Laman

Kamis, 29 September 2011

Psikologi Agama (1) Kelas B

RUANG LINGKUP
PSIKOLOGI AGAMA
Dosen Pengampu: Muh. Hufron, M.SI



Disusun oleh:
1.    Dewi Nuzulia                                (2022110034)
2.    Nur Khotimatil Khoiriyah              (2022110035)
3.    Siti Luthfiah                                  (2022110036)

Kelas B


JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2011



BAB I
 PENDAHULUAN

Ilmu psikologi bukanlah ilmu agama. Psikologi tidak membahas benar salahnya suatu agama, tidak juga membahas tentang tuhan, tetapi mengkaji tentang gejala-gejala mental, pikiran, perilaku, manusia baik dalam konteks individu maupun kelompok. Namun begitu, psikologi sangat dekat dan berjasa untuk menjelaskan dan meratakan jalan bagi penanaman nilai-nilai agama, sebab jiwa manusia ibarat tanah sebelum ditaburi benih agama sebaiknya di kondisikan dan di gemburkan terlebih dahulu.
Psikologi membimbing  jiwa untuk menapaki jalan mendaki menjemput kebenaran agama, sedangkan agama turun dari langit untuk menemui jiwa manusia dengan pemandu psikologi. Dengan kata lain, agama menawarkan nilai-nilai spiritual- fundamental, sementara psikologi memberikan penjelasan dan petunjuk jalan bersifat instrumental.

     BAB II
PEMBAHASAN
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI AGAMA
   
A.    PENGERTIAN PSIKOLOGI AGAMA
      Psikologi agama  menggunakan dua kata yaitu psikologi dan agama. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala jiwa manusia yang normal, dewasa dan beradab. Menurut Robert H. Thouless, psikologi sekarang dipergunakan secara umum untuk ilmu tentang tingkah laku dan pengalaman manusia.
    Agama juga menyangkut masalah yang berhubungan dengan kehidupan batin manusia. Agama sebagai bentuk keyakinan, memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Menurut Walter Hauston Clark dengan tegas mengakui bahwa tidak ada yang lebih sukar dari pada mencari kata-kata yang dapat digunakan untuk membuat devinisi agama. Pendapat tersebut bukan berarti agama sama sekali tidak dapat dipahami melalui pendekatan definitif. Menurut Harun Nasution, pengertiaan agama berasal dari al-din, religi dan agama. Al din yang berarti undang-undang atau hukum yang berarti menguasai, menundukkan. Sedangkan religi berarti mengumpulkan dan membaca.  Adapun kata agama terdiri dari a- yang berarti tidak dan gam yang berarti pergi. Kedua kata tersebut mengandung arti tetap ditempat atau diwarisi secara turun temurun .
      Psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa manusia      yang berkaitan dengan hukum-hukum yang diyakini sebagai peraturan dalam kehidupan sehari-harinya.
  Jalaluddin, Psikologi Agama, ( jakarta : Raja Grafindo persada, 1998) hlm. 11-12

B.    PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA
a.    Psikologi Agama Dalam Lintasan Sejarah
Untuk mengetahui secara pasti kapan agama diteliti secara psikologi memang agak sulit, sebab dalam agama itu sendiri telah terkandung didalamnya pengaruh agama terhadap jiwa. Bahkan dalam kitab- kitab suci setiap agama banyak menerangkan tentang proses jiwa atau keadaan jiwa seseorang karena pengaruh agama. Dalam Al Qur’an misalnya, terdapat ayat- ayat yang menunjukkan keadaan jiwa orang- orang yang beriman atau sebaliknya, orang- orang kafir, sikap, tingkah laku dan doa- doa. Disamping itu juga terdapat ayat- ayat yang berbicara tentang kesehatan mental, penyakit dan gangguan kejiwaan serta kelainan sifat dan sikap yang terjadi karena kegoncangan kejiwaan sekaligus tentang perawatan jiwa.
Contoh lain adalah proses pencarian Tuhan yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Dalam kisah tersebut dilukiskan bagaimana proses konversi terjadi. Dalam kitab- kitab suci lain pun kita dapati proses dan peristiwa keagamaan, seperti yang terjadi dalam diri tokoh agama Budha, Sidharta Gautama atau dalam agama Shinto yang memitoskan kaisar jepang sebagai keturunan matahari yang membuat penganutnya sedemikian mendalam ketaatannya kepada kaisar, sehinga mereka rela mengorbankan nyawanya dalam Perang Dunia II demi kaisar.
b.    Pendekatan Ilmiah Dalam Psikologi Agama
Dalam perkembangannya, psikologi agama tidak hanya mengkaji kehidupan secara umum tapi juga masalah- masalah khusus. Pembahasan tentang kesadaran beragama misalnya, dikupas oleh B. Pratt dalam bukunya theReligious Consciousness, sedangkan Rudolf Otto membahas sembahyang. Perkembangan beragama pun tidak luput dari kajian para ahli psikologi agama. Piere Binet adalah salah satu tokoh psikologi agama awal yang membahas tentang perkembangan jiwa keberagamaan. Menurut Binet, agama pada anak- anak tidak beada dengan agama pada orang dewasa. Pada anak- anak dimana mungkin dialami oleh orang dewasa, seperti merasa kagum dalam menyaksikan alam ini, adanya kebaikanyang tak terlihat, kepercayaan akan kesalahan dan sebagian dari pengalaman itu merupakan fakta- fakta asli yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
c.    Kajian Psikologi Agama Di Kawasan Timur
Dalam Dunia Timur tidak mau ketinggalan. Abdul Mun’in Abdul Aziz al Malighy misalnya, juga menulis kajian perkembangan jiwa beragama pada anak- anak dan remaja. Sementara didaratan anak benua Asia dan India juga terbit buku- bukuyang berkaitan dengan psikologi agama. Jalaluddin menyebut judul buku berikut pengarangnya antara lain: The Song of God: Baghavad Gita. Sedang di Indonesia, sekitar tahun 1970-an tulisan tentang psikologi agama baru muncul. Karya yang patut dikedepankan adalah: Ilmu Jiwa Agama oleh Prof. Dr. Zakiah Daradjat, Agama dan Kesehatan Jiwa oleh prof. Dr. Aulia (1961), Islam dan Psikosomatik oleh S.S. Djami’an, Pengalaman dan Motivasi Beragama oleh Nico Syukur Dister, Al Qur’an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa oleh Dadang Hawari dan sebagainya. Dalam bukuyang disebut terakhir misalnya, meskipun yang menjadi pembahasan mengenai kedokteran jiwa, akan tetapi membahas pula aspek- aspek agama atau spiritual dalam kaitannya dengan jiwa seseorang .
C.    LAPANGAN PENELITIAN  ILMU JIWA AGAMA
   Setelah kita mengetahui akan pengertian psikologi agama, maka selanjutnya kita juga perlu mengetahui batas dan lapangan penelitiannya. Untuk itu perlu dijelaskan dua istilah yang terpakai dalam ilmu jiwa, yaitu kesadaran agama (Religion Counsciouness) dan pengalaman agama (Religion Experience).
Kesadaran agama adalah bagian atau segi yang hadir atau terasa dalam pikiran dan dapat diuji melalui introspeksi, pengalaman agama adalah unsur perasaan dalam kesadaran agama, yaitu perasaan yang membawa pada keyakinannya yang dihasilkan oleh tindakan. 
Menurut Zakiah Daradjat, ruang lingkup yang menjadi lapangan kajian psikologi agama, yaitu:
1.    Bermacam-macam emosi yang menjalar diluar kesadaran yang ikut menyertai kehidupan beragama orang biasa, seperti perasaan lega setelah sembahyang
2.    Bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang secara indvidual terhadap Tuhannya, misalnya perasaan tentram dalam hati
3.    Mempelajari, meneliti dan menganalisis pengaruh kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati
4.    Meneliti dan mempelajari kesadaran dan perasaan orang tentang kepercayaan kepada surga, neraka, dosa dan pahala yang memberi pengaruh terhadap tingkah lakunya dalam kehidupan
5.    Meneliti dan mempelajari pengaruh dan penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat suci.
       Jadi, dengan tegas dapat kita katakan bahwa tugas dan bidang penelitian ilmu jiwa adalah mempelejari kesadaran agama pada seseorang, akan tetapi kesadaran agama itu tidak dapat diteliti sendiri, tanpa meneliti pula pengaruhnya terhadap kelakuan atau tindak agama oranng dalam hidupnya.
D.    METODE PENELITIAN DALAM ILMU JIWA AGAMA
Metode penelitian yang digunakan dalam ilmu jiwa agama adalah metode ilmiah, yakni mempelajari fakta-fakta yang berada dalam lingkungannya, dengan cara yang obyektif. Kita jangan cepat menolak dan tidak menerima apabila ada orang yang mempunyai kayakinan yang kita rasa salah atau jauh dari kebenraran. Mungkin kita akan mmendengar celaan terhadap agama kita secara keras, namun dalam penelitian, tidak boleh dan marah kepadanya, kumpulkanlah fakta-fakta kelakuan, sikap dan caranya memperlakukan ajaran agama, sehingga dapat diketahui dinamika kepribadiannya yang membuat perilakunya seperti itu.
Seorang peneliti dalam bidang ilmu jiwa agama, jangan segan-segan meneliti dan mengumpulkan data-data agamis mulai dari orang-orang yang paling jahat sampai kepada yang paling alim dan taat beragama. Bahkan orang tasawuf dan ahli kebathinan yang skap dan tindakannya kadang-kadang tidak dapat dimengerti oleh orang biasa pun perlu diteliti.  
Prof. Dr. Zakiah Daradjat, menegaskan  bahwa psikologi agama hanya mempelajari dan meneliti fungsi-fungsi jiwa yang memantul dan memperlihatkan diri dalam prilaku dalam kaitannya dengan kesadaran dan pengalaman agama manusia.                                                                                                                 Pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa mempelajari kasadaran agama pada seseorang yang pengaruhnya terlihat dalam kelakuan dan tindak agama orang itu dalam hidupnya.
   Di bawah ini adalah metode-metode yang digunakan dalam meneliti ilmu jiwa, antara lain:
1.    Dokumen Pribadi (Personal Document)
          Metode ini digunakan untuk mempelajari tentang bagaimana pengalaman dan kehidupan batin seseorang dalam hubungannya dengan agama. Untuk memperoleh informasi mengenai hal dimaksud, maka cara yang ditempuh adalah mengumpulkan dokumen pribadi orang seorang.
        Dalam penerapannya metode ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik tertentu, diantara yang banyak digunakan adalah:
a.    Teknik Nomotatik
    Nomatik merupakan pendekatan psikologis yang digunakan untuk memahami sifat-sifat dasar manusia dengan cara mencoba menetapkan ketentuan umum dari hubungan antara sikap dan kondisiyang dianggap sebagai penyebab terjadi sikap tersebut.
b.  Teknik Analisis Nilai (Value Analysis)
          Teknik digunakan dengan dukungan analisis statistik. Data yang terkumpul diklasifikasikan menurut teknik statistik dan dianalisis untuk dijadikan penilaian terhadap individu yang diteliti.
c.   Teknik Idiography
          Teknik ini digunakan untuk memahami sifat- sifat dasar (tabiat)  manusia.
d.   Teknik Penilaian Terhadap Sikap (Evalution Attitudes Technique)
     Teknik ini digunakan dalam penelitian terhadap biografi, tulisan, atau dokumen yang ada hubungannya dengan individu yang akan diteliti.
2.    Kuesioner Dan Wawancara
       Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang lebih banyak dan mendalam secara langsung kepada responden.
Dalam penerapannya metode dilakukan dalam berbagai bentuk , antara lain:

1.    Pengumpulan Pendapat Masyarakat (Public Opinion Polls)
2.    Skala Penilaian (Rating Scale)
3.    Tes (Test)
4.    Experiment
5.  Observasi melalui pendekatan sosiologi dan antropologi (Sociological and Antropological observation)
6. Studi agama berdasarkan pendekatan antropologi budaya
7. Pendekatan terhadap perkembangan (Development Approach)
8. Metode klinis dan proyektivitas (Clinical Method and Projectivity Technique)
9. Metode umum proyektivitas
10. Apersepsi Nomotatik (Nomothatic Apperception)
11. Studi kasus (Case Study)
12. Survei  






















BAB III
PENUTUP

Ilmu jiwa agama  meneliti dan menelaah kehidupan agama kehidupan agama pada seseorang dan mempelajari berapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya.
Yang menjadi lapangan kajian psikologi agama salah satunyaadalah bagaimana prasaan dan pengalaman seorang terhadap tuhannya.
Metode penelitian dalan ilmu jiwa agama adalah metode ilmiah, yakni mempelajari fakta-fakta yang berada dalam lingkungannya, dengan cara yang obyektif.












DAFTAR PUSTAKA
    Jalaludin, 1998. Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo  Persada.
   _______, 2003. Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo  Persada.
    Daradjat, Zakiah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta : Bulan Bintang.
http://tongkal09.wordpress.com/2010/04/14/sejarah-perkembangan-psikologi-agama/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar