Laman

1111

Sabtu, 28 April 2012

C10-62 Ayu Listyaningrum



REBOISASI DAN PENGHIJAUAN

Disusun untuk memenuhi tugas:
Mata kuliah: Hadits Tarbawi II
Dosen pengampu: Muhammad Gufron, M.S.I
Kelas: C

Disusun Oleh :
NAMA      : Ayu Listiyaningrum
NIM          : 2021110138
KELAS     : C

TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2010/ 2011
PENDAHULUAN

Di abad ke-6 Masehi, seiring dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW yang diikuti dengan turunnya ayat-ayat al-Quran. Dari beberapa ayat al-Quran menunjukkan bahwa agama islam mengandung prinsip-prinsip etika lingkungan yang merupakan wujud nyata kekuatan moral untuk pelestarian daya dukung lingkungan hidup.[1] Sebagaimana antara lain terdapat dalam surah al-A’raaf:
Ayat 56: “Dan janganlah kamu merusak dimuka bumi setelah Tuhan membangunkannya….”
Ayat 85: “… Dan janganlah kurangi hak-hak manusia, dan jangan pula merusak di muka bumi, sesudah Tuhan membangunkannya…”[2]
Tindakan reboisasi atau penghijauan juga dapat menjadi cara untuk Mencegah kerusakan alam. Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada diantara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut.  Demi menepis persangkaan yang salah ini, dalam makalah ini akan mengulas pentingnya penghijauan atau reboisasi menurut tuntunan Nabi SAW.
           











PEMBAHASAN

A.    Hadits

عن أنس بن ما لك قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: ان قامت على احد كم القيا مة و في يده فسلة فليغر سها
(رواه احمد فى المسنت, باقي مسند المكثرين, مسند انس بن مالك)

B.     Terjemah
Dari Anas bin Malik ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila kerusakan menghampiri salah satu diantara kalian dan ditangannya ada bibit pohon kurma maka tanamlah.”(HR.Ahmad)

C.     Mufrodat
احدكمSalah satu diantara kalian :
قا متMenghampiri :
القيا مةKerusakan :
فسلةBibit pohon kurma :
فليغر سهاMaka tanamlah :

D.    Biografi Perawi
Anas bin Malik r.a.
Nama lengkapnya adalah Abu Tsumamah (Abu Hamzah) Anas ibn Malik ibn Nadler ibn Dlamdlam an Najjari al Anshari. Seorang sahabat yang selalu meladeni kebutuhan rasul selama 10 tahun. Anas dilahirkan di madinah pada tahun ke-10 sebelum hijriyah (612 M). setelah Rasul tiba di Madinah, ibunya menyerahkan Anas kepada Rasul untuk menjadi khadamnya. Ketika Rasul wafat, Anas kembali ke basrah hingga wafat.
Hadits yang beliau riwayatkan sebanyak 2276 atau 2236 atau 2286 buah. Diantara jumlah itu, yang muttafaqun alaih sebanyak 168 buah dan infarada bihi Bukhari sebanyak 39 buah dan infarada bihi muslim sebanyak 70 buah. Beliau wafat di Basrah pada tahun 93 H (912 M). Dalam usia 100 tahun.[3]
E.     Keterangan Hadits

Hadits yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik tersebut memberikan anjuran pada kita untuk menghijaukan bumi atau menanam sebagai penanggulangan atas kerusakan yang terjadi di bumi.
Hadits diatas agaknya senada dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang berbunyi:
إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”.[4]
Ahli Hadits Abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah- berkata saat memetik faedah dari hadits di atas, “di dalamnya terdapat targhib (dorongan) besar untuk menggunakan kesempatan terakhir dari kehidupan seseorang dalam rangka menanam sesuatu yang dimanfaatkan oleh manusia setelah ia (si penanam) meninggal dunia. Maka pahalanya terus mengalir, dan dituliskan sebagai pahala baginya sampai hari kiamat”.
F.      Aspek Tarbawi

Penghijauan atau reboisasi merupakan amalan sholeh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia. Tanaman dan pohon yang ditanam oleh seorang muslim memiliki banyak manfaat, antata lain:
·         Pohon itu bisa menjadi naungan bagi manusia dan hewan yang lewat.
·         Buah dan daunnya terkadang bisa dimakan.
·         Batangnya bisa dibuat menjadi berbagai macam peralatan.
·         Akarnya bisa mencegah terjadinya erosi dan banjir.
·         Daunnya bisa menyejukkan pandangan bagi orang melihatnya.
·         Pohon juga bisa menjadi pelindung dari gangguan tiupan angin, membantu sanitasi lingkungan dalam mengurangi polusi udara.
Seandainya satu manusia menanam satu pohon saja sebagai sumbangan bagi bumi, berarti sudah memberikan satu “mesin” oksigen untuk kehidupan. Jika diasumsikan ada 5 miliar manusia, maka ada cadangan tetap 5 miliar batang pohon yang menghasilkan oksigen untuk menjaga siklus alami di biosfer. Setidaknya ini menjadi satu langkah kecil untuk tujuan yang besar.[5]





PENUTUP

Posisi tanaman hijau begitu penting dalam proses komplek kehidupan di bumi. Lantas manusia sebagai makhluk (yang katanya) superior, punya peranan lain yang juga menentukan kelangsungan kehidupan. Superior manusia sebagai predator puncak dan konsumen teratas bisa menjadi penghancur atau pelindung utama alam. Tanggung jawab besar pada komunitas manusia bahkan individu. Ia adalah manajemen top alam raya. Di sinilah kunci penyelamatan alam dari kehancuran.
Menyadari perannya, spesies manusia harus berbuat untuk menjamin seluruh siklus dan proses ini agar berlangsung sesuai dengan asas alaminya. Kita bisa merestorasi hutan (reboisasi dan penanaman hutan) bisa secara berkelompok atau dimulai dari pekarangan rumah sendiri.












Daftar Pustaka

Erwin, Muhammad, Hukum Lingkungan, PT. Refika Aditama, Bandung, 2009

Khattat Al Ustaz Rohmatullah, Al Quran dan Terjemahannya, CV Asy Syifa, Semarang, 2000

Jumantoro, Totok, kamus ilmu Hadits, Bumi Aksara, Jakarta, 1997

Giyarto, Mari Bersahabat dengan Alam, Caraka Darma Aksara, Nusa Tenggara Barat, 2007
















[1] Muhammad Erwin,SH., M.Hum, Hukum Lingkungan,  (Bandung: PT Refika Aditama, 2009)hal, 1
[2] Khattat Al Ustaz Rohmatullah, Al Quran dan Terjemahannya, ( Semarang: CV Asy Syifa, 2000) hal. 331
[3] Drs Totok Jumantoro, kamus ilmu Hadits, (Jakarta: Bumi Aksara, 1997)hal. 20
[4] HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/183, 184, dan 191), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (2068), dan Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (479). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 9)

[5] Giyarto, Mari Bersahabat dengan Alam (Nusa Tenggara Barat: Caraka Darma Aksara, 2007) hal.42

12 komentar:

  1. nama : lutfiyah
    nim : 202 111 0118
    kelas: c

    pd trjemah hadits disebutkn Apabila kerusakan menghampiri salah satu diantara kalian, mksud dari kerusakan dlm hdits ini itu kruskn yg spt pa???apkh hnya trbts pd keruskn tanman sja atw bgm?dan bgmn tggpn mbk ayu jika ada pihak yg mlkukn penebngn phon dihutan yg dilakukan dg ilegal dan scra besar2an??? trmksh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Kerusakan disini dimaksudkan kerusakan alam khususnya efek dari kurangnya ruang hidup bagi tumbuh-tumbuhan.

      Menurut saya ya mbak Lutfi .........

      Penebangan pohon secara ilegal bahkan besar-besaran itu bukanlah hal yang baik karena merusak lingkungan alam. Seperti yang telah tertulis dalam Surat Cinta-Nya untuk kita, yang berbunyi:
      "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan"
      (QS. 28:77).

      Terimakasih kembali mbak Lutfi ... :-)

      Hapus
  2. nama : dwi arum sari
    nim : 2021110108
    kelas : C

    selagi ada ksempatan kita di anjurkan untuk menanam pohon agar bermanfaat bagi orang lain, lalu bgmana jika pohon yang kita tanam itu di salah gunakan oleh orang lain??? seumpama sya menanam pohon kecubung, niat sya itu hanya untuk penghijauan di dpan rumah, karna tidak ada pohon lain , dan kemudian ada orang yg memetik buahnya untuk di makan dgn tujuan agar mabuk, lalu dosakah sya ????? sbg orang yg menanamnya....... makasihhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Arum ...
      menurut saya mbak Arum enggak dosa selama mbak tidak tahu kalau tujuan tetangga mbk ngambil itu untuk mabuk. So, dia dosa sendiri karena mabuk ..

      sedangkan jika mbk Arum tahu tujuan dia dan mengijinkannya maka mbk Arum juga ikut berdosa karena membiarkan orang mabuk dan mengijinkan orang untuk berbuat dosa :-)

      Hapus
  3. 202109113
    apa maksud dari mufrodat bibit pohon kurma....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pohon kurma itu dijadikan sampel dari tanaman yang kita tanam untuk reboisasi.

      kenapa yang disebutkan itu pohon kurma ?
      ya karena Rasulullah SAW itu hidup di negara Arab dan tanaman yang sering dan baik untuk tumbuh di negara Arab itu emang Kurma. Dan mungkin kalau dulu Rasul hidupnya di Indonesia tanaman yang disebutkan itu bisa jadi pohon mangga, manggis, jambu, atau dll lah ... heheee :)

      Hapus
  4. DEWI AFRIYANI
    2021110107
    kelas C

    1. menurut anda bagaimanakah menjaga keseimbangan antara melestarikan Lingkungan dan melakukan percepatan pembangunan, sementara dengan semakin gencarnya kita melakukan pembangunan secara tidak langsung kita akan menghabiskan SDA (sumber daya alam),,,,,
    2. lalu bagaimana dengan kondisi yang ada di kota-kota besar yang tidak punya lahan untuk ditanami pepohonan???

    terimakasih,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mbak Dewi_

      1. Hmmmm Siapa bilang kita akan menghabiskan SDA ?
      jadi menurut saya gini mbak, ya pembangunan itu memang bagus dilakukan untuk kemajuan dan mempermudah sarana kehidupan bangsa. namun semua itu perlu diseimbangkan dengan alam.

      Lantas bagaimana caranya ???
      caranya dengan disiasati mbak. Contohnya, bangunan itu jangan banyak menggunakan kaca karena akan menyebabkan efek rumah kaca. terus kalau bisa lestarikanlah bangunan rumah kayu sehingga SDA itu(kayu yang kita tebang)bermanfaat sebagaimana mestinya.

      So, kita tidak akan menghabiskan SDA dengan percuma kan ????

      2. Seandainya kondisi di kota itu memang benar-benar tidak ada lahan sama sekali untuk ditanami pepohonan,
      lagi-lagi kita bisa mensiasatinya mbak yaitu dengan lahan tiruan(pot bunga. ya kita bisa menanam tumbuhan di dalam pot tersebut mbak ..


      oke mbak Dewi, Terimakasih kembali ..... :-)

      Hapus
  5. anisah 2021110123
    hadits anda tentang reboisasi dan pelestarian lingkungan, kenyataannya banyak hutan ditebangi ...
    bagaimana pandangan pemakalah tentang penggunaan kertas yang digunakan perkantoran dan pendidikan terhadap pelestarian lingkungan...?

    BalasHapus
  6. mbak Anisah kalau menurut saya penggunaan kertas untuk keperluan perkantoran (pekerjaan)dan pendidikan itu hal yang sah-sah aja .. dan itu namanya memanfaatkan sumber daya alam sebagai mana mestinya.

    bukanlah hal yang tidak mudah jika kita bekerja di perkantoran atau sekolah tanpa memanfaatkan kertas ???
    ya meskipun kertas itu terbuat dari kayu yamg berasal dari alam. selama cara memperolehnya sesuai aturan dan dengan cara yang baik itu boleh saja mbak.

    Bukankankah segala yang tercipta itu ada manfaatnya ???

    Seperti yang telah tertuang dalam lantunan suci berikut,

    "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah".(QS. Shad: 27)

    BalasHapus