konsep talah dikembangkan untuk mengajarkan konsep-konsep kunci yang berfungsi bagi siswa untuk berpikir dengan tingkat lebih tinggi lagi dan menjadi dasar pemahaman bersama dan komunikasi.
Sebuah konsep pengajaran pada dasarnya terdiri dari empat fase, yaitu:
a.       Mempresentasikan tujuan.
b.      Memberikan masukan baik examples atau non-examples.
c.       Menguji pencapaian konsep.
d.      Menganalisis proses berpikir siswa.
Cara merencanakan pengajarn konsep:
a.       Memilih konsep.
b.      Memutuskan pendekatan yang dipakai.
c.       Mendefinisikan konsep.
d.      Menganalisis konsep.
e.       Memilih dan mengurutkan berbagai contoh dan bukan contoh.
Cara melaksanakan pengajaran konsep:
a.       Mengklasifikasikan maksud dan establishing.
b.      Memberikan masukan dan contoh serta menguji pencapaian.[9]

D.    Kelebihan Dan Kelemahan Model Pembelajaran Yang Berpusat Pada Guru (Teacher Centered)
v  Kelebihan
1.      Bahan belajar dapat disampaikan secara tuntas oleh pendidik sesuai dengan program pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya.
2.      Dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah yang besar.
3.      Waktu yang digunakan akan tepat sesuai dengan jadwal waktu pembelajaran yang telah ditetapkan.
4.      Target materi pembelajaran yang telah direncakan relatif mudah tercapai.




v  Kelemahan
1.      Mudah menimbulkan rasa bosan pada diri peserta didik sehingga hal ini dapat mengurangi motivasi, perhatian dan konsentrasi peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran.
2.      Keberhasilan pembelajaran, dalam hal ini perubahan sikap dan perilaku peserta didik, relatif sulit untuk diukur karena yang diinformasikan kepada peserta didik pada umumnya lebih banyak menyentuh ranah kognisi.
3.      Kualitas pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan adalah relatif rendah karena pendidik sering hanya mengejar target waktu untuk menghabiskan materi pembelajaran.[10]

















PENUTUP

Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain.
            Pengembangan model-model pembelajaran merupakan suatu keniscayaan yang harus dipersiapkan dan dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak keberhasilan kegiatan pembelajaran disekolah yang terlibat langsung dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tugas guru bukan semata-mata mengajar, tetapi lebih kepada membelajarkan siswa. Oleh karena itu seorang guru harus dapat menguasai berbagai model pembelajaran yang ada agar kegiatan pembelajaran dapat lebih variatif dan tidak monoton sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.












DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I. 2008.  Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN
Pekalongan Press.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembang Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajawali Press.

http:// thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2Doc/2011-2-01049-PS%20Bab2001.




[1] Rusman, Model-Model Pembelajaran: mengembang Profesionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Press, 2011), hlm, 132.
[2] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran,(Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2011), hlm, 269.
[3] Ibid. 270
[4]  Richard I Arends, Learning to Teach,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm. 290.
[5]  Zaenal Mustakim, Op. Cit, hlm 271.
[6]  Ibid, hlm. 272-273
[7]  Richard I. Arends, Op. Cit, 318
[8]  Zainal Mustakim, Op.Cit, hlm.274
[9]  Ibid, hlm 274-276
[10]  http:// thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2Doc/2011-2-01049-PS%20Bab2001.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar