Laman

Rabu, 05 November 2014

SBM - C - 8 : EVALUASI DAN UMPAN BALIK


EVALUASI DAN UMPAN BALIK
M A K A L A H
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu: Ghufron Dimyati, M.
stain-pekalongan.gif

 
Disusun oleh :
1.        Lutfi Aini Machabati          (2021112188)
2.        Muhammad Taufiq             (2021112194)
3.        Ismatu Jaziroh                     (2021112197)
4.        Imma Rif’atul Amaliyah     (2021112201)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar seorang pendidik hendaknya mengetahui seberapa beasr keberhasilan terhadap materi yang telah ia ajarkan apakah sudah cukup maksimal sehingga dapat dimengerti siswa ataukah sebaliknya, karena di sinilah dapat diketahui apakah ia dapat melanjutkan pelajaran dengan bahan – bahan berikutnya atau tidak. Jika siswa belum memahami, maka guru perlu menerangkan kembali sesuai kebutuhan siswa. Umumnya, siswa juga tidak tahu sejauh mana bahan yang diterangkan dapat mereka pahami. Maka dari itu pendidik harus paham dengan bahan yang akan diajarkan. Kemudian untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajarannya salah satu caranya dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan selama atau pada akhir jam pelajaran. Dengan cara itu para pendidik akan menemukan apa saja yang belum tersampaikan secara jelas. Di samping itu keberhasilan pendidik dalam memberikan materi dan sejauh mana siswa menyerap materi yang disajikan juga dapat diperoleh melalui evaluasi. Dari evaluasi ini kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa mengenai tingkat pencapaian materi yang telah dipelajarinya.
B.      Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakangn di atas dapat kami rumuskan pertanyaan :
1.      Apakah yang dimaksud dengan evaluasi?
2.      Apakah yang dimaksud dengan umpan balik?
3.      Begaimana hubungan evaluasi dan umpan balik dalam pembelajaran?
C.     Metode Pemecahan Masalah
            Metode pemecahan masalah yang dilakukan melalui studi literatur/metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang dibahas. Adapun  langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber.
D.     Sistematika Penulisan Makalah
Makalah ini ditulis ke dalam 3 bagian meliputi:
Bab I, bagian pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah, dan sitematika penulisan makalah.Bab IIadalah pembahasan;Bab III, bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Evaluasi
1.    Pengertian Evaluasi
Menurut bahasa, kata evaluasi berasal dari bahasa Ingggris, evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Evaluasi menurut istilah merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek yang menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur memperoleh kesimpulan.[1]
Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam Evaluasi  yaitu tes, pengukuran dan penilaian (test, measurement and assessment).  Tes merupakan cara untuk menafsirkan besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung yaitu melalui respon seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan. Sedangkan pengukuran adalah penetapan angka dengan cara sistematik untuk menyatakan keadaan individu, keadaan individu ini bisa berupa kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dan yang terakhir adalah Penilaian, yaitu semua cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok.
Evaluasi merupakan keagiatan mengukur dan menilai, mengukur lebih bersifat kuantitatif sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hierarki, di mana evaluasi didahului dengan penilaian, sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran.[2]
2.    Tujuan dan manfaat evaluasi
Evaluasi memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk:
a.    Membuat kebijaksanaan dan keputusan
b.    Menilai hasil yang dicapai pelajar
c.    Menilai kurikulum
d.   Memberi kepercayaan kepada sekolah
e.    Memonitor dana yang telah diberikan
f.     Memperbaiki materi dan program pendidikan
Dr. Muchtar Buckhori M, Ed mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada 2 yaitu;
a.    Untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah ia mngelami  pendidikan selama jangka waktu tertentu
b.    Untuk mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidikan yang dipergunakan selama jangka waktu tertentu[3]
Selain evaluasi memiliki tujuan seperti di atas, evaluasi juga bermanfaat bagi semua komponen dalam proses pembelajaran terutama siswa, guru,  sekolah  serta orang tua. Bagi siwa misalnya hasil evaluasi memberi informasi tentang sejauh mana ia telah menguasai bahan pelajaran, bagi guru yaitu hasil evaluasi memberi petunjuk mengenai keadaan siswa, keadaan materi dan keadaan metode yang digunakan, bagi sekolah evaluasi yang diperoleh dapat dipakai sekolah untuk mengintropeksi diri sejauh mana kondisi belajar yang diciptakan dalam penyelenggaraan pengajaran dan bagi orang tua sebagai laporan kemajuan belajar siswa.[4]
3.    Fungsi evaluasi
Dalam proses pembelajaran, terdapat 3 maam fugsi evaluasi
a.    Fungsi proknotis
Yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mngetahui kondisi obyektif dari pembelajaran. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan di mana posisi pembelajaran misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pentas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran.
b.    Fungsi diagnostik
Yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi yang diharapkan. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran.
c.    Fungsi sertifikasi
Evaluasi ini untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran, evaluasi dilaksanakan akhir sebuah periode pembelajaran.[5]

4.    Prinsip Evaluasi
a.         Prinsip berkesinambungan
Yaitu kegiatan evaluasi hasi belajar yang baik di mana evaluasi dilaksanakan terus menerus (kontinue). Artinya guru harus memberi evaluasi kepada siswa sehingga kesimpulan yang diambil lebih tepat.
b.         Prinsip menyeluruh
Prinsip menyeluruh memfokuskan bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik bila evaluasi tersebut dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh, mencakup keseluruhan aspek tingkah laku siswa (kognitif, afektif dan psikomotorik).
c.         Prinsip objektivitas
Prinsip ini berhubungan dengan alat evaluasi yang digunakan. Alat evaluasi yang digunakan hendaknya
d.        Prinsip validitas dan reliabelitas
Validitas atau ketepatan, misalnya untuk mengukur besaarnya partisipasi siswa dalam proses pembeljaran dapat dilihat melalui kehadiran, konsentrasi saat belajar dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Sedangkan reliabilitas adalah suatu pengukuran sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran.
e.         Prinsip penggunaan kriteria
Penggunaan kriteria yang diperlukan dalam evaluasi adalah pada saat memasuki tingkat pengukuran, baik pengukuran dengan menggunakan standar mutlak (penilaian acuan patokan seperti apabila angka 70 dianggap siswa telah menguasai materi, maka siswa dianggap berhasil apabila mendapat nilai 70) maupun pengukuran dengan standar relatif (penilaian acuan norma yaitu dengan membandingkan nilai seorang siswa dengan nilai siwa-siswa lainya di kelas)
f.          Prinsip kegunaan
Prinsip ini menyatakann bahwa evaluasi yang dilakukan hendaknnya merupakan sesuatu  yang bermanfaat bagi siswa maupun bagi pelaksana.[6]
5.    Teknik evaluasi
Teknik evaluasi digolongkan menjadi dua yaitu teknik tes dan non tes
a.    Tes
Merupakan serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kecerdasan, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok.
Bentuk Tes seperti
1)   Tes tulis yang terdiri dari tes uraian dan tes objektif (bentuk benar salah, pilihan ganda, menjodohkan, bentuk jawaban singkat)
2)   Tes lisan
3)   Tes perbuatan (performance test), tes yang menuntut jawaban siswa dalam bentuk perilaku atau tindakan.
b.    Non tes
Teknik non tes digunakan dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotorik, berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan aspek kognitif. Beberapa macam teknik non tes seperti: pengamatan, wawancara, angket dan analisis dokumnen yang bersifat unobtrusive.[7]
B.     Umpan Balik
1.      Makna Umpan Balik
“Pembelajaran tergantung pada praktik dan umpan balik” adalah sebuah prinsip pembelajaran. Umpan balik memungkinkan murid mengadakan asesmen akurasi pengetahuan awal (prior knowladge) mereka, memberi mereka informasi tentang faliditas konstruksi pengetahuan mereka dan membantu mereka mengembangkan pemahaman yang sudah ada. Umpan balik juga penting  bagi motivasi karena memberi siswa informasi tentang kompetensi mereka yang kian meningkat dan membantu memenuhi kebutuhan mereka untuk memahami bagaimana mereka berkembang.[8]
       Umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil belajar.
Berikut ini ketentuan mengenai umpan balik:
a.       Umpan balik tidak mempermudah belajar jika (1) siswa sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum memberikan jawaban atas soal itu. (2) bahan yang dipelajari terlalu sukar dimengerti oleh siswa sehingga siswa dapat menebak jawaban soal tersebut.
b.      Umpan balik membantu dan mempermudah belajar apabila dipenuhi syarat (1) Mengkonfimasi jawaban-jawaban benar yang diberikan siswa, dan menyampaikan kepadanya seberapa jauh dia mengerti meteri belajar yang disajikan; dan (2) mengidentifikasikan kesalahan serta memperbaikinya atau menyuruh siswa memperbaiki sendiri.[9]
Umpan balik mempunyai peranan yang penting baik bagi guru maupun siswa. Umpan balik dalam kajian ini adalah pemberian informasi mengenai benar tidaknya jawaban siswa atas soal yang diberikan, diseratai dengan tambahan informasi tentang kesalahannya dan pemberian motivasi.
Bagi guru, umpan balik sangat perlu dilakukan karena dengan umpan balik guru dapat menetahui sejauh mana materi yang diajarkan telah dikuasai oleh siswa. Sedangkan pentingnya umpan balik dalam pembelajaran dikelas adalah membantu siswa belajar secara individu atau kelompok untuk melatih ketrampilan atau keahlian.
2.  Tujuan Umpan Balik
Tujuan umpan balik hanya sekedar untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dipelajari, sehingga ketika ada kekurangan pendidik dapat melengkapi pengertian-pengertian yang belum lengkap.
Tujuan umpan balik menurut Hattie dan Timperley dalam bukunya Paul Eggen dan Don Kauchak adalah mempersempt kesenjangan antara pemahaman yang ada dan tujuan yang belajar. Umpan balik yang efektif memiliki tiga karakteristik, yaitu:
a.       Memberikan informasi spesifik
b.      Tergantung pada kinerja
c.       Memiliki nada emosional positif.[10]
Menurut Kardi dan Nur, untuk memberikan umpan balik yang efektif kepada siswa yang jumlahnya banyak, dapat digunakan beberapa pedoman yang patut dipertimbangkan, diantanya adalah:
a.       Memberikan umpan balik sesegera mungkin setelah latihan
b.      Mengupayakan agar umpan balik jelas dan spesifik mungkin agar dapat membantu siswa
c.       Umpan balik ditujukan langsung pada tingkah laku dan bukan pada maksud yang tersirat dalam tingkah laku tersebut
d.      Menjaga umpan balik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
e.       Memberikan pujian dan umpan balik terhadap kinerja yang benar.
f.       Tunjukan bagaimana melakukan dengan baik ketika umpan baliknya negative
g.      Membantu siswa memusatkan perhatiannya pada proses bukan pada hasil.
3. Bentuk-bentuk Umpan Balik
a.       Pujian: merupakan bentuk paling umum dan fleksibel, karena berdasarkan penelitian,
1)      Pujian digunakan lebih sedikit dibandingkan apa yang sudah diyakini guru
2)      Pujian untuk perilaku baik agak jarang dilakukan
3)      Pujian tergantung pada jenis siswa dan kualitas dari respons siswa
4)      Pujian dilakukan berdasarkan jawaban yang benar-benar didapatkan dari siswa.
b.      Umpan balik tertulis; yaitu dilakukan dengan cara guru memberikan komentar lewat catatan mengenai karya siswa. Kelemahan umpan balik bentuk tertulis kerap singkat dan kabur sehingga hanya memberikan sedikit informasi bagi siswa.
4. Fungsi Umpan Balik
a.       Fungsi Informasional
Tes sebagai alat penilaian pencapaian/ hasil belajar siswa diperiksa menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan terlenih dahulu. Hasil tes itu memberikan informasi tentang sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diterimanya. Berdasarkan informasi ini dapat diupayakan umpan balik berupa pengayaan atau perbaikan.
b.      Fungsi Motivasional
Dengan pemberian umpan balik, maka tes sekaligus berfungsi sebagai motivator siswa untuk beajar.
c.       Fungsi Komunikasional
Pemberian umpan balik merupakan komunikasi antara siswa dan guru. Guru menyampaikan hasil evaluasi kepada siswa, dan bersama siswa membicarakan upaya peningkatan atau perbaikanya.
C.    Hubungan Evaluasi dan Umpan Balik
Evaluasi dan umpan balik merupakan faktor penting dalam pembelajan. Karena untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Dimana umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar yang dievaluasai dengan suatu alat evaluasi.
Keterkaitan itu dapat diskemakan sebagai berikut :
Hasil Penilaian
 
Informasi tentang hasil penilaian (UMPAN BALIK)
 
Hasil Penilaian
 
kriteria
 
Penilaian Mis. Tes
 
                                       

Proses belajar mengajar
 
 






Skema di atas menjelaskan bahwa proses belajar harus dimodifikasi oleh seorang guru, seorang guru harus menjalankan tugasnya dengan baik yaitu menyampaikan materi dengan jelas dan tepat, tidak hanya dalam penyampaian materi,guru seorang guru juga harus memberikan evaluasi baik berupa lisan maupun tulisan. Hal ini untuk memberitahukan seberapa jauh siswa menguasai materi setelah evaluasi maka tugas guru selanjutnya adalah menginformasikan hasil evaluasi tersebut kepada siswa supaya siswa dapat mengetahui kemampuan dalam menguasai materi. Namun akan bermanfaat secara maksimal apabila guru bersama siswa menelaah kembali jawaban -  jawaban tes, baik yang dijawab benar maupun yang salah. Dan siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki jawaban salah tersebut.[11]









BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari pemaparan materi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Evaluasi merupakan keagiatan mengukur dan menilai, mengukur lebih bersifat kuantitatif sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hierarki, di mana evaluasi didahului dengan penilaian, sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran.
Umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil belajar.
Evaluasi dan umpan balik merupakan faktor penting dalam pembelajan. Karena untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Dimana umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar yang dievaluasai dengan suatu alat evaluasi.
B.     Saran
Untuk mengetahui sudah berhasil atau belum kah proses pembelajaran dan tingkat pemahaman siswa maka hendaknya dilakukan evaluasi. Ketika siswa merasa belum paham atau belum menguasai materi yang diajarkan hendaknya guru mengadakan umpan balik.






DAFTAR PUSTAKA

Eggen,Paul, Don Kauchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran.Jakarta: Indeks.
Mustaqim, Zaenal.2013. Strategi Dan Metode Pembelajaran .Pekalongan : STAIN Pekalongan press.
Sudaryono. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran. yogyakarta :graha ilmu.
suryani ,Nunuk dan leo agung. 2012. strategi belajar mengajar .yogyakarta: ombak.
Widoyoko, Eko putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. yogyakarta: pustaka pelajar.



[1] Zaenal Mustaqim, strategi dan metode pembelajaran (pekalongan : STAIN Pekalongan press, 2013) hlm.178
[2]Eko putro widoyoko ,evaluasi program pembelajaran (yogyakarta: pustaka pelajar, 2009) hlm. 1-4
[3]Zaenal Mustaqim, Op.cit .,hlm 181-182
[4]Ibid.,., hlm. 179-181
[5] Ibid.,hlm. 184-185
[6]Sudaryono, dasar-dasar evaluasi pembelajaran (yogyakarta :graha ilmu, 2012),hlm. 55-56
[7] Nunuk suryani dan leo agung, strategi belajar mengajar (yogyakarta: ombak, 2012) ,hlm. 173-179
[8] Paul Eggen dan Don Kauchak, Strategi dan Model Pembelajaran, ( Jakarta: Indeks,2012), hlm. 99
[9]Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN PRESS, 2013) hlm. 189
[10] Paul aggen, Op.Cit., 100
[11] Zaenal Mustakim, Op.Cit., hlm. 197 - 198

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar