Laman

Minggu, 02 Oktober 2011

ketika moralitas tergadaikan

Hanya orang yang 'peduli' untuk sekedar mendiskusikan pesan moral. Banyak orang yang merasa tabu untuk menyampaikan apa 'moral' dan bagaimana agar orang hendaknya ber'moral', alasannya sederhana, karena mereka merasa 'moral'nya juga masih amburadul, atau belum bisa menjadi contoh. Argumentasi ini menurut hemat penulis agak berlebihan, di satu sisi kita berkewajiban untuk menyampaikan pesan 'moral', di sisi lain semua manusia tentu ada kekurangan atau kelemahannya. Dua alasan ini menjadi acuan untuk tidak segan-segan atau malu-malu dalam memberikan atau menyampaikan pesan moral.

Menyampaikan pesan moal merupakan kewajiban

"Kamu adalah ummat terbaik, yang dihadirkan untuk manusia untuk amar ma'ruf nahi munkar ..."
 (QS. Ali Imran)
"Sampaikan dari-ku (Nabi Muhammad) biarpun satu ayat (pengertian)"
 (Al-Hadits)
Dari dalil naqli (Qur'an maupun Hadits) menyebut kita tanpa kecuali untuk menyampaikan pesan moral dan berperan serta dalam usaha untuk menjaga kemaslahatan ummat. Bisa jadi dari seorang guru, pedagang, sopir atau apapun profesinya untuk melaksanakan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar.

 Selamat berperan dalam menyampaikan pesan moral bagi diri kita sendiri maupun lingkungan kita. Ok ... !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar