Laman

Kamis, 05 Maret 2015

E-4-a : EVI MAULIDA



Media Publik : Menyebarkan Ilmu Ke Kalangan Eksternal
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II


Disusun oleh :
Evi Maulida
2021112149
Kelas : E 


TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015


PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk Tuhan adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial, susila dan religi. Sifat kodrati manusia sebagai makhluk pribadi, sosial, susila dan religi harus dikembangkan secara seimbang, selaras dan serasi. Dalam proses pengembangan hidupnya manusia perlu mempelajari ilmu - ilmu serta pendidikan dalam beragama maupun bermasyarakat. Tanpa ada ilmu dan pendidikan yang memadai, seseorang tidak dapat menyelenggarakan hidupnya dengan baik. Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Salah satu sarana yang dapat di gunakan untuk menyebarkan ilmu pendidikan melalui media publik.
Dalam sejarah masyarakat manusia menandakan penggunaan komunikasi oleh manusia untuk mengatasi jarak yang lebih jauh satu dengan yang lain, yang tak mungkin dicapai hanya dengan berbicara dalam jarak normal. Namun seiring perkembangan teknologi komunikasi telah lahir suatu sarana informasi umum yang tertuang dalam satu wadah media publik. Perkembangan media publik untuk saat ini dapat dikatakan sangat pesat dan dapat membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Media publik berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya semua ilmu pengetahuan akan menghasilkan inovasi baru terhadap perkembangan media publik, tidak hanya sebagai media informasi namun telah dikembangkan sebagai sarana menyebarkan ilmu.
Dalam makalah ini akan dijelaskan salah satu hadits tentang memanfaatkan media publik untuk menyebarkan ilmu ke kalangan eksternal.













PEMBAHASAN
1.      Pengertian
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Komunikasi yang terjadi dalam media massa bersifat searah di mana komunikan tidak dapat memberikan tanggapan secara langsung kepada komunikatornya yang biasa disebut dengan  tanggapan yang tertunda (delay feedback).
Publik merupakan semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organiasasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan.[1]
Media publik berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya semua ilmu pengetahuan akan menghasilkan inovasi baru terhadap perkembangan media publik, tidak hanya sebagai media informasi namun telah dikembangkan sebagai sarana menyebarkan ilmu.
Media menyajikan rangkaian atau aneka pilihan materi yang luas. Ini menunjukka bahwa pesan yang ada dalam media massa berisi rangkaian dan aneka pilihan materi yang luas bagi khalayak atau para komunikannya. Media dapat menjangkau sejumlah besar khalayak. Komunikan dalam media massa berjumlah besar. Pesan yang disajikan dengan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan intelektual baik komunikan dari kalangan bawah sampai kalangan atas.[2]

2.      Teori Pendukung
Sarana dan media dakwah yang digunakan oleh umat untuk menyeru kepada dinullah, senantiasa juga berkembang sesuai dengan perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi, mulai dari seruan langsung dari da’i kepada mad’u, melalui surat menyurat, media perdagangan, melalui media cetak dan elektronik, buku, kaset dan berbagai media yang lainnya. Namun isi dari dakwah adalah tetap tidak berubah, yakni untuk menegakkan dinullah. Oleh karena itu dalam dakwah, umat Islam wajib membuat dan menggunakan sarana yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
Pada era globalisasi sekarang ini kemajuan peradaban manusia ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi pada berbagai bidang kehidupan. Teknologi informasi menjadi salah satu pilar utama pembangunan peradaban manusia saat ini. Teknologi ini merupakan sarana penting untuk transformasi sebuah masyarakat menjadi masyarakat yang lebih maju. Salah satu teknologi informasi yang berperan dalam kehidupan sehari-hari adalah media public. Media publik sangat penting dalam penyebaran informasi terhadap masyarakat luas dari semua golongan, bahkan mampu mempengaruhi pola hidup dan perilaku sebuah masyarakat.[3]
Oleh karena itu dalam makalah ini akan dipaparkan salah satu hadits tentang memanfaatkan media publik untuk menyebarkan ilmu ke kalangan eksternal.

3.      Materi Hadits
1. Hadits Tentang Menyebarkan Ilmu Di kalangan Eksternal
 عَنْ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ:وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ وَرَهْطَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ، خَرَجَ رَسُوْلُ الله ِصَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ: يَاصَبَاحَاهْ، فَقَالُوْا: مَنْ هَذَا؟ فَاجْتَمَعُوْ إِلَيْهِ فَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخْبَرْ تُكُمْ أَنَّ خَيِلاً تَخْرُجُ مِنْ سَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ أَكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ؟ قَالُوا مَاجَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا. قَالَ: فَإِنِّي نَذِيْرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْد. قَالَ أَبُوْلَهَبٍ: تَبَّالَكَ، مَاجَمِعْتَنَا إِلاَّ لِهَذَّا؟ ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ:تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ، وَقَدْ تَبَّ. هَكَذَا قَرَأَهَا الأَعِمَشُ يَوْمَئِذٍ . (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب تفسير القرآن الكريم, باب تباب خسران تتبيب تدمير)
2. Mufrodat
Terjemah
Teks Arab
Berkata
قَالَ
Ketika turun
لَمَّا نَزَلَتْ
Dan berilah
وَأَنْذِرْ
Keluargamu
عَشِيْرَتَكَ
Paling dekat
اْلاَقْرَبِيْنَ
Kelompokmu
رَهْطَكَ
Yang ikhlas
الْمُخْلَصِيْنَ
Keluar
خَرَجَ
Pasukan
خَيِلاً
Berkumpul
اجْتَمَعُوْ
Balik
سَفْحِ
Gunung
جَبَلِ
Berdusta
كَذِبًا
Pedih
شَدِيْد









3.  Makna Hadits
Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Ketika turun ‘Dan berilah peringatan keluargamu yang paling dekat, dan kelompokmu di antara mereka yang ikhlash’, Rasulullah SAW keluar hingga naik ke Shafa, lalu berteriak, ‘Yaa shabahaah’. Mereka bersabda, ‘Siapa ini?’ Mereka pun berkumpul kepadanya. Beliau bersabda, ’Bagaimana pendapat kalian jika aku mengabarkan bahwa pasukan berkuda keluar dari balik bukit ini, apakah kalian membenarkanku?’ Mereka berkata, ‘Kami tidak pernah mencoba dusta kepadamu’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dihadapan adzab yang pedih’. Abu Lahab berkata, Binasalah kamu, kamu tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini?’ Kemudian dia berdiri. Maka turunlah ayat, ‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa’, yakni sungguh binasa. Demikian dibaca oleh Al A’masy pada hari itu.”(HR. Bukhori)[4]

4.      Keterangan Hadits
Dalam hadits ini di jelaskan bahwa Rasulullah SAW ketika  menyampaikan informasi kepada para sahabat adalah dengan metode dakwah atau ceramah. Media publikasi yang digunakan oleh Rasulullah SAW untuk menyampaikan informasi adalah Bukit Shafa. Seperti yang di riwayatkan oleh al-Bukhori dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa suatu ketika Rasulullah SAW naik ke bukit Shafa sambil berseru :”Mari berkumpul pada pagi hari ini !” maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah bersabda :”Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya padaku?” Kaum Quraisy menjawan: “Pasti kami percaya”. Rasulullah bersabda: “Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dasyat akan datang.” Berkatalah Abu Lahab:”Celakalah engkau ! apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami ?” Maka turunlah ayat ini (surat Al-Lahab ayat 1-5). Berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan menimpa orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah.[5]
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Isra-il, dari Abu Ishaq, yang bersumber dari orang Hamdan yang bernama Yazid bin Zaid. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah, bahwa istri Abu Lahab menyebarkan duri-duri yang hendak dilalui oleh Nabi Muhammad saw. Maka surat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa orang yang menghalang-halangi dan menyebarkan permusuhan terhadap Islam akan mendapat siksa Allah SWT.[6]

5.      Refleksi Hadits Dalam Kehidupan
Dengan adanya media publik di zaman sekarang ini seperti televisi, internet, radio, hp, dan lain-lain, penyebaran ilmu ke kalangan eksternal dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga ilmu atau materi yang disampaikan atau diajarkan lebih mudah di terima oleh masyarakat luas. Misalnya, seperti penyebaran ilmu agama melalui tayangan ceramah di televisi menjadikan seseorang lebih mudah dalam memperoleh ilmu.
Dalam konteks dakwah Islam tentunya segala bentuk kemajuan teknologi informasi dan informasi itu adalah bagian dari karunai Allah yang wajib disyukuri dengan cara menguasai dan menggunakannya untuk kemajuan dakwah menciptakan khairu ummah. Bukan malah sebaliknya, multimedia komunikasi dan informasi itu malah dikuasai dan digunakan oleh manusia yang berorientasi pada kesenangan hidup dan kesenangan hawa nafsu dengan dorongan materialisme, kapitalisme, dan hedonisme. Jika hal tersebut yang terjadi maka tidak heran jika prilaku sosial masyarakat kontemporer yang posisinya hanya sebagai penikmat/konsumen tidak jelas identitasnya terombang-ambing oleh gelombang pasang informasi yang menerjang.
Oleh karena itu, dakwah melalui multimedia berbasis teknologi informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Sudah saatnya para pegiat dakwah mengejar ketertinggalannya dalam konteks pemanfaatan media publik untuk dakwah dengan standar minimal menjadi pengguna.

6.      Aspek Tarbawi
Dari hadits tersebut kita dapat mengambil nilai tarbawi yaitu :
a.       Media publik merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang baik.
b.      Media publik adalah alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
c.       Media publik yang paling sederhana untuk menyebarkan ilmu adalah dengan berbicara atau berceramah dalam suatu majlis. Seperti  yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.  Ketika menyampaikan ceramah – ceramahnya kepada para sahabat.
d.      Dalam perkembangan sekarang ini, media publik sangat membantu para pendidik dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih mudah ditangkap dan diterima.
e.       Media publik juga merupakan sarana yang efisien dan bermanfaat dalam kegiatan belajat mengajar.
f.       Dalam pendidikan untuk menuju keberhasilan suatu proses pembelajaran, maka harus ada semangat dalam memanfaatkan media publik.
g.      Perintah memanfaatkan media publik sebagai sarana penyampaian ilmu dan informasi ke kalangan eksternal.









PENUTUP
Dari pembahasan makalah di atas dapat di simpulkan bahwa dalam menyebarkan ilmu ke kalangan eksternal atau masyarakat luas,Rasulullah SAW menggunakan  metode dakwah atau ceramah
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi menjadikan media publik sebagai sarana penting untuk menyebarkan ilmu bahkan untuk kalangan eksternal. Seperti yang sudah diajarkan Rasulullah SAW, dimana kita harus memanfaatkan media publik guna membantu mempermudah dalam menyebarkan ilmu.































REFERENSI

al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail. 2012. Ensiklopedia Hadits 2; Shahih al-Bukhari 2. Jakarta: Almahira
Bungin, Burhan M. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta : Kencana
Ibnu Hajar Al-Azqalani, Al Imam Al-Hafizh, Fathul Baari (Jakarta:Pustaka Azzam, 2008), Juz 24
Yaqub, Ali Mustafa. 2000. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi. Jakarta : Pustaka Firdaus
http://bdkbandung.kemenag.go.id/jurnal/86-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-dakwah, diakses pada Senin, 3 Maret 2015.
http://komunikasi.uinsgd.ac.id/pengertian-media-massa/, diakses pada Senin, 3 Maret 2015.














Penulis
Description: C:\Users\Public\Pictures\Evi 2.jpgNama        : Evi Maulida
Nim            : 2021112149
Alamat      : Kedungwuni Rt7 Rw3
Lulusan     : 1. MI WS Karangdowo
           2. SMP N 2 Kedungwuni
           3. MAN 1 Pekalongan
No HP       : 085642943698



[1] Jefkins, frank. Publik Reations (Jakarta : Erlangga, 2003).
[2] http://komunikasi.uinsgd.ac.id/pengertian-media-massa
[3] http://bdkbandung.kemenag.go.id/jurnal/86-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-dakwah
[4] Ibnu Hajar Al-Azqalani, Al Imam Al-Hafizh, Fathul Baari (Jakarta:Pustaka Azzam, 2008), Juz 24, hlm.642-643.
[5] al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail. 2012. Ensiklopedia Hadits 2; Shahih al-Bukhari 2. Jakarta: Almahira
[6] Yaqub, Ali Mustafa. 2000. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi. Jakarta : Pustaka Firdaus


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar